OldSarah

[Khotbah] Super Mother (2), Minggu 04 Maret 2018

SUPER  MOTHER (2)

Kejadian 12:11-15

“Pada waktu ia akan masuk ke Mesir, berkatalah ia kepada Sarai, isterinya: “Memang aku tahu, bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya.”

Pada saat kelaparan terjadi, maka Abraham membawa Sarai untuk mengungsi ke Mesir. Keadaan Sarai saat itu yaitu dia adalah seorang wanita yang cantik (Kej 12:11-15) Usia Sarai saat itu adalah 65 tahun dan Abram berusia 75 tahun jadi usia Sarai  selisih 10 tahun dengan Abram, dan saat itu Firaun tertarik padanya (Kej 12:16) Juga pada Kej 20:1-4 raja Gerar tertarik padanya padahal usianya sudah 90 tahun (Kej 17:17). Dari bukti firman Tuhan tersebut, dapatlah dikatakan bahwa Sarai adalah seorang perempuan yang cantik, walaupun sudah tua.

Namun demikian, Sarai adalah seorang isteri yang tidak rohani, buktinya:

  1.          Tidak percaya kepada janji Tuhan
  2.          Usulannya menjerumuskan
  3.          Berusaha menolong Tuhan
  4. Tidak bertanggung jawab

Kej 16:5 “Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: “Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau.”

Sarai sangat sensitif dengan apa yang terjadi, karena Hagar akhirnya mengandung dan Sarai merasa bahwa Hagar memandang rendah padanya. Sarai menjadi marah kepada Abram, padahal Sarai lah yang salah karena memberikan Hagar kepada Abram, Sarai lah yang mengalami kemandulan, dan Hagar adalah hambanya yang merupakan hasil didikan Sarai. Seharusnya Sarai bertanggung jawab dengan cara:

– Mendampingi suami sampai tujuan Tuhan tercapai

– Memberikan support kepada suami untuk tetap percaya kepada janji Tuhan.

Sebagai orang percaya, kita memiliki tanggung jawab dihadapan Tuhan dan sesama. Apakah tanggung jawab orang percaya?

– Menjadikan keluarga sebagai hunian yang menyenangkan, indikasinya :

Adanya kesatuan roh, menjadi sebuah keluarga yang rohani (Efe 4:36)

“Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera”. Adanya rekreasi dalam rumah tangga, yaitu tempat dimana dapat bermain dan menikmati berkat Tuhan.

Adanya komunikasi yaitu membangun hubungan sesama keluarga.

– Sebagai majikan dalam market place, yaitu dengan cara memperhatikan anak buahnya. Sebagai pekerja, yang harus memiliki loyalitas, komitmen, talenta saat melakukan tugas kita. Sebagai seorang profesional, harus bekerja dengan integritas.

– Sebagai pelayan digereja maka kita harus melayani Tuhan dengan kasih dan kesungguhan hati. Sebagai jemaat kita harus tertanam, bertumbuh dan berbuah.

  1.         Mencampur aduk “rencana rohani” dengan “cara jasmani”

Sarai mengharapkan keturunan illahi dari seorang perempuan budak. Hal ini tentulah tidak sesuai dengan rencana Allah, karena janji Tuhan bahwa dari Sara lah perempuan merdeka yang akan menerima berkat Tuhan. Seringkali kita kehilangan berkat rohani karena tergoda dengan hal-hal jasmani yang kita lihat, sehingga rencana Tuhan gagal dalam hidup kita.

Jadi waspadalah kepada apa yang dirasakan dan dilihat oleh mata kita.

Hal ini terjadi pada Hawa yang melihat buah terlarang itu kemudian dia memakan buah pengetahuan baik dan jahat dan akhirnya mereka jatuh dalam dosa (Kej 3:6)

Contoh yang lain adalah  Akhan (Yos 7:20-21) yang melihat dan mengambil barang-barang jarahan yaitu jubah buatan Sinear, perak dan emas.

Juga Petrus yang melihat dan merasakan tiupan angin, sehingga dia takut dan mulai tenggelam (Mat 14:30).

  1.         Sangat kejam

Kej 16:6 “Kata Abram kepada Sarai: “Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik.” Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya”

Karena Sara begitu marah dengan apa yang terjadi, maka dia berlaku sangat kejam kepada Hagar dengan cara menindas dan membuat Hagar sengsara.

  1. Mentertawakan janji Tuhan

(Kej 18:12) “Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: “Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?”

Mengapa Sara tertawa? Karena dia tidak percaya kepada janji Tuhan, namun akhirnya Sara berubah karena sekarang dia mendapatkan Ishak dan hal itu membuat Sara dapat tertawa penuh sukacita (Kej 21:6)

Bagi Sara, Ishak bukan hanya sekedar janji tetapi merupakan berkat yang menghapuskan aib Sara. Demikian juga dengan kita, berkat Tuhan haruslah membuat kita bersukacita.

Amsal 10:22 “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya”. Dalam bhs Inggris “He added no idol” artinya bahwa berkat itu tidak menjadi berhala bagi kita …..amin

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

NewBeginnings

[Khotbah] The New Beginning , Minggu 25 Februari 2018

THE NEW BEGINNING     

Yesaya 43:18-19

“firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?”

 

Visi gembala pembina pada Tahun 2018 adalah the new beginning atau tahun permulaan yang baru. Tahun permulaan yang baru adalah tahun terobosan baru, tahun pemulihan, tahun dimana Tuhan melakukan sesuatu yang baru dalam hidup kita.

Apa arti tahun permulaan yang baru?

– Tahun permulaan yang baru adalah tahun dimana Tuhan akan melakukan sesuatu yang baru dalam hidup kita. (Yes 43:18-19) “Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara”

– Tahun permulaan yang baru berarti tentang proses bagi kita untuk meninggalkan kehidupan yang lama dan masuk dalam kehidupan yang baru. Hal ini dapat terjadi oleh karena firman Tuhan yang hidup dalam kehidupan kita (II Kor 5:17) “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”

– Tahun permulaan yang baru adalah tahun pemisahan yaitu Tuhan akan memisahkan orang fasik dan orang benar (Yes 55:7) “Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.

– Tahun permulaan yang baru adalah waktu dimana kita mengalami mujisat yang tidak lazim atau mujisat yang tidak biasanya. (Mat 14:19)  “Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikan

nya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh”

Sebenarnya mujisat terbesar dalam hidup kita adalah saat kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup kita dan menerima keselamatan dalam Kristus. Semua orang menginginkan mujisat terjadi dalam hidupnya. Hal itu tentu baik, namun  sebenarnya yang terbaik adalah melakukan seluruh kehendak Allah. Seperti Daud yang melakukan kehendak Allah pada zamannya, sehingga karena dia melakukan kehendak Tuhan, maka hidupnya berkenan pada Tuhan (Maz 37:24-26)

“Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti”

Bahkan tangan Tuhan menopang Daud saat dia jatuh dan Daud tidak dibiarkan tergeletak.

Jadi orang benar yang melakukan kehendak Tuhan, akan mengakibatkan anak-cucunya diberkati dan dipelihara oleh Tuhan.

Ada beberapa hal yang dilakukan oleh Daud sehingga dia berkenan pada Allah yaitu :

– Daud memiliki kesadaran dan memiliki sudut pandang baru yaitu dia menyadari bahwa dirinya adalah prajurit Allah (I Sam 17:26) “Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya: “Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?”

– Daud percaya bahwa Allah pasti membelanya  (I Sam 17:36) “Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.”

– Daud mau mengandalkan Allah (I Sam 17:39,45) “Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu”

Jika saat ini kita adalah orang yang mengasihi Tuhan dan mau melakukan kehendak Tuhan dan hidup berkenan padaNya, marilah lakukan itu dengan lebih sungguh-sungguh lagi (I Tes 4:1) “Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi”

Oleh Pdt Johnny Lumanto

YoungSarah

[Khotbah] Super Mother, Minggu 18 Februari 2018

SUPER  MOTHER

Kejadian 12:11-15

“Pada waktu ia akan masuk ke Mesir, berkatalah ia kepada Sarai, isterinya: “Memang aku tahu, bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya.”

Pada saat kelaparan terjadi, maka Abraham membawa Sarai untuk mengungsi ke Mesir. Keadaan Sarai saat itu yaitu dia adalah seorang wanita yang cantik (Kej 12:11-15) Usia Sarai saat itu adalah 65 tahun dan Abram berusia 75 tahun jadi usia Sarai  selisih 10 tahun dengan Abram, dan saat itu Firaun tertarik padanya (Kej 12:16) Juga pada Kej 20:1-4 raja Gerar tertarik padanya padahal usianya sudah 90 tahun (Kej 17:17). Dari bukti firman Tuhan tersebut, dapatlah dikatakan bahwa Sarai adalah seorang perempuan yang cantik, walaupun sudah tua.

Namun demikian, Sarai adalah seorang isteri yang tidak rohani, buktinya:

  1.         Tidak percaya kepada janji Tuhan

Kej 16:2 “Berkatalah Sarai kepada Abram: “Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai. Sarai tidak percaya pada janji Tuhan, padahal Tuhan sudah memberi janji itu kepada Abram bahwa keturunannya akan seperti pasir dilaut dan bintang dilangit.

Pelajaran tentang perjanjian yaitu :

– Kej 17:4 “Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa”

Tanda awalnya adalah perubahan nama yaitu dari Abram (Bapa yang ditinggikan) menjadi Abraham (Bapa sejumlah besar bangsa)

– Kej 17:9 “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun”.

Abram harus memegang perjanjian Tuhan. Sama seperti kita orang percaya, jika kita tidak percaya dan memegang janji Tuhan, itu adalah dosa dan kebodohan, tapi jika kita memiliki respon yang benar, maka itu akan membuat janji Tuhan digenapi dalam hidup kita.

Ingat bahwa sikap kita kepada Tuhan, menentukan perlakuan Tuhan kepada kita, dan respon kita kepada Tuhan menentukan respon Tuhan kepada kita.

  1.         Usulannya menjurumuskan

Sarai menyuruh agar Abram mengambil Hagar (Kej 16:2) “Berkatalah Sarai kepada Abram: “Baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.”

Perkataan Sarai ini menjerumuskan Abram, sehingga dia mengambil Hagar menjadi isterinya.

Dalam Alkitab ada contoh perkataan yang menjerumuskan yaitu:

– Perkataan ular pada Hawa, ular berkata bahwa  sekali-kali Hawa tidak akan mati jika memakan buah pengetahuan yang baik dan buruk(Kej 3:3-4)

– Perkataan Hawa kepada Adam  sehingga Adam juga memakan buah itu dan berdosa kepada Tuhan. (Kej 3:17) “karena engkau mendengarkan perkataan isterimu….”

– Perkataan Petrus kepada Tuhan Yesus (Mat 16:22) “Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.”

Sehingga Yesus berkata “enyahlah iblis….”

Waspadalah kepada setiap usulan, nasihat padahal dapat menjerumuskan. Oleh karena itu perhatikanlah kepada siapa orang yang memberikan nasihat, isi nasihatnya apakah hal itu Alkitabiah, apakah orang itu telah menghasilkan buah kebenaran? Maz 1:1 “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh”

  1.         Berusaha menolong Tuhan

Kej 16:2 “Berkatalah Sarai kepada Abram: “Mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.”

Sarai mau memakai caranya sendiri dengan berusaha membantu Tuhan lewat perkataannya yang menyuruh Abram untuk mengambil Hagar.

Kesalahan Sarai adalah

– Dia memperhatikan indikasi jasmani karena Sarai melihat dirinya sudah tua dan mati pucuk. Tapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

– Memperhatikan waktu menurut pengertiannya sehingga dia  tidak sabar menanti waktu Tuhan. Kelihatannya Tuhan berlambat-lambat, tapi pertolonganNya tidak pernah terlambat, tepat pada waktunya.

– Memperhatikan faktor alternatif dengan cara mencari jalan yang lain.

Tuhan ingin agar kita tidak memiliki alternatif lain atau plan B, karena Tuhan mau kita mempercayai Dia sepenuhnya….amin.

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

sukacita

[Khotbah] Sukacita Dalam Kegagalan, Minggu 11 Febuari 2018

SUKACITA DALAM KEGAGALAN
Habakuk 3:17-19
“Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku”

Habakuk adalah seorang nabi Tuhan yang pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya. Dia mengalami kejadian yang sangat menyedihkan akibat hukuman Tuhan karena dosa yang dilakukan oleh orang Israel. Hal ini juga seringkali dialami oleh orang percaya yang mengalami kegagalan dalam hidupnya karena dosa. Bahkan orang yang mengasihi Tuhan sekalipun, pasti pernah mengalami kejadian seperti yang dialami oleh Habakuk.
Apa yang dialami oleh Habakuk? Kegagalan, kekurangan, hal yang mengecewakan, namun saat semuanya itu terjadi, Habakuk tidak menggugat Tuhan atau kecewa dengan Tuhan.
Daud juga pernah mengalami seperti yang dialami oleh nabi Habakuk yaitu dia menderita kekurangan, ketakutan, putus harapan saat dia melarikan diri dari kejaran raja Saul dan musuh-musuhnya.
Daud sempat menggugat Tuhan dengan berkata “Janganlah sembunyikan wajah-Mu kepada hamba-Mu, sebab aku tersesak; segeralah menjawab aku! Datanglah kepadaku, tebuslah aku, bebaskanlah aku oleh karena musuh-musuhku” (Maz 69:18)
Bagaimanakah sikap kita jika sedang berada dalam pergumulan dan penderitaan hidup? Apakah sikap kita benar dihadapan Tuhan? Ataukah sikap kita bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan?
Habakuk tetap bersukacita saat keadaannya buruk dan semuanya gagal. Namun sungguh luarbiasa karena dia tetap bersukacita dalam Tuhan. Kegagalan tidak mempengaruhi hati Habakuk untuk tetap bersukacita. Sebagai orang percaya, kita juga harus tetap bersukacita dalam segala keadaan baik suka maupun duka, sehat maupun sakit, kelimpahan maupun kekurangan dll.
Semua penderitaan dan pergumulan hidup, jangan sampai mengambil sukacita dari dalam hidup kita.
Seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus dalam Roma 8:35 “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?”
Banyak orang kristen juga mengalami seperti yang dialami oleh Habakuk, namun Tuhan ingin sikap kita seperti Habakuk yang tetap bersukacita dalam Tuhan.
Dalam II Kor 8:1-3 “Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan”
Jemaat di Makedonia saat itu keadaannya sangat miskin, namun ditengah kekurangan, mereka memberi bahkan mendesak Paulus untuk menerima pemberian mereka dan turut mengambil bagian dalam pelayanan.
Kekurangan tidak membuat orang di Makedonia kehilangan sukacita, hal ini terbukti dengan kerelaan hati mereka untuk memberi bagi pelayanan pekabaran Injil.
Mengapa Habakuk dapat bersukacita walaupun dia mengalami kegagalan dan penderitaan? Jawabannya ada dalam ayat 19 “ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku”
Rahasia kekuatan Habakuk didalam penderitaannya adalah karena dia berada didalam Tuhan, dan mempercayakan hidupnya kepada Tuhan sebagai penolong dan kekuatan hidupnya.
Seperti Habakuk yang percaya bahwa Tuhanlah kekuatannya, maka demikian pula kita harus percaya bahwa Tuhan Yesus adalah kekuatan kita disetiap situasi dan kondisi hidup ini….amin.

Oleh Pdt Sonny Liando S.Th

NewBeginning5

[Khotbah] The New Beginning (5), Minggu 04 Febuari 2018

THE NEW BEGINNING (5)

Yosua 1:1-4

“Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu”

 

Yosua dan bangsa Israel, akan memasuki tanah perjanjian, yaitu sebuah tempat yang baru dan ini artinya adalah sebuah musim yang baru, permulaan yang baru bagi mereka. Musim baru adalah musim yang dinantikan oleh banyak orang. Musim baru yaitu hari yang baru, suasana yang baru, perjuangan yang baru bersama-sama dengan Tuhan. Tahun 2017, telah kita lewati bersama, banyak hal yang terjadi baik suka maupun duka, dan saat ini kita telah memasuki musim baru yaitu awal yang baru ditahun 2018 ini.

Beberapa tindakan yang harus kita lakukan untuk masuk dalam musim yang baru sesuai dengan (I Kor 16:13) “Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!” Adalah:

  1.          Berjaga-jagalah, Kuatkan dan teguhkanlah hati

Seperti yang dikatakan oleh Allah kepada Yosua sebelum dia memimpin orang Israel untuk masuk ketanah perjanjian agar dia menguatkan dan meneguhkan hati.

  1.          Berdiri teguh

Tuhan ingin agar kita berdiri teguh dalam menghadapi tantangan, seperti sebuah rumah yang berdiri diatas batu karang yang tidak tergoyahkan oleh apapun juga.

  1.          Bersikaplah seperti laki-laki

Menjadi laki-laki yang dewasa, petarung dan bertahan dalam penderitaan.

  1. Tetaplah kuat

Kita harus tetap kuat dalam menjalani tahun ini, karena ada banyak tantangan yang akan kita hadapi dalam musim yang baru ini.

Ada beberapa contoh orang yang harus tetap kuat yaitu:

– Petani  yang mana mereka harus mengolah tanah dengan baik

– Nelayan yang mana peralatannya harus dipersiapkan dan diperbaiki

– Atlet yang mana harus selalu meningkatkan latihannya

– Pedagang yang mana harus melakukan terobosan baru dan memiliki

strategi untuk mengembangkan usahanya

– Pegawai yang mana harus meningkatkan disiplin dan etos kerja

Hal ini juga berlaku bagi Yosua dan orang Israel dalam persiapannya untuk masuk kedalam tanah perjanjian. Tuhan berkata kepada Yosua “Hanya kuatkan dan teguhkanlah hatimu” (Yos 1:6,7,9)

Pesan ini mengisyaratkan keadaan yang akan dihadapi oleh Yosua saat dia dan orang Israel diseberang sungai Yordan yaitu :

  1.         Adanya tanggung jawab yang besar.

Hal ini merupakan suatu tanggung jawab yang berat bagi Yosua, namun  Yosua beruntung karena memiliki seorang mentor yang luar biasa yaitu Musa. Apa yang diterima Yosua dari Musa?

– Pengurapan (Bil 27:18) akibatnya adalah Yosua memiliki roh kebijaksanaan (Ul 34:9)

– Pendelegasian wewenang (Bil 27:19) akibatnya mendapatkan jaminan akan penyertaan Tuhan (Ul 31:7-8)

– Otoritas, wibawa dan karisma (Bil 27:20) akibatnya Yosua mengalami mujisat seperti Musa. (I Tim 4:14, II Tim 1:6)

Tahun 2018 adalah tahun yang penuh dengan tanggung jawab dan apa yang telah Tuhan berikan harus dikerjakan sesuai dengan firman Tuhan.

Kepada siapakah kita bertanggung jawab ?

– Tuhan, yaitu iman kita harus bertumbuh

– Keluarga, dengan menuntun mereka kepada kebenaran

– Gereja, dengan membangun persekutuan orang percaya

– Masyarakat, dengan menjadi warga negara yang baik

  1.         Adanya musuh yang tangguh.

– Benteng Yerikho luasnya 4 Ha temboknya terdiri dari dua lapis terdiri dari tembok bagian luar yang tebalnya 1,8 m, dan tembok dalam tebalnya 3,6 m, jarak antara tembok 3,6-4,5 m. Tingginya 9 m sehingga dapat dibangun rumah diatasnya.

– Penduduk asli yaitu 7 bangsa (Ul 7:1)

Yaitu orang Het (Teror dan ketakutan, sumber kepahitan), orang Girgasi (Membangun diatas tanah liat, yang labil), orang Amori (Arogan, sombong)

orang Kanaan (Keserakahan nafsu harta duniawi), orang Feris (Hidup tanpa perlindungan/tanpa covering), orang Hewi (Hidup mapan, dalam zona nyaman), orang Yebus (Mengandalkan diri sendiri)

  1.         Adanya pertolongan Tuhan.

Dengan syarat harus :

– Memikul tabut perjanjian Allah artinya mencari hadirat Allah

– Mengikuti tabut artinya mengikuti Tuhan dengan segenap hati

– Memakai strategi illahi artinya mengikuti rencana Tuhan

Dan akhirnya tembok Yeriko runtuh dan orang Israel dapat masuk ketanah perjanjian…..amin

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

faith

[Khotbah] I m a n, Minggu 28 Januari 2018

I M A N

Ibrani 11:1-3

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”

 

Allah adalah Alfa dan Omega, yang telah ada dan yang akan datang. Mengapa kita dapat percaya bahwa Yesus itu ada? Itu disebabkan karena iman. Mengapa kita ada di gereja hari ini? Itu karena iman. Mengapa kita mau memberi sesuatu bagi orang lain dan memberi diri untuk pelayanan? Itu karena iman.

Tuhan tidak dapat kita lihat, tapi Tuhan dapat dirasakan dalam kehidupan kita. Itulah iman.

Ketika Allah menciptakan langit dan bumi, maka Tuhan hanya berfirman dan semuanya tercipta, hanya manusia yang diciptakan dan dibentuk oleh tangan Allah sendiri, dan semua itu kita percaya telah terjadi….itu karena iman.

Oleh karena itu apapun yang ditulis dalam Alkitab, kita harus memperca

yainya dengan segenap hati kita. Tuhan ingin kita memiliki iman.

Dalam hidup ini, ada 3 jenis iman yaitu :

  1.         Iman yang bertindak (Keluaran 14:16-22)

“Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering”

Ketika Firaun dan tentara Mesir mengejar orang Israel, maka orang Israel berseru-seru pada Tuhan minta pertolongan. Tuhan menyuruh Musa untuk mengacungkan tongkatnya keatas laut Teberau agar laut itu terbelah menjadi dua.

Saat Musa mengangkat tongkatnya, belum terjadi apa-apa, namun saat Orang Israel menginjakkan kakinya diatas air, maka terbelahlah Laut Teberau. Ini berbicara tentang iman yang bertindak.

Ketika kita memiliki iman yang bertindak, maka tidak ada perkara yang tidak akan terjadi dalam hidup kita.

Dalam hidup ini, Tuhan juga mau agar kita memiliki iman yang bertindak, bukan hanya iman saja, tapi iman dan perbuatan.

  1.           Iman yang berkuasa (I Samuel 17:4)

“Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal”

Goliat membuat seluruh orang Israel dan raja Saul ketakutan dan terintimidasi.

Namun saat Daud datang dimedan pertempuran, Daud tidak takut dan dia lalu menantang Goliat. Apa yang membedakan Daud dengan Saul?

Daud melihat Allah lebih besar dari Goliat sedangkan Saul melihat Goliat lebih besar daripada Allahnya.

Tuhan juga mau agar kita seperti Daud yang memiliki iman yang berkuasa, yang melihat Allah lebih besar daripada semua masalah dan pergumulan kita. Inilah yang disebut iman yang berkuasa. Saat kita memiliki iman yang berkuasa, maka kita akan melihat kebesaran Allah dalam hidup kita.

Akibat iman Daud yang berkuasa, maka hal itu memberikan kemenangan bagi Daud dan orang Israel. Akhirnya Goliat mati dan orang Filistin dikalahkan. Mengapa Daud dapat memiliki iman yang berkuasa? Karena dia memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, sehingga dia tidak takut dengan semua tantangan yang ada dihadapannya.

Milikilah iman yang berkuasa, yang mampu menembus batas kemustahilan.

  1.         Iman yang berkorban (I Raja-raja 17:13)

“Tetapi Elia berkata kepadanya: “Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu”

Saat Elia berada disungai Kerit, Tuhan memberi makan lewat burung Gagak pada waktu pagi dan petang dengan membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.

Dan saat air sungai itu sudah kering, maka Tuhan menyuruh Elia pergi ke Sarfat untuk memberi makan Elia.

Saat itu Elia meminta roti kepada janda Sarfat tersebut, dan akhirnya janda itupun memberikan rotinya kepada Elia.

Janda Sarfat ini memiliki iman yang berkorban karena dia mau lebih dahulu untuk memberikan roti itu kepada Elia.

Ketika kita mendahulukan Tuhan, maka kita akan mengalami mujisat Tuhan. Iman yang berkorban dapat dilihat lewat pemberian kita kepada Tuhan. Amsal 3:9-10 “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya”

Amsal 11:25 “Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum”……amin.

 

Oleh Pdt Christian Sirapanji

Newbeginning4

[Khotbah] The New Beginning (4), Minggu 21 Januari 2018

THE NEW BEGINNING (4)

Yosua 1:1-4

“Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu”

 

Yosua dan bangsa Israel, akan memasuki tanah perjanjian, yaitu sebuah tempat yang baru dan ini artinya adalah sebuah musim yang baru, permulaan yang baru bagi mereka. Musim baru adalah musim yang dinantikan oleh banyak orang. Musim baru yaitu hari yang baru, suasana yang baru, perjuangan yang baru bersama-sama dengan Tuhan. Tahun 2017, telah kita lewati bersama, banyak hal yang terjadi baik suka maupun duka, dan saat ini kita telah memasuki musim baru yaitu awal yang baru ditahun 2018 ini.

Beberapa tindakan yang harus kita lakukan untuk masuk dalam musim yang baru sesuai dengan (I Kor 16:13) “Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!” Adalah:

  1.          Berjaga-jagalah, Kuatkan dan teguhkanlah hati

Seperti yang dikatakan oleh Allah kepada Yosua sebelum dia memimpin orang Israel untuk masuk ketanah perjanjian agar dia menguatkan dan meneguhkan hati.

  1.          Berdiri teguh

Tuhan ingin agar kita berdiri teguh dalam menghadapi tantangan, seperti sebuah rumah yang berdiri diatas batu karang yang tidak tergoyahkan oleh apapun juga.

  1.         Bersikaplah seperti laki-laki

Hal-hal yang harus dimiliki oleh seorang laki-laki adalah :

  1.         Mature (Dewasa)

I Kor 14:20 “Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu”. Seorang laki-laki haruslah seorang yang dewasa dan meninggalkan sifat kanak-kanak.

Beberapa sifat kanak-kanak yang harus dibuang yaitu:

-Butuh pujian dan disanjung.

-Butuh diperhatikan.

-Butuh didorong-dorong.

-Hanya ingin menerima tapi sulit melepaskan.

-Mudah dipengaruhi kata-kata manis.

-Penakut/cengeng.

-Ceroboh tanpa perhitungan.

-Temperamental.

-Suka melakukan hal-hal yang sepele.

-Tidak tahan kepada teguran.

Beberapa contoh sifat orang yang dewasa yaitu:

-Perkataan, yang baik,sopan, membangun, menyampaikan kebenaran firman Tuhan.

-Tingkah laku, yang meninggalkan tingkah laku kanak-kanak  dan melakukan hal-hal yang bermakna bagi orang lain. Di Israel ada upacara Bar Mitzvah yaitu anak laki-laki yang sudah berumur 13 tahun dan dianggap sudah dewasa untuk siap diajar membaca Taurat. Bagi anak perempuan disebut Bat Mitzvah. Mereka dianggap dewasa dan bisa mengikuti ibadah orang Israel.

-Pemikiran. Ada negative thinking, positive thinking, dan Bible thinking, Tuhan ingin agar kita memiliki pikiran Kristus, pikiran yang sesuai dengan firman Tuhan.

“semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” (Filipi 4:8).

-Dapat menerima teguran.

-Dapat menikah dan mengikat perjanjian.

-Memiliki empati dan simpati kepada sekitar (Lukas 10:31-33) seperti perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati yang memiliki empati dan simpati kepada sesamanya.

  1.         Fighter (Petarung)

(I Tim 6:12) “Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi”

Tuhan mau kita seperti seorang petarung yang tangguh.

Karakter seorang petarung adalah :

-Training yaitu melatih diri

-Visioner yaitu mata yang tertuju pada garis akhir, upah, mahkota

-Persistent yaitu gigih pantang mundur

-Discipline yaitu disiplin diri

-Obey the rules yaitu taat pada aturan

  1. Strong in suffering (Tahan dalam penderitaan)

II Tim 2:3 “Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus”

Sebagian kehidupan kristen adalah memikul salib dan Tuhan ingin agar kita  tetap kuat dan bertahan sampai akhir (Mat 16:24) “Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku….amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

new-beginnings-quote-1

[Khotbah] The New Beginning (3), Minggu 14 Januari 2018

THE NEW BEGINNING (3)

Yesaya 43:19

“Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara”

 

Tahun 2018 adalah tahun permulaan yang baru karena Tuhan berjanji untuk memberikan hal-hal yang baru dan terobosan yang baru dalam kehidupan kita. Bagian Tuhan adalah melakukan sesuatu yang baru, namun jangan lupa bahwa Tuhan juga ingin agar kita melakukan bagian kita masing-masing agar New Beginning menjadi kenyataan dalam hidup kita.

Ada beberapa hal yang Tuhan ingin untuk kita lakukan yaitu:

  1.         Memiliki kantong kulit yang baru

(Lukas 5:37) “Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur”

Kantong kulit adalah lambang dari kehidupan pribadi kita sehari-hari. Tuhan ingin agar sebelum mengalami New Beginning, kita harus mengganti kantong kulit lama yaitu hidup lama kita dengan kantong kulit baru yaitu kehidupan yang baru bersama Kristus.

Kehidupan baru dimulai dengan pertobatan dan tindakan  memberi diri untuk dibaptis selam (Roma 6:4).

Kehidupan baru berarti meninggalkan kehidupan lama yaitu berupa perbuatan daging (Galatia 5:19-21) “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Kita harus mempersembahkan kehidupan kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan pada Tuhan (Roma 12:1).

Jadi kantong kulit yang baru adalah hidup kita yang telah menjadi ciptaan baru/lahir baru dan selalu diperbaharui setiap hari.

Jika kantong kulit kita masih kantong kulit lama, maka kita tidak akan menerima hal-hal yang baru dari Tuhan Yesus.

  1.         Memiliki hati yang baru

(Yehezkiel 36:26) “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat”

Apa itu hati yang baru? Yaitu hati yang mengenal Tuhan (Yeremia 24:7), hati yang lembut, hati yang taat, hati yang mengasihi Tuhan dan sesama manusia. Sedangkan hati yang lama adalah hati yang keras, penuh kebencian, kepahitan, amarah, dendam, irihati, memberontak dll.

Jika kita memiliki hati yang baru maka dari dalam hati kita akan mengalir aliran-aliran air hidup yang menjadi berkat bagi orang lain (Yoh 7:38-39). Namun jika hati kita adalah hati yang lama, maka akan keluar hal-hal yang jahat (Mar 7:21-23).

Oleh karena itu kita harus menjaga hati dengan segala kewaspadaan, karena jika hati kita baik maka yang terpancar adalah kehidupan, namun jika hati kita rusak, maka yang akan terpancar adalah kematian (Amsal 4:23). Jika hati kita masih kotor dan penuh dengan hal jahat, maka Tuhan tidak akan memberikan hal-hal yang baru.

  1.         Memiliki minyak yang baru

(Mazmur 92:11) “(92-11) Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru”

Apa manfaat minyak? Minyak dipakai untuk makanan, konsumsi, kesehatan, obat, kecantikan, parfum, kosmetik dll. Minyak adalah lambang dari Roh Kudus, jadi minyak yang baru artinya urapan yang baru dari Roh Kudus. Urapan yang baru dari Roh Kudus bukan hanya diterima saat penumpangan tangan, namun diterima saat kita dekat dan membangun hubungan yang intim dengan Tuhan.

Contohnya Saul dan Daud yang menerima impartasi urapan dari Samuel, namun urapan Saul itu hanya sementara saja (I Sam 10:10-13) sedangkan urapan Daud itu selamanya (I Sam 16:13). Urapan Daud itu seterusnya dalam hidupnya karena Daud memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan sejak dia berada dipadang penggembalaan.

Diakhir zaman ini, kita harus menjadi seperti 5 anak gadis yang bijaksana, yang membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-bulinya (Mat 25:1-4).

Mari kita jaga urapan Roh Kudus dalam hidup kita, dan setiap hari minta agar Dia mengurapi kita dengan minyak yang baru….amin.

 

Oleh Pdt Aris Andrijanto SE,MA

 

new-beginnings 2

[Khotbah] The New Beginning (2), Minggu 07 Januari 2018

THE NEW BEGINNING (2)

Yosua 1:1-4

“Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu”

 

Yosua dan bangsa Israel, akan memasuki tanah perjanjian, yaitu sebuah tempat yang baru dan ini artinya adalah sebuah musim yang baru, permulaan yang baru bagi mereka. Musim baru adalah musim yang dinantikan oleh banyak orang. Musim baru yaitu hari yang baru, suasana yang baru, perjuangan yang baru bersama-sama dengan Tuhan. Tahun 2017, telah kita lewati bersama, banyak hal yang terjadi baik suka maupun duka, dan saat ini kita telah memasuki musim baru yaitu awal yang baru ditahun 2018 ini.

Beberapa tindakan yang harus kita lakukan untuk masuk dalam musim yang baru :

  1.         Kuatkan dan teguhkanlah hati

Seperti yang dikatakan oleh Allah kepada Yosua sebelum dia memimpin orang Israel untuk masuk ketanah perjanjian agar dia menguatkan dan meneguhkan hati.

(I Kor 16:13) “Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!”

  1.         Berdiri teguh

Tuhan ingin agar kita berdiri teguh dalam menghadapi tantangan, seperti sebuah rumah yang berdiri diatas batu karang yang tidak tergoyahkan oleh apapun juga.

Beberapa syarat supaya kita tetap berdiri teguh adalah:

A. Understanding

Artinya yaitu orang kristen yang hidup karena pengertian.

I kor 15:2 “Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu–kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya”

Dalam terjemahan BIS “Kalau kalian berpegang teguh pada apa yang saya beritakan itu, maka kabar baik itu menyelamatkan kalian; kecuali kalau saudara percaya tanpa pengertian”

Sebagai orang percaya kita hidup dengan pengertian yaitu dengan dapat merasakan peranan Tuhan dalam hidup kita. Jika kita tidak hidup dalam pengertian maka akan memunculkan beberapa tipe kekristenan yaitu orang kristen apa adanya, orang kristen yang kadang-kadang, orang kristen musiman dll.

Kristen tanpa pengertian akan mengejar kebenaran bukan karena “iman” tetapi karena “perbuatan”. Hal ini seperti yang terjadi pada bangsa Israel yang mengejar kebenaran bukan karena iman, tetapi karena perbuatan sehingga mereka tersandung pada batu sandungan (Roma 9:32)

Mereka menutup mata terhadap kebenaran (Kristus) yang telah datang sebagai Mesias sebab mereka hanya memikirkan tindakan yang berbau fisik dan bukan hal rohani (Roma 10:2)

Orang kristen yang hidup tanpa pengertian yang benar maka prioritas hidupnya yang utama adalah kedudukan, nama besar, sarat dengan aturan, tata cara, asesoris dalam hidup dan ibadah dll.

B. Freedom

Artinya yaitu bebas dari kuk perhambaan (Gal 5:1) “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan”

Jangan lagi tergiur kepada dosa masa lalu, kekeliruan, pelanggaran, kesalahan dimasa lalu. Mari kita tinggalkan dan biarkanlah itu berlalu.

C.  Hope of the Gospel

Artinya yaitu pengharapan akan Injil Kristus (Kol 1:23) “Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil”

Pengharapan akan Injil yaitu:

– Kebangkitan orang mati (Kis 24:15)

– Harta yang tidak pernah habis (Luk 12:33)

– Upah yaitu mahkota kebenaran (II Tim 4:8)

– Kemenangan (I Yoh 5:4)

D.   Unity

Artinya yaitu berdiri didalam kesatuan (Kol 4:12 ; Ef 4:3)

Sebagai bahan perenungan :

– Perselisihan menghasilkan dukacita dan air mata

– Pertengkaran menghasilkan pembenaran diri

– Perseteruan akan menghasilkan kemarahan

– Perkelahian akan menghasilkan luka batin, dendam dan akibatnya adalah hidup ini akan menjadi berat, oleh karena itu kita perlu Kristus. Jika Kristus ada dalam hidup kita maka Dia akan mengubah yang berat jadi berkat.

EPeace

Artinya yaitu hidup berdamai dengan semua orang (Ibr 12:14) “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan”

Amin….

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

 

 

New-Life-New-Beginning-Cover-Photo-1

[Khotbah] The New Beginning, Minggu 31 Desember 2017

THE NEW BEGINNING
Yosua 1:1-4
“Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu”

Musim baru adalah musim yang dinantikan oleh banyak orang. Musim baru yaitu hari yang baru, suasana yang baru, perjuangan yang baru bersama-sama dengan Tuhan. Tahun 2017, telah kita lewati bersama, banyak hal yang terjadi baik suka maupun duka, dan saat ini kita telah memasuki musim baru yaitu awal yang baru ditahun 2018 ini.
Beberapa tindakan yang harus kita lakukan untuk masuk dalam musim yang baru :
1. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu
Seperti yang dikatakan oleh Allah kepada Yosua sebelum dia memimpin orang Israel untuk masuk ketanah perjanjian agar dia menguatkan dan meneguhkan hati.
(I Kor 16:13) “Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!”
Ada empat sikap yang dikehendaki Tuhan yaitu:
A.Berjaga-jagalah, dalam hal
Bersiap menyambut kedatangan Tuhan (Mat 24:42) “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang”
Sebab hari Tuhan itu tidak ada yang tahu saatnya, datangnya seperti pencuri (I Tes 5:2) dan pada saat yang tidak kita sangka (Luk 12:40) dan pasti terjadi.
B. Jangan jatuh dalam pencobaan
(Mat 26:41) Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”
(I Pet 5:8) “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya”
Iblis sedang berjalan berkeliling artinya mereka sedang bekerja keras. Iblis juga mengaum-aum artinya menebar doktrin palsu, fitnah, dusta, teror dan ketakutan, mencari orang yang dapat ditelannya, yang lalai, lengah dan tidak berjaga-jaga. Sebagai orang percaya, kita harus berjaga-jaga supaya jangan jatuh kedalam pencobaan.
C. Bertekun dan berdoa sambil mengucap syukur
(Kol 4:2) “Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur”
Mengapa kita harus berdoa? (Mat 26:41) yaitu supaya kita jangan jatuh dalam pencobaan, sebab daging kita lemah dan supaya Tuhan mengabulkan permohonan kita. Doa merupakan kekuatan kita untuk menghadapi pencobaan dan menghadapi tantangan dalam hidup ini, sehingga kita keluar dan menjadi pemenang.
Alasan kita mengucap syukur karena itu merupakan korban yang dikendaki Tuhan, dan ucapan syukur merupakan pengakuan tentang segala kebaikan Tuhan.
(Ibr 13:15) “Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya”
D. Menguasai diri dan menjadi tenang
(II Kor 9:25) “Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
Menguasai diri agar kita tidak melakukan kehendak daging yang selalu ingin berbuat dosa. Amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th