[Khotbah] Bejana Yang Dipersiapkan Allah, Minggu 18 November 2018

BEJANA YANG DIPERSIAPKAN ALLAH

Yeremia 18:6

“Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku,  hai kaum Israel!

Setiap kita adalah Israel Rohani umat pilihan Tuhan, yang ada di tangan Tuhan (Yeremia 18:6b) dan tugas pemilik untuk membentuk kita (Yeremia 18:4), ketika bejana itu rusak; seperti kita yang mungkin mengalami kejatuhan, masalah yang tidak baik dalam hidup, tetapi tetap ada ditangan Tuhan.  Tuhan jadikan kita sesuatu yang baik (Roma 8:28).

Bejana dibuat tergantung tukang Periuknya mau dibuat seperti apa (Roma 9:21), apakah mau dibuat piala untuk ditaruh di Istana atau sebuah tempayan biasa, semua itu adalah sesuai dengan pandangannya Allah, sesuai dengan tujuan dan rencana-Nya Allah. Siapapun kita sekalipun dibentuk dengan sederhana seperti tempayan biasa, kita dapat berguna untuk Kerajaan Allah untuk tujuan Allah yang mulia; seperti  Mujizat pertama di Kana air berubah menjadi anggur, dimana Tuhan Yesus memakai tempayan biasa untuk pembasuhan sesuai dengan adat istiadat Yahudi makan dan minum harus membasuh tangan, dan ketika masuk kerumah harus membasuh kaki, karena bagi mereka haram kalau makan dan minum tanpa membasuh tangan, apalagi pada saat itu sedang berlangsung pesta tentu ditempat itu ada banyak tempayan, tetapi Tuhan pakai bejana tempayan biasa itu menjadi alat yang luar biasa dimana air berubah menjadi anggur.

5 Tahap yang dipersiapkan Tuhan bagi kita bejana-Nya dala Roma 8:29-30, yaitu:

  1. Dimulai dengan Pilihan Allah (Roma 8:29a).

Kita semua adalah orang-orang Pilihan Allah, kata “Pilihan” dalam bhs. Yunani “Proginosko”, artinya: “Sudah lama mereka mengenal”, “dipilih-Nya”, “dipilih-Nya dari semula”, “telah dipilih”, “telah mengetahui hal sebelumnya”. Dalam Matius 22:14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih. Kata “dipanggil” dalam bhs Yunani “Kletos” artinya selain “dipanggil” juga berarti “diundang”.

Orang yang dipilih adalah orang yang taat dan setia mengerjakan kehendak Allah cth: Abraham, Tuhan berjanji dia akan diberkati dan menjadi bangsa yang besar, dia tidak beralasan ketika dipanggil keluar dari tanahnya pada saat itu usianya 75 tahun, ketika usianya 90 tahun, Tuhan hanya mengulang janji-Nya tetapi Abraham belum mempunyai Anak yang sah dari istrinya yang sah sara sampai pada usianya 100 tahun, Abraham tetap taat dan setia sampai ia memperoleh janji Tuhan itu, Abraham mempunyai anak. Apa yang mustahil bagi manusia tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, janji Tuhan digenapi. Setelah Abraham mendapatkan Ishak Tuhan minta Abraham untuk mengorbankan Ishak. Ketika Sodom dan Gomora akan ditunggang balikkan oleh Tuhan, Abraham tawar menawar dengan Tuhan tetapi ketika Tuhan meminta Ishak anaknya Abraham tidak bernegosiasi tawar menawar, ia tetap taat dan setia sehingga mujizat terjadi Allah menyediakan korban bagi diri-Nya sendiri seekor domba jantan dan bukan Ishak yang dikorbankan. Dibalik ketaatan dan kesetiaan mendatangkan mujizat yang besar dari Tuhan.

  1. Visi menjadi seperti Kristus (Roma 8:29b).

Kata “menjadi serupa dengan gambaran anak-Nya…” ini adalah Visi. Seorang tukang periuk melihat gambaran, melihat visi tanah itu akan menjadi vas bunga. Setiap kita menerima visi dari Tuhan menjadi seperti Kristus, karena Kristus itu pelaku mujizat, punya kuasa, otoritas, dan pemilik Kerajaan Sorga serta Kristus itu adalah Allah sendiri.

Kita diberi kuasa menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12), kita juga adalah ahli waris Kerajaan Sorga. Kalau kita tahu visi ini maka kita akan bersemangat untuk melayani Tuhan, bergairah untuk beribadah, sungguh-sungguh mencari Tuhan. Ketika kita menjadi seperti Kristus, kita memiliki Karakter Kristus yaitu 9 buah Roh didalam hidup kita (Galatia 5:22-23).

  1. Dipanggil-Nya (Roma 8:30).

Kata “dipanggil” dalam bhs. Yunani “Kaleo” artinya: seperti  “memanggil dengan nama “ karena kita kenal dan tahu siapa orang itu. Tukang periuk mengerjakan sebuah bejana lalu menaruhnya dan diberikan nama, ini akan menjadi vas bunga, tempayan, piala, dan cangkir atau mug biasa, semuanya itu ada sebutan namanya.

Tuhan memanggil kita seperti memanggil Yeremia (Yeremia 1:4-5), Tuhan memanggil kita sejak didalam kandungan. Panggilan Tuhan itu senantiasa membuat kita penuh ketenangan, kelegaan dan penuh dengan sukacita (Matius 11:28-30), masalah apapun yang kita alami percayalah dengan Iman dengan pasti semuanya menjadi ringan, ketenangan dari Tuhan pastikan ada didalam kehidupan kita. Kita tidak berhikmat tetapi dijadikan Allah menjadi orang yang berhikmat dan kuat didalam Tuhan, (1 Tim 1:7).

Ketika kita masuk dalam panggilan Allah, yang bodoh menjadi berhikmat, yang lemah menjadi kuat, yang tidak terpandang menjadi mulia, itulah yang Tuhan lakukan supaya kita menyelesaikan amanat agung Tuhan Yesus. Kenapa? Matius 7:21 “hanya yang melakukan kehendak Allah”, supaya tidak ada orang yang masuk kedalam kematian kekal.

  1. Dibenarkan Allah (Roma 8:30).

Orang yang menerima panggilan Allah dibenarkan oleh Iman (Roma 5:1), menjadi benar dan dibebaskan dari kesalahan, diselamatkan bukan karena kekuatan kita tapi karena pengampunan dosa karena itu kerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar. Kita dibenarkan seperti tukang periuk yang kemudian mulai mengolah, mengerjakan  supaya bejana itu menjadi baik, dipanaskan supaya tetap teguh seperti Iman kita tetap teguh didalam Yesus Kristus (Roma 4:25).

Kita punya hutang dosa dan upah dosa itu ialah maut yang harus dilunasi tetapi Yesus membayar lunas segala hutang dosa kita (1 Kor 6:20), karena itu jaga keselamatan kita dan jangan berbuat dosa lagi, lakukan yang baik.

  1. Dimuliakan Allah (Roma 8:30).

Kita tidak hanya menerima kemuliaan pada saat mati nanti tetapi kita juga bisa menerima kemuliaan didalam kehidupan sekarang ini. Seperti tukang periuk yang mulai membersihkan dan memanaskan vas dan dilapisi dengan cat, kemudian dilukis untuk menjadi sesuatu yang mulia. Begitu juga dengan bejana yang dipersiapkan Allah diakhiri dengan kemuliaan yang Tuhan berikan kepada kita, (Roma 5:2). Amin