[Khotbah] NEW DIMENSION

NEW DIMENSION
Ulangan 28:13-14

“TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.”

Tahun 2020 ini kita sedang memasuki tahun “New Dimension” dan dimensi baru ini mencakup dimensi rohani dan jasmani.
Jika kita masuk dalam dimensi rohani, maka secara otomatis dimensi lahiriah akan mengikutinya, sebab dimensi rohani dan dimensi jasmani itu bersifat paralel.

Dalam Alkitab dikisahkan tentang perjalanan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir menuju tanah perjanjian. Mesir adalah gambaran dimensi lama mereka dan tanah perjanjian adalah dimensi baru.
Dan apa yang mereka alami, itu juga merupakan gambaran perjalanan hidup orang percaya pada saat ini. Namun sebelum mereka masuk ketanah perjanjian, mereka menghadapai banyak tantangan dan persoalan karena mereka harus masuk kedalam padang gurun selama 40 tahun.
Jadi untuk masuk kedalam dimensi yang baru, mereka harus mengalami proses. Untuk apa proses dipadang gurun? Untuk membentuk karakter mereka, dari karakter budak menjadi karakter pemenang.
Demikian juga dengan orang percaya yang harus mengalami proses sebelum memasuki dimensi yang baru.
Proses dalam hidup orang percaya, merupakan sarana pembentukan karakter sehingga kita tidak lagi berkarakter sebagai budak dosa, tapi sebagai pemenang dalam Tuhan, sebagai pewaris kerajaan sorga.
Salah satu syarat untuk masuk kedimensi baru adalah kesetiaan.
Kata “setia” dalam bhs Ibrani adalah “Em-oo-naw, Emun atau Emunah” artinya kokoh, kuat, tidak mudah goyah, pendirian yang kuat,tidak kompromi.
Tuhan mau agar orang Israel setia untuk menyembah Tuhan, namun saat mereka berada dipadang gurun, maka mereka dibinasakan karena ketidak setiaan.
Kesetiaan yang Tuhan mau agar kita lakukan adalah:
1. Setia mendengar dan melakukan perintah Tuhan
Jika kita setia mendengar dan melakukan firman Tuhan, maka Tuhan akan mengangkat kita menjadi kepala. Kata “mengangkat” artinya menetapkan kita. Kata kepala artinya unggul, terdepan, maju, naik. Jadi artinya Tuhan mau agar kita menjadi manusia-manusia yang hebat yang menggoncangkan dunia lewat pangilan kita masing masing.
Kata “mendengar” artinya:
– penuh perhatian, saat kita mendengar firman Tuhan jangan sibuk sendiri dengan handphone, online, membuka media sosial atau bercerita dengan orang lain.
– mengetahui dan mengerti tentang apa yang disampaikan.
– melakukannya dengan penuh ketaatan apa yang telah didengar
– proklamirkan atau diberitakan kepada orang lain
Kita harus setia mendengar dan melakukan firman Tuhan, sebab iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus (Roma 10:17)
2. Setia pada jalan hidup yang telah ditetapkan (konsisten)
Konsisten artinya tetap, tidak berubah, stabil, tidak menyimpang kekanan atau kekiri.
Kita harus konsisten terhadap jalan hidup, tujuan hidup kita. Jalan hidup dan tujuan hidup harus dimiliki orang percaya sebagai destiny dan visinya.
Lawan kata konsisten adalah inkonsistensi artinya tidak tetap, suka berubah-ubah, tidak serasi.
Jika kita hidup inkonsistensi, maka kita akan menjadi orang yang tidak punya tujuan hidup.
Contohnya jika kita sekarang sebagai pebisnis, maka jalanilah itu dengan konsisten dan jadilah pebisnis yang unggul. Sebagai seorang siswa kita harus konsisten belajar dan menjadi siswa yang unggul. Sebagai karyawan kita harus konsisten bekerja sungguh-sungguh dan menjadi karyawan yang unggul.
Temukanlah “strong point” kita, yaitu titik kekuatan, keunggulan dan talenta kita, dan berjalanlah mengikutinya dan percayalah bersama Tuhan maka kita akan menjadi orang yang maksimal dan akan memasuki dimensi yang baru.
Paulus mengibaratkan tentang perjalanan hidup orang percaya seperti orang yang berada dalam sebuah gelanggang pertandingan dimana semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang akan mendapat hadiah. Oleh karena itu larilah begitu rupa sehingga kita yang memperolehnya.
Ayub adalah contoh orang yang menjadi berkat tentang kesetiaan. Saat semua hartanya habis, anak-anaknya mati semua, isterinya tidak mendukung bahkan mencela dia, sahabat-sahabatnya menghakimi dan menyalahkan dia, mendapat penyakit yang sangat menjijikan, Ayub tetap konsisten setia dan percaya pada Allah.
Akibat konsisten dalam kesetiaannya, maka Ayub akhirnya dipulihkan oleh Tuhan. Pemulihan yang terjadi pada Ayub yaitu Tuhan memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu, Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan yang sangat cantik, Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya dan ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat.

Marilah kita menjadi orang yang setia dalam segala hal, dan Tuhan akan mengangkat kita menjadi kepala dan bukan ekor, memberikan masa depan yang penuh dengan harapan..amin.

Oleh : Ev. Barnex Kahimpong S.Th