[Khotbah] The Spirit Of Mamon(2), Minggu 09 Desember 2018
THE SPIRIT OF MAMON (2)
Matius 6:24
“Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”
Mamon berasal dari bahasa Kasdim artinya rumah harta benda yaitu tempat dimana kita menyimpan apa yang kita peroleh didunia ini.
Jadi Mamon merupakan keinginan yang tamak yang menuntut seluruh hati manusia untuk takluk dan tunduk padanya.
Salah satu ancaman kehidupan rohani manusia adalah Mamon, karena akar segala kejahatan ialah cinta uang (I Tim 6:10a)
Sebagai fakta kehidupan manusia adalah: ~ kebutuhan hidup ~ perlu uang ~ berusaha mendapat ~ kebiasaan memiliki ~ cinta akan uang~
Ada beberapa contoh di Alkitab orang yang cinta akan uang yaitu Akhan yang mengambil barang-barang yang dikhususkan bagi Tuhan, Gehazi yang meminta perak pada Naaman, Yudas Iskariot yang mencuri uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya (Yoh 12:6) dan menjual Yesus dengan 30 keping perak.
Jebakan Mamon adalah “keserakahan”. Defenisi serakah adalah selalu ingin mendapat lebih dari yang sudah dimiliki.
Kita harus memiliki pemahaman yang benar tentang uang. Dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus berbicara tentang uang dalam injil Matius sebanyak 91 kali, dalam injil Markus sebanyak 57 kali, dalam injil Lukas sebanyak 94 kali, dalam injil Yohanes sebanyak 87 kali. Jadi hal ini merupakan sesuatu yang sangat penting dan jadi awasan buat kita.
Ada beberapa kebenaran tentang uang yaitu:
1. Sumbernya adalah Tuhan
Karena hal itu adalah karunia dan pemberian dari Tuhan. Pengkotbah 5:18 “Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya–juga itupun karunia Allah”
Pelajarannya adalah:
– Milik Tuhan tidak pernah habis
– Berkat itu memang disediakan untuk umatNya
– Diberikan sesuai takaran kita yaitu sesuai kapasitas kita dan sesuai dengan taburan kita. Lukas 6:38 “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”
2. Tuhan sediakan dengan berlimpah
I Tim 6:17 “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati”
Dalam terjemahan bhs Inggris ayat ini memakai kata “Richly” yang artinya bahwa Tuhan memberkati kita secara mewah/berlimpah.
Orang percaya tidak ada alasan menjadi miskin, oleh karena itu yang perlu kita lakukan adalah bekerja dengan mengusahakannya dan jangan malas.
Kej 2:15 “TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu”
Kata “mengusahakan” dalam bhs Ibrani yaitu “Aw-bad” artinya
– To dress yaitu mendandani dan butuh ketekunan
– To serve yaitu melayani, membagi
– To worship yaitu menyembah
Yang perlu kita lakukan adalah jangan memakai gaya dunia dalam mendapatkan uang dengan cara yang curang,tidak jujur, tidak adil, manipulatif, akal-akalan dll.
3. Untuk dinikmati
I Tim 6:17 “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati”
Perenungannya adalah:
Berkat Tuhan tidak boleh menimbulkan:
– Perselisihan
– Sakit penyakit dan penderitaaan (Amsal 10:22) “he added no sorrow”
– Merusak hubungan
– Tidak untuk memuaskan hawa nafsu
– Tidak jadi berhala (Amsal 10:22) “he addeth no idol”
4. Tidak menjadi jaminan hidup
Amsal 1:32 “the prosperity of fools shall destroy them”
Artinya kemakmuran orang bodoh akan menghancurkan mereka.
5. Harus ditabur
Luk 19:1-10 menceritakan tentang Zakheus yaitu Zakheus mau mencari Tuhan Yesus, kemudian dia mau menerima Tuhan Yesus dirumahnya. Zakheus menerima jamahan Tuhan dan hatinya mau memperhatikan orang miskin dan akhirnya dia mau membayar kewajiban 4 kali lipat kepada orang yang pernah diperasnya.
Zakheus adalah contoh orang yang mau melepaskan mamon dan akibatnya adalah keselamatan bagi dia dan seisi rumahnya (Luk 19:9).
Jadi mengundang Tuhan Yesus saja belum cukup, sehingga Zakheus harus mengalahkan penguasa lama yaitu mamon.
6. Harus mengembalikan haknya Tuhan
Sesuai dengan apa kata firman Tuhan, maka kita harus mengembalikan apa yang menjadi hak Tuhan yaitu:
– Buah sulung, buah bungaran, hasil pertama (Neh 10:35)
– Korban ucapan syukur
– Persembahan
– Persepuluhan
Satu-satunya cara untuk mengalahkan mamon adalah melepaskan mamon, karena jika kita tidak melepaskan mamon berarti kita mengasihi mamon dan tidak mengasihi Tuhan Yesus. Marilah kita lebih mengasihi Tuhan Yesus dari pada mamon….amin.
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th
