[Khotbah] Super Mother, Minggu 18 Februari 2018
SUPER MOTHER
Kejadian 12:11-15
“Pada waktu ia akan masuk ke Mesir, berkatalah ia kepada Sarai, isterinya: “Memang aku tahu, bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya.”
Pada saat kelaparan terjadi, maka Abraham membawa Sarai untuk mengungsi ke Mesir. Keadaan Sarai saat itu yaitu dia adalah seorang wanita yang cantik (Kej 12:11-15) Usia Sarai saat itu adalah 65 tahun dan Abram berusia 75 tahun jadi usia Sarai selisih 10 tahun dengan Abram, dan saat itu Firaun tertarik padanya (Kej 12:16) Juga pada Kej 20:1-4 raja Gerar tertarik padanya padahal usianya sudah 90 tahun (Kej 17:17). Dari bukti firman Tuhan tersebut, dapatlah dikatakan bahwa Sarai adalah seorang perempuan yang cantik, walaupun sudah tua.
Namun demikian, Sarai adalah seorang isteri yang tidak rohani, buktinya:
- Tidak percaya kepada janji Tuhan
Kej 16:2 “Berkatalah Sarai kepada Abram: “Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai. Sarai tidak percaya pada janji Tuhan, padahal Tuhan sudah memberi janji itu kepada Abram bahwa keturunannya akan seperti pasir dilaut dan bintang dilangit.
Pelajaran tentang perjanjian yaitu :
– Kej 17:4 “Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa”
Tanda awalnya adalah perubahan nama yaitu dari Abram (Bapa yang ditinggikan) menjadi Abraham (Bapa sejumlah besar bangsa)
– Kej 17:9 “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun”.
Abram harus memegang perjanjian Tuhan. Sama seperti kita orang percaya, jika kita tidak percaya dan memegang janji Tuhan, itu adalah dosa dan kebodohan, tapi jika kita memiliki respon yang benar, maka itu akan membuat janji Tuhan digenapi dalam hidup kita.
Ingat bahwa sikap kita kepada Tuhan, menentukan perlakuan Tuhan kepada kita, dan respon kita kepada Tuhan menentukan respon Tuhan kepada kita.
- Usulannya menjurumuskan
Sarai menyuruh agar Abram mengambil Hagar (Kej 16:2) “Berkatalah Sarai kepada Abram: “Baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.”
Perkataan Sarai ini menjerumuskan Abram, sehingga dia mengambil Hagar menjadi isterinya.
Dalam Alkitab ada contoh perkataan yang menjerumuskan yaitu:
– Perkataan ular pada Hawa, ular berkata bahwa sekali-kali Hawa tidak akan mati jika memakan buah pengetahuan yang baik dan buruk(Kej 3:3-4)
– Perkataan Hawa kepada Adam sehingga Adam juga memakan buah itu dan berdosa kepada Tuhan. (Kej 3:17) “karena engkau mendengarkan perkataan isterimu….”
– Perkataan Petrus kepada Tuhan Yesus (Mat 16:22) “Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.”
Sehingga Yesus berkata “enyahlah iblis….”
Waspadalah kepada setiap usulan, nasihat padahal dapat menjerumuskan. Oleh karena itu perhatikanlah kepada siapa orang yang memberikan nasihat, isi nasihatnya apakah hal itu Alkitabiah, apakah orang itu telah menghasilkan buah kebenaran? Maz 1:1 “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh”
- Berusaha menolong Tuhan
Kej 16:2 “Berkatalah Sarai kepada Abram: “Mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.”
Sarai mau memakai caranya sendiri dengan berusaha membantu Tuhan lewat perkataannya yang menyuruh Abram untuk mengambil Hagar.
Kesalahan Sarai adalah
– Dia memperhatikan indikasi jasmani karena Sarai melihat dirinya sudah tua dan mati pucuk. Tapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.
– Memperhatikan waktu menurut pengertiannya sehingga dia tidak sabar menanti waktu Tuhan. Kelihatannya Tuhan berlambat-lambat, tapi pertolonganNya tidak pernah terlambat, tepat pada waktunya.
– Memperhatikan faktor alternatif dengan cara mencari jalan yang lain.
Tuhan ingin agar kita tidak memiliki alternatif lain atau plan B, karena Tuhan mau kita mempercayai Dia sepenuhnya….amin.
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Leave a Reply