spirit of mamon2

[Khotbah] The Spirit Of Mamon(2), Minggu 09 Desember 2018

THE SPIRIT OF MAMON (2)
Matius 6:24
“Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Mamon berasal dari bahasa Kasdim artinya rumah harta benda yaitu tempat dimana kita menyimpan apa yang kita peroleh didunia ini.
Jadi Mamon merupakan keinginan yang tamak yang menuntut seluruh hati manusia untuk takluk dan tunduk padanya.
Salah satu ancaman kehidupan rohani manusia adalah Mamon, karena akar segala kejahatan ialah cinta uang (I Tim 6:10a)
Sebagai fakta kehidupan manusia adalah: ~ kebutuhan hidup ~ perlu uang ~ berusaha mendapat ~ kebiasaan memiliki ~ cinta akan uang~
Ada beberapa contoh di Alkitab orang yang cinta akan uang yaitu Akhan yang mengambil barang-barang yang dikhususkan bagi Tuhan, Gehazi yang meminta perak pada Naaman, Yudas Iskariot yang mencuri uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya (Yoh 12:6) dan menjual Yesus dengan 30 keping perak.
Jebakan Mamon adalah “keserakahan”. Defenisi serakah adalah selalu ingin mendapat lebih dari yang sudah dimiliki.
Kita harus memiliki pemahaman yang benar tentang uang. Dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus berbicara tentang uang dalam injil Matius sebanyak 91 kali, dalam injil Markus sebanyak 57 kali, dalam injil Lukas sebanyak 94 kali, dalam injil Yohanes sebanyak 87 kali. Jadi hal ini merupakan sesuatu yang sangat penting dan jadi awasan buat kita.
Ada beberapa kebenaran tentang uang yaitu:
1. Sumbernya adalah Tuhan
Karena hal itu adalah karunia dan pemberian dari Tuhan. Pengkotbah 5:18 “Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya–juga itupun karunia Allah”
Pelajarannya adalah:
– Milik Tuhan tidak pernah habis
– Berkat itu memang disediakan untuk umatNya
– Diberikan sesuai takaran kita yaitu sesuai kapasitas kita dan sesuai dengan taburan kita. Lukas 6:38 “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”
2. Tuhan sediakan dengan berlimpah
I Tim 6:17 “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati”
Dalam terjemahan bhs Inggris ayat ini memakai kata “Richly” yang artinya bahwa Tuhan memberkati kita secara mewah/berlimpah.
Orang percaya tidak ada alasan menjadi miskin, oleh karena itu yang perlu kita lakukan adalah bekerja dengan mengusahakannya dan jangan malas.
Kej 2:15 “TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu”
Kata “mengusahakan” dalam bhs Ibrani yaitu “Aw-bad” artinya
– To dress yaitu mendandani dan butuh ketekunan
– To serve yaitu melayani, membagi
– To worship yaitu menyembah
Yang perlu kita lakukan adalah jangan memakai gaya dunia dalam mendapatkan uang dengan cara yang curang,tidak jujur, tidak adil, manipulatif, akal-akalan dll.
3. Untuk dinikmati
I Tim 6:17 “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati”
Perenungannya adalah:
Berkat Tuhan tidak boleh menimbulkan:
– Perselisihan
– Sakit penyakit dan penderitaaan (Amsal 10:22) “he added no sorrow”
– Merusak hubungan
– Tidak untuk memuaskan hawa nafsu
– Tidak jadi berhala (Amsal 10:22) “he addeth no idol”
4. Tidak menjadi jaminan hidup
Amsal 1:32 “the prosperity of fools shall destroy them”
Artinya kemakmuran orang bodoh akan menghancurkan mereka.
5. Harus ditabur
Luk 19:1-10 menceritakan tentang Zakheus yaitu Zakheus mau mencari Tuhan Yesus, kemudian dia mau menerima Tuhan Yesus dirumahnya. Zakheus menerima jamahan Tuhan dan hatinya mau memperhatikan orang miskin dan akhirnya dia mau membayar kewajiban 4 kali lipat kepada orang yang pernah diperasnya.
Zakheus adalah contoh orang yang mau melepaskan mamon dan akibatnya adalah keselamatan bagi dia dan seisi rumahnya (Luk 19:9).
Jadi mengundang Tuhan Yesus saja belum cukup, sehingga Zakheus harus mengalahkan penguasa lama yaitu mamon.
6. Harus mengembalikan haknya Tuhan
Sesuai dengan apa kata firman Tuhan, maka kita harus mengembalikan apa yang menjadi hak Tuhan yaitu:
– Buah sulung, buah bungaran, hasil pertama (Neh 10:35)
– Korban ucapan syukur
– Persembahan
– Persepuluhan
Satu-satunya cara untuk mengalahkan mamon adalah melepaskan mamon, karena jika kita tidak melepaskan mamon berarti kita mengasihi mamon dan tidak mengasihi Tuhan Yesus. Marilah kita lebih mengasihi Tuhan Yesus dari pada mamon….amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

spirit of mamon

[Khotbah] The Spirit Of Mamon, Minggu 02 Desember 2018

THE SPIRIT OF MAMON

Matius 6:24

“Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

 

Mamon berasal dari bahasa Kasdim artinya rumah harta benda yaitu tempat dimana kita menyimpan apa yang kita peroleh didunia ini.

Jadi Mamon merupakan keinginan yang tamak yang menuntut seluruh hati manusia untuk takluk dan tunduk padanya.

Salah satu ancaman kehidupan rohani manusia adalah Mamon, karena akar segala kejahatan ialah cinta uang (I Tim 6:10a)

Sebagai fakta kehidupan manusia adalah: ~ kebutuhan hidup ~ perlu uang ~ berusaha mendapat ~ kebiasaan memiliki ~ cinta akan uang~

Ada beberapa contoh di Alkitab orang yang cinta akan uang yaitu Akhan yang mengambil barang-barang yang dikhususkan bagi Tuhan, Gehazi yang meminta perak pada Naaman, Yudas Iskariot  yang  mencuri uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya (Yoh 12:6) dan menjual Yesus dengan 30 keping perak.

Jebakan Mamon adalah “keserakahan”. Defenisi serakah adalah selalu ingin mendapat lebih dari yang sudah dimiliki.

Ciri-ciri keserakahan:

  1. Egoisme yaitu sulit melepaskan sesuatu dari dalam hidupnya.
  2. Tingkat kepuasannya sangat rendah sehingga hidupnya tanpa ucapan

syukur pada Tuhan.

  1. Iri hati atas kesuksesan orang lain.
  2. Tidak perduli akan kebutuhan orang lain.
  3. Banyak kepalsuan dan sering berpura-pura.
  4. Menghalalkan segala cara.
  5. Selalu merasa tidak cukup.

Pengkotbah 5:9 “Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia”

Banyak sekali orang yang terjerat dengan Mamon contohnya:

  1.         Orang kaya yang bodoh

(Lukas 12:16-20) “Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya”

Bagaimanakah keadaannya?

  1. Berpenghasilan besar

Ayat 16….hasil tanahnya berlimpah-limpah

  1. Memperhatikan dirinya secara sepihak

Ayat 17….Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Yang dia perhatikan :

– Bukan kepentingan rohani yaitu urusan dengan Tuhan

– Kepentingan jasmani yaitu urusan harta benda, mamon

– Mendapat gelar dari Tuhan yaitu disebut orang bodoh

  1. Munculnya keserakahan

Ayat 18….Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.

  1. Ketergantungan kepada harta

Ayat 19….Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!

  1. Hartanya adalah jaminan palsu

Ayat 20….Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?

Alkitab memberikan “warning” buat kita dalam 1 Tim 6:17

“Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati”

  1.         Orang yang diundang kesebuah pesta

(Luk 14:16) “Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang”

Apakah respon mereka? Mereka lebih mementingkan ladang, lembu dan bulan madu karena barusan menikah.

Apa akibatnya?

Ayat 24 “Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorangpun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku.”

  1.         Pemimpin muda yang kaya

(Mark 10:17) “Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

Tindakannya sudah benar yaitu dia datang pada Tuhan, berlari lari, bertelut, bertanya soal hidup yang kekal, dan dia sudah melakukan firman Tuhan sejak kecil. Akan tetapi Tuhan Yesus berkata padanya bahwa hanya satu lagi kekurangannya yaitu pergilah, juallah apa yang dimiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka dia akan beroleh harta di sorga, kemudian datang  dan mengikut Tuhan. Mendengar hal itu, dia menjadi kecewa dan meninggalkan Tuhan.

Pada saat itu Tuhan sedang :

– Memberitahu kekurangannya

– Memberi 3 perintah yaitu juallah, bagikanlah, ikutlah

Perenungannya

– Hati manusia bisa terpaut pada harta

– Harta bisa lebih memikat dari sorga

– Harta bisa menjauhkan kita dari kasih Kristus

– Harta bisa menimbulkan kekecewaan dan kesedihan

Itulah sebabnya di ayat 23 Tuhan bicara bahwa sukar orang yang ber-uang masuk kedalam kerajaan Allah.

Marilah kita lebih mengasihi Tuhan Yesus dari pada Mamon….Amin

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Elijah

[Khotbah] Elijah Undercover, Minggu 25 November 2018

ELIJAH UNDERCOVER

I Raja-raja 17:1-16

“Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: “Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.”

 

Ada beberapa pelajaran yang kita dapatkan dari kisah ini yaitu:

– ayat 1 “lalu berkatalah Elia”

Pada saat itu Elia menyampaikan firman Tuhan sesuai dengan dorongan Roh Tuhan, dan perkataan Elia orang benar itu adalah perkataan yang penuh dengan kuasa Allah. Jika kita adalah orang benar, maka saat kita mengucapkan sesuatu, maka perkataan kita adalah sebuah perkataan yang berkuasa.

Jadi berhati-hatilah untuk mengucapkan suatu perkataan, agar dapat menjadi berkat bagi orang lain.

– ayat 2 “Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya”

Tuhan berbicara kepada hambaNya agar hambaNya menyampaikan firmanNya/perintahNya.

Seperti yang terjadi pada Musa dimana Tuhan berbicara dengan berhadapan muka, dengan terus terang, dan bukan dengan teka-teki (Bil 12:7). Juga kepada Daud yang mana Tuhan berbicara dengan perantaraan Daud,dan firman Tuhan ada dilidahnya (II Sam 23:2)

– ayat 3 “pergilah, berjalanlah dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit”

Elia disuruh Tuhan untuk pergi dan bersembunyi ditepi sungai Kerit. Hal ini memperlihatkan bahwa:

-Tangan Tuhan sanggup menolong Elia dimanapun dan kapanpun.

-Berkat Elia itu bersifat personal (pribadi) tidak diketahui oleh orang lain.

-Apa yang dimiliki Elia, tidak dimiliki oleh seluruh kerajaan.

Kita memiliki sesuatu yang dunia tidak punyai, oleh karena itu jangan minder dan malu akan hal itu.

– ayat 4 “Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.”

-Tuhan memakai burung Gagak untuk memneri makan Elia. Demikian juga Tuhan bisa memakai semua sarana untuk melepaskan berkat bagi kita.

-Nikmatilah berkat Tuhan itu dengan ucapan syukur.

– ayat 5 “Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan”

Sepertinya tindakan Elia sudah benar karena dia taat kepada perintah Tuhan, akan tetapi kemudian sungai kerit menjadi kering….mengapa sungai Kerit itu bisa menjadi kering?

-Sikap hati. Kata “diamlah” dalam bhs Inggris Dwelt, Settle artinya menetap. Hal inilah yang membuat  berkat itu dihentikan oleh Tuhan karena tiba-tiba Elia berada di zona nyaman, Elia tidak berbuat apa-apa dan dia merasa semuanya terjamin.

Saat kita berada di zona nyaman, maka hal itu akan mematikan kehidupan kerohanian kita.

– ayat 6 “Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu”

-Elia mengandalkan burung Gagak dan air sungai kerit (II Kor 4:7)

-Tugas Elia masih banyak, sebab Elia yang telah menyampaikan teguran bagi orang Israel, jadi dia juga lah yang harus menyampaikan berita pemulihan pada mereka.

– ayat 9 “Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan.

Elia menerima jaminan pemeliharaan dari Tuhan. Anak-anak kerajaanlah yang harus menikmati berkat Tuhan, tapi jika anak-anak kerajaan itu tidak bertanggung jawab, maka orang lain yang akan menerima berkat Tuhan itu.

– ayat 10 “Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: “Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum.”

Ketika Elia tiba, janda itu ada di pintu gerbang. Apakah ini suatu kebetulan?

Tidak ada sesuatu pun yang kebetulan dalam Tuhan karena Tuhan sudah merencanakan segala sesuatu (Roma 8:28). Kemudian Elia meminta kepada janda yang miskin itu. Mengapa Elia tidak malu meminta? Karena Tuhan telah memberi tahu bahwa janda itu lah yang akan memelihara hidupnya. Oleh karena itu baik sekali jika kita meminta sesuatu sesuai dengan tuntunan Tuhan.

– ayat 12 “Perempuan itu menjawab: “Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.”

Saat Elia meminta air dan roti kepada janda Sarfat itu, maka jawaban janda itu tidak sesuai dengan harapan Elia. Apakah Elia kecewa? Tidak, sebab Elia yakin dan percaya bahwa Tuhan tidak pernah salah berfirman.

– ayat 13 “Tetapi Elia berkata kepadanya: “Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu”

Elia memberi arahan kepada janda itu agar taat saja kepada firman Tuhan, karena pasti Tuhan akan menyatakan kuasaNya, pemeliharaanNya.

– ayat 14 “Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.”

Elia bernubuat tentang apa yang akan terjadi pada janda itu. Ini adalah janji Tuhan pada kita bahwa Dia akan memelihara hidup kita.

– ayat 15 “Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.

Ketaatan janda ini mendatangkan mujisat yang tidak lazim.

– ayat 16 “Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

Perkataan Elia terbukti, sehingga hal ini membuktikan bahwa:

– Dirinya adalah hamba Tuhan.

– Tuhan yang dia layani adalah benar-benar hidup (ayat 24)…..Amin.

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

bejana yang dipersiapkan Allah

[Khotbah] Bejana Yang Dipersiapkan Allah, Minggu 18 November 2018

BEJANA YANG DIPERSIAPKAN ALLAH

Yeremia 18:6

“Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku,  hai kaum Israel!

Setiap kita adalah Israel Rohani umat pilihan Tuhan, yang ada di tangan Tuhan (Yeremia 18:6b) dan tugas pemilik untuk membentuk kita (Yeremia 18:4), ketika bejana itu rusak; seperti kita yang mungkin mengalami kejatuhan, masalah yang tidak baik dalam hidup, tetapi tetap ada ditangan Tuhan.  Tuhan jadikan kita sesuatu yang baik (Roma 8:28).

Bejana dibuat tergantung tukang Periuknya mau dibuat seperti apa (Roma 9:21), apakah mau dibuat piala untuk ditaruh di Istana atau sebuah tempayan biasa, semua itu adalah sesuai dengan pandangannya Allah, sesuai dengan tujuan dan rencana-Nya Allah. Siapapun kita sekalipun dibentuk dengan sederhana seperti tempayan biasa, kita dapat berguna untuk Kerajaan Allah untuk tujuan Allah yang mulia; seperti  Mujizat pertama di Kana air berubah menjadi anggur, dimana Tuhan Yesus memakai tempayan biasa untuk pembasuhan sesuai dengan adat istiadat Yahudi makan dan minum harus membasuh tangan, dan ketika masuk kerumah harus membasuh kaki, karena bagi mereka haram kalau makan dan minum tanpa membasuh tangan, apalagi pada saat itu sedang berlangsung pesta tentu ditempat itu ada banyak tempayan, tetapi Tuhan pakai bejana tempayan biasa itu menjadi alat yang luar biasa dimana air berubah menjadi anggur.

5 Tahap yang dipersiapkan Tuhan bagi kita bejana-Nya dala Roma 8:29-30, yaitu:

  1. Dimulai dengan Pilihan Allah (Roma 8:29a).

Kita semua adalah orang-orang Pilihan Allah, kata “Pilihan” dalam bhs. Yunani “Proginosko”, artinya: “Sudah lama mereka mengenal”, “dipilih-Nya”, “dipilih-Nya dari semula”, “telah dipilih”, “telah mengetahui hal sebelumnya”. Dalam Matius 22:14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih. Kata “dipanggil” dalam bhs Yunani “Kletos” artinya selain “dipanggil” juga berarti “diundang”.

Orang yang dipilih adalah orang yang taat dan setia mengerjakan kehendak Allah cth: Abraham, Tuhan berjanji dia akan diberkati dan menjadi bangsa yang besar, dia tidak beralasan ketika dipanggil keluar dari tanahnya pada saat itu usianya 75 tahun, ketika usianya 90 tahun, Tuhan hanya mengulang janji-Nya tetapi Abraham belum mempunyai Anak yang sah dari istrinya yang sah sara sampai pada usianya 100 tahun, Abraham tetap taat dan setia sampai ia memperoleh janji Tuhan itu, Abraham mempunyai anak. Apa yang mustahil bagi manusia tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, janji Tuhan digenapi. Setelah Abraham mendapatkan Ishak Tuhan minta Abraham untuk mengorbankan Ishak. Ketika Sodom dan Gomora akan ditunggang balikkan oleh Tuhan, Abraham tawar menawar dengan Tuhan tetapi ketika Tuhan meminta Ishak anaknya Abraham tidak bernegosiasi tawar menawar, ia tetap taat dan setia sehingga mujizat terjadi Allah menyediakan korban bagi diri-Nya sendiri seekor domba jantan dan bukan Ishak yang dikorbankan. Dibalik ketaatan dan kesetiaan mendatangkan mujizat yang besar dari Tuhan.

  1. Visi menjadi seperti Kristus (Roma 8:29b).

Kata “menjadi serupa dengan gambaran anak-Nya…” ini adalah Visi. Seorang tukang periuk melihat gambaran, melihat visi tanah itu akan menjadi vas bunga. Setiap kita menerima visi dari Tuhan menjadi seperti Kristus, karena Kristus itu pelaku mujizat, punya kuasa, otoritas, dan pemilik Kerajaan Sorga serta Kristus itu adalah Allah sendiri.

Kita diberi kuasa menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12), kita juga adalah ahli waris Kerajaan Sorga. Kalau kita tahu visi ini maka kita akan bersemangat untuk melayani Tuhan, bergairah untuk beribadah, sungguh-sungguh mencari Tuhan. Ketika kita menjadi seperti Kristus, kita memiliki Karakter Kristus yaitu 9 buah Roh didalam hidup kita (Galatia 5:22-23).

  1. Dipanggil-Nya (Roma 8:30).

Kata “dipanggil” dalam bhs. Yunani “Kaleo” artinya: seperti  “memanggil dengan nama “ karena kita kenal dan tahu siapa orang itu. Tukang periuk mengerjakan sebuah bejana lalu menaruhnya dan diberikan nama, ini akan menjadi vas bunga, tempayan, piala, dan cangkir atau mug biasa, semuanya itu ada sebutan namanya.

Tuhan memanggil kita seperti memanggil Yeremia (Yeremia 1:4-5), Tuhan memanggil kita sejak didalam kandungan. Panggilan Tuhan itu senantiasa membuat kita penuh ketenangan, kelegaan dan penuh dengan sukacita (Matius 11:28-30), masalah apapun yang kita alami percayalah dengan Iman dengan pasti semuanya menjadi ringan, ketenangan dari Tuhan pastikan ada didalam kehidupan kita. Kita tidak berhikmat tetapi dijadikan Allah menjadi orang yang berhikmat dan kuat didalam Tuhan, (1 Tim 1:7).

Ketika kita masuk dalam panggilan Allah, yang bodoh menjadi berhikmat, yang lemah menjadi kuat, yang tidak terpandang menjadi mulia, itulah yang Tuhan lakukan supaya kita menyelesaikan amanat agung Tuhan Yesus. Kenapa? Matius 7:21 “hanya yang melakukan kehendak Allah”, supaya tidak ada orang yang masuk kedalam kematian kekal.

  1. Dibenarkan Allah (Roma 8:30).

Orang yang menerima panggilan Allah dibenarkan oleh Iman (Roma 5:1), menjadi benar dan dibebaskan dari kesalahan, diselamatkan bukan karena kekuatan kita tapi karena pengampunan dosa karena itu kerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar. Kita dibenarkan seperti tukang periuk yang kemudian mulai mengolah, mengerjakan  supaya bejana itu menjadi baik, dipanaskan supaya tetap teguh seperti Iman kita tetap teguh didalam Yesus Kristus (Roma 4:25).

Kita punya hutang dosa dan upah dosa itu ialah maut yang harus dilunasi tetapi Yesus membayar lunas segala hutang dosa kita (1 Kor 6:20), karena itu jaga keselamatan kita dan jangan berbuat dosa lagi, lakukan yang baik.

  1. Dimuliakan Allah (Roma 8:30).

Kita tidak hanya menerima kemuliaan pada saat mati nanti tetapi kita juga bisa menerima kemuliaan didalam kehidupan sekarang ini. Seperti tukang periuk yang mulai membersihkan dan memanaskan vas dan dilapisi dengan cat, kemudian dilukis untuk menjadi sesuatu yang mulia. Begitu juga dengan bejana yang dipersiapkan Allah diakhiri dengan kemuliaan yang Tuhan berikan kepada kita, (Roma 5:2). Amin

Traveling The Ark 7

[Khotbah] The Travelling Of The Ark(7), Minggu 11 November 2018

THE TRAVELING OF THE ARK (7)

(Keluaran 25:10)

“Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya”

Tuhan menyuruh Musa untuk membuat Tabut Perjanjian yang merupakan lambang kehadiran Tuhan ditengah umatNya.

Adapun bahan-bahan yang dipakai untuk membuat Tabut Perjanjian itu adalah kayu Akasia yang dilapisi dengan emas murni. Panjangnya 110 cm, lebarnya 66 cm dan tingginya 66 cm. Tabut Perjanjian itu berisi buli-buli emas berisi Manna, tongkat Harun yang berbunga dan berbuah badam, serta dua loh batu perintah Allah.

Dalam I Sam 5:1-5 dikisahkan tentang perjalanan Tabut Perjanjian dinegeri orang Filistin karena orang Israel kalah perang dan mereka membawanya ke Asdod. Dari Asdod, mereka menaikkan Tabut Allah itu ke atas kereta yang ditarik oleh lembu, dan lembu itu pergi menuju ke Bet Semes. Dari Bet Semes Tabut Allah itu dibawa ke Kiryat Yearim dirumah Abinadab. Selama 20 tahun Tabut Allah itu ada di rumah Abinadab.

Dari rumah Abinadab, Tabut Allah itu dibawa kerumah Obed Edom. Setelah 3 bulan lamanya berada di rumah Obed-Edom, maka Tabut Allah dibawa kekota Daud (II Samuel 6:12b) “Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita”

Apa arti tindakan raja Daud ?

  1.         BERKORBAN

Raja Daud menghadirkan Tabut Allah dikota Daud dengan membayar harga yang sangat tinggi yaitu korban.

Ada dua jenis korban yang dipersembahkan oleh Daud kepada Allah yaitu:

  1. Harta

(II Sam 6:13) “Apabila pengangkat-pengangkat tabut TUHAN itu melangkah maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan”

Daud mempersembahkan korban sembelihan yang sangat banyak bagi Tuhan. Apakah kita sudah memberikan korban yang terbaik bagi Tuhan? Apakah kita sudah menabur yang terbaik bagi Tuhan dan pelayanan terhadap sesama? Marilah kita seperti Daud yang mempersembahkan korban yang terbaik bagi Tuhan.

  1. Dirinya sendiri

(II Sam 6:14) “Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan (yang biasa dipakai para imam).

Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala”

Daud menari dalam kapasitasnya bukan sebagai raja tapi sebagai imam. Hal ini memperlihatkan tentang kesungguhan hati, dan sikap rohani yang benar. Kita harus melakukan sesuatu yang lebih untuk Tuhan. Daud menanggalkan atributnya sebagai raja yang memperlihatkan bahwa Daud mempersembahkan seluruh hidupnya bagi Tuhan.

Dalam Roma 12:1 “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati”

  1.         MENARI

Menari adalah sebuah penyembahan, hal ini merupakan pemahaman dan cara Daud dalam berhubungan dengan Tuhan dan menyembah Tuhan.

Bagaimanakah karakteristik penyembahan Daud?

  1. Sekuat tenaga (II Sam 6:14)
  2. Sorak sorai dan mengelu-elukan Tuhan dengan mazmur dan nyanyian.
  3. Dengan sangkakala yaitu alat musik

Dalam Alkitab dikisahkan tentang orang-orang yang memuji Tuhan dengan memakai alat musik yaitu secara bersama-sama dengan seluruh rakyat (Kel 15:20), didalam jemaat (Maz 149:1-3) dan didalam rumah (Hak 11:34)

  1.         MELAYANI

Bagi Daud,mengangkat Tabut adalah sebuah pelayanan, dan dampaknya bagi Daud adalah :

  1. Hati Daud penuh dengan sukacita
  2. Hati Daud penuh dengan damai sejahtera
  3. Daud membawa berkat dari pelayanan (II Sam 6:20a)

Namun sayang sekali karena Mikhal isteri Daud mencela dia dan berkata “Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!”

Bagaimana pandangan Mikhal terhadap Daud pada saat itu?

  1. Yang utama adalah tahta

Mikhal kecewa melihat Daud tanpa atribut raja, tanpa mahkota (kemuliaan), tanpa tongkat raja (kekuasaan), tanpa jubah raja (kebesaran). Ini adalah gambaran kristen yang materialistis yang utama bagi dirinya hanya kedudukan dan harta benda. Namun bagi Daud itu semua hanya aksesoris (II Sam 6:21-22).

Pelajarannya adalah

– Pengalaman Saul sebelumnya merupakan guru yang terbaik

– Rendah dimata isterinya (tidak beriman) namun dihormati dimata hamba-hambanya (Beriman).

Jadi pada saat melayani Tuhan, jangan memperdulikan apa kata dunia ini, tapi kita harus percaya apa kata Tuhan, dan tetap setia melayani Tuhan.

– Merendahkan diri untuk Tuhan, akan mendapatkan kehormatan  yang besar. Oleh karena itu jangan malu melayani Tuhan Yesus sang Raja.

  1. Memandang rendah Daud sebagai suaminya

Isteri jangan memandang rendah suami karena alasan materi, uang, jabatan, maupun karena alasan kerohanian. Isteri harus mendoakan suaminya supaya berubah dan jadi berkat bagi keluarga. Demikian juga bagi suami harus mengasihi isteri sebagai teman pewaris kasih karunia

dan menjadi teladan dalam keluarga (I Pet 3:7)

  1. Memandang rendah Daud sebagai imam

Mikhal memandang rendah Daud yang saat itu memakai baju Efod pertanda seorang imam. Sebenarnya isteri harus mendorong suami untuk melayani, membangun kehormatan keluarga yang dari Tuhan…..amin.

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

 

Mencari dan menyelamatkan yang hilang

[Khotbah] Mencari dan menyelamatkan yang hilang, Minggu 04 November 2018

MENCARI DAN MENYELAMATKAN YANG HILANG

Lukas 19:10

“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Mengapa Tuhan Yesus datang kedunia ini? Karena Dia ingin mencari dan menyelamatkan yang hilang, yaitu orang yang berdosa, yang belum percaya kepada Tuhan Yesus.

Jika kita kehilangan sebuah bolpen, apakah kita akan mencarinya dengan sungguh-sungguh dan penuh keseriusan? Tentu tidak. Tapi jika ada yang kehilangan sebuah mobil, pasti akan dicari dengan sungguh-sungguh dan sangat serius. Mengapa ini terjadi, sebab mobil memiliki nilai yang tinggi dan berharga dibandingkan sebuah bolpen.

Nilai dari sesuatu yang hilang,mempengaruhi kita untuk mencarinya dan menentukan tingkat usaha kita untuk mencarinya.

Sekarang pertanyaannya adalah berapa nilai yang kita berikan bagi satu jiwa yang belum percaya? Apakah nilainya tinggi atau rendah?

Jika seorang Kristen ditanya mengapa tidak menginjil?Jawabannya adalah:

– Takut jika orang lain tersinggung, takut dianiaya, takut dapat masalah dll.

– Tidak tahu bagaimana cara menjangkau sesama

– Malu dll

Namun penyebab utamanya sebenarnya adalah karena cara pandang dan nilai kita kepada satu jiwa sangat rendah.

Kita harus memandang jiwa-jiwa itu dengan nilai yang tinggi seperti Yesus memandang dan menilai jiwa-jiwa itu sangat tinggi, sehingga Dia mau mati bagi manusia. Dia menebus dengan darahNya, bukan dengan emas perak. Karena Tuhan Yesus memandang 1 jiwa manusia itu sangat  berharga dan tinggi nilainya.

Bagaimana cara kita memandang jiwa-jiwa yang belum percaya?

Tuhan mau kita mengubah cara pandang kita, dan harus memakai cara pandangnya Yesus.

Tuhan Yesus datang kedunia ini untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Jadi hanya dua hal penyebab Tuhan Yesus datang kedunia ini yaitu:

– Mencari yang hilang

– Menyelamatkan yang hilang

Dari ayat diatas tersebut, maka dapat dirumuskan yaitu:

Jika A=B  dan B=C  maka A=C

– Jika tujuan kita = tujuan Yesus dan

– Tujuan Yesus = mencari dan menyelamatkan yang hilang.

– Maka …. tujuan kita = mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Tuhan Yesus adalah kepala gereja, dan kita adalah tubuh Kristus. Jika kepala memberikan komando kepada tubuh, maka tubuh harus ikut komando dan melakukan apa yang diperintahkan oleh kepala. Tapi ada juga tubuh yang tidak melakukan apa yang dikomandokan oleh kepala,  karena stroke. Hal ini perlu terapi, sampai kembali sehat.

Jika anda mau mencari dan menyelamatkan yang hilang, maka persyaratannya adalah pastikan jangan sampai diri kita sendiri masih terhilang. Orang yang terhilang ciri-cirinya adalah egois, bayi-bayi rohani, pikiran yang mencari untung.

Jadi pastikan kita sendiri telah menerima keselamatan dalam Yesus.

Dalam Yoh 4:35 “Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.

Lihatlah dalam bhs Yunani “Optalmos” (arahkanlah matamu) sebelumnya tidak melihat kesuatu arah, namun sekarang mengarahkan mata kita untuk melihat kearah itu.

Pandanglah dalam bhs Yunani “Teasaste” (perhatikanlah) setelah mengarahkan mata untuk melihat, kemudian selanjutnya menaruh perhatian dengan seksama, mengamati.

Seperti yang terjadi pada Yoh 4:8 yaitu Yesus memberitakan injil kerajaan sorga kepada perempuan Samaria. Saat itu murid-muridNya pergi kekota untuk mencari makanan. Murid-muridNya hanya fokus kepada makanan, tapi Yesus fokus kepada jiwa jiwa, dan memberitakan injil kerajaan sorga.

Perbedaan antara cara pandang Yesus dan murid-muridnya adalah:

– Murid-murid memiliki cara pandang duniawi sedangkan Yesus memiliki cara pandang kerajaan sorga.

– Murid-murid memiliki prasangka negatif sedangkan Yesus berprasangka positif.

Dibalik penampilan luar orang yang belum percaya, terdapat kekosongan dan ketakutan, jeritan kepedihan hidup dll. Bagaimanapun penampilan mereka, mereka tetap perlu Yesus.

Kita perlu diubahkan oleh Roh Kudus untuk memiliki cara pandang yang berbeda.

Banyak orang  kristen yang tidak sungguh sungguh memberitakan injil. Padahal Tuhan Yesus datang kedunia ini bukan hanya kotbah, tapi mencari dan menyelamatkan yang terhilang, yang belum percaya pada Yesus.

Mari kita mengubah paradigma kita.

Menurut penelitiian, setiap detik ada 2 orang yang mati tanpa Kristus.

Rev Jimmy Warren ayah dari Rick Warren saat dia dalam keadaan sekarat, dia mengigau dan berkata,  “harus selamatkan satu jiwa lagi”.

Marilah kita mencari dan menyelamatkan yang hilang. Ingat amanat agung Tuhan Yesus dalam Mat 28:19-20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus…..amin.

Oleh Pdt Arlens Kauntu

New Beginning

[Khotbah] New Beginning, Minggu 28 Oktober 2018

NEW BEGINNING

Efesus 3:14-21

 

– Efesus 3:14 “Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa,

Mengapa sampai dengan saat ini, kita masih sujud dan menyembah kepada Allah? Karena hanya Tuhan Yesus telah berkata bahwa Dialah jalan dan kebenaran dan hidup, dan tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Yesus. Oleh karena itu kita dengan yakin dan percaya untuk sujud dan menyembah kepada Bapa.

– Efesus 3:15 “yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya”

Sebab dalam nama Tuhan Yesus bertekuk lutut menyembah Yesus dan setiap lidah mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan juruselamat.

– Efesus 3:16 “Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu”

Tuhan mau untuk membuka kekayaan dan kemuliaan Tuhan untuk diberikan kepada kita yang mengasihi Dia.

Kita harus percaya bahwa kekayaan dan kemuliaan Tuhan akan menjadi bagian hidup orang yang takut akan Tuhan. Ketika hal itu terjadi, maka itulah yang disebut New Beginning.

I Pet 4:7 “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa”

Tuhan mau agar kita menguasai diri dan menjadi tenang saat menghadapi badai hidup. Jangan biarkan badai hidup membuat kita tergoncang dan tenggelam dalam masalah hidup.

– Efesus 3:17 “sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih”

Yoh 9:23 “Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”

Luk 1:37 “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”

Tuhan mau kita percaya kepada Dia, dan tidak ragu akan Dia.

Kita harus memiliki iman yang teguh dihadapan Tuhan. Sebab dengan iman kita, maka kita akan melihat dan mengalami perkara-perkara mustahil.

Ibrani 11:6 “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia”

Salah satu hal yang tidak disukai oleh Tuhan, yaitu kita tidak percaya dan meragukan kuasa Tuhan dalam hidup kita.

Ijinkan Roh Kudus menguasai hidup kita dan berakar dalam kasih. Sehingga hasilnya adalah….

– Efesus 3:18 “supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus”

– Efesus 3:19 “dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah”

Jika kita mau dipenuhi oleh kepenuhan Allah, maka kita harus berkata “bagi Tuhan tiada yang mustahil”

Marilah kita menjauhkan dosa, kemarahan, kepahitan dll.

– Efesus 3:20 “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita”

Kita tidak akan mengalami New Beginning, jika kita tidak mau sujud menyembah kepada Bapa.

Jika kita ingin kebangunan rohani terjadi, maka kita harus terus berdoa dan meminta Roh Kudus untuk berkarya dalam kehidupan kita….amin

 

Oleh Pdt Donald Mawuntu

Travelling The Ark 6

[Khotbah] The Travelling Of The Ark(6), Minggu 21 Oktober 2018

THE TRAVELLING OF THE ARK (6)

(Keluaran 25:10)

“Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya”

Tuhan menyuruh Musa untuk membuat Tabut Perjanjian yang merupakan lambang kehadiran Tuhan ditengah umatNya.

Adapun bahan-bahan yang dipakai untuk membuat Tabut Perjanjian itu adalah kayu Akasia yang dilapisi dengan emas murni. Panjangnya 110 cm, lebarnya 66 cm dan tingginya 66 cm. Tabut Perjanjian itu berisi buli-buli emas berisi Manna, tongkat Harun yang berbunga dan berbuah badam, serta dua loh batu perintah Allah.

Pada saat Nebukadnezar raja Babel menghancurkan Bait Allah, maka Tabut Perjanjian itu tidak diketahui keberadaannya dan tidak lagi disebutkan keberadaannya sampai pada Perjanjian Baru.

Walaupun Tabut Perjanjian merupakan lambang kehadiran Allah ditengah umatNya, namun saat bangsa Israel berdosa dan memberontak kepada Tuhan, maka Tuhan mengijinkan Tabut Perjanjian itu dipindahkan ketempat lain.

Dalam I Sam 5:1-5 dikisahkan tentang perjalanan Tabut Perjanjian dinegeri orang Filistin karena orang Israel kalah perang dan mereka membawanya ke Asdod. Dari Asdod, mereka menaikkan Tabut Allah itu ke atas kereta yang ditarik oleh lembu, dan lembu itu pergi menuju ke Bet Semes. Dari Bet Semes Tabut Allah itu dibawa ke Kiryat Yearim dirumah Abinadab. Selama 20 tahun Tabut Allah itu ada di rumah Abinadab.

Dari rumah Abinadab, Tabut Allah itu dibawa kerumah Obed Edom (II Sam 6:10) “Sebab itu Daud tidak mau memindahkan tabut TUHAN itu ke tempatnya, ke kota Daud, tetapi Daud menyimpang dan membawanya ke rumah Obed-Edom, orang Gat itu”. Pada saat Tabut Allah itu ada dirumah Obed Edom selama tiga bulan lamanya dan Tuhan memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya.

Sebenarnya Obed Edom dapat menolak tabut Tuhan itu disimpan dirumahnya, namun ternyata Obed Edom sangat welcome dan langsung menerima keberadaan tabut Tuhan dirumahnya. Hal ini yang membuat Obed Edom diberkati dengan berlimpah limpah.

Kehadiran Tabut Tuhan itu membawa sesuatu yang berbeda bagi Obed Edom yaitu berkat Tuhan bagi dia dan keluarganya. Kehadiran Tuhan adalah hal yang utama dalam hidup manusia.

Kehadiran Tuhan dapat kita lihat dalam:

  1.         Kehidupan pribadi 
  2.         Kehidupan keluarga
  3.         Gereja Lokal

Kita harus meminta agar hadirat Tuhan itu turun dan tinggal dalam gereja lokal kita. Sebab hadirat Tuhan sangat penting dalam gereja, karena jika hadirat turun dalam gereja, maka gereja akan menjadi :

  1. Home

Yaitu tempat yang hangat dan layak untuk dihuni. Gereja akan menjadi seperti rumah yang nyaman dan menyenangkan, karena hadirat Tuhan ada didalamnya.

  1. Family

Gereja akan menjadi suatu keluarga bagi antar jemaat Tuhan, sehingga mereka dapat saling berbagi, mendidik keluarga, bertumbuh dll.

  1. Togetherness

Kebersamaan yaitu tempat saling menerima tanpa membedakan kasta karena kekayaan, kedudukan, pendidikan, pangkat dll.

  1. Brotherhood

Persaudaraan yaitu tempat untuk dapat saling mengasihi dan mempraktekkan kasih Tuhan. Hal ini akan memunculkan rasa persaudaraan yang mengakibatkan tidak adanya permusuhan diantara jemaat dan pelayan Tuhan.

  1. Friendship

Persahabatan yaitu tempat untuk saling menghormati dan menghargai satu dengan yang lain.

  1. Service 

Melayani yaitu tempat untuk melayani Tuhan dan sesama serta saling perduli, menopang dan menghibur dengan sesama jemaat.

Jika hal ini terjadi didalam gereja lokal, maka akan melahirkan hal hal besar seperti :

– Pertumbuhan jiwa jiwa

– Muncul hamba hamba Tuhan yang tangguh.

– Penginjilan yang semakin kuat

Apa yang harus dilakukan digereja lokal?

  1.         Didalam gereja

– Perbaikilah apa yang dianggap kurang benar, jangan meninggalkan gereja dan persekutuan dengan orang percaya.

– Nikmatilah setiap bagian yang ada dalam sebuah gereja yaitu ibadah, pergaulan, persekutuan, komunitas.

– Milikilah peran dalam gereja, dengan cara memeriksa talenta apa yang ada dalam hidup kita serta memaksimalkannya. Seperti yang terjadi pada seorang anak yang ditemukan oleh Filipus yang telah membawa 5 roti dan 2 ikan, sehingga dapat dipakai oleh Tuhan Yesus untuk memberkati 5000 orang.

Juga seorang anak perempuan Israel yang ada dirumah Naaman. Naaman tidak pernah bermimpi bahwa didalam rumahnya ada penginjil kecil yang akan memberi jalan keluar bagi penyakit kustanya dan keselamatan keluarganya. Perempuan Israel ini jadi berkat bagi orang lain.

Dalam Mark 1:17 Tuhan berkata agar mereka mengikut Tuhan untuk dijadikan penjala manusia. Mereka adalah orang yang sederhana yang dapat dipakai oleh Tuhan. Juga perempuan Samaria yang dipakai oleh Tuhan untuk memberitakan injil kepada seluruh kota Sikhar di Samaria.

  1.         Diluar gereja

Jadilah perwakilan Allah atau utusan Tuhan. Oleh karena itu milikilah rasa bangga menjadi anggota jemaat gereja lokal kita yaitu GBI Menorah Manado.

Ceritakanlah kepada orang lain tentang apa yang baik yang dialami saat kita berada didalam gereja

Jadilah terang dan teladan dengan membawa jiwa-jiwa pada Tuhan….amin

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

MenjadiKuatDalamTuhan

[Khotbah] Menjadi Kuat Dalam Tuhan, Minggu 14 Oktober 2018

MENJADI  KUAT  DALAM  TUHAN

Efesus 6:10-20

“Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis”

Tuhan mau agar kita memiliki kekuatan dalam menghadapi realita kehidupan ini yang penuh dengan masalah dan persoalan hidup. Namun satu hal yang harus kita percaya bahwa kekuatan kita bersumber dari Tuhan Yesus. Oleh karena itu sebagai orang percaya, kita harus kuat didalam Tuhan.

Mengapa kita harus kuat dalam Tuhan?

  1.         Karena masa yang sukar

II Tim 3:1-5 “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar”

Kita saat ini sedang berada dipenghujung akhir zaman dan saat ini dunia sedang dalam keadaan masa yang sukar. Masa-masa sukar ini sedang terjadi dalam segala bidang kehidupan. Salah satu contohnya adalah kesukaran dalam hal perekonomian dunia. Perekonomian dunia tidak semakin baik, namun sedang mengalami kesulitan dan kesukaran.

Mengapa keadaan saat ini semakin sukar? Karena banyak orang diakhir zaman ini yang mencintai dirinya sendiri, menjadi hamba uang, menyombongkan diri, memfitnah, memberontak, tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

Kesukaran seperti itu telah dialami oleh Ayub, yang mengalami ujian dari Tuhan, namun dia tidak bersungut-sungut dihadapan Tuhan dan Ayub tetap percaya pada Tuhan dan tetap kuat didalam Tuhan.

  1.         Akan ada kegoncangan

Ibrani 12:26-29 “Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.”

Diakhir zaman ini dunia akan terus mengalami kegoncangan dalam segala hal. Beberapa minggu terakhir ini, bangsa Indonesia sedang mengalami goncangan yang hebat, khususnya yang terjadi di kota Palu dan sekitarnya yang mengalami goncangan dahsyat yaitu gempa bumi dan tsunami. Bahkan goncangan ini juga menimpa semua orang termasuk orang percaya.

Dunia ini sedang mengalami kegoncangan yang luar biasa, namun hanya satu yang tidak tergoncangkan yaitu kerajaan Allah dan gereja Tuhan.

Lukas 21:25 “Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut”

Tuhan mau agar kita kuat didalam kekuatan kuasaNya, hal ini berarti bahwa kekuatan kita bukan berasal dari diri kita sendiri, namun berasal dari Tuhan.

Setelah kita kuat didalam kekuatan kuasa Tuhan, maka ada beberapa hal yang harus kita lakukan yaitu:

– Berdiri tegap artinya kita selalu bersiap sedia untuk menghadapi peperangan rohani.

– Berikat pinggang kebenaran yaitu kebenaran karena Kristus, bukan kebenaran yang berasal dari dunia ini atau dari diri kita sendiri.

– Berbaju zirah keadilan yaitu keadilan Tuhan untuk menghadapi semua dakwaan iblis.

– Berkasut kerelaan memberitakan Injil kerajaan Allah.

– Memakai perisai iman yaitu iman yang teguh dalam Tuhan sehingga karena kita punya iman yang kuat maka kita akan mengalami mujisat Tuhan.

– Memakai ketopong keselamatan yaitu keselamatan yang berasal dari pengorbanan Yesus diatas kayu salib.

– Memakai pedang roh yaitu firman Allah yang hidup, yang mampu mengalahkan kuasa kegelapan dan menciptakan apa yang tidak ada menjadi ada.

– Berdoa dalam Roh artinya bahwa kita berjaga-jaga dan penuh dengan Roh Kudus. Perlengkapan senjata Allah diatas tidak akan berfungsi tanpa doa. Oleh karena itu kita semua harus berdoa dalam Roh. Sebab harus diingat bahwa doa orang benar itu besar kuasanya.

Semua perlengkapan senjata Allah itu harus kita miliki dan dipakai supaya kita dapat bertahan untuk melawan tipu muslihat Iblis….amin.

 

Oleh Pdt. Paulus Kamagi S.Th

Travelling The Ark 5

[Khotbah] The Travelling Of The Ark(5), Minggu 07 Oktober 2018

THE TRAVELLING OF THE ARK (5)

(Keluaran 25:10)

“Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya”

Tuhan menyuruh Musa untuk membuat Tabut Perjanjian yang merupakan lambang kehadiran Tuhan ditengah umatNya.

Adapun bahan-bahan yang dipakai untuk membuat Tabut Perjanjian itu adalah kayu Akasia yang dilapisi dengan emas murni. Panjangnya 110 cm, lebarnya 66 cm dan tingginya 66 cm. Tabut Perjanjian itu berisi buli-buli emas berisi Manna, tongkat Harun yang berbunga dan berbuah badam, serta dua loh batu perintah Allah.

Pada saat Nebukadnezar raja Babel menghancurkan Bait Allah, maka Tabut Perjanjian itu tidak diketahui keberadaannya dan tidak lagi disebutkan keberadaannya sampai pada Perjanjian Baru.

Walaupun Tabut Perjanjian merupakan lambang kehadiran Allah ditengah umatNya, namun saat bangsa Israel berdosa dan memberontak kepada Tuhan, maka Tuhan mengijinkan Tabut Perjanjian itu dipindahkan ketempat lain.

Dalam I Sam 5:1-5 dikisahkan tentang perjalanan Tabut Perjanjian dinegeri orang Filistin karena orang Israel kalah perang dan mereka membawanya ke Asdod. Dari Asdod, mereka menaikkan Tabut Allah itu ke atas kereta yang ditarik oleh lembu, dan lembu itu pergi menuju ke Bet Semes. Dari Bet Semes Tabut Allah itu dibawa ke Kiryat Yearim dirumah Abinadab. Selama 20 tahun Tabut Allah itu ada di rumah Abinadab.

Dari rumah Abinadab, Tabut Allah itu dibawa kerumah Obed Edom (II Sam 6:10) “Sebab itu Daud tidak mau memindahkan tabut TUHAN itu ke tempatnya, ke kota Daud, tetapi Daud menyimpang dan membawanya ke rumah Obed-Edom, orang Gat itu”. Pada saat Tabut Allah itu ada dirumah Obed Edom selama tiga bulan lamanya dan Tuhan memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya.

Siapakah Obed Edom? Obed Edom bukan keturunan bangsa Edom, tapi dia adalah keturunan Lewi orang Gat (I Taw 15:18) tapi Gat disini bukan Gat yang ada di Filistin. Gat ini adalah Gat-Rimon keturunan bangsa Israel (Yos 21:24)

Pada waktu itu “kesan” tentang Tabut Tuhan adalah:

  1.         Sangat mematikan 

Hal ini seperti yang telah terjadi pada :

– Orang Filistin yang ada di Asdod

– Orang Israel di Bet Semes

– Uza anak Abinadab yang mati.

  1.         Tidak mendatangkan apa-apa 

Hal ini seperti yang terjadi pada Abinadab yang tidak mendapatkan apa-apa padahal tabut Tuhan itu ada dirumahnya selama 20 tahun.

Sebenarnya Obed Edom dapat menolak tabut Tuhan itu disimpan dirumahnya, namun ternyata Obed Edom sangat welcome dan langsung menerima keberadaan tabut Tuhan dirumahnya. Hal ini yang membuat Obed Edom diberkati dengan berlimpah limpah.

Kehadiran Tabut Tuhan itu membawa sesuatu yang berbeda bagi Obed Edom yaitu berkat Tuhan bagi dia dan keluarganya. Kehadiran Tuhan adalah hal yang utama dalam hidup manusia.

Kehadiran Tuhan dapat kita lihat dalam:

  1.         Kehidupan pribadi 

(Kel 3:1) “Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb”

Musa menjadi seorang gembala yang bodoh selama 40 tahun, padahal dia sebelumnya adalah seorang pangeran yang berkuasa dalam perkataan dan perbuatan. Namun setelah Tuhan datang dalam hidupnya, maka hidup Musa berubah sama sekali.

Apakah yang dilakukan oleh Musa?

– Musa ke gunung Horeb (Jabal Musa) yaitu gunung Tuhan.

Sangat baik bagi kita mendatangi “Tempat dimana Tuhan hadir” dan hal ini sangat penting bagi kita. Contoh tempat dimana Tuhan hadir yaitu digereja, di rumah doa, dalam kegiatan rohani, ibadah KKR, ibadah pengurapan dll.

– Musa hendak memeriksa apa yang dia lihat

Ketika kita beribadah apakah muncul suatu keinginan seperti :

Rasa ingin tahu dengan cara mau belajar tentang hal rohani seperti baptisan air, bahasa roh, baptisan roh Kudus dll. Kerinduan untuk merasakan mujisat, damai sejahtera, keluarga yang bahagia. Keinginan untuk ditolong Tuhan agar terjadi pemulihan, kesehatan, ekonomi, rumah tangga.

  1.         Kehidupan keluarga

Caranya :

– Melalui hamba Tuhan (Kis 10:5) “Dan sekarang, suruhlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang yang bernama Simon dan yang disebut Petrus”

Siapakah Kornelius? Dia adalah seorang perwira pasukan Itali (Kis 10:1-2) dia saleh dan takut akan Allah. Tetapi pengalaman rohaninya masih rendah. Dalam Kis 10:25 dia tersungkur didepan Petrus, mengapa? Ini adalah karakter “kehambaan” yang diajarkan para imam Israel (adanya kasta rohani). Kornelius belum dibaptis selam, belum dibaptis Roh Kudus.

– Melalui persekutuan orang percaya seperti community of love (cool), ibadah di house of Menorah (home)

– Melalui hati yang tulus

Maz 101:2 “Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Bilakah Engkau datang kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku”

Apa yang terjadi pada Obed Edom?

– Tiga bulan lamanya tabut Tuhan ada dirumahnya

– Hidupnya diberkati jasmani dan rohani

– Terkenal sampai keistana raja Daud

– Anak cucunya melayani di bait Allah (I Taw 26:18)

Pastikan tabut Allah, yaitu hadirat Allah ada dan tinggal dalam hidup kita dan dalam keluarga kita…..amin.

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th