pngtree-blue-and-yellow-color-2020-font-design-on-white-background-happy-png-image_1974689-250x160

[Khotbah] THE YEAR OF NEW DIMENSION (7)

THE YEAR OF NEW DIMENSION (7)

(Ulangan 28:13) “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia”

(II Korintus 3:18) “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar”

Ditahun 2020 ini kita harus memiliki sesuatu yang dapat memantulkan kemuliaan Tuhan. Dan kita harus mengerti dan percaya bahwa kemuliaan itu datangnya dari Tuhan. Dalam Perjanjian Lama, kata kemuliaan bahasa Ibraninya adalah “Kabod” atau kehadiran Tuhan yang mendemonstrasikan otoritasNya yang hebat dan gagah perkasa.
Dan dalam Perjanjian Baru memakai bahasa Yunani yaitu Dox’-ah yaitu kehadiran Tuhan yang terwujud didalam diri Tuhan Yesus.
Siapakah Tuhan Yesus? Dia adalah firman yang telah menjadi manusia untuk melakukan perkara-perkara yang besar (Yoh 1:14) “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”
Apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus? Dia mengajar kebenaran dan nilai kerajaan Allah, dengan memakai metode:
1. Berkeliling
2. Berkuasa
3. Jujur dan tidak mencari muka
4. Tidak memandang tempat
5. Mengadakan mujisat
Mujisat apa yang Tuhan kerjakan?
A. Air menjadi anggur
Yoh 2:1-11 “Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ”
Dikatakan firman Tuhan “Kana yang di Galilea”. Kota Kana juga ada didaerah Libanon, jadi firman Tuhan mau menekankan bahwa Kana ini adalah yang berada di distrik Galilea. Perkawinan itu diadakan pada hari ketiga. Dalam bahasa Ibrani penyebutan hari adalah sebagai berikut:
– Hari pertama adalah Yom Ekhad atau hari Minggu
– Hari kedua adalah Yom Sheni atau hari Senin
– Hari ketiga adalah Yom Shelishi atau hari Selasa
– Hari keempat adalah Yom Revi’i atau hari Rabu
– Hari kelima adalah Yom Khamishi atau hari Kamis
– Hari keenam adalah Yom Shishi atau hari Jumat
– Hari ketujuh adalah Yom Shevi’i atau hari Sabtu
Apa dampak kemuliaan Tuhan yang terjadi di Kana?
– Menghapus rasa malu keluarga
Dalam sebuah pesta selalu ada anggur sebagai minuman jamuan untuk para tamu. Namun jika saat pesta mereka kekurangan atau kehabisan anggur, maka ini mendatangkan aib dan memalukan bagi keluarga.
Demikian juga dengan kita, jika sudah melakukan dosa dihadapan Tuhan maka itu merupakan aib bagi diri sendiri dan bagi keluarga kita.
Namun jika kita mau bertobat dan datang kepada Dia dan merendahkan hati, maka Tuhan akan mengampuni dosa kita.
– Menghapus kekeliruan persiapan pesta
Anggur mereka habis disebabkan karena kesalahan dan kekeliruan dari pemimpin pesta kawin itu. Semua persiapan pesta itu menjadi gagal karena mereka kekurangan anggur.
Anggur bermakna rohani yaitu sukacita. Jika dalam keluarga dan rumah tangga kita mulai tawar dan hambar karena kehabisan sukacita, maka marilah kita minta agar kemuliaan Tuhan turun atas keluarga kita.
– Menghargai “iman” para pelayan
Tuhan Yesus berkata pada para pelayan agar mengisi tempayan-tempayan itu penuh dengan air, lalu men cedok dan membawa kepada pemimpin pesta. Mereka taat dan melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus. Dan karena ketaatan dan iman para pelayan, maka terjadilah mujisat.
B. Menyembuhkan kusta sebagai penyakit menular
Pada zaman Alkitab, kusta adalah penyakit yang sangat mengerikan yang harus dikucilkan dari masyarakat. Hal ini sama seperti yang terjadi dengan keadaan dunia saat ini yang terserang virus corona.
Namun janji Tuhan dalam Mazmur 91 bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan kita.
Bagaimana cara agar kita luput dari semua malapetaka tersebut? Yaitu dengan:
– Duduk dalam lindungan yang maha tinggi
Duduk itu adalah gambaran tentang persekutuan (Mat 18:20) yaitu persekutuan dengan saudara seiman. Duduk juga bicara tentang kerendahan hati dan kesetaraan, terlindung dari kemurkaan. Dan orang yang rendah hati akan mendapat perlindungan Tuhan.
– Bermalam artinya beristirahat dan melepaskan segala keletihan dan beban kita (Mat 11:28). Bermalam juga berarti menantikan Tuhan (Yes 40:31).
Ketika kemuliaan Tuhan turun atas kita maka kita akan menerima kedamaian, rasa aman, daya tahan untuk menghadapi tantangan dalam hidup ini.
Saat kemuliaan Tuhan turun, maka juga akan terjadi pelipat gandaan (Mat 14:14) dimana ribuan orang mengikut Yesus sembuh. Tapi saat itu tetap ada saja masalah baru, yaitu mereka kelaparan dan tidak ada makanan.
Murid-murid yang harus menyediakannya, dan mujisat terjadi. Hal ini disebabkan 5 roti dan 2 ikan itu dipersembahkan pada Tuhan, dan didoakan oleh Tuhan Yesus dengan meminta berkat sorga kemudian setelah itu dipecahkan dan dibagi bagikan buat orang banyak dan akhirnya mereka makan sampai kenyang dan sisanya 12 bakul…..amin

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

[Khotbah] G O N C A N G A N

G O N C A N G A N
MatIius 24:8
“Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru”

Tahun 2020-2030 merupakan new decade, new era, new age yaitu tahun-tahun yang mana akan terjadi perubahan yang besar dalam kehidupan manusia. Indonesia juga sedang masuk dalam perkembangan teknologi yang luar biasa. Bukan hanya perkembangan informasi dan teknologi, tapi akan banyak ujian dan pencobaan yang akan terjadi tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat (ayat 13).
Semua itu terjadi sebelum kedatangan Tuhan Yesus kedua kali (Mat 24:27)
“Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia”
Pada saat ini kita sedang masuk dalam era Pentakosta ketiga. Dalam Yoel 2:28-32 dikatakan “Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas.”
akan terjadi:
Dari nubuatan kitab Yoel, maka akan terjadi diakhir zaman ini yaitu:
– pencurahan Roh Kudus bagi semua generasi
– goncangan-goncangan yaitu semua aspek kehidupan
– keselamatan yaitu kerajaan yang tak tergoncangkan (Ibr 12:26-28)
Tahun ini adalah tahun dimensi yang baru dan ayat firman Tuhan dalam II Kor 3:18 “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar”
Dari ayat ini, Tuhan menciptakan manusia
– serupa dengan gambarNya. Kita harus kembali untuk menjadi serupa dan segambar dengan Allah.
– memberikan otoritas yaitu kuasa Allah ada dalam hidup kita, bahkan menerima berkat dan kuasa atas bangsa-bangsa.
Ulangan 28:13-14 “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia”
Tuhan mau agar kita mendengarkan firman Tuhan dan melakukan dengan setia. Sebelum masuk dalam dimensi yang baru, akan terjadi goncangan karena ini adalah permulaan ujian bagi orang percaya.
Hal ini juga yang terjadi pada Yosua. Tuhan berkata “Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu”
Yos 3:1 “Yosua bangun pagi-pagi, lalu ia dan semua orang Israel berangkat dari Sitim, dan sampailah mereka ke sungai Yordan, maka bermalamlah mereka di sana, sebelum menyeberang”
Tindakan untuk menghadapi permulaan ujian adalah Yosua mempersiapkan dirinya dan pasukannya.
Apa yang Yosua lakukan?
1. Yosua bangun pagi-pagi lalu berangkat.
Hal ini berarti segera “mempersiapkan dan melakukan” tanpa menunda. Tuhan mau saat kita mendengar perintah Tuhan, maka kita segera mempersiapkan diri dan melakukannya dengan ketaatan.
2. Yosua melihat dan mengikuti Tabut Perjanjian Tuhan.
Tabut perjanjian adalah lambang kehadiran Tuhan. Saat itu para imam mengangkat Tabut Perjanjian Allah dan orang Israel mengikutinya. Demikian juga dengan orang percaya, harus senantiasa menjadi orang yang mengangkat Tabut perjanjian Tuhan.
Yoh 6:40 “Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”
3. Yosua menjaga jarak.
Tujuannya agar supaya mereka mengetahui jalan yang akan ditempuh.
“hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya–maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu.”
Ayat 4 ini berbicara tentang cara Tuhan yang Dia lakukan bagi kita.
Jangan mendahului Tuhan, dan jangan tertinggal dari Tuhan. Ini berbicara tentang fokus. Fokuslah pada visi dari Tuhan. Amsal 29:18 “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum”
4. Yosua menyuruh agar menguduskan diri.
“Berkatalah Yosua kepada bangsa itu: “Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu.”
Untuk mengalami mujisat, kita harus mengejar kekudusan (Ibr 12:14) “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan”
Bagaimana cara untuk mendapatkan kekudusan? Yaitu dengan cara mengampuni (Mat 6:12) “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”
Jika kita mengampuni, maka kita akan diampuni.
5. Yosua haruslah tetap berdiri disungai Yordan itu.
“Maka kauperintahkanlah kepada para imam pengangkat tabut perjanjian itu, demikian: Setelah kamu sampai ke tepi air sungai Yordan, haruslah kamu tetap berdiri di sungai Yordan itu.”
Ini berarti bahwa Yosua harus menuntaskan pekerjaan itu. Kita juga harus menuntaskan pekerjaan kita yaitu menjalankan Amanat Agung Tuhan Yesus.
Hari-hari ini kita sedang memasuki permulaan ujian, dan dibutuhkan ketaatan melakukan kehendak Tuhan dengan setia.
Ditahun dimensi baru ini yang harus kita lakukan adalah
– perkatakan firman Tuhan (Rat 3:22-23) “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Maz 118:8) “Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia” (Maz 91) “Aman dalam perlindungan Tuhan”
– selesikan amanat agung sebab kita adalah messenger pentakosta ketiga….amin.

Oleh Pdt Ir. Philipus Yuwono M.Th

[Khotbah] NEW DIMENSION

NEW DIMENSION
Ulangan 28:13-14

“TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.”

Tahun 2020 ini kita sedang memasuki tahun “New Dimension” dan dimensi baru ini mencakup dimensi rohani dan jasmani.
Jika kita masuk dalam dimensi rohani, maka secara otomatis dimensi lahiriah akan mengikutinya, sebab dimensi rohani dan dimensi jasmani itu bersifat paralel.

Dalam Alkitab dikisahkan tentang perjalanan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir menuju tanah perjanjian. Mesir adalah gambaran dimensi lama mereka dan tanah perjanjian adalah dimensi baru.
Dan apa yang mereka alami, itu juga merupakan gambaran perjalanan hidup orang percaya pada saat ini. Namun sebelum mereka masuk ketanah perjanjian, mereka menghadapai banyak tantangan dan persoalan karena mereka harus masuk kedalam padang gurun selama 40 tahun.
Jadi untuk masuk kedalam dimensi yang baru, mereka harus mengalami proses. Untuk apa proses dipadang gurun? Untuk membentuk karakter mereka, dari karakter budak menjadi karakter pemenang.
Demikian juga dengan orang percaya yang harus mengalami proses sebelum memasuki dimensi yang baru.
Proses dalam hidup orang percaya, merupakan sarana pembentukan karakter sehingga kita tidak lagi berkarakter sebagai budak dosa, tapi sebagai pemenang dalam Tuhan, sebagai pewaris kerajaan sorga.
Salah satu syarat untuk masuk kedimensi baru adalah kesetiaan.
Kata “setia” dalam bhs Ibrani adalah “Em-oo-naw, Emun atau Emunah” artinya kokoh, kuat, tidak mudah goyah, pendirian yang kuat,tidak kompromi.
Tuhan mau agar orang Israel setia untuk menyembah Tuhan, namun saat mereka berada dipadang gurun, maka mereka dibinasakan karena ketidak setiaan.
Kesetiaan yang Tuhan mau agar kita lakukan adalah:
1. Setia mendengar dan melakukan perintah Tuhan
Jika kita setia mendengar dan melakukan firman Tuhan, maka Tuhan akan mengangkat kita menjadi kepala. Kata “mengangkat” artinya menetapkan kita. Kata kepala artinya unggul, terdepan, maju, naik. Jadi artinya Tuhan mau agar kita menjadi manusia-manusia yang hebat yang menggoncangkan dunia lewat pangilan kita masing masing.
Kata “mendengar” artinya:
– penuh perhatian, saat kita mendengar firman Tuhan jangan sibuk sendiri dengan handphone, online, membuka media sosial atau bercerita dengan orang lain.
– mengetahui dan mengerti tentang apa yang disampaikan.
– melakukannya dengan penuh ketaatan apa yang telah didengar
– proklamirkan atau diberitakan kepada orang lain
Kita harus setia mendengar dan melakukan firman Tuhan, sebab iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus (Roma 10:17)
2. Setia pada jalan hidup yang telah ditetapkan (konsisten)
Konsisten artinya tetap, tidak berubah, stabil, tidak menyimpang kekanan atau kekiri.
Kita harus konsisten terhadap jalan hidup, tujuan hidup kita. Jalan hidup dan tujuan hidup harus dimiliki orang percaya sebagai destiny dan visinya.
Lawan kata konsisten adalah inkonsistensi artinya tidak tetap, suka berubah-ubah, tidak serasi.
Jika kita hidup inkonsistensi, maka kita akan menjadi orang yang tidak punya tujuan hidup.
Contohnya jika kita sekarang sebagai pebisnis, maka jalanilah itu dengan konsisten dan jadilah pebisnis yang unggul. Sebagai seorang siswa kita harus konsisten belajar dan menjadi siswa yang unggul. Sebagai karyawan kita harus konsisten bekerja sungguh-sungguh dan menjadi karyawan yang unggul.
Temukanlah “strong point” kita, yaitu titik kekuatan, keunggulan dan talenta kita, dan berjalanlah mengikutinya dan percayalah bersama Tuhan maka kita akan menjadi orang yang maksimal dan akan memasuki dimensi yang baru.
Paulus mengibaratkan tentang perjalanan hidup orang percaya seperti orang yang berada dalam sebuah gelanggang pertandingan dimana semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang akan mendapat hadiah. Oleh karena itu larilah begitu rupa sehingga kita yang memperolehnya.
Ayub adalah contoh orang yang menjadi berkat tentang kesetiaan. Saat semua hartanya habis, anak-anaknya mati semua, isterinya tidak mendukung bahkan mencela dia, sahabat-sahabatnya menghakimi dan menyalahkan dia, mendapat penyakit yang sangat menjijikan, Ayub tetap konsisten setia dan percaya pada Allah.
Akibat konsisten dalam kesetiaannya, maka Ayub akhirnya dipulihkan oleh Tuhan. Pemulihan yang terjadi pada Ayub yaitu Tuhan memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu, Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan yang sangat cantik, Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya dan ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat.

Marilah kita menjadi orang yang setia dalam segala hal, dan Tuhan akan mengangkat kita menjadi kepala dan bukan ekor, memberikan masa depan yang penuh dengan harapan..amin.

Oleh : Ev. Barnex Kahimpong S.Th

[Khotbah] TRIPLE HAPPINESS

  1. TRIPLE HAPPINESS

Semua orang didunia ini pasti memiliki keinginan untuk bisa makan makanan yang enak dan mahal, bisa pergi ketempat-tempat luar biasa, bisa memiliki barang-barang mewah, bisa membeli apa saja yang kita suka dll….namun pertanyaannya adalah setelah kita telah memiliki semua itu…..
– Apakah kita bahagia?
– Apakah kita puas?
Walaupun kita mendapatkan semua kesenangan dalam hidup ini, itu tidaklah menjamin kita menjadi bahagia dan puas.
Semua kesenangan didunia ini tidak dapat memberikan kebahagiaan yang sejati bagi manusia, sebab kebahagiaan hanya ada dalam Tuhan.
Apa definisi bahagia? Bahagia adalah puas. Namun kepuasan itu bersifat relatif, tidak sama antara satu dengan yang lainnya. Puas adalah dimana semua kebutuhan kita terpenuhi. Pertanyaannya adalah kebutuhan apa yang harus dipuaskan?
Kita ketahui bahwa manusia terdiri dari roh, jiwa dan tubuh yang mana masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang harus dipenuhi. Dan didalam Tuhan kebutuhan roh, jiwa dan tubuh dapat dipenuhi hanya oleh Tuhan.
Kebutuhan yang harus dipuaskan dalam hidup manusia antara lain:
1. Kebutuhan jasmani
Berkaitan dengan kenyamanan dan kepuasan jasmaniah yaitu makanan, minuman, pakaian, transportasi termasuk fasilitas yang memudahkan aktivitas fisik.
Dan kebutuhan jasmani ini semakin hari semakin meningkat dan semakin besar seiring dengan perkembangan teknologi.
2. Kebutuhan jiwani
Berkaitan dengan pikiran, perasaan dan kehendak yaitu prestasi (pencapaian), prestise (pengalaman), reputasi (nama baik)
3. Kebutuhan rohani
Berkaitan dengan identitas yaitu “siapakah saya” apa arti hidup saya, dan apa tujuan hidup saya.
Bagaimanakah cara manusia untuk dapat memenuhi semua kebutuhan diatas tadi sehingga dapat memberikan kepuasan? Jawabannya adalah dengan UANG.
Banyak orang berkata bahwa semua bisa dibeli dengan uang, orang bisa membeli jabatan, pakaian,popularitas, makanan dll dengan uang. Namun ada yang tidak bisa dibeli dengan uang yaitu kebutuhan rohani.
Banyak orang yang bunuh diri walaupun memiliki banyak uang karena tidak terpenuhi kebutuhan rohaninya. Seringkali dalam gereja ada pengajaran firman Tuhan yang hanya berfokus pada pengajaran untuk pemenuhan kebutuhan jasmani dan jiwani, dan lupa mengajarkan tentang hal-hal yang bersifat rohani.
Bagaimanakah cara Allah memenuhi kebutuhan manusia? Yaitu dengan memberikan:
1. Kepuasan rohani
Efesus 2:14-17 “Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan…dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu”
Ini menjelaskan tentang “Anugerah” dari Allah kepada manusia yaitu Allah yang mencari manusia yang berdosa. Anugerah Tuhan bagi kita adalah damai sejahtera. Maksudnya adalah Dia memberikan kita damai sejahtera karena Tuhan Yesus sudah menghancurkan tembok pemisah dan kita didamaikan dengan Bapa sehingga kita bisa datang pada Bapa dengan penuh keberanian dan kedamaian. Seringkali orang mengalami banyak masalah dan pergumulan disebabkan karena ada akar permasalahan yang harus dibongkar dari hidup ini. Tuhan mau agar kita berdamai dengan Allah. Tuhan Yesus bukan hanya mendamaikan kita dengan Bapa, tapi kita juga diangkat menjadi anak-anakNya sehingga kita dapat memanggil Dia Abba Bapa.
Kejarlah kebutuhan rohani terlebih dahulu dibandingkan dengan kebutuhan lainnya. Seperti Paulus berkata “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus (Fil 3:7)
2. Kepuasan jiwani
Matius 11:29 “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan”
Kepuasan jiwani hanya dapat dipenuhi melalui keterikatan kita kepada Allah. Kepuasan jiwani yaitu melakukan kehendak Bapa disorga, seperti Tuhan Yesus berkata “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya” (Yoh 4:34)
Tuhan mau agar kita seperti Paulus “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Fil 1:21)
3. Kepuasan jasmani
Ada janji Tuhan Yesus yang menjamin kehidupan kita yaitu didalam Matius 6:26-30 “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?”
Tuhan Yesus berjanji bahwa kita akan dipelihara, dicukupkan dalam kehidupan jasmani dan bahkan didandani yang berarti dipenuhi juga kebutuhan akan keindahan.
Tuhan yang memberkati dan menyediakan apa yang kita butuhkan, sebab Dialah pemelihara kita.

Jadi “triple happiness” adalah kebahagiaan yang terjadi karena Tuhan Yesus telah memuaskan kebutuhan-kebutuhan kita yang dimulai pertama-tama kebutuhan rohani, kemudian kebutuhan jiwani dan yang terakhir adalah kebutuhan jasmani. Sebagai kesimpulan “triple happiness” adalah dalam Yohanes 10:10 “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan”….amin.

Oleh Pdt Ir. Lui Sirapanji MA

pngtree-blue-and-yellow-color-2020-font-design-on-white-background-happy-png-image_1974689-250x160

[Khotbah] THE YEAR OF NEW DIMENSION (6)

THE YEAR OF NEW DIMENSION (6)

(Ulangan 28:13) “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia”

(II Korintus 3:18) “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar”

Ditahun 2020 ini kita harus memiliki sesuatu yang dapat memantulkan kemuliaan Tuhan. Dan kita harus mengerti dan percaya bahwa kemuliaan itu datangnya dari Tuhan. Dalam Perjanjian Lama, kata kemuliaan bahasa Ibraninya adalah “Kabod” atau kehadiran Tuhan yang mendemonstrasikan otoritasNya yang hebat dan gagah perkasa.
Dan dalam Perjanjian Baru memakai bahasa Yunani yaitu Dox’-ah yaitu kehadiran Tuhan yang terwujud didalam diri Tuhan Yesus.
Siapakah Tuhan Yesus? Dia adalah firman yang telah menjadi manusia untuk melakukan perkara-perkara yang besar (Yoh 1:14) “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”
Apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus? Dia mengajar kebenaran dan nilai kerajaan Allah, dengan memakai metode:
1. Berkeliling
(Mat 4:23) “Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu”
Dampak kemuliaan Allah didalam gereja adalah :
– Orang percaya hrus meninggalkan zona nyaman dan mau keluar untuk menjadi berkat dan kesaksian bagi orang lain.
– Harus memunculkan gerakan menjangkau yang terhilang yaitu orang yang belum percaya dan hidup dalam dosa, sebab Anak Manusia datang kedunia ini untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.
– Gereja Tuhan tidak fokus dalam keegoisan tapi belajar untuk memperhatikan sesama kita.
2. Berkuasa
(Mat 7:29) “sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka”
Sebab firman Tuhan itu berkuasa (II Tim 3:16) “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”
Tujuan firman Tuhan adalah
– mengajar pengenalan akan Allah,
– menyatakan kesalahan dengan tujuan mengoreksi hidup kita,
– memperbaiki kelakuan sehingga ada pertobatan,
– mendidik dalam kebenaran sehingga hidup menurut kehendak Allah.
3. Jujur dan tidak mencari muka
(Luk 20:21) “Orang-orang itu mengajukan pertanyaan ini kepada-Nya: “Guru, kami tahu, bahwa segala perkataan dan pengajaran-Mu benar dan Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah”
inilah prinsip seorang pemberita Injil. Dalam Alkitab dikisahkan tentang Paulus (Gal 1:10) “Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus”
Tuhan mau agar kita tidak mencari kesukaan manusia dan berusaha berkenan dan menyenangkan hati manusia, tapi kita harus mencari perkenanan Tuhan.
(II Kor 2:17) “Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya”
Jangan mencari keuntungan dan memiliki motivasi yang salah dalam melayani Tuhan.
Tuhan Yesus melayani sesama bukan untuk mencari muka atau dengan motivasi yang tidak benar dihadapan Bapa.
4. Tidak memandang tempat
(Yoh 4:15) “Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: “Berilah Aku minum.”
Tuhan Yesus tidak memandang tempat untuk melakukan pelayanannya, bahkan didaerah Samaria yang tidak mau dikunjungi oleh orang Yahudi, Tuhan Yesus mau mengunjunginya.
Dimana saja Tuhan mau agar kita menyampaikan kebenaran firman Tuhan, maka kita harus taat dan melakukannya dengan sukacita.
Jangan suka memilih-milih tempat pelayanan, karena Tuhan mau agar kita menjadi berkat dimanapun kita berada.
5. Mengadakan mujisat
Tuhan Yesus mengadakan mujisat dengan menyembuhkan yang sakit, membangkitkan orang mati, memberi makan dll.

Marilah kita menjadi seperti Tuhan Yesus yang selalu menjadi berkat bagi sesama dan membawa kemuliaan bagi nama Allah….amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

images (6)_copy_250x160

[Khotbah] PERSIAPAN DIRI BAGI KEKEKALAN, 09 Februari 2020

PERSIAPAN DIRI BAGI KEKEKALAN
Mazmur 119:123

“Mataku sangat merindukan keselamatan dari pada-Mu dan merindukan janji-Mu yang adil”

Tahun 2020 adalah tahun “New Dimension” yaitu dimensi yang baru yang akan Tuhan berikan pada kita. Janji Tuhan ditahun ini adalah (Ulangan 28:13) “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia”. Tuhan juga akan membawa kita untuk masuk dari satu kemuliaan kepada kemuliaan lain (II Korintus 3:18) “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar”

Ditahun yang baru ini, pasti kita semua menginginkan sesuatu yang baik dan besar terjadi atas hidup kita. Dan untuk mendapatkan hal itu, maka kita harus melakukan tindakan nyata yaitu menata hidup kita.
Menata hidup ini terdiri dari dua hal yaitu:
– Masa depan didunia ini yaitu tentang apa yang ingin kita dapatkan.
– Masa depan dikekekalan yaitu tentang kerajaan Sorga.
Masa depan dikekekalan itu sangat penting, dan harus kita persiapkan mulai dengan saat ini.
Apa yang menghalangi persiapan kita buat masa depan dalam kekekalan?

1. Kelelahan (Mat 25:1-5)
“Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur”
Saat menanti kedatangan mempelai, maka gadis bijaksana maupun gadis yang bodoh mengalami kelelahan dan tertidur karena lelah menanti sang mempelai. Seperti yang terjadi pada gadis-gadis ini, maka kelelahan juga dapat dialami oleh semua orang.
Bayak orang kelelahan saat bekerja, melayani Tuhan, bersekolah, berbisnis dll. Aktivitas yang terlalu padat, membuat kita tidak punya waktu untuk refreshing dan akhirnya kita mengalami kelelahan jasmani dan rohani.
Dari kisah diatas, kita dapat melihat bahwa kelelahan itu dapat menyerang orang percaya dan orang yang tidak percaya.
Dalam Kej 2:2-3 “Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu”
Dari ayat tersebut diatas, maka kita melihat bahwa Allah pun beristirahat setelah melakukan pekerjaanNya yaitu penciptaan. Sebagai orang percaya kita juga harus mencontoh Allah yang beristirahat dari pekerjaanNya, sehingga kita tidak akan mengalami kelelahan.
Kenapa kita bisa kelelahan? Karena kita tidak memiliki waktu untuk beristirahat dari segala pekerjaan.
Orang dunia ini mencari uang dari pagi sampai malam dan mengalami kelelahan, dan akhirnya lupa mempersiapkan diri untuk masa depan di kekekalan.

2. Manusia akan menjadi tua (Mazmur 90:10)
“Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap”
Semua orang pasti akan menjadi tua dan akan menurun dalam kesehatan fisik dan psikis.
Bukan hanya kekuatan manusia yang merosot, tapi juga alam sekitar dan lingkungan hidup telah merosot keadaannya sehingga terjadilah bencana alam, sakit penyakit (virus corona), fenomena alam yang ekstrim dll.
Karena kita akan menjadi tua dan kekuataan/kesehatan kita semakin merosot, maka ada beberapa hal yang harus kita lakukan untuk menata masa depan yang baik yaitu:
– Pengenalan akan Tuhan (II Pet 3:18) “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya”.
Orang yang mengenal Allah akan tetap kuat dan bertindak.
– Berjalan bersama Tuhan (Maz 118:8) “Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia”
Saat kita berjalan bersama Tuhan, jangan berada dibelakangNya atau didepanNya, tapi disampingNya supaya kita dapat bercakap-cakap dan membangun hubungan dengan Dia setiap saat.
– Merindukan Tuhan (Maz 63:1) “Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda. Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair”

3. Tidak menabung dalam kekekalan (Matius 6:19-21)
“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya”
Rom 14:17 “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus”
Tuhan mau agar kita menabung dan berinvestasi dalam kekekalan yaitu dalam kerajaan sorga…..amin

Oleh Pdt Christian Sirapanji.

pngtree-blue-and-yellow-color-2020-font-design-on-white-background-happy-png-image_1974689-250x160

[Khotbah] THE YEAR OF NEW DIMENSION (5), 02 Februari 2020

THE YEAR OF NEW DIMENSION (5)

 

(Ulangan 28:13) “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia”

(II Korintus 3:18) “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar”

Ditahun 2020 ini kita harus memiliki sesuatu yang dapat memantulkan kemuliaan Tuhan. Dan kita harus mengerti dan percaya bahwa kemuliaan itu datangnya dari Tuhan. Dalam Perjanjian Lama, kata kemuliaan bahasa Ibraninya adalah “Kabod” atau kehadiran Tuhan yang mendemonstrasikan otoritasNya yang hebat dan gagah perkasa.
Ada beberapa tempat dimana Tuhan menyatakan kemuliaanNya yaitu:

1. Di taman Eden
Tuhan mencegah kerusakan yang lebih parah akibat dosa manusia dengan menutup ketelanjangan mereka (pengampunan-second chance). Apa yang Tuhan lakukan saat mereka jatuh dalam dosa? Tuhan menutupi ketelanjangan mereka dengan kulit binatang, yang mana sebelumnya Tuhan mengorbankan seekor binatang.
Gereja Tuhan harus percaya bahwa Tuhan sanggup menghapus dosa dan pelanggaran dengan syarat yaitu merendahkan diri, berdoa, mencari wajah Tuhan, berbalik dari jalan-jalan yang jahat, maka Tuhan akan mendengar dari sorga, mengampuni dosa kita, serta memulihkan kita (II Taw 7:14)

2. Di Mesir
Tuhan hadir di Mesir dan menghajar Firaun, orang Mesir dan para dewa orang Mesir. Apa yang Tuhan lakukan? Dengan memberikan 10 tulah yaitu air menjadi darah, katak, nyamuk, lalat pikat, penyakit sampar pada ternak, penyakit barah, hujan es bercampur api, belalang, kegelapan, kematian pada anak sulung (Kel 7-11).
Dari kisah tersebut, maka terbukti bahwa tidak ada satupun kekuatan didunia ini yang dapat mengalahkan kekuatan Allah. Sebagai orang percaya kita juga harus menang dan mengalahkan berhala zaman now, contohnya:
– saat kita mengadakan perayaan, apakah porsi ibadahnya lebih banyak atau acara-acara perayaannya yang lebih banyak?
– saat kita berpesta mengucap syukur, apakah lebih banyak firman Tuhan atau makan-makannya lebih banyak?
– apakah kita lebih cinta pada uang atau cinta pada Tuhan?
– saat bekerja apakah kita lebih sungguh-sungguh dibandingkan dengan beribadah pada Tuhan?
Jadi berhala zaman now adalah semua hal yang menghalangi ibadah, persekutuan, pelayanan, pengenalan akan firman Tuhan.

3. Di padang gurun
Bagaimanakah kemuliaan Tuhan dinyatakan dipadang gurun?
– membelah laut Teberau yang membuktikan bahwa “alam dapat ditaklukkan”
– menghukum Firaun yang memperlihatkan bahwa “raja dapat dibinasakan”
– saat Amalek dikalahkan dan dihancurkan
– memelihara 3 juta orang Israel dengan memberikan mujisat. Artinya bahwa apa yang mustahil akan terjadi, apa yang tertutup akan dibukakan. Seperti yang terjadi pada Elia saat di sungai Kerit, bagi Ahab sungai Kerit adalah hidden blessing (berkat yang ditutup) tapi bagi Elia itu adalah open blessing (berkat yang dibukakan)
– menaklukan seluruh penduduk Kanaan, sehingga kita juga harus berperang melawan musuh kita yaitu dari dalam berupa nafsu kedagingan, egoisme, irihati dll dan dari luar berupa tawaran dunia, godaan dosa.

4. Di bait Allah Salomo
Saat pentahbisan Bait Allah, maka Tuhan datang dan kemuliaan Tuhan memenuhi Bait SuciNya (II Taw 7:3) “Ketika segenap orang Israel melihat api itu turun dan kemuliaan TUHAN meliputi rumah itu, berlututlah mereka di atas lantai dengan muka mereka sampai ke tanah, lalu sujud menyembah dan menyanyikan syukur bagi TUHAN: “Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”
– kemuliaan Tuhan hadir ditempat dimana Dia disembah
– hadirat Tuhan meruntuhkan semua kemuliaan manusia.
– jabatan, kedudukan, pangkat dan nama besar harus takluk menyembah Tuhan Yesus

5. Di atas gunung Karmel
– Elia mengalahkan nabi Baal (I Raja 18:36-37) Tuhan mau menjawab doa Elia dan mau mendemonstrasikan kuasaNya karena Elia berseru pada Tuhan yang benar. Elia sebagai pelaksana firman Tuhan, memiliki tujuan hanya untuk mempermuliakan nama Tuhan dan melihat pertobatan orang Israel agar kembali menyembah Allah.
– doa Elia dijawab oleh Tuhan dengan menurunkan api dari sorga, sehingga terjadi pertobatan dan nama Tuhan dipermuliakan.
Janji Tuhan ditahun 2020 ini (Ulangan 28:7-8) “TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu”…..amin

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

pngtree-blue-and-yellow-color-2020-font-design-on-white-background-happy-png-image_1974689-250x160

[Khotbah] THE YEAR OF NEW DIMENSION (4), 26 Januari 2020

THE YEAR OF NEW DIMENSION (4)

 

(Ulangan 28:13) “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia”
(II Korintus 3:18) “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar”
Ditahun 2020 ini kita harus memiliki sesuatu yang dapat memantulkan kemuliaan Tuhan.

Ayat ini dimulai dengan kata “Kita Semua”siapakah yang dimaksud kata ini? Yaitu orang yang sudah menerima kasih karunia Allah.
Orang yang telah menerima karunia Allah, akan :

1. Mengenal nama Yesus dan percaya, sebab ada kekuatan dahsyat didalam nama Tuhan Yesus.
(Fil 2:10) “supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi”

2. Mengenal dan menerima jalan keselamatan, sebab hanya dalam nama Tuhan Yesus ada keselamatan.
(Yoh 14:6) “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”

3. Mengenal kuasa Tuhan Yesus dan mempraktekkannya
Filipi 3:10 “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya”
Dari ayat diatas, kita akan mempelajari beberapa hal yaitu:
A. Kuasa kebangkitan Yesus yaitu:
– menghancurkan kutuk taman Eden yaitu dosa dan kematian, sebab upah dosa ialah maut yang bersifat kekal selama-lamanya.
– menghancurkan kuk perhambaan yang mengikat hidup manusia contohnya keterikatan dengan narkoba, seks bebas, judi, penyembahan berhala, minuman keras dll
– menghapuskan surat hutang kita dikayu salib. Sebab dengan adanya surat hutang itu, maka kita didakwa oleh Iblis siang dan malam, namun ketika Tuhan Yesus telah menebus kita maka surat hutang itu dihapus dan kita dibebaskan.
B. Kuasa persekutuan dalam penderitaan Kristus yaitu dengan cara:
– memikul salib setiap hari (Mat 16:24) “Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku”
– mematikan keinginan daging (Rom 6:5) “Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya”
(Kol 3:5) “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala”
Ingat bahwa tujuan kita didunia ini adalah “to be like Jesus” menjadi sama seperti Yesus (Rom 8:29)

Kata berikutnya dari II Korintus 3:18 adalah “Mencerminkan kemuliaan Tuhan”
Prinsip cermin adalah:
– jujur, tidak palsu
– apa adanya, transparan
– sarana untuk mengamati diri
Oleh karena itu sebagai orang percaya kita harus seperti orang yang sedang bercermin yaitu:
– tampilkan keaslian diri kita, tidak munafik
– jangan ada yang tersembunyi
– lihatlah semua kekurangan dan perbaikilah. Hal ini membutuhkan kesabaran, ketekunan penguasaan diri.
Jadikanlah Alkitab firman Tuhan sebagai cermin dalam hidup kita dengan cara mendengar, membaca, meneliti dan melakukannya sehingga kita akan disebut orang yang berbahagia.
(Yak 1:23-25) “Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin”
Tujuan bercermin secara jasmani adalah agar memiliki penampilan yang baik, tapi tujuan bercermin secara rohani yaitu supaya kita mencerminkan kemuliaan Tuhan.
Jadi apakah kita sudah berpadanan dengan firman Tuhan?
Apakah kita sudah membaca Alkitab? Apakah kita sudah memiliki prinsip seperti Yesus yang mau melakukan yang terbaik?
Seperti Habel yang mempersembahkan korban dengan lemak-lemaknya (Kej 4:4) padahal tentang tata cara membawa korban persembahan baru diatur dalam kitab Taurat Musa, namun Habel sudah tahu tentang hal yang menyenangkan hati Tuhan. Hal ini memperlihatkan bahwa Habel sangat mencintai dan mengasihi Tuhan, sehingga dia tahu apa yang menyenangkan hati Tuhan.
Juga Nuh sang pemberita kebenaran yang tahu untuk menyenangkan hati Tuhan. Oleh karena itu ditahun 2020 yang harus kita lakukan adalah:
– menampilkan yang terbaik lewat tutur kata, kesaksian hidup yang baik.
– melakukan yang terbaik dengan menjadi teladan, melayani sesama
– mempersembahkan yang terbaik yaitu pujian, penyembahan dan harta benda…..amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

pngtree-blue-and-yellow-color-2020-font-design-on-white-background-happy-png-image_1974689-250x160

[Khotbah] NEW DIMENSION, 12 Januari 2020

NEW DIMENSION
Yehezkiel 37:1-14

“Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang”
Tahun 2020 adalah tahun dimensi yang baru, dan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “dimensi” berarti ukuran, format, takaran, aspek, perspektif, sudut pandang. Namun definisi dimensi juga berarti atribut, elemen, item, situasi, faktor, fenomena.
Sesuai tema tahunan kita, maka tahun dimensi yang baru adalah tahun dimana kita akan diangkat oleh Tuhan menjadi kepala dan bukan ekor (Ulangan 28:13). Tahun dimensi yang baru juga adalah tahun dimana kita akan mengalami perubahan yang membawa kemulian yang semakin besar (Bhs Inggris “from glory to glory”) (II Korintus 3:18).
Bagaimanakah agar kita dapat masuk kedalam dimensi yang baru? Dalam Yehezkiel 37:1 dikatakan “Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku keluar dengan perantaraan Roh-Nya”
Yehezkiel dibawa oleh Tuhan keluar dari alam jasmani dan masuk ke alam rohani. Untuk mengalami New Dimension, kita harus keluar dari dimensi yang lama dan masuk kedalam dimensi yang baru.
Dimensi yang lama dapat berupa kehidupan dalam dosa, kejahatan, duniawi, kehidupan jasmaniah dll. Dimensi yang baru dapat berupa kehidupan rohani, karakter kerajaan sorga, kekudusan,dll.
Apa yang terjadi saat kita keluar dari dimensi lama dan masuk kedalam dimensi yang baru?
1. Melihat hal-hal yang illahi (Yeh 37:2)
Apa yang dilihat oleh Yehezkiel pada saat itu? Yaitu tulang-tulang manusia yang sudah kering, namun setelah itu Yehezkiel melihat bahwa tulang-tulang yang terserak itu kemudian mulai bersatu dan muncul urat-urat, daging, muncul kulit yang menutupinya bahkan setelah itu datang nafas hidup sehingga tulang kering itu berubah menjadi tentara Israel yang gagah perkasa (ayat 7-9)
Yehezkiel dapat melihat hal yang mustahil tersebut karena dia berada dalam dimensi yang baru yaitu dimensi rohani.
Jika kita hanya berada dalam dimensi lama, maka kita hanya akan melihat hal-hal yang natural, biasa-biasa saja, bahkan menakutkan dan mengerikan. Namun saat kita masuk kedalam dimensi yang baru, maka kita akan melihat hal-hal yang mustahil, keajaiban, supra natural dll.
Dalam Alkitab dikisahkan tentang orang Israel yang berada di Mesir selama 400 tahun. Mesir adalah dimensi lama mereka. Apa yang mereka lihat? Kekerasan, perbudakan, pembunuhan, penderitaan dll. Tanah Perjanjian adalah dimensi baru mereka, dan mereka melihat mujisat, kemuliaan Tuhan, berkat Tuhan dll.
Demikian juga dengan Abraham harus keluar dari Ur Kasdim yaitu dimensi lama dan masuk kedalam dimensi baru untuk menerima janji Tuhan.
2. Peka mendengar suara Tuhan (Yeh 37:3)
Saat Tuhan berbicara, maka Yehezkiel dapat mendengar suara Tuhan dan menjawab Tuhan. Saat kita masuk kedalam dimensi yang baru, maka telinga rohani kita akan lebih peka mendengar suara Tuhan lewat firmanNya. Firman Tuhan dan suara Roh Kudus berguna untuk menuntun kita dalam kebenaran (II Tim 3:16), memberi hikmat (II Tim 3:15), sebagai pelita dan terang (Maz 119:105), menghibur, menegur, menguatkan dll.
Oleh karena itu saat kita mendengar suara Tuhan lewat firman Tuhan, jangan kita sibuk sendiri dengan HP dan Medsos kita, karena kita telah melewatkan untuk mendengar suara Tuhan.
Saat dalam dimensi lama yang didengar hanya berita hoax, fitnah, gosip, mengintimidasi, menakutkan dll. Dalam dimensi baru yang kita dengarkan adalah firman Tuhan yang berkuasa.
3. Mengucapkan perkataan iman (Yeh 37:4)
Yehezkiel mengucapkan perkataan iman dengan cara bernubuat kepada tulang-tulang yang kering itu. Dan perkataan iman yang berkuasa itu membuat sesuatu yang mustahil terjadi. Tulang-tulang kering itu menjadi hidup dan menjadi sebuah pasukan tentara Israel yang gagah perkasa.
Saat ini kita memasuki tahun Pey 5780 yang berarti mulut. Huruf Pey dibentuk dari 2 huruf ibrani yakni Kaf dan Yod.
Kaf artinya telapak tangan atau wadah, sedangkan Yod adalah titik atau diartikan energi illahi. Ruang kosong atau rongga pada huruf Pey yaitu huruf Bet yaitu bagian dari kata “Bara” artinya menciptakan.
Jadi huruf Pey ini sebenarnya tercipta dari 3 huruf Ibrani lainnya yaitu Kaf, Yod dan Bet. Apa arti dari tahun Pey ini? Yaitu bahwa mulut adalah wadah Tuhan untuk memberikan energi illahiNya sehingga mampu mencipta sesuatu yang tidak ada menjadi ada.
Dalam Alkitab ada beberapa contoh perkataan iman yang berkuasa yaitu saat Daud berhadapan dengan Goliat (I Sam 17:46) dan nabi Elia saat berbicara kepada janda di Sarfat (I Raja 17:14). Pakailah mulut kita untuk mengucapkan perkataan iman sehingga kita akan melihat hal-hal supranatural terjadi.
Tuhan mau agar kita keluar dari dimensi lama kita (kehidupan lama yang jahat) dan masuk kedalam dimensi yang baru (kehidupan baru yang berkenan pada Tuhan) sehingga kita akan melihat dan mengalami keajaiban Tuhan ditahun 2020 ini…..amin.
Oleh Pdt Aris Andrijanto SE, MA.

pngtree-blue-and-yellow-color-2020-font-design-on-white-background-happy-png-image_1974689-250x160

[Khotbah] THE YEAR OF NEW DIMENSION (2), 05 Januari 2020

THE YEAR OF NEW DIMENSION (2)
Ulangan 28:13

“TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia”

Saat firman Tuhan ini disampaikan oleh Musa kepada orang Israel, mereka sedang berada dipadang gurun. Kita ketahui bahwa sebelum itu, orang Israel berada di Mesir sebagai budak selama 430 tahun. Akibat perbudakan di Mesir, maka terbentuklah karakter yang buruk dalam hidup mereka. Apa karakter buruk mereka?
– Slave yaitu sebagai budak yang kehilangan hak
– Low spirit yang memiliki roh yang lemah
– Under pressure hidup dibawah tekanan dari penguasa Mesir
– Inferiority yaitu rasa rendah diri
Namun ketika mereka sudah keluar dari Mesir dan saat Tuhan menampakkan diriNya di atas gunung Sinai, maka mereka dibawa Tuhan untuk masuk kesatu dimensi yang lain dan mereka ditetapkan menjadi satu bangsa. Mereka punya hukum yaitu Taurat dan Tuhan memperkuat perjanjianNya dengan memberikan tanah perjanjian yang berlimpah susu dan madunya.
Sama seperti firman Tuhan yang diberikan kepada orang Israel, Tuhan juga mau agar kita masuk kedalam dimensi yang baru dengan menjadi kepala dan bukan ekor.
Bagaimanakah karakter kepala?
1. PIONEER
2. STARTER
3. LEADER
Leader is to lead another yaitu memimpin orang lain. Siapakah pemimpin itu? Yaitu seorang yang memiliki kecakapan atau kelebihan sehingga mampu membawa orang lain pada suatu tujuan.
Ada beberapa hal penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yaitu Visioner, Missioner, Influencer, Advisor dan Discipline.
Dalam Alkitab dikisahkan seorang pemimpin yang luar biasa yaitu Yosua bin Nun sang penakluk tanah perjanjian. Yosua adalah seorang yang:
A. Visioner
Yosua tahu tujuan Tuhan dalam hidupnya yaitu masuk kedalam “Promised Land” yaitu tanah yang berlimpah susu dan madu (berlimpah berkat jasmani dan rohani). (Yos 1:2) “Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu”
Demikian juga dengan kita, harus tahu tujuan Tuhan dalam hidup kita masing-masing. Namun untuk menikmati janji Tuhan bagi orang Israel, mereka harus berjuang untuk mengalahkan penduduk asli tanah Kanaan.
Sebagai orang percaya kita harus memiliki visi besar yang dari Tuhan, dan menikmati janji Tuhan dalam hidup kita.
Itu sebabnya kita harus menjadi kepala dan bukan ekor. Jangan memiliki karakter ekor, sebab orang seperti itu tidak mempunyai inisiatif, mudah kalah, menyerah, kecewa, penakut, mundur dll.
B. Missioner
Yosua mengetahui jalan-jalan Tuhan (Yos 1:3) “Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa”
Bagaimanakah prinsip tentang jalan Tuhan? Jalan Tuhan itu rata (Maz 27:11) “Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku”
Apakah benar jalan Tuhan itu rata tanpa rintangan? Hal ini tentu bertentangan dengan :
– Luk 9:13 (bahwa orang percaya harus pikul salib)
– Yoh 15:20 (orang percaya akan dianiaya)
– I Pet 4:14 (dinista karena nama Kristus)
Jadi apa artinya jalan rata? Jalan Tuhan bisa saja menjadi jalan yang sukar tetapi Tuhan akan membuatnya rata oleh karena firmanNya, kuasa dan otoritas Tuhan sehingga terjadi mujisat.
Jadi ditengah pergumulan dan masalah yang kita hadapi, Tuhan Yesus mampu untuk membuka jalan dan meratakan semua masalah kita (Mat 11:28) “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”
C. Influencer
Influencer adalah seseorang yang mampu mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan. Saat Yosua diutus oleh Musa menjadi pengintai bagi tanah perjanjian, Yosua gagal mempengaruhi orang Israel agar mereka percaya bahwa negeri itu akan diserahkan oleh Tuhan kepada orang Isarel. Namun saat menggantikan Musa, Yosua mampu memimpin seluruh bangsa Israel. Hal ini disebabkan otoritas yang telah diberikan Tuhan kepada Yosua (Yos 1:5) “Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau”
D. Advisor
Yosua sebagai kepala mampu memberikan nasihat kepada seluruh orang Israel yaitu bagaimana caranya untuk lepas dari persoalan yang sedang dihadapi.
Saat orang Israel menyerang penduduk kota Ai, maka terjadi kekalahan atas mereka. (Yos 7:5) “Sebab orang-orang Ai menewaskan kira-kira tiga puluh enam orang dari mereka; orang-orang Israel itu dikejar dari depan pintu gerbang kota itu sampai ke Syebarim dan dipukul kalah di lereng. Lalu tawarlah hati bangsa itu amat sangat”
Saat itu Yosua memberikan nasihatnya agar mereka merendahkan hati dihadapan Tuhan.
(Yos 7:5-6) “Yosuapun mengoyakkan jubahnya dan sujudlah ia dengan mukanya sampai ke tanah di depan tabut TUHAN hingga petang, bersama dengan para tua-tua orang Israel, sambil menaburkan debu di atas kepalanya”
E. Discipline
Saat menyerang kota Yerikho, Akhan telah berdosa dihadapan Tuhan dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan bagi Tuhan.
Ketidaktaatan Akhan adalah bentuk pelanggaran kedisiplinan yang sangat fatal, karena akibat pelanggarannya ada 36 orang yang tewas dari prajurit Israel. Akibat pelanggarannya maka Akhan dan keluarganya mendapatkan hukuman yaitu dirajam dengan batu. Yosua sebagai pemimpin berani menegakkan kedisiplinan. (Yos 7:24-25) “Berkatalah Yosua: “Seperti engkau mencelakakan kami, maka TUHAN pun mencelakakan engkau pada hari ini.” Lalu seluruh Israel melontari dia dengan batu, semuanya itu dibakar dengan api dan dilempari dengan batu”

Marilah kita menjadi orang percaya yang bisa memimpin orang dalam kebenaran firman Tuhan…..amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th