[Khotbah] Kasih Menembus Batas, Minggu 23 April 2017
KASIH MENEMBUS BATAS
Kejadian 1:1-3
“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi, Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air”
Pada mulanya Allah menciptakan segala sesuatu sempurna, dan pada ayat 2 dikatakan bahwa bumi belum berbentuk dan kosong, kacau balau namun Tuhan tidak mengijinkan semua kacau balau, karena ada Roh Allah yang melayang-layang diatas permukaan air. Kemudian Tuhan berfirman “jadilah terang” dan akhirnya terang itu jadi dan kemudian seterusnya, Allah menciptakan segala sesuatu dengan firmanNya. Allah merestorasi bumi dari kerusakan dan setelah itu menciptakan manusia dan menempatkan manusia itu didalam taman Eden. Saat ditaman Eden itulah ular mencobai manusia itu dan akhirnya mereka jatuh kedalam dosa. Iblis yang dahulu ingin menyamai Allah, kemudian menawarkan hal yang sama kepada Adam dan Hawa. Iblis berkata bahwa jika mereka makan buah pengetahuan yang baik dan buruk, maka mereka akan sama seperti Allah. Setelah manusia jatuh dalam dosa, maka Allah mengusir manusia itu dari taman Eden.
Dosa membuat hubungan antara manusia dan Allah terputus, dan berbagai upaya dilakukan oleh manusia untuk mengembalikan hubungan yang putus itu.
Korban bakaran merupakan salah satu cara manusia untuk memperdamaikan dirinya dengan Allah, dan menerima pengampunan dosa. Korban bakaran itu harus dibawa kepada imam dan kemudian imam tersebut yang membakar korban itu bagi Allah sebagai pengampunan dosa. Kematian Yesus Kristus sebagai korban penghapus dosa yang tidak bercacat yang dilakukan untuk sekali dan selamanya. Akibat pengorbanan Yesus diatas kayu salib itu, maka semua dosa manusia telah ditanggungNya.
Dalam Daniel 12:11 dikatakan bahwa sejak dihentikan korban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa kekejian yang membinasakan itu ada seribu dua ratus dan sembilan puluh hari. Hal ini berarti bahwa semua korban sembelihan sebagai penghapus dosa sudah selesai di tanggung oleh Yesus Kristus. Semuanya sudah digenapi oleh pengorbanan Yesus Kristus diatas kayu salib. Semua sudah selesai ditanggung oleh Tuhan Yesus.
Pada waktu Yesus mati, maka tabir bait Allah terbelah dua, yang berarti bahwa pembatas antara manusia dengan Allah telah terbuka, kita dapat dengan berani masuk kedalam hadirat Tuhan tanpa perlu perantara imam besar lagi. Kita tidak perlu lagi memohonkan pengampunan dosa lewat imam, tetapi kita dapat langsung masuk kedalam hadirat Allah dengan korban pujian dan penyembahan.
Karena pengorbanan Yesus begitu luarbiasa, mulia dan kudus, maka kita harus menghargai pengorbanan Yesus dan mempersembahkan hidup kita sebagai persembahan yang kudus dan berkenan pada Tuhan.
Ibrani 4:14-16 “Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa”
Sekarang yang menjadi pertanyaan buat kita adalah “Apa balasan kita terhadap pengorbanan Kristus?” Hiduplah menyenangkan hati Tuhan, melayani Tuhan dan sesama manusia dengan segenap hati kita. Dalam Roma 12:1 dikatakan “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati”
Persembahkanlah hidup kita sebagai persembahan yang berkenan pada Tuhan. Ingatlah bahwa semua sudah selesai ditanggung oleh Tuhan Yesus diatas kayu salib dan kita harus bersyukur untuk semua itu….amin
Oleh Pdt Sonny Liando S.Th

Leave a Reply