Warta2

[Khotbah] The Chosen Generation, Minggu 29 Januari 2017

I Petrus 2:9
“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”

Target Tuhan bagi kita adalah menjadikan kita bangsa yang terpilih. Dalam bahasa Yunani yaitu Elektos, bahasa Inggris Favorite yang artinya adalah kesukaan, kesenangan, kegemaran Tuhan. Tuhan ingin agar kita menjadi orang yang menyukakan hati Tuhan, sebab jika kita adalah anak yang menyukakan hatiNya, maka kita akan menerima anugerahNya setiap saat dalam hidup ini.
Apakah perlakuan Tuhan kepada umatNya? Dalam Ulangan 7:7 dikatakan bahwa Tuhan itu terpikat dengan bangsa Israel, walaupun bangsa Israel adalah bangsa yang kecil.
Kata terpikat artinya adalah mendapat kasih sayang yang besar. Abraham adalah nenek moyang bangsa Israel, yang telah memikat hati Tuhan, sehingga Dia bersumpah untuk memberkati Abraham dan keturunannya. Sebenarnya Abraham hanya manusia biasa yang memiliki banyak kelemahan antara lain:
– Abraham menuruti permintaan isterinya yang menjerumuskan dan mengambil Hagar untuk menjadi isterinya.
– Abraham berdusta tentang isterinya, dengan mengatakan bahwa Sara adalah saudaranya.
– Abraham tidak percaya tentang kemaha hadiran Tuhan (Kej 20:11)
– Abraham pisah rumah dengan Sara (Kej 22:19) Abraham tinggal di Barsyeba dan Sara tinggal di Kiryat Arba (Kej 23:1-2).
Terlepas dari semua kelemahan dan kekurangan Abraham, Tuhan telah terpikat kepada Abraham, mengapa?
Karena Abraham taat kepada Tuhan sekalipun tidak mengerti (Ibr 11:8) “Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui”
Sebenarnya route perjalanan Abraham adalah Ur Kasdim saat dia tinggal bersama Terah ayahnya, kemudian Abraham ke Haran dan kemudian meninggalkan Haran menuju kenegeri yang dijanjikan Tuhan, dan tidak mengetahui keadaan tanah perjanjian itu (Kej 12:1).
Sepanjang perjalanan Abraham, dia membangun mezbah bagi Tuhan yaitu ditempat dimana Allah memanggil dia untuk pertama kalinya (Kej 12:7), kemudian dekat Bethel (Kej 12:8), dekat Hebron (Kej 13:18), Tanah Moria (Kej 22:9). Seringkali hidup kita sama seperti dengan yang dialami oleh Abraham, yaitu saat mengikut Tuhan, kita tidak mengerti banyak hal, namun Tuhan mau agar kita tetap taat walau tidak mengerti. Seringakali Tuhan meminta kepada kita untuk melakukan hal yang aneh dan tidak masuk akal, namun tetaplah taat kepada Tuhan, maka kita akan melihat pertolongan dan mujisat Tuhan.
Dalam Alkitab juga ada beberapa contoh orang yang taat pada perintah Tuhan, walaupun mereka tidak mengerti maksud Tuhan. Seperti yang dialami janda di Sarfat terhadap permintaan Elia. Janda ini yang tinggal didaerah Sarfat, bukanlah orang percaya namun dia akhirnya percaya kepada firman Tuhan, dan kepada pembawa pesan Tuhan yaitu Elia. Dan akhirnya janda ini taat sekalipun dia mengalami kerugian akibat ketaatannya.
Juga 10 orang kusta yang mau taat pada firman Tuhan untuk memperlihatkan diri kepada imam, padahal mereka belum sembuh dari kustanya (Imamat 14:2).
Marilah kita taat walaupun tidak mengerti akan kehendak Tuhan, tetap percaya dan jangan ragu….amin

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Alkitab

[KHOTBAH] Beritakanlah Injil, Minggu 15 Januari 2017

BERITAKANLAH INJIL
Markus 16:15-20
“Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”

Ini adalah amanat agung yang disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada kita semua yaitu memberitakan Injil kepada segala makhluk.
Ada beberapa bagian dari ayat ini yang kita akan pelajari yaitu:
1. Siapa yang percaya.
Percaya dalam bahasa Ibrani adalah Emun, Batakh. Dalam bahasa Yunani adalah Pisteo yang mempunyai arti percaya, beriman kepada, mempercayai, meyakini. Juga dipakai kata Pistis artinya iman, kesetiaan, keyakinan, bukti. Menurut kamus Browning, percaya makna Alkitabiahnya adalah lebih terletak kepada komitmen. Jadi kesimpulannya bahwa percaya bukan hanya diucapkan tapi harus disertai dengan komitmen,keyakinan yang kokoh, kesetiaan dan bukti bahwa kita percaya pada Tuhan Yesus.
Jadi jika kita percaya pada Tuhan, maka kita harus memiliki komitmen pada Tuhan Yesus.
Yang termasuk orang percaya adalah orang yang percaya pada Tuhan Yesus, menerimanya sebagai Tuhan dan Juruselamat, berkomitmen untuk tetap setia kepada Tuhan Yesus sebagai buktinya mau bertobat dan mau melakukan apa yang Tuhan perintahkan.
2. Tanda-tanda yang menyertai orang percaya.
Tanda-tanda yang menyertai orang percaya antara lain mereka akan mengusir setan-setan demi nama Tuhan, berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru, akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, tidak akan mendapat celaka; akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh. Hal ini adalah janji Tuhan bahwa pemberitaan Injil yang kita lakukan akan disertai dengan mujisat dan kuasa Allah.
Oleh karena itu kita tidak perlu takut saat memberitakan Injil, sebab Allah beserta kita.
3. Pergi memberitakan Injil.
Orang percaya harus pergi untuk memberitakan Injil. Kata perintah “pergilah” artinya kita harus melakukan sesuatu, tidak berdiam diri dan pasif. Sebagai orang percaya, kita harus memiliki hati yang terbeban dan penuh dengan belas kasihan untuk pergi memberitakan Injil kepada orang lain sehingga mereka dapat diselamatkan. Percayalah bahwa saat kita memberitakan Injil, Tuhan turut bekerja dengan cara meneguhkan firman Tuhan itu melalui tanda-tanda yang heran.
4. Siapakah yang memberitakan Injil?
Yang harus memberitakan Injil adalah murid-murid Tuhan, orang yang percaya, rasul-rasul, hamba-hamba Tuhan dan kita semua.
Penginjilan dapat dilakukan secara massal berupa Kebaktian Kebangunan Rohani, maupun secara pribadi atau biasa disebut one on one.
Contoh penginjilan pribadi yaitu saat Tuhan Yesus berbicara dengan Nikodemus dan wanita Samaria. Andreas membawa saudaranya yaitu Simon untuk datang kepada Yesus (Yoh 1:39-42), Filipus yang juga memanggil Natanael untuk berjumpa dengan Tuhan Yesus (Yoh 1:43-51), Jemaat mula-mula yang memberitakan Injil kepada semua orang (Kisah 8:4-5). Tuhan Yesus ingin agar kita juga memberitakan Injil Keselamatan kepada semua orang sehingga mereka bisa percaya kepada Tuhan Yesus.
Mari bawa orang-orang untuk datang kepada Yesus. Bawa mereka datang kegereja dan biarkan Roh Kudus yang menjamah hidupnya sehingga dapat menjadi percaya.
Oleh karena itu penginjilan adalah tugas semua orang percaya, supaya orang lain juga diselamatkan, bersiaplah dan lakukanlah amanat agung Tuhan Yesus….amin.

Oleh Pdt Paulus Kamagi.

TheChoosenGeneration

[Khotbah] The Choosen Generation, Minggu 08 Januari 2016

Ayat : Yoel 2:23
“Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu”

Sion adalah sebuah bukit kecil terletak dekat Yerusalem, dan yang disebut dengan Bani Sion adalah bangsa Israel. Bangsa Israel adalah sebuah bangsa yang kecil jumlah penduduknya dan luas wilayahnya juga sangat kecil, namun hati Tuhan terpikat kepada nenek moyang bangsa Israel yaitu Abraham, Ishak dan Yakub. Padahal Abraham adalah penyembah berhala sebelum dia dipanggil oleh Allah (Yosua 24:2). Tidak ada yang dapat dibanggakan dari bangsa Israel, namun Allah sangat mengasihi mereka (Ulangan 7:6-8) “Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya”
Sebagai orang percaya, kita juga harus dapat membuat hati Tuhan terpikat oleh kita. Walaupun Tuhan begitu mengasihi Israel dan seharusnya merekalah yang menerima keselamatan kekal, namun yang terjadi adalah keselamatan itu akhirnya diberikan kepada bangsa-bangsa lain (Roma 11:11).
Siapakah yang akan diselamatkan ?
1. Seluruh Israel (Roma 11:26)
“Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: “Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub”
Seluruh Israel disini maksudnya adalah seluruh orang Israel yang Mesianik yaitu orang Israel yang mau percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat (Roma 9:27). Orang Israel disini dimaksudkan juga adalah orang Israel rohani atau orang yang bukan Yahudi secara daging (Efesus 2:11-13). Orang yang bukan Yahudi secara daging ini adalah orang yang bersunat hatinya (Kolose 2:11). Yang dimaksud bersunat hati adalah penanggalan akan tubuh yang berdosa. Seperti yang dilakukan oleh Yosua dan orang Israel yang meninggalkan Sitim/Akasia artinya duri. Duri yang harus ditinggalkan inilah yang disebut sunat hati. Sunat hati juga berarti membersihkan diri dari kejahatan (Yeremia 4:14) dan membuang dosa berupa kemarahan, fitnah, kejahatan dll (Kolose 3:8-9).
2. Warga kerajaan sorga (Matius 3:17)
“lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Untuk menjadi warga negara kerajaan sorga, maka kita harus memberi diri untuk dibaptis, karena jika kita dibaptis, maka kita akan menerima pengakuan dari sorga, dan secara otomatis menjadi warga negara kerajaan sorga. Orang yang telah dibaptis adalah orang yang siap untuk menikmati tanah perjanjian dan mendapat warisan illahi.
3. Orang yang dekat (Efesus 2:13)
“Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus”
Maksud dari orang yang dekat adalah orang yang dekat dengan Allah, memiliki hubungan yang intim dengan Allah. Oleh karena itu sebagai orang percaya, kita harus selalu membangun hubungan yang intim dengan Allah.
4. Siap berperang (Efesus 2:14)
“Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan”
Musuh utama orang Israel adalah penduduk asli tanah Kanaan. Mereka harus berperang agar dapat menguasai dan menikmati tanah perjanjian. Musuh kita saat ini adalah perseteruan, dan kita harus merubuhkan tembok pemisah itu. Musuh kita juga adalah karakter lama kita yang masih berkuasa atas hidup kita. Ingatlah bahwa musuh kita bukan darah dan daging tetapi roh-roh jahat diudara (Efesus 6:12).
Jadilah orang percaya yang siap berperang melawan dosa dan kuasa kegelapan….. Amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th.

TanahPerjanjian

[Khotbah] Israel dan Tanah Perjanjian, Minggu 01 Januari 2017

Ayat : (Yosua 3:1-7)

“Yosua bangun pagi-pagi, lalu ia dan semua orang Israel berangkat dari Sitim, dan sampailah mereka ke sungai Yordan, maka bermalamlah mereka di sana, sebelum menyeberang”
Pada saat Musa telah mati, maka Yosua yang melanjutkan kepemimpinan dan membawa orang Israel untuk masuk ketanah perjanjian. Saat itu mereka tiba di Sitim. Sebagai orang percaya, kita adalah gambaran bangsa Israel, dan Sitim adalah gambaran tahun 2016, Sungai Yordan adalah gambaran penghujung tahun 2016, dan tanah Kanaan adalah gambaran tahun 2017 ini.
Diperlukan tiga masa untuk menyeberangi sungai Yordan yaitu:
1. MASA PERSIAPAN
Diperlukan persiapan yang baik untuk menyeberangi sungai Yordan yaitu:
A. Pribadi (Yos 3:1)
Yosua bangun pagi-pagi dan meninggalkan Sitim. Dalam bahasa Ibraninya Shit-Teem artinya pohon Akasia. Bahasa Yunaninya Akis artinya duri. Selama dipadang gurun, bangsa Israel dipenuhi dengan duri alam kehidupan mereka. Duri itu adalah perseteruan mereka dengan Allah sehingga akhirnya mereka semua mati dipadang gurun kecuali Yosua dan Kaleb. Duri yang ada pada bangsa Israel yaitu bersungut-sungut kepada Allah (Bil 14:2), memberontak kepada Allah dan mau kembali lagi ke Mesir (Bil 14:3), mereka melawan pemimpin mereka yaitu Musa dan Harun (Bil 14:4), mereka hendak menganiaya hamba Allah yaitu Yosua dan Kaleb (Bil 14:10). Tuhan juga mau agar kita membuang duri-duri yang selama ini ada dalam hidup kita seperti duri kepahitan, kemarahan, ikatan, dosa dll.
B. Pengudusan Diri (Yos 3:5a)
Pengudusan (Kaw-Dash) berarti Clean artinya membersihkan diri dari kotoran, Proclaim artinya memproklamirkan diri bebas dari kecemaran, Hallow artinya mengkeramatkan diri sebagai milik Tuhan. Tuhan ingin agar kita ditahun ini menjaga kehidupan kita agar senantiasa kudus dihadapan Tuhan.
C. Perkataan Iman (Yos 3:5b)
Yosua berkata bahwa besok Tuhan akan melakukan perbuatan yang ajaib. Bahasa Ibraninya Paw Law artinya Separate atau memisahkan diri (II Kor 6:14-18) Distinguish atau membedakan (I Pet 2:9).
2. MASA BERTINDAK
Allah berfirman agar mereka mengangkat tabut perjanjian dan berjalan di depan bangsa Israel (Yos 3:6). Tabut Perjanjian berbicara tentang:
A. Kehadiran Tuhan. Hal ini merupakan tujuan hidup kita yaitu Tuhan hadir dalam seluruh aspek kehidupan kita.
B. Penyertaan Tuhan. Kemanapun kita pergi, Tuhan beserta kita.
C. Kemenangan dari Tuhan. Jika Allah beserta kita, maka siapakah lawan kita?
Ada beberapa pelajaran tentang Tabut Perjanjian yaitu:
– Hanya imam yang berhak untuk mengangkat Tabut Perjanjian, hal ini merupakan perkenanan Tuhan kepada orang pilihanNya. Namun ada juga orang yang tidak mendapat perkenanan Tuhan seperti yang terjadi pada Uza, dia mati karena melanggar kekudusan Tuhan (II Sam 6:6-8).
Padahal Tabut Allah itu ada dirumah ayahnya selama 20 tahun, namun dia tidak tahu bagaimana bersikap yang benar terhadap Tabut Perjanjian sebagai lambang kemuliaan Tuhan.
– Ada kuasa dan mujisat saat Tabut Allah itu diangkat dengan sikap yang benar (Yos 3:15-17)
– Penuaian jiwa-jiwa (Yos 3:10)
Oleh karena itu sebagai orang percaya, maka ditahun 2017 ini, marilah kita hidup dalam kebenaran, menjadi penyembah yang benar, memikul Tabut Allah yaitu melayani Tuhan. Dan sebagai pengharapan ditahun 2017 ini, kita akan mengalami mujisat yang besar, kemenangan besar, sukses besar, penuaian jiwa-jiwa bagi kemuliaan nama Tuhan…amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th.

PaketRaja

[Khotbah Natal] Paket Sang Raja, Minggu 25 Desember 2016

Ayat : Lukas 2:1-7

“Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia”

Pada saat pemerintahan Kaisar Agustus, dia mengeluarkan perintah untuk melakukan sensus penduduk yang dimulai pada tahun 8 SM-5 M dan yang terdaftar adalah sekitar 4.233.000 jiwa. Karena perintah ini, maka semua orang harus kembali kedaerah asalnya termasuk Yusuf dan Maria yang harus kembali ke Betlehem. Dan akhirnya Yesus dilahirkan di Betlehem dan diletakkan dipalungan dengan terbungkus kain lampin.

Tuhan Yesus lahir kedalam dunia ini untuk memberikan kita paket/hadiah berupa:

  1. Kesukaan Besar (Lukas 2:10)

Tuhan Yesus lahir kedalam dunia ini untuk membawa kesukaan besar yaitu berkat, dan yang pertama kali merasakannya adalah Yusuf dan Maria. Ada tiga berkat besar yang diterima oleh Yusuf dan Maria yaitu:

– Berkat jasmani yaitu pada saat orang Majus datang membawa emas, kemenyan dan mur.

– Berkat rohani yaitu pada saat para gembala datang dan menyampaikan berita dari Malaikat tentang siapakah Yesus. Hal ini meneguhkan iman mereka bahwa apa yang telah terjadi atas diri mereka merupakan susuatu yang benar dan datangnya dari Allah dan atas kehendak Allah. Juga perkataan orang Majus yang datang menyembah Dia karena telah dituntun oleh bintangNya di timur.

– Berkat perhatian dari sesama yaitu pada saat kelahiran Yesus, mereka tidak merasa sendiri, karena banyak orang yang datang dan ada bersama sama dengan Yusuf dan Maria (Lukas 2:18). Mereka dikunjungi oleh para gembala, orang Majus dan para Malaikat.

Sebuah perhatian yang diberikan dari teman atau kerabat haruslah dilandasi sikap yang tidak membedakan kasta, harta dan tahta. Juga harus saling menerima apa adanya, saling mendidik, mengajar, menuntun,

menasihati, saling mengampuni kesalahan dan berkorban bagi orang lain.

  1. Keselamatan (Lukas 2:8-20)

Para gembala mendengar berita dari Malaikat tentang kabar keselamatan. Bagaimanakah sikap para gembala tersebut?

– Berkata (ayat 15) “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.”

Hal ini artinya adalah ada kata sepakat, kesatuan hati, kebersamaan, senasib sepenanggungan, mencari tahu, meneliti apa yang terjadi. Hal ini yang juga harus kita lakukan yaitu memiliki kesatuan hati karena berkat itu akan diperintahkan kepada kita (Maz 133:1) Juga harus memiliki rasa haus dan lapar akan firman Tuhan dengan membaca dan merenungkannya (Maz 111:2).

– Bertindak (ayat 16) “Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan”

– Melihat Yesus (ayat 17) “Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu”. Mereka akhirnya memiliki perjumpaan pribadi dan pengalaman pribadi dengan Tuhan Yesus.

– Memuji dan memuliakan Yesus (ayat 20) “Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah”

  1. Damai Sejahtera (Lukas 2:14)

Tuhan Yesus datang kedalam dunia untuk membawa damai sejahtera bagi manusia. Ada beberapa pelajaran tentang damai sejahtera yaitu:

– Damai sejahtera hanya datang dan sumbernya dari Tuhan Yesus.

– Tidak memandang keadaan

– Tidak memandang tempat

– Hanya milik orang percaya

– Harus dipelihara, jangan sampai hilang.

Amin…..

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th