[Khotbah] I s h a k , Minggu 30 April 2017
ISHAK
Kejadian 21:3
“Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu Ishak, yang dilahirkan Sara baginya.
Tuhan memberikan janji kepada Abraham bahwa Abraham akan mendapatkan keturunan dari Sara dan anak itu dinamakan Ishak. Tuhan akan mengadakan perjanjian kekal bagi Ishak dan juga bagi keturunannya.
Mengapa Tuhan mengadakan perjanjian dengan Ishak?
1. Ishak lahir dari perempuan merdeka (Kej 17:19)
“Tetapi Allah berfirman: “Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.
2. Ishak lahir pada waktu penetapan Tuhan (Kej 21:2)
“Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya”
3. Ishak adalah anak yang telah dijanjikan (Kej 17:21)
“Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga.”
4. Ishak adalah anak yang dikorbankan (Kej 22:9)
“Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api”
Abraham rela mengorbankan anaknya Ishak bagi Tuhan, hal ini juga merupakan salah satu prinsip dalam kekristenan yaitu berkorban.
Ada beberapa hal tentang berkorban yaitu :
A. Bagi sesama dengan cara :
– Menanggung kelemahan orang lain. “Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri (Roma 15:1) contohnya adalah orang Samaria yang murah hati (Lukas 10:30-35).
Keadaan orang Samaria ini yaitu dia memiliki belas kasihan (ayat 33), orang yang cukup kaya karena dia menunggangi keledai dengan membawa perbekalan yang lengkap dan membawa uang (ayat 34)
– Tidak menjadi sandungan. “Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.”(Matius 17:24-27) contohnya yaitu Yesus yang membayar bea untuk Bait Allah. Dalam Perjanjian Lama, dua dirham adalah 1/2 syikal (Kel 30:13).
– Menyenangkan hati sesama. “Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat. (I Kor 10:33) contohnya Paulus yang selalu berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal.
II Kor 11:29 “Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita”
Roma 12:15 “Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis”
Mujisat adalah jika kita ada kesempatan untuk berbuat baik bagi orang lain, seperti yang terjadi pada Esther yaitu seorang buangan bangsa Israel yang akhirnya menjadi ratu dan wanita nomor satu diistana raja. Esther hidup aman dan tentram karena hidup dengan semua fasilitas yang luar biasa, dan dia keluar dari zona nyaman dan taruhannya adalah nyawanya sendiri. Esther bertindak untuk menyelamatkan bangsanya.
B. Bagi Tuhan dengan cara :
Dalam Filipi 21:8 “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib”
Korban itu adalah sebuah taburan. Tuhan akan terpikat jika kita berani berkorban. Tuhan mau agar kita mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadah yang sejati (Roma 12:1)
Korban kepada Tuhan, tidak boleh ada cacatnya, hal ini dapat dilihat pada perjanjian lama, semua korban yaitu binatang yang dibawa oleh orang Israel, tidak boleh ada cacatnya. Korban juga harus kita berikan dengan segenap hati. Cara mengukurnya yaitu dari dalam hati, artinya jika kita berkorban bagi Tuhan harus dengan hati yang tulus dan benar. Korban pada Tuhan juga harus tuntas, tidak ada sisanya, seluruhnya.
Buah korban adalah keselamatan / penebusan, korban darah di tanah Gosyen melahirkan penebusan. Dipisahkan dari tanah perbudakan di Mesir (Ulangan 7:8) seringkali Tuhan mengorbankan orang lain untuk kita Yesaya 43:3-4 & Amsal 11:8. Amin.
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Leave a Reply