[Khotbah] From Suffering To Glory, Minggu 17 September 2017
FROM SUFFERING TO GLORY
Amsal 24:10
“Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu”
Matius 7:24-25 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu”
Ada beberapa fakta dari ayat diatas yaitu:
– Kesusahan merupakan bagian dari kehidupan
– Dapat menimpa setiap orang
– Dapat datang sewaktu-waktu
– Takarannya tidak melampaui kekuatan kita
– Sikap setiap orang berbeda
Seperti yang terjadi dengan murid-murid Tuhan saat mereka ada didanau dan mengalami badai (Lukas 8:22-25) apakah reaksi mereka?
Mereka mengucapkan perkataan yang tidak benar, dengan berkata bahwa mereka akan binasa, bhs Inggrisnya Perish, Destroy, be lost, bhs Yunaninya Apollumi..
Orang yang berjalan bersama Yesus, tapi membayangkan kebinasaan adalah orang yang tidak beriman. Percayalah bahwa siapa yang berjalan bersama dengan Tuhan Yesus, maka akan dilindungi (Maz 91:1-2)
Seharusnya sebagai orang percaya, kita mengalami semua yang baik dari Tuhan, namun seringkali orang percaya mengalami masalah disebabkan :
A. Dosa. (Yeremia 5:25) “Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu menghambat yang baik dari padamu” dalam terjemahan BIS “Tetapi dosa-dosamu itulah yang menghambat semua yang baik itu sehingga kamu tidak menikmatinya”
Kita sakit karena dosa, kita mengalami sesuatu yang tidak baik karena dosa yang kita lakukan.
B. Hukum alam. Sebab dunia ini sudah cemar, rusak seperti yang terjadi pada Israel pada masa Elia, yang mengalami kekeringan, kemarau selama tiga setengah tahun.
Hari ini kita sedang berada dalam keadaan alam yang tidak seperti hari yang lalu. Cuaca ekstrem sedang melanda bumi ini yang mengakibatkan bencana-bencana alam.
C. Supaya bergantung sepenuhnya pada Tuhan. (II Kor 1:9) “Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati”
Orang yang hidup dalam kenyamanan, seringkali tidak lagi bergantung pada Tuhan dan menjadi sombong.
D. Supaya kita mencari kota yang akan datang. (Ibrani 13:14) “Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang”
Kota yang akan datang yaitu Yerusalem baru, jadi janganlah kita terlalu jatuh cinta dan terikat dengan dunia ini, karena suatu saat kita akan meninggalkan dunia ini dan masuk ke Yerusalem baru.
E. Untuk menguji kualitas iman kita. (I Pet 1:6-7) “Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya”
Saat badai masalah datang, maka iman kita sedang diuji.
F. Supaya dapat menolong orang lain (II Kor 1:4) “yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.
Tuhan mau agar kita dapat menguatkan dan menghibur orang lain yang sedang menderita, karena kita telah mengalami pertolongan Tuhan.
Apakah yang harus kita lakukan dalam menghadapi masalah?
1. Ucapkanlah perkataan yang benar seperti:
– Memuji Tuhan, menyenangkan hati Tuhan dengan pujian pada Tuhan,
dan Dia akan turun tangan untuk menolong kita.
– Mengucap syukur, terutama saat keadaan kita sangat tidak baik
– Menaikkan doa, dengan bertalu-talu yaitu terus menerus berdoa
– Mengucapkan kata-kata iman, dengan bernubuat yaitu memperkatakan
sesuatu yang kita percaya akan mengubahkan keadaan kita….
2. Bersikaplah yang benar dengan cara :
– Membangunkan Tuhan Yesus artinya kita menggugah hati Tuhan Yesus.
– Memanggil Dia yaitu berseru minta pertolongan pada Tuhan Yesus.
Hal ini mengandung arti bahwa dalam Tuhan Yesus ada pengharapan besar sebab Tuhan Yesus sanggup. Tanpa cadangan sebab Tuhan Yesus satu satunya penolong. Yakin perkataan Tuhan Yesus berkuasa sebab Dia adalah Guru yaitu Master atau Commander. Yakin bahwa Tuhan Yesus mau menolong kita…..amin
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Leave a Reply