Pentakosta

[Khotbah] PENTAKOSTA , Minggu 04 Juni 2017

PENTAKOSTA
Keluaran 34:22
“Hari raya Tujuh Minggu, yakni hari raya buah bungaran dari penuaian gandum, haruslah kaurayakan, juga hari raya pengumpulan hasil pada pergantian tahun”

Dalam Perjanjian Lama, Pentakosta bagi orang Israel adalah hari ke lima puluh setelah Paskah. Hari Pentakosta diumumkan sebagai:
– Hari pertemuan kudus (Imamat 23:21) dimana semua laki-laki berkumpul ditempat kudus untuk membawa korban persembahan kepada Tuhan, mengucap syukur atas segala kebaikan Tuhan.
– Hari raya bersukaria (Ulangan 16:15) mereka bersukaria sebab berkat Tuhan atas tanah, sehingga mereka dapat memanen gandum selama berminggu-minggu.
Dalam Perjanjian Baru, hari Pentakosta adalah hari pencurahan Roh Kudus (Kisah rasul 2:1-4) “Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya”
Hari Pentakosta ini adalah peristiwa yang terjadi dengan sistematis yaitu:
– Semua orang percaya berkumpul (ayat 1)
– Terjadinya manifestasi Roh (ayat 2-3)
– Terjadinya lawatan Roh (ayat 3)
– Terjadinya Baptisan Roh (ayat 4)
– Muncul karunia Roh (ayat 4)
Ada 7 efek dari Pentakosta yaitu:
  1. Roh Kudus turun atas semua orang
Roh Kudus tidak pernah membedakan orang, dan siapa yang siap akan menerima. “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Lukas 11:13)
Baptisan Roh Kudus adalah merupakan tindakan iman, harus percaya.
Saat itu 120 murid melakukan persiapan :
A. Menanti janji Bapa (Kisah rasul 1:4)
Menanti bhs Yunani : Parimeno (stay around) tinggal disekitar / dalam hadirat Allah.
B. Bertekun dalam doa (Kisah rasul 1:14)
Memohon kepada Tuhan untuk menggenapi janjiNya.
C. Mereka sehati (Kisah rasul 1:14)
Tidak ada perselisihan, kemarahan, bebas dari dosa.
D. Persiapan iman-orang percaya (Kisah rasul 2:1)
Semua orang percaya berkumpul disatu tempat.
    2. Keberanian untuk memberitakan Injil
(Kisah rasul 4:29) “Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu”
Orang yang dipenuhi Roh Kudus akan suka bercerita tentang Tuhan Yesus.
    3. Kerinduan kepada firman Tuhan
(Kisah rasul 2:42) “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa” seperti Daud saat dia berada dipadang gurun dalam keadaan sengsara, Daud merindukan Tuhan (Mazmur 63:1-4) “Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda. (63-2) Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair”
  4. Mengadakan banyak mujisat
Melayani berdasarkan kuasa dan otoritas dari Tuhan Yesus dan mereka banyak mengadakan tanda-tanda dan mujisat.
  5. Suasana gembira dan penuh dengan pujian kepada Tuhan
Orang yang dipenuhi Roh Kudus akan selalu bersukacita.
    6. Disukai banyak orang
Tidak memiliki musuh.
7. Memenangkan banyak jiwa
Banyak orang percaya kepada pemberitaan Injil Yesus, dan mereka membawa jiwa-jiwa bagi nama Tuhan Yesus.

Marilah kita mengalami pengalaman pribadi dengan Roh Kudus, dan kita akan melihat hal-hal yang luarbiasa bersama Dia….Amin

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

kenaikanYesus

[Khotbah] Kenaikan Tuhan Yesus , Minggu 28 Mei 2017

KENAIKAN TUHAN YESUS
Kisah Rasul 1:9
“Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka”

Tuhan Yesus datang kedunia ini dengan membawa:
– Cerita bahwa ada tempat yang baik yaitu sorga dan neraka
– Berita bahwa orang yang benar akan masuk ke sorga dan sebaliknya
orang yang hidup dalam dosa akan masuk kedalam neraka.
– Perintah bahwa hanya ada satu jalan ke sorga yaitu dalam Tuhan Yesus.
Setelah menyelesaikan semuanya, Tuhan Yesus akhirnya meninggalkan murid-muridNya dan Dia naik kesorga.
Dalam Alkitab diceritakan bahwa beberapa kali Tuhan Yesus berpisah dengan mereka dan saat itu mereka mengalami masalah, contohnya:
    1. Badai menerpa  (Mark 6:45-52)
Saat Yesus berada dibukit untuk berdoa dibukit, murid-murid berada didanau, dan saat itu datanglah angin sakal menerpa kapal mereka. mereka menjadi payah mendayung disebabkan angin sakal itu, mereka sangat ketakutan. Namun saat Tuhan datang, maka semua masalah teratasi. Hal ini juga dapat terjadi dalam hidup kita jika berpisah dari Tuhan. Kehidupan kita akan mengalami ketakutan dan tidak sanggup dalam menghadapi setiap gelombang masalah kehidupan.
    2. Tidur (Luk 22:39-45)
Tuhan Yesus membawa murid-muridNya ketaman Getsemani untuk berdoa, namun yang terjadi adalah saat Tuhan meninggalkan mereka untuk berdoa, mereka tertidur. Kehidupan rohani kita juga akan tertidur jika kita jauh dari Tuhan. Oleh karena itu bangunlah hubungan dan kedekatan dengan Tuhan lewat doa kita.
Dampak dari tertidur dalam kerohanian yaitu pencuri akan datang, tidak mau mendengar firman Tuhan, tidak mengalami mujisat Tuhan.
  3. Ketakutan (Mark 14:27)
Saat Tuhan Yesus ditangkap, murid-murid ketakutan bahkan tercerai berai.
Siapa yang hidup tanpa Tuhan Yesus, maka akan mengalami ketakutan. Jika kita jauh dari Tuhan, maka ketakutan yang akan mendekat.
Alasan Tuhan Yesus naik ke sorga adalah:
1. Menyediakan tempat (Yoh 14:2)
“Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu”
Tempat artinya Monay atau Mansion atau sebuah rumah besar. Jika tempat kita sudah siap, maka kita akan dipanggil untuk pulang kerumah Bapa di sorga.
2. Dia akan datang kembali (Yoh 14:3)
“Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada”
Bagaimana cara agar Tuhan Yesus cepat datang kembali? “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” (Mat 24:14)
Dalam Kisah rasul 1:11 Tuhan akan datang kembali untuk memisahkan antara domba dan kambing (Mat 25:31-33)
  3. Menjanjikan “Penghibur” (Yoh 16:7-8)
Arti kata menginsyafkan adalah el-eng-kho artinya menegur, meyakinkan.
Roh Kudus menginsyafkan dunia akan:
– dosa
– kebenaran
– penghakiman
  4. Dia sudah meninggalkan firman bagi kita (Yoh 17:8)
Fungsi firman Tuhan:
– Menuntun pada keselamatan (II Tim 3:15)
– Memberikan pertumbuhan iman (Yoh 10:10)
– Menyukakan hati (Maz 19:8)
– Mendatangkan damai sejahtera (Yoh 6:33)
– Menjadikan kita kuat (I Yoh 2:14)
– Menjamin keberhasilan (Yos 1:8)
– Menerangi jalan (Maz 119:105)
  5. Menjadi pendoa syafaat bagi kita (I Yoh 2:1)
“Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil”

Hari ini Dia naik kesorga, dan Dia akan datang  kembali dengan cara yang sama…..Maranatha…..amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th.

yesusbangkit

[Khotbah] Penampakan Diri Yesus , Minggu 21 Mei 2017

PENAMPAKAN DIRI YESUS
Kisah Rasul 1:3

“Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah”

Makna rohani kebangkitan Tuhan
1. UNTUK MENJADI KESAKSIAN BAGI PARA MURID
Seperti yang dikatakan oleh Yohanes dalam I Yoh 1:1 “Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup–itulah yang kami tuliskan kepada kamu”
Oleh karena itu hampir semua murid Kristus dan banyak orang percaya yang menjadi martir. Mereka rela mati dan setia sampai akhir.
Beberapa murid-murid Tuhan yang menjadi martir bagi Kristus:
– Petrus yang disalib terbalik di Roma
– Andreas yang disalib di Patras Yunani
– Yakobus  yang dilempar dari atas bait Allah Yerusalem
– Yohanes yang digoreng dan dibuang ke pulau Patmos
– Filipus yang disalibkan di Frigia
– Bartolomeus (Natanael) yang dicambuk dan mati di Turki
– Thomas yang ditombak di India
– Matius yang dibunuh dengan pedang di Etiopia
– Yakobus anak Zebedeus yang dibunuh oleh Raja Agripa
– Yudas Tadeus yang disalibkan di Mesopotamia
– Simon orang Zelot yang disalibkan di Afrika
– Matias pengganti Yudas Iskariot yang dirajam dengan batu di Yerusalem
– Paulus yang dipenggal oleh Kaisar Nero di Roma
– Barnabas yang dirajam dengan batu di Salonika
Beberapa penampakan diri Yesus dan maknanya :
A. Maria Magdalena yang berdukacita (Yoh 20:11-18)
Seringkali dukacita terjadi dalam hidup kita disebabkan karena kehilangan sesuatu, masalah rumah tangga, keinginan yang tidak tercapai, kesalahan yang dilakukan, hukuman yang diperoleh, sakit penyakit dll. Tuhan mengubah dukacita kita menjadi sukacita.
Maria menangisi kematian Tuhan Yesus, tetapi penampakan Tuhan saat kebangkitanNya mengubahnya dan akhirnya dia menjadi pemberita tentang kebangkitan Tuhan.
B. Murid-murid yang ketakutan (Yoh 20:19)
“Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”
Tuhan Yesus bangkit untuk memberikan damai sejahtera bagi kita.
C. Murid yang tidak memiliki makanan (Yoh 21:1-14)
“Kata Yesus kepada mereka: “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.” (Ayat 5)
Dan akhirnya Tuhan membuat mujisat dan menyediakan berkat buat mereka, dengan memberikan 153 ekor ikan bagi mereka.
2. PERKATAANNYA ADALAH BENAR
A. Matius 16:21 “Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga” Tuhan Yesus menubuatkan tentang apa yang akan terjadi pada diriNya.
B. Yoh 12:24 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah”
C. Luk 24:46 “Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga”
Arti dari kata “dari antara orang mati”? Artinya adalah tempat perhentian sementara (Luk 16:19-31) ada dua tempat perhentian sementara yaitu:
– Alam maut atau tempat sengsara sementara, hades, hell, neraka, grave, kuburan. Apa yang terjadi dengan penghuni Hades? Wahyu 20:8:15.
– Pangkuan Abraham atau tempat kesukaan sementara, paradisos, firdaus, eden, taman Tuhan, tempat penuh sukacita dimasa datang. Apa yang terjadi dengan penghuni Firdaus? Kita akan memerintah bersama Tuhan Yesus 1000 tahun lamanya (Wahyu 20:6). Yaitu orang yang telah mati dalam Tuhan, dan orang yang diangkat pada saat kedatangan Tuhan kedua kali.

Gereja tidak boleh bimbang terhadap perkataan Yesus, sebab apa yang dijanjikanNya pasti digenapi (Luk 24:44)
Sekarang apa yang harus kita lakukan sebagai murid? Kita harus percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan sudah bangkit dari maut.
Percayalah bahwa ada upah bagi yang setia dan percayalah ada hukuman bagi orang yang tidak percaya…..Amin

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Benih Yang ditabur

[Khotbah] Benih Yang Ditabur Berbuah , Minggu 14 Mei 2017

BENIH YANG DITABUR DAN BERBUAH
Tuhan Yesus Kristus sebagai benih yang ditaburkan oleh Bapa dengan yaitu saat Bapa memberikan AnakNya yang tunggal untuk menjadi korban penebus dosa. Dan Tuhan Yesus taat menyelesaikan misiNya untuk menebus dosa manusia (Filipi 2:8) “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib”
Seperti yang Tuhan Yesus katakan dalam Yoh 12:24 bahwa “Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah”
Bagaimanakah proses benih itu?
Benih itu harus jatuh kedalam tanah kemudian mati supaya dapat hidup, bertunas, bertumbuh, berbuah lebat, dan akhirnya mujisat penuaian terjadi.
Bagaimana agar bisa menghasilkan penuaian besar?
1. Harus ada biji gandum.
– Biji benih atau bibit mengandung inti kehidupan. Benih yang mengandung inti kehidupan, maka benih itu akan hidup dan bertumbuh dan berbuah.
– Biji yang bukan benih sehingga tidak akan bertumbuh, karena benih ini adalah benih yang rusak dan busuk.
Oleh karena itu, menaburlah benih yang terbaik bagi Tuhan. Persembahan persepuluhan dan persembahan khusus adalah taburan benih yang baik (Maleakhi 3:7-10)
– Menabur tidak bergantung situasi dan kondisi (Pengkotbah 11:4) “Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai”
– Rahasia tentang benih dan roti (II Kor 9:10) “Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu”. Artinya bahwa Tuhan yang menyediakan benih bagi kita untuk ditabur. Jangan hanya menabur angin atau hal yang kosong dan tidak ada artinya (Hosea 8:7) “Sebab mereka menabur angin, maka mereka akan menuai puting beliung; gandum yang belum menguning tidak ada pada mereka; tumbuh-tumbuhan itu tidak menghasilkan tepung; dan jika memberi hasil, maka orang-orang lain menelannya”
2. Benih itu harus jatuh kedalam tanah dan mati.
Artinya saat kita menabur, kita harus merelakannya dan melepaskannya.
– Pertumbuhan benih itu bukan bagian kita, sebab Allah yang memberikan pertumbuhan. (Mark 4:26-27) “Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu”
– Sekalipun biji itu kecil, namun akan bertumbuh besar (Mark 4:31-32) “Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi”
– Cara agar benih itu hidup dan bertumbuh, yaitu dengan mati artinya adalah hidup kita harus putus hubungan dengan dunia ini, supaya kita hidup. Relakanlah benih itu agar dapat bertumbuh (II Kor 9:7)
3. Dari satu biji saja menghasilkan banyak buah
– Pertumbuhan benih adalah wewenang dari Allah (I Kor 3:6-7) “Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan”
– Taburkan saja segala benih yang baik (Galatia 6:7-9) “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya”
Caranya agar tahun ini kita mengalami mujisat penuaian yaitu kita harus mempersembahkan hidup / tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati (Roma 12:1). Investasikan hidup kita untuk masa depan kita, berikanlah yang terbaik bagi Tuhan. Menaburlah benih yang terbaik bagi Tuhan. Ingat, kemanakah tempat yang akan kita tuju? Sorga atau Neraka? Pilihan dan keputusan itu ada ditangan kita. Amin

Oleh Pdt Phillipus Yuwono

Yakub

[Khotbah] Yakub dipilih menjadi Israel , Minggu 07 Mei 2017

YAKUB DIPILIH MENJADI ISRAEL
Mengapa Yakub dipilih oleh Allah? dan mengapa bukan Esau yang sulung? mengapa Esau tidak layak dihadapan Allah?
Siapakah Esau? Esau adalah orang yang tidak rohani padahal dia lahir dari anak perjanjian yaitu Ishak bapanya.
Bagaimana keadaan Esau?
1. Pikirannya pendek (Kej 25:32)
Esau menjual hak kesulungannya hanya dengan semangkok kacang merah, yaitu makanan. Ishak hanya memikirkan urusan hari ini saja, dan tidak memikirkan jauh kedepan.
Alkitab berbicara tentang 3 masa yaitu
– Masa lalu. contohnya adalah dampak dari dosa (Efesus 2:1) “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu”. Kita bisa menoleh kebelakang untuk melihat pertolongan Allah dimasa lalu, sehingga membuat kita juga percaya bahwa Tuhan akan melakukan mujisatNya hari ini.
– Masa kini seperti contohnya adalah kesadaran untuk bertobat (Kisah 3:19) “Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan”
– Masa depan yaitu persiapan untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus (Kol 3:4) “Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan”
Oleh karena itu gereja Tuhan harus membicarakan tentang 3 hal ini sebab orang yang hanya memikirkan sesuatu yang sesaat saja adalah orang yang tidak rohani/tidak akan bertumbuh rohaninya.
2. Menjual hak kesulungan (harta rohani) (ibrani 12:17)
Akibatnya Esau meraung-raung dengan sangat keras dalam kepedihan hatinya (Kej 27:34). Tuhan tidak mau agar kita hidup sebagai seteru Kristus (Filipi 3:18-19)
3. Membalas dendam kepada ayahnya (Kej 28:8)
Hukum yang kelima dalam kitab Taurat yaitu hormati ayah dan ibu. Kita harus menghormati ayah dan ibu kita.
4. Menikah dengan perempuan Kanaan (Kej 28:9)
Dalam II Kor 6:14 “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?”
Akhirnya Yakub yang dipilih menjadi Israel (Kej 25:26). Yakub artinya sipenangkap tumit. Bagaimana keadaaan Yakub?
1. Penipu (Hosea 12:4) didalam kandungan ia menipu saudarnya. Yakub menangkap tumit Esau.
Roma 9:11-16. Dari ayat ini memberikan makna bahwa keputusan Tuhan tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah. Kemurahan Allah yaitu :
A.Kita dipilih oleh karena anugerah, bukan karena usaha kita
B.Bagian kita adalah mengerjakan keselamatan itu (Fil 2:12), berusaha untuk masuk (Ibrani 4:11), bertumbuh dalam iman (II Pet 3:18)
C. memang ada hukuman atas penipuan yaitu Ribka tidak lagi melihat Yakub, bagi Yakub dia tidak pergi dengan membawa harta.
2. Mengutamakan hal rohani
A. Yakub tinggal dalam kemah ayahnya. Ishak adalah sumber berkat atas keluarga. Siapa yg dekat lebih berpeluang mendapat warisan berkat. Makanya ishak bilang kepada Yakub untuk mendekat padanya (Kej 27:21,26,27). Inilah kunci berkat yaitu saat Tuhan mencium bau yang disukainya yaitu bau persembahan dan bau penyembahan.
Siapa yang dekat dengan Tuhan akan diberkati (Kisah 3:2) orang lumpuh yang dekat dengan Bait Allah menerima mujisat Allah.
Dalam PL 1 Raja 18:32 Elia memanggil agar Israel untuk datang mendekat, hal ini sama dengan yang ada di PB yaitu Mat 11:28 Yesus memanggil yang berbeban berat sebab semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
B. Membangun Mezbah. Ini adalah teladan turun temurun dari orang tua (Kej 12:8) Abraham saat di Bethel, Ishak di Bersyeba (Kej 26:25) oleh karena itu firman Tuhan harus jadi pondasi keluarga, sejak dari kanak-kanak (gereja anak). Firman Tuhan harus diajarkan berulang-ulang (Ulangan 6:6-8)
Taurat Tuhan yang diikat ditangan namanya Tefilin, dan yang ditaruh diambang pintu/tiang rumah namanya Mesusa.
Keluarga yang sehat rohani akan menghasilkan keturunan yang baik dan dampaknya adalah kota yg baik,prosperity,makmur,joyful,sukacita,
menyenangkan, rumah penuh berisi barang baik,sumur, kebun, makan sampai kenyang. (Ulangan 6:10-11)
C. Permintaan Yakub yaitu diberkati
Nama Yakub diganti menjadi Israel artinya hamba Tuhan, yang bergumul dengan Allah, yang dapat langsung berhubungan dengan Allah, Pangeran Allah.
Hidup Yakub berubah luarbiasa dan kini menjadi bangsa kepunyaaan Tuhan sendiri….amin

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Ishak anak abraham

[Khotbah] I s h a k , Minggu 30 April 2017

ISHAK

Kejadian 21:3
“Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu Ishak, yang dilahirkan Sara baginya.

Tuhan memberikan janji kepada Abraham bahwa Abraham akan mendapatkan keturunan dari Sara dan anak itu dinamakan Ishak. Tuhan akan mengadakan perjanjian kekal bagi Ishak dan juga bagi keturunannya.
Mengapa Tuhan mengadakan perjanjian dengan Ishak?
1. Ishak lahir dari perempuan merdeka (Kej 17:19)
“Tetapi Allah berfirman: “Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.
2. Ishak lahir pada waktu penetapan Tuhan (Kej 21:2)
“Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya”
3. Ishak adalah anak yang telah dijanjikan (Kej 17:21)
“Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga.”
4. Ishak adalah anak yang dikorbankan (Kej 22:9)
“Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api”
Abraham rela mengorbankan anaknya Ishak bagi Tuhan, hal ini juga merupakan salah satu prinsip dalam kekristenan yaitu berkorban.
Ada beberapa hal tentang berkorban yaitu :
A. Bagi sesama dengan cara :
– Menanggung kelemahan orang lain. “Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri (Roma 15:1) contohnya adalah orang Samaria yang murah hati (Lukas 10:30-35).
Keadaan orang Samaria ini yaitu dia memiliki belas kasihan (ayat 33), orang yang cukup kaya karena dia menunggangi keledai dengan membawa perbekalan yang lengkap dan membawa uang (ayat 34)
– Tidak menjadi sandungan. “Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.”(Matius 17:24-27) contohnya yaitu Yesus yang membayar bea untuk Bait Allah. Dalam Perjanjian Lama, dua dirham adalah 1/2 syikal (Kel 30:13).
– Menyenangkan hati sesama. “Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat. (I Kor 10:33) contohnya Paulus yang selalu berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal.
II Kor 11:29 “Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita”
Roma 12:15 “Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis”
Mujisat adalah jika kita ada kesempatan untuk berbuat baik bagi orang lain, seperti yang terjadi pada Esther yaitu seorang buangan bangsa Israel yang akhirnya menjadi ratu dan wanita nomor satu diistana raja. Esther hidup aman dan tentram karena hidup dengan semua fasilitas yang luar biasa, dan dia keluar dari zona nyaman dan taruhannya adalah nyawanya sendiri. Esther bertindak untuk menyelamatkan bangsanya.
B. Bagi Tuhan dengan cara :
Dalam Filipi 21:8 “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib”
Korban itu adalah sebuah taburan. Tuhan akan terpikat jika kita berani berkorban. Tuhan mau agar kita mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadah yang sejati (Roma 12:1)
Korban kepada Tuhan, tidak boleh ada cacatnya, hal ini dapat dilihat pada perjanjian lama, semua korban yaitu binatang yang dibawa oleh orang Israel, tidak boleh ada cacatnya. Korban juga harus kita berikan dengan segenap hati. Cara mengukurnya yaitu dari dalam hati, artinya jika kita berkorban bagi Tuhan harus dengan hati yang tulus dan benar. Korban pada Tuhan juga harus tuntas, tidak ada sisanya, seluruhnya.
Buah korban adalah keselamatan / penebusan, korban darah di tanah Gosyen melahirkan penebusan. Dipisahkan dari tanah perbudakan di Mesir (Ulangan 7:8) seringkali Tuhan mengorbankan orang lain untuk kita Yesaya 43:3-4 & Amsal 11:8. Amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Kasih Menembus Batas

[Khotbah] Kasih Menembus Batas, Minggu 23 April 2017

KASIH MENEMBUS BATAS
Kejadian 1:1-3
“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi, Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air”

Pada mulanya Allah menciptakan segala sesuatu sempurna, dan pada ayat 2 dikatakan bahwa bumi belum berbentuk dan kosong, kacau balau namun Tuhan tidak mengijinkan semua kacau balau, karena ada Roh Allah yang melayang-layang diatas permukaan air. Kemudian Tuhan berfirman “jadilah terang” dan akhirnya terang itu jadi dan kemudian seterusnya, Allah menciptakan segala sesuatu dengan firmanNya. Allah merestorasi bumi dari kerusakan dan setelah itu menciptakan manusia dan menempatkan manusia itu didalam taman Eden. Saat ditaman Eden itulah ular mencobai manusia itu dan akhirnya mereka jatuh kedalam dosa. Iblis yang dahulu ingin menyamai Allah, kemudian menawarkan hal yang sama kepada Adam dan Hawa. Iblis berkata bahwa  jika mereka makan buah pengetahuan yang baik dan buruk, maka mereka akan sama seperti Allah. Setelah manusia jatuh dalam dosa, maka Allah mengusir manusia itu dari taman Eden.
Dosa membuat hubungan antara manusia dan Allah terputus, dan berbagai upaya dilakukan oleh manusia untuk mengembalikan hubungan yang putus itu.
Korban bakaran merupakan salah satu cara manusia untuk memperdamaikan dirinya dengan Allah, dan menerima pengampunan dosa.  Korban bakaran itu harus dibawa kepada imam dan kemudian imam tersebut yang membakar korban itu bagi Allah sebagai pengampunan dosa. Kematian Yesus Kristus sebagai korban penghapus dosa yang tidak bercacat yang dilakukan untuk sekali dan selamanya. Akibat pengorbanan Yesus diatas kayu salib itu, maka semua dosa manusia telah ditanggungNya.
Dalam Daniel 12:11 dikatakan bahwa sejak dihentikan korban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa kekejian yang membinasakan itu ada seribu dua ratus dan sembilan puluh hari. Hal ini berarti bahwa semua korban sembelihan  sebagai penghapus dosa sudah selesai di tanggung oleh Yesus Kristus. Semuanya sudah digenapi oleh pengorbanan Yesus Kristus diatas kayu salib. Semua sudah selesai ditanggung oleh Tuhan Yesus.
Pada waktu Yesus mati, maka tabir bait Allah terbelah dua, yang berarti bahwa pembatas antara manusia dengan Allah telah terbuka, kita dapat dengan berani masuk kedalam hadirat Tuhan tanpa perlu perantara imam besar lagi. Kita tidak perlu lagi memohonkan pengampunan dosa lewat imam, tetapi kita dapat langsung masuk kedalam hadirat Allah dengan korban pujian dan penyembahan.
Karena pengorbanan Yesus begitu luarbiasa, mulia dan kudus, maka kita harus menghargai pengorbanan Yesus dan mempersembahkan hidup kita sebagai persembahan yang kudus dan berkenan pada Tuhan.
Ibrani 4:14-16 “Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa”
Sekarang yang menjadi pertanyaan buat kita adalah “Apa balasan kita terhadap pengorbanan Kristus?” Hiduplah menyenangkan hati Tuhan, melayani Tuhan dan sesama manusia dengan segenap hati kita. Dalam Roma 12:1 dikatakan “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati”
Persembahkanlah hidup kita sebagai persembahan yang berkenan pada Tuhan. Ingatlah bahwa semua sudah selesai ditanggung oleh Tuhan Yesus diatas kayu salib dan kita harus bersyukur untuk semua itu….amin

Oleh Pdt Sonny Liando S.Th

THE POWER OF RESURECTION

[Khotbah] The Power Of Resurection, Minggu 16 April 2017

THE POWER OF RESURECTION
Yohanes 21:1-14
Setelah kematian Yesus, maka murid-muridNya pergi ke danau Galilea yaitu Simon Petrus, Thomas, Natanael, Yakobus, Yohanes dan dua murid lainnya.
Apa yang mereka lakukan di danau Galilea? Ternyata hal tersebut sesuai dengan nubuatan Yesus bahwa Dia akan mendahului mereka kesana (Markus 14:28), dan instruksi dari Malaikat Allah (Markus 16:7). Mereka saat itu kembali lagi ketempat asal mereka yaitu di Kapernaum ditepi danau Galilea. Saat mereka ada disana, Petrus berinisiatif untuk mencari ikan dan murid lainnya mengikuti Petrus mencari ikan. Beberapa pelajaran dari kisah ini yaitu:
– Jika kita hidup tanpa perintah, maka kita akan mudah mengingat kembali akan hidup yang lama. Oleh karena itu kita harus hidup dalam firman Tuhan.
– Jika kita hidup tanpa visi, maka kita akan mudah untuk mengikuti ajakan orang lain yang dapat menyesatkan hidup kita.
Akhirnya mereka tidak mendapatkan apa-apa, hal ini berarti bahwa panggilan Tuhan dalam hidup kita tidak boleh hilang, salah satu indikasi melayani adalah gagal dalam usaha, dan ingatlah bahwa menjala ikan adalah sementara, namun menjala jiwa adalah hal yang kekal.
Orang-orang yang seperti murid-murid Yesus adakah contoh orang yang kanak-kanak secara rohani (Ef 4:14 ; I Kor 13:11). Ciri-cirinya:
– Hanya memikirkan kesenangan sesaat
– Suka kepada hal yang enak,manis, dan nyaman saja
– Tidak suka hal yang pahit seperti teguran,nasihat,masalah dll
– Egois dan mementingkan diri sendiri
– Emosional
– Suka berceloteh, mengomel dll
Sedangkan ciri-ciri orang yang dewasa rohani yaitu:
– Memiliki karakter yang baik (Ef 4:2)
– Memiliki kesatuan dalam hal satu tubuh, satu Roh, satu pengharapan, satu panggilan, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan (Ef 4:4-5)
– Memunculkan 5 jawatan yaitu rasul,nabi,penginjil,gembala, pengajar.
(Ef 4:11)
– Memenuhi target Kristus yaitu kesatuan iman, memiliki pengetahuan tentang Kristus, kedewasaan penuh dalam Tuhan (Ef 4:13)
– Seluruh tubuh Kristus rapih tersusun (Ef 4:16)
Kuasa kebangkitan Kristus berarti:
– Mengembalikan panggilan (Yoh 21:15)
Orang yang kehilangan panggilan adalah orang yang no vision, no power, no love seperti yang dialami Petrus.
– Membuktikan bahwa kuasaNya tidak berubah (Lukas 5:6-8)
– Menyempurnakan pertobatan Petrus (Mat 26:75)
Tuhan Yesus ingin agar kita menjadi orang kristen yang dewasa rohani dan target Tuhan bagi kita adalah kita hidup berpadanan dengan Kristus. Amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th.