[Khotbah] The Travelling Of The Ark(5), Minggu 07 Oktober 2018
THE TRAVELLING OF THE ARK (5)
(Keluaran 25:10)
“Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya”
Tuhan menyuruh Musa untuk membuat Tabut Perjanjian yang merupakan lambang kehadiran Tuhan ditengah umatNya.
Adapun bahan-bahan yang dipakai untuk membuat Tabut Perjanjian itu adalah kayu Akasia yang dilapisi dengan emas murni. Panjangnya 110 cm, lebarnya 66 cm dan tingginya 66 cm. Tabut Perjanjian itu berisi buli-buli emas berisi Manna, tongkat Harun yang berbunga dan berbuah badam, serta dua loh batu perintah Allah.
Pada saat Nebukadnezar raja Babel menghancurkan Bait Allah, maka Tabut Perjanjian itu tidak diketahui keberadaannya dan tidak lagi disebutkan keberadaannya sampai pada Perjanjian Baru.
Walaupun Tabut Perjanjian merupakan lambang kehadiran Allah ditengah umatNya, namun saat bangsa Israel berdosa dan memberontak kepada Tuhan, maka Tuhan mengijinkan Tabut Perjanjian itu dipindahkan ketempat lain.
Dalam I Sam 5:1-5 dikisahkan tentang perjalanan Tabut Perjanjian dinegeri orang Filistin karena orang Israel kalah perang dan mereka membawanya ke Asdod. Dari Asdod, mereka menaikkan Tabut Allah itu ke atas kereta yang ditarik oleh lembu, dan lembu itu pergi menuju ke Bet Semes. Dari Bet Semes Tabut Allah itu dibawa ke Kiryat Yearim dirumah Abinadab. Selama 20 tahun Tabut Allah itu ada di rumah Abinadab.
Dari rumah Abinadab, Tabut Allah itu dibawa kerumah Obed Edom (II Sam 6:10) “Sebab itu Daud tidak mau memindahkan tabut TUHAN itu ke tempatnya, ke kota Daud, tetapi Daud menyimpang dan membawanya ke rumah Obed-Edom, orang Gat itu”. Pada saat Tabut Allah itu ada dirumah Obed Edom selama tiga bulan lamanya dan Tuhan memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya.
Siapakah Obed Edom? Obed Edom bukan keturunan bangsa Edom, tapi dia adalah keturunan Lewi orang Gat (I Taw 15:18) tapi Gat disini bukan Gat yang ada di Filistin. Gat ini adalah Gat-Rimon keturunan bangsa Israel (Yos 21:24)
Pada waktu itu “kesan” tentang Tabut Tuhan adalah:
- Sangat mematikan
Hal ini seperti yang telah terjadi pada :
– Orang Filistin yang ada di Asdod
– Orang Israel di Bet Semes
– Uza anak Abinadab yang mati.
- Tidak mendatangkan apa-apa
Hal ini seperti yang terjadi pada Abinadab yang tidak mendapatkan apa-apa padahal tabut Tuhan itu ada dirumahnya selama 20 tahun.
Sebenarnya Obed Edom dapat menolak tabut Tuhan itu disimpan dirumahnya, namun ternyata Obed Edom sangat welcome dan langsung menerima keberadaan tabut Tuhan dirumahnya. Hal ini yang membuat Obed Edom diberkati dengan berlimpah limpah.
Kehadiran Tabut Tuhan itu membawa sesuatu yang berbeda bagi Obed Edom yaitu berkat Tuhan bagi dia dan keluarganya. Kehadiran Tuhan adalah hal yang utama dalam hidup manusia.
Kehadiran Tuhan dapat kita lihat dalam:
- Kehidupan pribadi
(Kel 3:1) “Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb”
Musa menjadi seorang gembala yang bodoh selama 40 tahun, padahal dia sebelumnya adalah seorang pangeran yang berkuasa dalam perkataan dan perbuatan. Namun setelah Tuhan datang dalam hidupnya, maka hidup Musa berubah sama sekali.
Apakah yang dilakukan oleh Musa?
– Musa ke gunung Horeb (Jabal Musa) yaitu gunung Tuhan.
Sangat baik bagi kita mendatangi “Tempat dimana Tuhan hadir” dan hal ini sangat penting bagi kita. Contoh tempat dimana Tuhan hadir yaitu digereja, di rumah doa, dalam kegiatan rohani, ibadah KKR, ibadah pengurapan dll.
– Musa hendak memeriksa apa yang dia lihat
Ketika kita beribadah apakah muncul suatu keinginan seperti :
Rasa ingin tahu dengan cara mau belajar tentang hal rohani seperti baptisan air, bahasa roh, baptisan roh Kudus dll. Kerinduan untuk merasakan mujisat, damai sejahtera, keluarga yang bahagia. Keinginan untuk ditolong Tuhan agar terjadi pemulihan, kesehatan, ekonomi, rumah tangga.
- Kehidupan keluarga
Caranya :
– Melalui hamba Tuhan (Kis 10:5) “Dan sekarang, suruhlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang yang bernama Simon dan yang disebut Petrus”
Siapakah Kornelius? Dia adalah seorang perwira pasukan Itali (Kis 10:1-2) dia saleh dan takut akan Allah. Tetapi pengalaman rohaninya masih rendah. Dalam Kis 10:25 dia tersungkur didepan Petrus, mengapa? Ini adalah karakter “kehambaan” yang diajarkan para imam Israel (adanya kasta rohani). Kornelius belum dibaptis selam, belum dibaptis Roh Kudus.
– Melalui persekutuan orang percaya seperti community of love (cool), ibadah di house of Menorah (home)
– Melalui hati yang tulus
Maz 101:2 “Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Bilakah Engkau datang kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku”
Apa yang terjadi pada Obed Edom?
– Tiga bulan lamanya tabut Tuhan ada dirumahnya
– Hidupnya diberkati jasmani dan rohani
– Terkenal sampai keistana raja Daud
– Anak cucunya melayani di bait Allah (I Taw 26:18)
Pastikan tabut Allah, yaitu hadirat Allah ada dan tinggal dalam hidup kita dan dalam keluarga kita…..amin.
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th
