[Khotbah] Israel dan Tanah Perjanjian, Minggu 01 Januari 2017
Ayat : (Yosua 3:1-7)
“Yosua bangun pagi-pagi, lalu ia dan semua orang Israel berangkat dari Sitim, dan sampailah mereka ke sungai Yordan, maka bermalamlah mereka di sana, sebelum menyeberang”
Pada saat Musa telah mati, maka Yosua yang melanjutkan kepemimpinan dan membawa orang Israel untuk masuk ketanah perjanjian. Saat itu mereka tiba di Sitim. Sebagai orang percaya, kita adalah gambaran bangsa Israel, dan Sitim adalah gambaran tahun 2016, Sungai Yordan adalah gambaran penghujung tahun 2016, dan tanah Kanaan adalah gambaran tahun 2017 ini.
Diperlukan tiga masa untuk menyeberangi sungai Yordan yaitu:
1. MASA PERSIAPAN
Diperlukan persiapan yang baik untuk menyeberangi sungai Yordan yaitu:
A. Pribadi (Yos 3:1)
Yosua bangun pagi-pagi dan meninggalkan Sitim. Dalam bahasa Ibraninya Shit-Teem artinya pohon Akasia. Bahasa Yunaninya Akis artinya duri. Selama dipadang gurun, bangsa Israel dipenuhi dengan duri alam kehidupan mereka. Duri itu adalah perseteruan mereka dengan Allah sehingga akhirnya mereka semua mati dipadang gurun kecuali Yosua dan Kaleb. Duri yang ada pada bangsa Israel yaitu bersungut-sungut kepada Allah (Bil 14:2), memberontak kepada Allah dan mau kembali lagi ke Mesir (Bil 14:3), mereka melawan pemimpin mereka yaitu Musa dan Harun (Bil 14:4), mereka hendak menganiaya hamba Allah yaitu Yosua dan Kaleb (Bil 14:10). Tuhan juga mau agar kita membuang duri-duri yang selama ini ada dalam hidup kita seperti duri kepahitan, kemarahan, ikatan, dosa dll.
B. Pengudusan Diri (Yos 3:5a)
Pengudusan (Kaw-Dash) berarti Clean artinya membersihkan diri dari kotoran, Proclaim artinya memproklamirkan diri bebas dari kecemaran, Hallow artinya mengkeramatkan diri sebagai milik Tuhan. Tuhan ingin agar kita ditahun ini menjaga kehidupan kita agar senantiasa kudus dihadapan Tuhan.
C. Perkataan Iman (Yos 3:5b)
Yosua berkata bahwa besok Tuhan akan melakukan perbuatan yang ajaib. Bahasa Ibraninya Paw Law artinya Separate atau memisahkan diri (II Kor 6:14-18) Distinguish atau membedakan (I Pet 2:9).
2. MASA BERTINDAK
Allah berfirman agar mereka mengangkat tabut perjanjian dan berjalan di depan bangsa Israel (Yos 3:6). Tabut Perjanjian berbicara tentang:
A. Kehadiran Tuhan. Hal ini merupakan tujuan hidup kita yaitu Tuhan hadir dalam seluruh aspek kehidupan kita.
B. Penyertaan Tuhan. Kemanapun kita pergi, Tuhan beserta kita.
C. Kemenangan dari Tuhan. Jika Allah beserta kita, maka siapakah lawan kita?
Ada beberapa pelajaran tentang Tabut Perjanjian yaitu:
– Hanya imam yang berhak untuk mengangkat Tabut Perjanjian, hal ini merupakan perkenanan Tuhan kepada orang pilihanNya. Namun ada juga orang yang tidak mendapat perkenanan Tuhan seperti yang terjadi pada Uza, dia mati karena melanggar kekudusan Tuhan (II Sam 6:6-8).
Padahal Tabut Allah itu ada dirumah ayahnya selama 20 tahun, namun dia tidak tahu bagaimana bersikap yang benar terhadap Tabut Perjanjian sebagai lambang kemuliaan Tuhan.
– Ada kuasa dan mujisat saat Tabut Allah itu diangkat dengan sikap yang benar (Yos 3:15-17)
– Penuaian jiwa-jiwa (Yos 3:10)
Oleh karena itu sebagai orang percaya, maka ditahun 2017 ini, marilah kita hidup dalam kebenaran, menjadi penyembah yang benar, memikul Tabut Allah yaitu melayani Tuhan. Dan sebagai pengharapan ditahun 2017 ini, kita akan mengalami mujisat yang besar, kemenangan besar, sukses besar, penuaian jiwa-jiwa bagi kemuliaan nama Tuhan…amin.
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th.

Leave a Reply