Temukan Hartamu

[Khotbah] Temukan Hartamu, Minggu 15 Oktober 2017

TEMUKAN HARTAMU
Lukas 19:1-10
“Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya”

Zakheus adalah seorang kepala pemungut cukai, yang memungut pajak dan mengambil harta orang lain melebihi dari aturan pajak. Namun perjumpaannya dengan Tuhan Yesus, mengakibatkan perubahan yang sangat drastis dalam hidupnya. Sebelumnya Zakheus begitu cinta kepada uang dan harta benda, namun saat itu dia mengambil keputusan bahwa setengah dari miliknya akan diberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang diperas dari seseorang akan dikembalikan empat kali lipat.
Zakheus tidak lagi mencintai harta bendanya namun dia mencintai Tuhan Yesus. Seringkali harta bagi kita adalah uang, barang berharga dan kekayaan tapi bukan Tuhan Yesus.
Sebenarnya dalam hidup ini, ada harta yang sesungguhnya yang harus kita miliki yaitu:
1. Hati
Harta itu sebenarnya ada didalam hati, karena dimana hartamu berada disitu hatimu berada, oleh karena itu kita harus menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan. Karena dari dalam hati kita timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
Kita harus menjaga hati karena orang yang suci hatinya yang akan melihat Allah, dan dari hati yang bersih akan mengalirkan aliran-aliran air hidup.
Firman Tuhan berguna untuk membersihkan hati kita dari hal-hal yang najis.
2. Iman
Tuhan mau agar kita memiliki harta yang berharga yaitu iman.
Markus 11:23 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya”
Ingat bahwa Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11-1)
Dalam kehidupan kita sehari-hari, seringkali iman kita diuji, untuk melihat kesungguhan hati dan iman kita kepadaNya. Percayalah bahwa pertolongan Tuhan tepat pada waktunya.
Percayalah kepada Tuhan bahwa Dia akan menolong kita saat keadaan kita tidak baik.
Matius 17:20 “Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu”
3. Kuasa
Kuasa adalah suatu kemampuan yang luarbiasa untuk melakukan mujisat. Dalam Markus 16:17-18 dikatakan “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
Tuhan mau agar kita memiliki kuasa yang kita terima dari Allah supaya dapat menjadi saksi Kristus. Percayalah bahwa kita akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kita, dan akan menjadi saksi Tuhan di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.
4. Nafas hidup
Banyak orang yang tidak menyadari bahwa nafas hidup itu lebih berharga daripada harta benda. Semua yang ada pada kita saat ini tidak ada gunanya jika kita tidak lagi bernafas. Kita harus bersyukur buat nafas hidup yang Tuhan berikan pada kita…..amin.

Oleh Pdt Christian Sirapanji (Makale)

Right Of Christians Part1

[Khotbah] Right Of Christians Part.1, Minggu 08 Oktober 2017

RIGHT OF CHRISTIANS PART.I

Lukas 15:11

“Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki, Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka”

Kata “mempunyai” dalam bhs Yunani adalah Echo, bhs Inggris adalah Accompany artinya menemani, menyertai, mendampingi.

Namun pada suatu saat anak bungsu ini meminta harta milik yang menjadi hak dan bagiannya, hal ini adalah suatu kesalahan karena Alkitab hanya mengenal hak kesulungan saja  (Kej 49:3) “Ruben, engkaulah anak sulungku, kekuatanku dan permulaan kegagahanku, engkaulah yang terutama dalam keluhuran, yang terutama dalam kesanggupan”

Apakah yang dikatakan Alkitab tentang hak kesulungan? Anak yang sulung mendapat dua bagian berkat (Ulangan 21:17) “Tetapi ia harus mengakui anak yang sulung, anak dari isteri yang tidak dicintai itu, dengan memberikan kepadanya dua bagian dari segala kepunyaannya, sebab dialah kegagahannya yang pertama-tama: dialah yang empunya hak kesulungan.”

Dalam Alkitab dikisahkan tentang Esau dan Yakub (Kejadian 27:36) “Kata Esau: “Bukankah tepat namanya Yakub, karena ia telah dua kali menipu aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula berkat yang untukku.” Lalu katanya: “Apakah bapa tidak mempunyai berkat lain bagiku?”

Ada hubungan antara hak kesulungan dan berkat.

– Hak kesulungan disediakan / pemberian oleh Tuhan secara otomatis kepada semua anak sulung sejak lahir. Ini merupakan hubungan pribadi dengan Tuhan.

– Berkat diturunkan oleh bapak melalui penumpangan tangan kepada siapa yang dikehendakinya. Ini merupakan hubungan pribadi dengan ayahnya.

Bagi Esau, hubungan dengan Tuhan tidaklah penting, tetapi hubungan dengan ayahnya itulah yang terutama. Esau berpikir bahwa yang tidak kelihatan itu tidak penting, dan yang kelihatanlah yang jauh lebih penting.

Ketika Yakub meminta hak kesulungan, Esau rela, tetapi ketika dia kehilangan berkat, Esau menjadi marah.

Hak kesulungan adalah:

  1. Menjadi pemimpin setelah ayahnya
  2. Menjadi imam dalam keluarga

Perantara antara keluarga dengan Tuhan, setelah ada hukum Taurat, hak kesulungan mendapat dua bagian lebih besar dari hak seorang anak.

Hak kesulungan dapat hilang jika

– Dipandang rendah dan dilepaskan, contohnya Esau (Kej 25:34)

– Dosa seperti yang dilakukan oleh Ruben yang berzinah dengan Bilha gundik ayahnya (Kej 35:22)

Pelajaran dari kisah ini adalah bahwa hidup ini adalah pilihan.

Yakub memilih yang tidak kelihatan, sehingga Yakub menerima berkat (Kej 27:27-28) Sedangkan Esau memilih yang kelihatan, yang ada didepan matanya, sehingga Esau menerima kutuk (Kej 27:39-40)

Hasil dari pilihan Yakub

  1. Tanah yang subur dan embun (ayat 28) artinya kita mengalami perasaan ketergantungan kepada Tuhan
  2. Bangsa-bangsa akan takluk (ayat 29) saat ini hampir semua lini telah dipegang oleh orang Yahudi
  3. Siapa yang mengutuk Israel akan dikutuk, siapa yang memberkati Israel akan diberkati
  4. Hidupnya berubah setelah diganti namanya menjadi Israel

Hasil dari pilihan Esau

  1. Menjadi hamba adiknya (ayat 37)
  2. Mengejar berkat dengan air mata, karena ada kutuk (ayat 38)
  3. Mendiami tanah kering dan gersang (ayat 39)
  4. Hidup dari pedang yaitu dengan kekerasan
  5. Edom artinya merah dan tinggal didaerah Jordania

Keadaan Anak bungsu memilih untuk keluar dari rumah ayahnya, sehingga akibatnya adalah :

– Melarat dalam hal kepemilikan dan tentang hubungan (Lukas 15:14)

– Menjadi penjaga babi (Lukas 15:15)

– Kelaparan (Lukas 15:16)

– Tertuduh (Lukas 15:18)

Oleh karena itu, pilihlah yang tidak kelihatan, yang terbaik, yang sesuai dengan kehendak Tuhan, dan kita akan menjadi orang yang diberkati dan menerima keselamatan…amin

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

From Suffering To Glory

[Khotbah] From Suffering To Glory, Minggu 01 Oktober 2017

FROM SUFFERING TO GLORY
Amsal 24:10
“Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu”
Lukas 9:17
“Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak dua belas bakul”
Pada saat itu Tuhan Yesus memberitakan tentang Injil Kerajaan Sirga kepada semua orang, dan mereka mengikut Yesus untuk mendengarkan pengajaranNya. Namun setelah beberapa waktu lamanya, mereka merasa lapar tapi tidak membawa bekal makanan. Saat itu ada sekitar 5000 orang laki-laki yang mengikuti Yesus.
Dari kisah ini ada beberapa pertanyaan yang timbul yaitu:
A. Apakah Tuhan Yesus tidak tahu masalah tersebut?
B. Mengapa Tuhan mengijinkan orang-orang itu kelaparan?
C. Mengapa Tuhan Yesus membawa mereka kedalam pencobaan ?
D. Mengapa para murid yang harus bertanggung jawab?
Keadaan para murid saat itu adalah:
A. Hari telah menjadi malam “Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya”
B. Mereka berada ditempat yang sunyi “Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi..”
C. Ada 5000 orang laki-laki “Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki”
Apa alasan Tuhan Yesus menerima orang banyak itu yang akhirnya menjadi masalah bagi para murid ? (Ayat 11)
A. Tuhan mau menunjukkan kuasaNya kepada mereka. Seringkali Tuhan mengijinkan kita untuk mengalami pergumulan dan masalah hidup untuk mendemonstrasikan kuasaNya.
B. Siapa yang merindukan hal rohani tidak akan mengalami kekurangan berkat jasmani. Orang yang mencari Tuhan dan kebenaranNya, pasti akan dipelihara dan diberkati.
C. Tuhan mau menunjukkan karakterNya yang suka untuk menolong. Karena Tuhan Yesus penuh dengan belas kasihan yang selalu mau menolong kita.
Ada beberapa sikap murid-murid yang tidak benar yaitu:
A. Tidak bertanggung jawab
(Lukas 9:12) “suruhlah mereka pergi” arti kata ini adalah hanya mencari jalan pintas, masa bodoh dengan kesusahan orang lain, tidak memiliki kasih pada sesama (I Kor 13:1-3)
B. Memandang enteng potensi kecil
(Yoh 6:9) “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”
Mereka memandang enteng pada anak kecil yang membawa 5 roti dan 2 ikan itu.
C. Mereka punya cadangan
(Luk 9:13) “kecuali kami pergi membeli makanan”
Mereka berpikir bahwa mereka dapat membeli makanan dan memberikannya pada orang itu. Iman yang sejati tidak memiliki cadangan, karena percaya bahwa satu-satunya Tuhan lah yang menjadi pertolongan kita.
Ada beberapa sikap murid-murid yang benar yaitu:
A. Mereka memeriksa
(Mark 6:38) “Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya mereka berkata: “Lima roti dan dua ikan.”
Mereka mencari potensi sesuai perintah Tuhan Yesus. Tuhan mau agar kita juga meneliti dan memeriksa potensi kita, mungkin bisa berguna bagi kepentingan Tuhan karena Tuhan dipermuliakan, juga bagi diri sendiri dan orang lain.
B. Mereka taat kepada perintah
(Luk 9:14) “Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok.”
C. Mereka membawa roti itu kepada Tuhan
(Mat 14:18) “Yesus berkata: “Bawalah ke mari kepada-Ku.”
Bawalah seluruh potensi kepada Tuhan Yesus.
D. Mereka menanti Tuhan Yesus
Ini adalah bagian yang berat bagi mereka, karena mereka menanti dalam ketidak tahuan. Tuhan mau agar kita menantikan Tuhan untuk melakukan mujisatNya. Marilah kita menanti Tuhan untuk berkarya dengan melibatkan potensi kecil kita.
Ingat bahwa mujisat Tuhan itu sempurna, hal ini seperti yang terjadi pada Naaman yang menerima kesembuhan dari kustanya, danau yang menjadi teduh, bahkan semua mujisat yang Tuhan Yesus lakukan….amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Persiapkan diri bagi kedatangan Tuhan

[Khotbah] Mempersiapkan Diri Bagi Kedatangan Tuhan, Minggu 24 September 2017

MEMPERSIAPKAN DIRI BAGI KEDATANGAN TUHAN
Roma 8:15
“yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah”

Hari-hari ini berita-berita tentang kiamat sangat ramai dibicarakan dan seringkali membuat banyak orang yang menjadi ketakutan. Pada tanggal 23 September 2017 barusan, diprediksikan bahwa akan terjadi kiamat disebabkan karena adanya tubrukan bintang/planet lain dengan bumi. Hal ini membuat ketakutan dan orang-orang mempersiapkan/mengantisipasi akan hal tersebut. Firman Tuhan mengatakan bahwa kita tidak usah ketakutan, tapi lebih bersungguh-sungguh lagi dalam pengiringan kita kepada Tuhan.
I Tes 4:1 “Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi”
Apa yang harus kita lakukan supaya siap menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali?
1. Kudus dalam pernikahan (I Tes 4:4) “supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan”
Tuhan ingin agar kita hidup kudus dan menjaga hidup kita dan pernikahan kita agar tetap kudus. Pada zaman ini, poligami dan perselingkuhan begitu merebak bahkan dilakukan oleh orang kristen.
Banyak hal yang ditawarkan oleh dunia ini untuk membuat kita hidup dalam dosa dan perjinahan. Tuhan mau agar kita mengambil seorang perempuan/laki-laki dan hidup dalam pengudusan dan penghormatan dalam pernikahan.
Firman Tuhan jelas mengakan bahwa hubungan suami isteri itu adalah gambaran hubungan antara Kristus dengan gereja Tuhan sebagai mempelai wanita, dan apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. Tapi mengapa pada zaman PL ada poligami? Karena bangsa Israel adalah bangsa yang tegar dan keras hati, sehingga akhirnya Musa mengijinkan untuk membuat surat cerai (Matius 19:8)
2. Motivasi yang benar saat berhubungan dengan orang lain (I Tes 4:6) “dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu”
Hal ini berarti bahwa kita jangan memperdaya dan memanipulasi orang lain untuk kepentingan diri kita. Kita harus memberdayakan orang lain, bukan memperdayakan orang lain. Memberdayakan berarti membuat orang itu berfungsi sebagaimana dirinya. Kita dapat melihat orang lain sebagai sukyek yang harus dibantu, bukan obyek yang dapat dimanfaatkan.
3. Berkorban bagi orang lain (I Tes 4:9) “Tentang kasih persaudaraan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah. Dan supaya kamu lebih bersungguh-sungguh lagi melakukannya”
Kita mau dan rela berkorban buat orang lain karena adanya kasih persaudaraan.. Tanpa kasih persaudaraan, tidak mungkin kita dapat berkorban dan memberi sesuatu kepada orang lain. Mungkin saat ini ada saudara kita yang sedang mengalami kesusahan, kita yang memiliki kasih Kristus harus memberikan bantuan dan rela berkorban bagi saudara kita.
4. Hidup yang tidak bergantung apapun juga (I Tes 4:12) “sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka”
Jangan hidup bergantung pada siapapun dan juga pada apapun. Banyak orang yang tergantung pada uang, sehingga uang itu dikejar dan dicari-cari bahkan dicintai. Banyak orang yang bergantung pada bantuan orang lain, sehingga selalu berharap untuk dibantu atau ditolong. Tapi sebagai orang percaya, kita harus hidup bergantung kepada Tuhan Yesus sebagai penolong dan sumber kekuatan kita. Orang yang mengandalkan Tuhan akan diberkati.
5. Hidup dalam damai sejahtera (I Tes 4:16) “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit”
Artinya jika kita sudah siap menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali, maka kita tidak perlu takut dengan berita-berita tentang kiamat dll. Mengapa? Karena kita telah siap untuk diangkat bersama-sama dalam kemuliaan Tuhan…..amin.

Oleh Pdt. Ir. Lui Sirapanji, MA

From Suffering To Glory

[Khotbah] From Suffering To Glory, Minggu 17 September 2017

FROM SUFFERING TO GLORY
Amsal 24:10
“Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu”
Matius 7:24-25 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu”
Ada beberapa fakta dari ayat diatas yaitu:
– Kesusahan merupakan bagian dari kehidupan
– Dapat menimpa setiap orang
– Dapat datang sewaktu-waktu
– Takarannya tidak melampaui kekuatan kita
– Sikap setiap orang berbeda
Seperti yang terjadi dengan murid-murid Tuhan saat mereka ada didanau dan mengalami badai (Lukas 8:22-25) apakah reaksi mereka?
Mereka mengucapkan perkataan yang tidak benar, dengan berkata bahwa mereka akan binasa, bhs Inggrisnya Perish, Destroy, be lost, bhs Yunaninya Apollumi..
Orang yang berjalan bersama Yesus, tapi membayangkan kebinasaan adalah orang yang tidak beriman. Percayalah bahwa siapa yang berjalan bersama dengan Tuhan Yesus, maka akan dilindungi (Maz 91:1-2)
Seharusnya sebagai orang percaya, kita mengalami semua yang baik dari Tuhan, namun seringkali orang percaya mengalami masalah disebabkan :
A. Dosa. (Yeremia 5:25) “Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu menghambat yang baik dari padamu” dalam terjemahan BIS “Tetapi dosa-dosamu itulah yang menghambat semua yang baik itu sehingga kamu tidak menikmatinya”
Kita sakit karena dosa, kita mengalami sesuatu yang tidak baik karena dosa yang kita lakukan.
B. Hukum alam. Sebab dunia ini sudah cemar, rusak seperti yang terjadi pada Israel pada masa Elia, yang mengalami kekeringan, kemarau selama tiga setengah tahun.
Hari ini kita sedang berada dalam keadaan alam yang tidak seperti hari yang lalu. Cuaca ekstrem sedang melanda bumi ini yang mengakibatkan bencana-bencana alam.
C. Supaya bergantung sepenuhnya pada Tuhan. (II Kor 1:9) “Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati”
Orang yang hidup dalam kenyamanan, seringkali tidak lagi bergantung pada Tuhan dan menjadi sombong.
D. Supaya kita mencari kota yang akan datang. (Ibrani 13:14) “Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang”
Kota yang akan datang yaitu Yerusalem baru, jadi janganlah kita terlalu jatuh cinta dan terikat dengan dunia ini, karena suatu saat kita akan meninggalkan dunia ini dan masuk ke Yerusalem baru.
E. Untuk menguji kualitas iman kita. (I Pet 1:6-7) “Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya”
Saat badai masalah datang, maka iman kita sedang diuji.
F. Supaya dapat menolong orang lain (II Kor 1:4) “yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.
Tuhan mau agar kita dapat menguatkan dan menghibur orang lain yang sedang menderita, karena kita telah mengalami pertolongan Tuhan.
Apakah yang harus kita lakukan dalam menghadapi masalah?
1. Ucapkanlah perkataan yang benar seperti:
– Memuji Tuhan, menyenangkan hati Tuhan dengan pujian pada Tuhan,
dan Dia akan turun tangan untuk menolong kita.
– Mengucap syukur, terutama saat keadaan kita sangat tidak baik
– Menaikkan doa, dengan bertalu-talu yaitu terus menerus berdoa
– Mengucapkan kata-kata iman, dengan bernubuat yaitu memperkatakan
sesuatu yang kita percaya akan mengubahkan keadaan kita….
2. Bersikaplah yang benar dengan cara :
– Membangunkan Tuhan Yesus artinya kita menggugah hati Tuhan Yesus.
– Memanggil Dia yaitu berseru minta pertolongan pada Tuhan Yesus.
Hal ini mengandung arti bahwa dalam Tuhan Yesus ada pengharapan besar sebab Tuhan Yesus sanggup. Tanpa cadangan sebab Tuhan Yesus satu satunya penolong. Yakin perkataan Tuhan Yesus berkuasa sebab Dia adalah Guru yaitu Master atau Commander. Yakin bahwa Tuhan Yesus mau menolong kita…..amin

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Memikul Kuk

[Khotbah] Memikul Kuk, Minggu 10 September 2017

MEMIKUL KUK
Matius 11:28 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu, Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”
Tuhan ingin agar kita hidup dalam kelegaan dan terlepas dari kehidupan yang berbeban berat. Namun untuk mengalami kelegaan, kita harus memikul kuk.
Kata “kuk” dalam bahasa Inggris yaitu Yoke yaitu beban dan bahasa Yunani yaitu dzoogos berarti kopleng. Dalam dunia otomotif, kegunaan kopleng yaitu untuk menghubungkan, mengikat, menggabungkan. Jadi kopleng gunanya untuk menghubungkan antara mesin mobil dengan ban sehingga dapat bergerak, tanpa kopleng tidak mungkin mobil itu dapat berjalan. Kuk membuat kita terikat, tidak bisa kemana-mana, tetap berada ditempatnya.
Apakah kegunaan dari Kuk?
1. Sebagai Tanda.
Tanda atau Meterai merupakan bukti bahwa kita adalah milik Tuhan.
II Kor 1:21-22 “memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita”
Binatang peliharaan seringkali diberikan tanda kepemilikan. Contohnya Sapi atau Kuda yang diberikan cap untuk menjadi tanda kepemilikan.
Sebagai orang percaya, kita harus memiliki cap Kristus yang memberikan tanda bahwa kita adalah milik kepunyaan Tuhan Yesus.
Sudahkan kita memiliki tanda Kristus dalam hidup kita? Jika kita tidak memiliki cap atau tanda bahwa kita milik Kristus, maka kita akan dengan mudah dibinasakanoleh Iblis.
Kesombongan, dosa membuat cap Kristus itu hilang dari hidup kita.
Daud pernah mengalami sesuatu yang pahit dan memalukan dalam hidupnya, namun Daud tidak menyembunyikannya dosanya. Daud memberitahukan pada semua orang dan menuliskannya di kitab Mazmur tentang dosanya.
Hal ini menyadarkan pada kita bahwa tanpa Tuhan, kita tidak ada apa-apanya. Inilah perlunya kuk, yang menyatakan bahwa kita adalah milik Tuhan Yesus.
2. Menghubungkan.
Roma 5:5 “Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Galatia 5;24 “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya”
Kuk yang ditaruh dalam hidup kita gunanya untuk menghubungkan antara kita sebagai manusia ciptaan kepada Tuhan. Juga artinya menghubungkan antara satu pribadi dengan pribadi lainnya. Kuk ditaruh oleh Tuhan dalam hidup kita untuk menyatakan kasih Tuhan pada kita, namun seringkali kita tidak mau terikat dengan kasih Tuhan, dan lebih mencintai dunia dan dosa.
Jadi kuk yang ada pada kita adalah kasih Allah yang mau mengikat kita.
Kuk juga merupakan gambaran hubungan antara suami dan isteri yang membuat mereka terhubung dan terikat dalam sebuah pernikahan.
Demikian juga antara Tuhan dengan kita, Tuhan ingin mengikatkan diriNya dengan kita, demikianpun sebaliknya.
Hanya orang yang terikat dengan kita yang dapat menikmati apa yang kita punya. Contoh bahwa isteri kita bisa memakai mobil kita karena dia terikat dalam pernikahan dengan kita sebagai suaminya. Demikian juga kita akan menikmati semua berkat dan anugerah Tuhan saat kita terikat dan terhubung dengan Tuhan dan kasihNya.
Roma 14:8 “Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan”……amin.

Oleh Pdt. Ir. Lui Sirapanji MA

7Miracle

[Khotbah] The 7 Miracles on Mount Carmel Bag.7, Minggu 03 September 2017

The 7 Miracles on Mount Carmel (7)
1 Raja-raja 16:29-31
“Ahab, anak Omri, menjadi raja atas Israel dalam tahun ketiga puluh delapan zaman Asa, raja Yehuda. Ahab bin Omri melakukan apa yang jahat di mata TUHAN lebih dari pada semua orang yang mendahuluinya”

Saat  pemerintahan raja Ahab, dia melakukan apa yang jahat dengan mengambil Izebel anak Etbaal raja orang Sidon menjadi isterinya, sujud menyembah dan beribadah kepada Baal, membuat mezbah/kuil bagi Baal di Samaria, membuat patung asyera dan menimbulkan sakit hati Tuhan.
Akibatnya adalah Tuhan menjadi murka dan hujan tidak turun selama 3,5 tahun,sehingga terjadi kelaparan yang sangat hebat di Samaria
Setelah itu Tuhan akhirnya bertindak dan memberi perintah kepada Elia  “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi.” (I Raja 18:1)
Pelajaran dari ayat ini adalah:
– Tidak selamanya Tuhan membiarkan umatNya menderita, ada waktunya Tuhan melawat umatNya dan memberikan kelegaan dan jalan keluar.
– Tidak selamanya Tuhan membiarkan kejahatan menguasai umatNya, karena Tuhan pasti akan menjadi pembela bagi kita dan akan menghukum orang yang melakukan kejahatan.
Saat kita melihat peristiwa di gunung Karmel, maka kita akan melihat beberapa hal yang terjadi yaitu kebenaran vs kepalsuan, nabi asli vs nabi palsu, nabi Elia vs nabi baal.
Ada 7 mujisat yang terjadi digunung Karmel yaitu :
1. Miracle of Fight, 2. Miracle of Calling 3. Miracle of Build 4. Miracle of Speak 5. Miracle of Pray 6. Miracle of Repentance 7. Miracle of Faith
Keadaan Israel pada saat itu:
– Raja Ahab dan orang Israel berdosa pada Tuhan
– Elia bernubuat dan beriman supaya hujan tidak turun dan terjadi.
– Elia bernubuat dan beriman supaya hujan turun dan terjadi.
Dalam Ibrani 11:1 “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”
Pelajaran tentang iman
1. Asal atau sumber iman Kristen yaitu:
Roma 10:17 “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” jadi kita harus bersikap yang benar terhadap firman Tuhan. Bagaimana sikap yang benar terhadap firman Tuhan?
A. Diterima yaitu melalui kotbah yang disampaikan (I Tes 2:13)
B. Diingini seperti bayi yang ingin akan air susu yang murni (I Pet 2:2)
C. Diyakini kekuatannya sehingga tidak boleh diremehkan. Jika kita kita percaya akan firman Tuhan, maka akan menjadi kekuatan dan berkat buat kita (Roma 1:16). Namun jika kita meremehkan firman, akan menanggung akibatnya (Amsal 13:13)
2. Ukuran Iman
A. Iman sebesar biji sesawi (Mat 17:20) tetapi dapat melakukan perkara-perkara besar.
B. Iman yang bertambah (II Tes 1:3) iman harus bertambah, tidak stagnan.
C. Iman yang besar (Mat 8:10) iman yang dimiliki oleh perwira Kapernaum, yang membuat Tuhan kagum padanya. Perwira ini bukan orang Israel, namun imannya besar dan dipuji oleh Tuhan.
D. Iman yang sempurna (Ibrani 12:2) karena Tuhan Yesus yang menyempurnakan iman kita.
3. Jenis iman
Ada beberapa jenis iman yaitu
A. Iman Ikut-ikutan
Filipus memanggil Natanael untuk berjumpa dengan Yesus (Yoh 1:45-47) “Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.”
Dari kisah ini, kita dapatkan pelajaran bahwa :
– Ikutlah kepada ajakan yang baik seperti beribadah, melayani dll.
– Jangan bosan untuk mengajak orang lain untuk datang pada Tuhan.
B. Iman Bersama
Saat ada empat orang yang membawa seorang lumpuh kepada Tuhan Yesus, maka Tuhan Yesus melihat iman mereka dan Yesus berkata kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” (Markus 2:3-5)
Contoh lainnya adalah dalam Markus 5:40-41 saat Tuhan Yesus berdoa dan membangkitkan anak yang mati. “Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu”
C. Iman Nekat
Imannya Petrus yang sangat nekat yaitu mau turun keair dan berjalan diatas air. Matius 14:29 “Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus”
3 demonstrasi iman Elia
A. Elia percaya sekalipun belum melihat (I Raja 18:41)
B. Elia berdoa sampai sesuatu terjadi. Elia berdoa sampai 7 kali. Ingat Pray Until Something Happen (PUSH)
C. Elia percaya sekalipun hanya melihat tanda kecil.
Yaitu awan sebesar telapak tangan dan akhirnya Tuhan memulihkan keadaan Israel dan menurunkan hujan.
Mujisat diatas gunung Karmel masih berlaku sampai hari ini diantara orang percaya. Tuhan menanti munculnya Elia-Elia akhir zaman yang melakukan pekerjaan besar bersama dengan Tuhan Yesus…..amin

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Capture

[Khotbah] The 7 Miracles on Mount Carmel Bag.6, Minggu 27 Agustus 2017

The 7 Miracles on Mount Carmel (6)
1 Raja-raja 16:29-31
“Ahab, anak Omri, menjadi raja atas Israel dalam tahun ketiga puluh delapan zaman Asa, raja Yehuda. Ahab bin Omri melakukan apa yang jahat di mata TUHAN lebih dari pada semua orang yang mendahuluinya”

Saat pemerintahan raja Ahab, dia melakukan apa yang jahat dengan mengambil Izebel anak Etbaal raja orang Sidon menjadi isterinya, sujud menyembah dan beribadah kepada Baal, membuat mezbah/kuil bagi Baal di Samaria, membuat patung asyera dan menimbulkan sakit hati Tuhan.
Akibatnya adalah Tuhan menjadi murka dan hujan tidak turun selama 3,5 tahun,sehingga terjadi kelaparan yang sangat hebat di Samaria
Setelah itu Tuhan akhirnya bertindak dan memberi perintah kepada Elia “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi.” (I Raja 18:1)
Pelajaran dari ayat ini adalah:
– Tidak selamanya Tuhan membiarkan umatNya menderita, ada waktunya Tuhan melawat umatNya dan memberikan kelegaan dan jalan keluar.
– Tidak selamanya Tuhan membiarkan kejahatan menguasai umatNya, karena Tuhan pasti akan menjadi pembela bagi kita dan akan menghukum orang yang melakukan kejahatan.
Saat kita melihat peristiwa di gunung Karmel, maka kita akan melihat beberapa hal yang terjadi yaitu kebenaran vs kepalsuan, nabi asli vs nabi palsu, nabi Elia vs nabi baal.
Ada 7 mujisat yang terjadi digunung Karmel yaitu :
1. Miracle of Fight, 2. Miracle of Calling 3. Miracle of Build 4. Miracle of Speak 5. Miracle of Pray 6. Miracle of Repentance.
Mujisat terbesar adalah pertobatan. Dalam Lukas 15:7 dikatakan bahwa “Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”
Pertobatan Israel artinya bahwa bangsa Israel merubah “haluan” iman mereka dari menyembah Baal kepada menyembah Allah.
Bagaimana proses terjadinya hal tersebut?
1. Mereka meresponi panggilan Elia
Dalam PL, Tuhan memanggil Israel lewat nabi Elia dan dalam PB, Tuhan memanggil umatNya lewat diri kita. Saat mereka meresponi panggilan Elia, maka terjadi perubahan besar dalam hidup mereka yaitu keselamatan.
II Tes 2:14 “Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita”
Ada beberapa pelajaran dari ayat ini yaitu:
– Diperlukan pemberita Injil, dan untuk jadi pemberita Injil, firman itu harus dialami terlebih dahulu, harus memiliki beban, harus menjadi kesukaan.
– Diperlukan kuasa Roh Kudus (I Tes 1:5) “Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu”
– Yang membuka hati akan selamat, dan yang menutup hati akan binasa
(II Kor 4:3) “Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa”
2. Mereka membawa korban
Korban yang dibawa oleh orang Israel yaitu :
– Korban binatang dan darahnya ditumpahkan, hal ini digenapi oleh pengorbanan Yesus Kristus diatas kayu salib sebagai korban penghapus dosa (Imamat 11:17)
– Korban itu diatas mezbah, dan diletakkan diatas 12 batu artinya adalah:
mewakili seluruh bangsa, lambang unity, fondasi yang kokoh demi nama Tuhan. I Kor 10:31 ; Kol 3:17 “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita”
– Korban yang tidak lazim
Saat itu korban disiram dengan air, sehingga basah dan sulit terbakar. Hal ini tidak lazim dan seperti suatu tindakan bodoh. Hal ini merupakan pemborosan dan sepertinya sia-sia sebab air pada saat itu sangat langka. Seperti perempuan berdosa yang mengurapi Yesus dengan minyak Narwastu yang mahal harganya.
3. Mereka sujud dan merendahkan diri
Inilah korban yang dituntut oleh Tuhan. II Taw 7:14 “dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka”
4. Mereka menangkap nabi-nabi palsu
Nabi-nabi palsu itu adalah “penipu rohani” yang memakai nama dewa untuk mendapat keuntungan. Pertobatan sejati adalah dengan adanya kesadaran bahwa dunia ini sarat akan kepalsuan setan yang menjerumuskan orang percaya dan meninggalkan kebenaran itu.
Firman Tuhan yang berhubungan dengan nabi palsu (I Tes 5:21;II Pet 2:1-3 ; I Yoh 4:1)
Tuhan mau agar kita bertobat dari segala dosa sehingga Tuhan akan mengampuni, memulihkan keadaan kita, dan menyatakan mujisatNya. Amin

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Penabur

[Khotbah] Benih Bagi Penabur, Minggu 20 Agustus 2017

Benih Bagi Penabur

II Korintus 9:6-15
“Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu”

Benih apapun yang ditabur akan tumbuh dan berbuah. Kehidupan kita hari ini adalah gambaran (buah) dari apa yang kita pernah tabur diwaktu sebelumnya. Apa saja yang kita lakukan sekarang menentukan apa yang akan terjadi dikemudian hari atau yang akan mendatangi kita.
Jika kita ingin mengalami sesuatu yang baik diwaktu yang akan datang, maka hari ini kita harus melakukan sesuatu yang baik.
Jadi untuk menjadi luarbiasa, bukanlah karena kepintaran atau yang terbaik tapi yang pertama.
Contohnya bahwa kita mengasihi Allah karena Dia lebih dahulu mengasihii kita. Persoalannya adalah kita cenderung menunggu orang lain berbuat sesuatu terlebih dulu, sehingga ada orang yang mendahului kita untuk melakukan yang terbaik.
Jadi jika kita berdiri untuk jadi penabur, maka kita akan diberikan benih oleh Tuhan untuk ditabur. Masalahnya adalah apakah kita layak dipercaya untuk diberikan benih?
Apakah artinya ayat diatas tadi? Jika kita dipercaya Tuhan untuk menjadi penabur, maka Tuhan yang bertanggung jawab untuk memberikan benih bagi kita.
Ada beberapa prinsip tentang benih :
1. Benih yang paling berharga yang ditabur adalah ketaatan
Abraham (Kejadian 22:11-12) “Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”
Tuhan menyuruh Abraham untuk mempersembahkan Ishak, dan Abraham sangat taat kepada perintah Tuhan. Dan Tuhan berkata “telah Kuketahui “sekarang”
Ketaatan yang Tuhan ingin lihat adalah ketaatan “sekarang” bukan ketaatan masa lalu.
Contoh ketaatan sekarang ini adalah mengembalikan perpuluhan yang adalah milik Tuhan. Perpuluhan adalah kunci untuk menerima berkat Tuhan.
2. Benih itu adalah sesuatu yang telah diberikan Tuhan untuk apa yang dibutuhkan.
Tuhan sudah berikan benih itu sekarang bagi kita, tapi seringkali kita tidak sadar bahwa benih itu telah ada pada kita. Sebenarnya benih itu kelihatan kecil namun akan menjadi sangat besar, dan benih itu akan jadi besar jika ditabur. Hal ini dapat kita lihat pada tokoh-tokoh Alkitab seperti:
– Musa yang ada tongkat ditanganya, sederhana namun dengan tongkat itu Allah melakukan mujisat.
– Daud memiliki tongkat, ali-ali dan batu sehingga dapat mengalahkan goliat.
– Anak kecil yang memiliki 5 roti dan 2 ikan sehingga dipakai Tuhan untuk memberi makan 5000 orang.
– Minyak dalam buli2 bagi seorang janda pada zaman elisa sehingga dia dapat melunasi hutangnya dan hidup dari selebihnya.
Investasi sekarang ini menentukan apa yang akan mendatangi kita kelak. Temukanlah apa yang ada pada kita, walaupun sederhana dan kecil, namun tabur itu dan akan menjadi besar dan akan jadi jawaban bagi semua kebutuhan kita dimasa datang.
3. Jangan menahan benih yang Allah ingin agar kita tabur.
Artinya menahan sesuatu yang tidak harus kita pertahankan, salah satu contohnya adalah menyimpan dosa. Ada beberapa contohnya yaitu:
– Kisah rasul 5:3-4 Ananias dan Safira mati karena menahan apa yang Tuhan ingin mereka lakukan
– Maleakhi 3:9-10 Perpuluhan. Jangan menahan perpuluhan karena itu adalah menipu Tuhan.
4. Kemiskinan adalah bukanlah kekurangan uang tapi salah mengelola keuangan. Amsal 11:24-25
Kita seringkali salah dalam mengelola keuangan sehingga mengalami kekurangan.
Jika kita ingin agar sesuatu yang baik terjadi dimasa depan, maka kita harus menabur dimasa sekarang ini.
Ingatlah bahwa untuk menabur, kita harus memiliki keberanian dan iman, namun bertindaklah dengan iman dengan cara melepaskan benih itu….menaburlah…..Amin

Oleh Pdt Ishak Moses (Makassar)

Hal berdoa 2

[Khotbah] Hal Berdoa, Minggu 13 Agustus 2017

HAL  BERDOA

Matius 5:5-15
“Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.”

Tuhan Yesus mengajar murid-muridNya bagaimana seharusnya berdoa, dan hal ini juga harus menjadi bagian dalam hidup kita.
Berdoa dilakukan bukan semata-mata di gereja, tapi saat kita dirumah yaitu di kamar doa kita. Sebab saat kita dirumah Tuhan, kita membawa persembahan dan korban ucapan syukur kepada Tuhan.
Saat kita ada dikamar doa, maka Bapa disorga melihat dan mendengar seruan doa kita.
Tuhan tidak ingin agar kita menjadi orang yang munafik dan bertele-tele saat berdoa, tapi menjadi orang yang berdoa dengan sikap hati yang benar.
Lewat doa yang diajarkan Tuhan Yesus, ada beberapa hal yang dapat kita pahami dan pelajari yaitu:
1. “Bapa kami yang disorga” Artinya bahwa doa kita ditujukan kepada Bapa yang ada disorga. Doa kita jangan ditujukan kepada allah lain.
2. “Dikuduskanlah namaMu” hal ini berarti bahwa kita mengagungkan dan mempermuliakan Bapa
3. “Datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu” artinya bahwa minta agar Allah bekerja dalam hidup kita, dan biarkanlah kehendak Tuhan yang jadi dalam hidup kita, bukan kehendak kita yang jadi. Jika kehendak Tuhan terjadi atas hidup kita, maka banyak mujisat terjadi atas hidup kita.
4. “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya” hal ini berarti bahwa nantikan Tuhan menjamah hidup kita, dan setelah kita merasakan lawatan Tuhan, maka inilah saatnya untuk meminta.
“Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya” (Keluaran 16:18)
Orang yang mengumpulkan sedikit tidak kekurangan, dan orang yang mengumpulkan banyak, tidak berkelebihan.
Yang membuat kita seringkali tidak pernah merasa cukup adalah karena keserakahan dan tidak pernah puas. Hal ini adalah kekejian bagi Tuhan.
Secukupnya artinya kita mensyukuri atas apa saja yang ada dalam hidup kita.
5. “Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”
Tuhan mau kita untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita, supaya Tuhan juga mengampuni dosa kita. Lukas 6:38 “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”
Ayat ini berbicara tentang mengampuni orang yang bersalah pada kita.
Doa kita akan dijawab oleh Tuhan, jika kita mengampuni orang yang bersalah pada kita.
6. “dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

Oleh Pdt Sonny Liando S.Th