nation

[KHOTBAH] BUILT RELATIONSHIP FOR THE NATION , 28 April 2019

BUILT RELATIONSHIP FOR THE NATION

(Kej 1:26-28)

“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka”

Allah adalah pencipta langit dan bumi, dan menciptakan manusia. Dia menciptakan manusia itu serupa dan segambar dengan Allah, sehingga kemampuan illahi ada dalam diri manusia, termasuk kemampuan untuk mencipta sesuatu.

Tetapi saat manusia jatuh dalam dosa, maka mereka diusir dari taman Eden. Tapi benih illahi yaitu kemampuan untuk menciptakan sesuatu tetap ada dalam diri manusia. Hal ini dapat kita lihat bagaimana manusia mampu menemukan dan menciptakan sesuatu yang berguna bagi kepentingan umat manusia.

Namun akibat dosa itu, maka manusia kehilangan kemuliaan Allah, dan manusia kehilangan hubungan dengan Allah. Oleh karena itu Allah mau memulihkan hubungan dengan manusia, mengapa?

  1.          Karena hubungan bertujuan untuk menunjukkan potensi yang ada dalam hidup kita.

Tuhan mau membangun hubungan dengan manusia agar dapat menunjukkan potensi illhi yang ada dalam diri manusia. Apa yang dimaksud dengan potensi? Kemampuan atau keahlian yang masih terselubung dan tersembunyi didalam diri kita.

Contoh seorang pemain musik, yang memang pandai bermain musik, namun  suatu saat dia menjadi seorang penyanyi, artinya bahwa dia memiliki potensi sebagai penyanyi, namun pada saat dia menjadi pemain musik, dia belum mengetahuinya. Setiap orang pasti memiliki potensi, dan yang tahu potensi dalam diri manusia adalah diri sendiri dan Tuhan.

Tuhan adalah pribadi yang paling berkepentingan untuk menyingkapkan apa yang ada dalam diri manusia yaitu potensi, asalkan kita mau memberi kesempatan padaNya.

Potensi adalah pekerjaan Tuhan, yang telah dimulaiNya, dan terus akan dikerjakan dalam hidup kita.

Setiap kita memiliki potensi illahi, namun masalahnya adalah apakah kita menyadari bahwa kita memiliki potensi di dalam diri kita.

Hubungan itu untuk mengembalikan kita kembali pada bentuk dan keadaan yang semula, yaitu sebelum manusia jatuh dalam dosa.

Sebab Roh yang didalam diri kita lebih besar dari roh yang ada dalam dunia ini, sehingga kita harus terus menggali dan mengasah potensi diri kita, bagi kemuliaan nama Tuhan Yesus.

  1.          Karena hubungan bertujuan membawa kita lebih baik dan lebih dekat pada rencanaNya.

Apa maknanya? Yaitu hubungan harus dibangun dengan jarak tertentu. Seperti sebuah denah rumah, yang digambarkan dengan memakai ukuran jarak. Tuhan mau agar hubungan yang selama ini terputus akibat dosa, dapat terjalin kembali dan kita lebih mendekat padaNya.

(Pengkotbah 4:9-12) “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka”

Pernikahan adalah lembaga yang diciptakan oleh Tuhan untuk membangun hubungan yang kualitasnya lebih baik.

Hidup berdua adalah suatu investasi yang membawa kualitas hubungan kearah lebih baik.

Bagaimana caranya agar bisa muncul kualitas yang lebih baik?

Yaitu saat ada masalah, karena masalah adalah area yang paling ideal untuk menunjukkan kualitas hubungan yang terbangun.

Allah tidak dapat menunjukkan kebaikan dan kesetiaanNya jika kita tidak terlebih dahulu mengalami proses kehidupan. Karena Lewat proses kehidupan,  Allah membuktikan semua janjiNya. Untuk naik ke level selanjutnya, kita membutuhkan proses kehidupan. (Amsal 27:17) “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya”

Hubungan memerlukan orang yang yang bisa saling mendengarkan, bukan hanya untuk sesuatu yang suka didengarkan……amin

 

Oleh Pdt Andre Pohan (Samarinda)

silent

[KHOTBAH] THE SILENT MISSION, 21 April 2019

THE SILENT MISSION 

 

Saat Tuhan Yesus ada ditaman Getsemani, Dia berdoa dan sangat ketakutan. Dia di khianati oleh Yudas kemudian ditangkap, dibawa kerumah Kayafas, kemudian kepada Pilatus yang  menyerahkan Dia kepada orang Israel untuk disiksa, disalibkan lalu mati.

Setelah itu, maka pada hari pertama minggu itu ada tiga perempuan datang kekubur Yesus yaitu Maria Magdalena yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat (Luk 8:2). Maria ibu Yakobus (Mar 15:40, Mat 13:55-56)

Yakobus ini adalah saudara Tuhan Yesus. Jadi dia adalah Maria ibu Yesus.

Dan Salome (Luk 24:1 ; Mark 16:1).

Kasih Tuhan lah yang membuat mereka nekat (siap untuk melakukan sesuatu yang serius) karena  mereka beresiko untuk ditangkap oleh pasukan romawi.

Ketiga perempuan ini adalah orang-orang yang sangat nekat, dan hanya  orang nekat yang dapat mencapai puncak mujisat.

Setelah Yesus mati disalib, maka Dia dibaringkan didalam kubur. Namun pada hari yang ketiga, terjadi gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya dan Tuhan Yesus bangkit (Mat 28:2)

Apakah arti kubur?

  1.          Mimpi yang belum terjadi

Proses selama dalam kubur

  1. KorbanNya belum sempurna, karena belum bangkit dari kematian.
  2. Terjadi penantian yang luar biasa, saat Yesus didalam maut (I Kor 15:17)

Seringkali Tuhan mengijinkan kita berada dalam kubur yaitu mimpi-mimpi yang belum menjadi kenyataan.

Seperti yang terjadi pada Abraham dan Sarah yang ada didalam kuburan penantian yang sangat lama untuk mendapatkan seorang anak.

Banyak yang sudah mereka lakukan yaitu berkorban karena keluar dari Haran, dalam kebimbangan sehingga mengambil Hagar menjadi isterinya dan melahirkan Ismael.

Namun akhirnya mimpi itu menjadi kenyataan karena Ishak akhirnya lahir.

Bagi Sarah (Kej 21:6)  “Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku.”

Bagi Abraham (Kej 21:8) “Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu”

Kubur abraham telah terbuka artinya:

– Pemulihan kehormatan, namanya sebagai bapak orang percaya, sejumlah besar bangsa (Kej 17:5)

– Pembuktian bahwa Tuhan yang dia saksikan dan dia percayai  adalah Tuhan yang benar.

– Lahirnya penerus atau pewaris berkat yang Tuhan berikan.

Kebangkitan Tuhan Yesus memberikan pembuktian yaitu:

  1. Bahwa pengajaranNya benar (Yoh 11:25)
  2. Mujisatnya (Luk 7:22)
  3. Demonstrasi kuasaNya seperti tuntutan penjahat disebelahnya (Luk 23:39)

 

  1.          Perjuangan yang tidak kelihatan

(I Pet 3:19) “dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara”

Hal ini adalah gambaran bahwa Tuhan tidak pernah berhenti bekerja.

Ada 3 tempat Tuhan bekerja yaitu:

  1. Didunia ini…mencari yang hilang
  2. Didalam alam roh…to proclaim
  3. Disorga…menjadi pendoa syafaat, dan menyediakan tempat buat kita.

Perjuangan apakah yang dilakukan oleh Tuhan Yesus?

  1. Mengalahkan maut, dengan cara turun kealam maut dan mengalahkannya melalui kebangkitanNya.
  2. Mengalahkan kutuk taman Eden, caranya mengembalikan posisi manusia yaitu serupa dan segambar dengan Allah.
  3. Mengalahkan sakit penyakit caranya dia harus mengalami luka dan kesakitan dan penderitaan, sebab oleh bilur Tuhan Yesus, kita sudah sembuh.

 

  1.         Benih yang belum bertunas

Semua murid mengalami kehancuran iman saat Tuhan Yesus mati dan dikuburkan. Sebab kubur itu menghancurkan impian mereka. Mereka tercerai berai, menyangkal Yesus, ketakutan, tidak percaya, meninggalkan Yesus.

Jika saat ini ada benih yang sedang kita tabur dan berada didalam tanah, tunggu dan sabarlah sampai itu bertunas.

Sebab suatu hari apa yang kita tabur pasti akan berbuah.

Salah satu contohnya yaitu investasi rohani untuk anak-anak kita dengan target bahwa mereka menjadi pengikut kristus yang sejati sejak masih kanak-kanak.

Tuhan Yesus sudah bangkit dan kubur itu kosong sebab Dia hidup….amin.

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Good-Friday

[KHOTBAH] THE DAY BEFORE GOLGOTHA , 14 April 2019

THE DAY BEFORE GOLGOTHA

Yohanes 15:13

“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya”

Golgota adalah tempat dimana Tuhan Yesus mati disalibkan. Golgota disebut juga dengan bukit tengkorak. Didalam Alkitab dituliskan tentang 7 peristiwa yang terjadi sebelum peristiwa di Golgota yaitu:

  1.          Yesus mengajar firman Tuhan sampai akhir (Mat 26:1-2)

“Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya”

Tuhan Yesus tetap mengajar firman Tuhan, walaupun Dia akan menghadapi kematian. Tuhan mau agar kita mencari Tuhan dan pengajaranNya khususnya diakhir zaman ini. Amos 8:11-12 “Sesungguhnya, waktu akan datang,” demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN”

Sebelum masa ini datang, kita harus hidup penuh dengan firman Tuhan.

Hanya orang-orang yang lapar dan haus akan kebenaran yang akan bertahan sampai pada akhirnya.

  1.          Perkataan yang menggoncangkan iman (Mat 26:31)

“Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai”

Kita harus siap untuk mendengarkan perkataan firman Tuhan yang keras dan teguran keras. Gereja yang sehat dan dewasa adalah gereja yang menyukai pengajaran yang sehat dan keras. Contoh jemaat di Korintus (I Kor 3:2) “Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya”

  1.          Tokoh agama berkumpul dirumah Kayafas (Mat 26:3)

“Pada waktu itu berkumpullah imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di istana Imam Besar yang bernama Kayafas”

Para tokoh agama berkumpul dan mereka semua sarat dengan kebencian dan doktrin yang palsu.

Saat itu imam besar Kayafas adalah boneka politik yang  memiliki kedudukan palsu karena ada dua imam besar saat itu (Luk 3:2 ).

Dan ironisnya firman Tuhan  datang bukan kepada mereka berdua, tapi datang kepada Yohanes pembaptis.

Kita harus belajar firman Tuhan dan dituntun serta dipenuhi Roh Kudus sehingga logos itu menjadi rhema.

  1.          Komplotan yang jahat (Mat 26:4)

“dan mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia”

Jabatan kerohanian mereka tidak menjamin bahwa mereka adalah orang yang memiliki kehidupan dan karakter yang baik.

Kalau kita telah memiliki talenta dan pelayanan, maka kita harus mengusahakan talenta yang berkualitas. Ada 3 sumber talenta yaitu Tuhan, diri sendiri dan pemimpin rohani.

Apakah kehidupan kekristenan kita saat ini sudah paralel dengan kehidupan sehari hari?

  1.          Pengurapan minyak oleh perempuan berdosa (Mat 26:7)

Lukas 7:37-38 “Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi”

Inilah sikap hati dan sikap ibadah yang benar yaitu:

  1. Adanya kesadaran akan dosa
  2. Adanya kesadaran akan Tuhan, seperti anak bungsu yang sadar untuk datang kembali pada bapanya
  3. Adanya kesadaran untuk bertindak dengan benar. Yang dia lakukan yaitu datang pada Tuhan Yesus, tanpa rasa malu karena statusnya. Kita juga jangan malu akan urusan keselamatan.
  4. Adanya kesadaran untuk menyembah Tuhan dengan benar.

– Menangis hancur hati, tanda penyesalan dan pertobatan (Maz 51:19)

– Mencium kaki Tuhan, merendahkan diri serendah-rendahnya.

– Bawa korban yang mahal yaitu minyak Narwastu. Sebelum Tuhan berkorban nyawa, dia terlebih dahulu berkorban harta.

Apakah korban kita untuk Tuhan saat ini?

  1. Adanya kesadaran untuk mempermuliakan nama Tuhan.

Bau minyak itu semerbak diseluruh rumah itu (Yoh 12:3). Hal ini adalah persiapan untuk kematian Tuhan Yesus.

  1.          Persiapan perjamuan terakhir / Paskah (Mat 26:17-19)

“Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”

Dalam Markus 14:13-15 dicatat bahwa si Anu adalah seorang pria yang membawa buyung. Membawa buyung adalah tugas seorang perempuan . Namun seorang pria boleh membawa buyung untuk mempersiapkan sebuah perayaan upacara keagamaan / ibadah. Namanya tercatat di Alkitab tapi hanya disebut sebagai si Anu (unknown).

Dia sibuk mempersiapkan perjamuan terakhir, tetapi tidak ikut pesta itu, dan dia yang mengurus perjamuan Tuhan tetapi dia bukan murid Tuhan dan tidak ikut dalam perjamuan Tuhan.

  1.          Pengkhianatan (Mat 26:15)

“Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya”

Bagaimanakah keadaan Yudas Iskariot?

– Anak Simon dari Kiriot sebelah selatan Yehuda

– Bendahara, pengelola keuangan

– Biasa mencuri uang kas yang dipegangnya

– Menjual Yesus seharga 30 keping perak.

Sangat disayangkan karena Yudas telah menerima peringatan Tuhan, tapi tidak mau bertobat, Yudas kerasukan iblis, menghianati Yesus  dan akhirnya dia bunuh diri.

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

IMG_20190413_225008

[KHOTBAH] Bible Thinking, Jesus Minded, 7 April 2019

    BIBLE THINKING, JESUS MINDED

           Kejadian 1:26
          “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
Bible thinking, Jesus minded merupakan fondasi iman kristen. Tujuan Allah menciptakan manusia adalah supaya kita serupa dan segambar dengan Dia.
          Kata “Kita” dalam ayat diatas maksudnya adalah kesatuan tiga pribadi yaitu Bapa,Anak dan Roh Kudus. Sedangkan kata “Gambar” maksudnya adalah tentang batin kita, sesuatu yang ada dibagian dalam kita. Dan kata “Rupa” berbicara tentang wajah kita, seperti orang yang sedang bercermin yang mengetahui rupa wajahnya.
Esensi dari gambar Allah, adalah :
         1. Kasih.
Allah adalah kasih dan  jika kita adalah anak-anak Allah, maka kita harus hidup dalam kasih (I Yoh 4:7) “Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah”
Untuk hidup dalam kasih, maka yang harus dijaga dan diperhatikan adalah hati kita. Jika hati kita jahat maka pastilah kita tidak akan hidup dalam kasih. Tapi jika hati kita bersih dan suci, maka akan dengan mudah untuk menyatakan kasih itu.
          2. Kekudusan.
Kekudusan adalah terang dan  kebenaran. Jika kasih telah hilang, maka kekudusan, terang dan kebenaran pasti tidak akan ada dalam hidupnya.
Pada saat Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, maka gambar Allah dalam diri manusia menjadi rusak, tapi puji Tuhan lewat pengorbanan Tuhan Yesus diatas kayu salib, gambar Allah dalam diri manusia dipulihkan. Setelah gambar Allah telah pulih dalam diri manusia, maka tujuan kita hidup adalah agar kita menyenangkan hati Tuhan. Menyenangkan hati Tuhan yaitu dengan hidup dalam kekudusan, dalam terang dan dalam kebenaran.
         Kita diciptakan oleh Tuhan, agar kita tinggal dalam kesatuan dan persatuan, seperti doa Tuhan Yesus (Yoh 17:21) “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku”
Tuhan mau agar kita hidup dalam sebuah kesatuan, sebab hanya didalam kesatuan maka  kita ada didalam Tuhan. Tanpa kesatuan, kita diluar Tuhan.
Banyak orang saat menghadapi masalah dan pergumulan hidup, malahan pergi meninggalkan persekutuan dengan Tuhan dan dengan orang percaya. Padahal saat itulah kita harus tetap tinggal dalam suatu persekutuan bersama Tuhan Yesus Kristus.
          Apa yang dimaksud dengan Bible Thinking?
Bible Thinking adalah berpikir seperti apa kata Alkitab. salah satunya adalah tentang perpuluhan (Maleakhi 3:9-10) “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan”
Bagi orang lain, perpuluhan itu tidak penting, namun Alkitab berkata bahwa perpuluhan itu sangat penting supaya ada persediaan makanan dirumahKu. Perpuluhan juga merupakan kunci berkat Tuhan bagi kita.
          Apa yang dimaksud dengan Jesus minded?
Dalam Filipi 2:5 “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus”
Tuhan Yesus melakukan semua hal didunia ini sesuai dengan kehendak Bapa di sorga. Bahkan Dia melakukan semua tugas dan kehendak Bapa sampai selesai.
Kita harus memiliki pikiran Kristus, memiliki pola pikir Kristus. sebab ekspresi pemberontakan manusia adalah pikiran, alasan dan  perkataan dan inilah yang dilakukan oleh bangsa Israel saat dipadang gurun. Bangsa Israel adalah bangsa yang telah dikeluarkan oleh Tuhan dari perbudakan Mesir dan menjadi bangsa yang merdeka, namun pola pikir mereka masih memakai pola pikir Mesir. Demikian juga dengan kita saat ini yang telah menjadi manusia yang baru, ciptaan yang baru dalam Kristus, tapi jangan sampai masih memakai pikiran yang lama, cara berpikir duniawi.
Pola pikir duniawi hanya bisa dikalahkan saat kita dikuasai Roh Kudus, dan hidup oleh Roh.
Oleh karena itu marilah hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus kedalam seluruh kebenaran Allah sehingga kita bisa menjadi orang yang “Bible thinking, Jesus minded”…..amin.
Oleh Pdt David Tjakra Wisaksana
IMG_20190406_222950

[KHOTBAH] The Man Behind The Gun, 31 Maret 2019

        THE MAN BEHIND THE GUN
(I Samuel 13:1-5)
“Yonatan memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin yang ada di Geba; dan hal itu terdengar oleh orang Filistin. Karena itu Saul menyuruh meniup sangkakala di seluruh negeri, sebab pikirnya: “Biarlah orang Ibrani mendengarnya.”
Pada saat orang Filistin maju menyerang orang Israel, maka Yonatan dan pembawa senjatanya maju kedaerah orang Filistin. Dan hal ini memicu perang antara orang Israel dan Filistin.
Namun orang Israel menghadapi persoalan yang sangat besar yaitu:
1. Orang Filistin sangat banyak jumlahnya (I Sam 13:5) “Adapun orang Filistin telah berkumpul untuk berperang melawan orang Israel. Dengan tiga ribu kereta, enam ribu orang pasukan berkuda dan pasukan berjalan kaki sebanyak pasir di tepi laut mereka bergerak maju dan berkemah di Mikhmas, di sebelah timur Bet-Awen”
2. Orang Israel sangat terjepit dan sangat terdesak (I Sam 13:6) “Ketika dilihat orang-orang Israel, bahwa mereka terjepit–sebab rakyat memang terdesak–maka larilah rakyat bersembunyi di gua, keluk batu, bukit batu, liang batu dan perigi”
3. Saul mendukakan hati Tuhan (I Sam 13:13) “Kata Samuel kepada Saul: “Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya”
4. Orang Israel diserang oleh gerombolan (I Sam 13:17) “Maka keluarlah orang-orang penjarah dari perkemahan orang Filistin dalam tiga gerombolan: gerombolan yang satu mengambil jalan ke Ofra, ke daerah Syual”
5. Mereka tidak memiliki senjata perang (I Sam 13:22) “sehingga pada hari pertempuran itu sebilah pedang atau lembingpun tidak terdapat pada seluruh rakyat yang ada bersama Saul dan Yonatan. Tetapi Saul dan Yonatan, anaknya itu, masih mempunyainya.
Saat keadaan orang Israel sangat tidak baik, ternyata Yonatan masih memiliki senjata untuk berperang dan senjata Yonatan adalah senjata yang berbeda dari biasanya.
Apakah senjatanya Yonatan?
1. Yonatan menjaga persekutuan yang benar (I Sam 14:1a)
Pembawa senjatanya berkata “aku sepakat” hal ini berarti bahwa diperlukan orang-orang yang memiliki level rohani yang baik yang menjadi pendamping atau teman kita yang sepakat, sehati dengan kita.
Saat Yonatan mau menyerang orang Filistin, dia tidak memberitahukan kepada ayahnya Saul, karena Saul telah ditolak oleh Tuhan.
Seringkali keberhasilan kita juga ditentukan oleh orang yang ada didekat kita. Jika kita bergaul dan dekat dengan orang yang gagal, maka kita juga akan gagal, namun jika kita bergaul dengan orang sukses, maka kita akan sukses.
Dengan siapakah kita bergaul saat ini? Itu akan menentukan masa depan kita.
2. Yonatan berani menghadapi masalah (I Sam 14:1b)
Yonatan malahan maju untuk menyeberang dan menyerang orang Filistin. Sebagai orang percaya kita harus menghadapi masalah, jangan lari dan meninggalkan masalah.
3. Yonatan mengucapkan perkataan iman (I Sam 14:6)
Yonatan mengucapkan perkataan iman bahwa :
– Orang Filistin tidak bersunat, ini artinya bahwa dia merendahkan musuh-musuhnya. Kita tahu bahwa pada zaman Perjanjian Lama, Allah tidak berkenan pada orang yang tidak bersunat dan Dia tidak akan menyertai orang yang tidak bersunat itu.
– Bagi Tuhan tidak sukar untuk menolong
– Baik dengan banyak orang atau dengan sedikit orang
Perkataan iman ini seperti yang diucapkan oleh Daud saat dia melawan Goliat (I Sam 17:45-46).
4. Yonatan memiliki sikap hati yang benar (I Sam 14:8)
Dia tidak takut kepada orang Filistin karena dia dan pembawa senjatanya akan menyeberang kedekat orang Filistin, bahkan mau memperlihatkan dirinya pada orang filistin. Dia bertindak berbeda dengan orang Israel kebanyakan. Tuhan mau agar kita tidak takut menghadapi musuh kita.
5. Yonatan percaya pada Tuhan (I Sam 14:9)
Yonatan percaya pada tuntunan Tuhan dan pada strategi Tuhan, karena strategi Tuhan lebih baik daripada strategi manusia.
Apa yg terjadi setelah itu ? Yonatan membunuh orang Filistin dan tiba-tiba muncul kegemparan dan terjadi kegentaran diantara orang Filistin
Tindakan yang kelihatannya kecil, namun menghasilkan sesuatu yang besar. Hanya karena 20 orang yang mati, maka terjadilah huruhara dan para orang Israel yang tinggal bersama orang Filistin, berbalik menyerang orang Filistin. Juga orang Israel yang lari bersembunyi, mereka akhirnya keluar dan ikut berperang. Tuhan akhirnya menyelamatkan orang Israel dan mereka mengalami kemenangan yang gilang gemilang.
Seperti Yonatan dan orang Israel yang mengalami kemenangan, Tuhan juga mau kita untuk menjadi pemenang bahkan lebih dari pemenang…..amin

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Mujizat

[Khotbah] Power And Miracle, Minggu 24 Maret 2019

POWER  AND  MIRACLE

Matius 14:13-21

Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.

Dalam firman Tuhan ini dikisahkan tentang Tuhan Yesus yang melakukan mujisat memberi makan 5000 orang laki-laki dengan 5 roti dan 2 ikan, bahkan sisanya 12 bakul.

Apa yang dimaksud dengan mujisat? Mujisat adalah apa  yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia, itulah semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.

Jadi mujisat adalah apa yang tidak mungkin bagi manusia, tapi mungkin bagi Allah. Mujisat adalah apa yang mustahil bagi manusia tapi tidak mustahil bagi Allah.

Ada 3 kunci untuk mengalami mujisat Tuhan yaitu:

  1. Jangan lari dari masalah (ayat 15)

“Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.”

Saat itu murid-murid Tuhan mau lari dari masalah, karena mau menyuruh orang banyak itu mencari makan sendiri.

Selama kita masih hidup didunia, kita pasti akan menghadapi masalah, sebab itu adalah proses pemurnian dari Tuhan, dan jika kita akhirnya dapat keluar dari masalah, maka kita keluar sebagai pemenang bahkan lebih dari pemenang.

Dalam  I Tes 3:1-3 dikatakan “supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu”

Saat itu jemaat di Tesalonika sedang mengalami masalah, dan Paulus mengirim Timotius untuk menguatkan hati dan iman mereka.

Banyak orang kristen yang tidak tahan menghadapi masalah, namun kita harus tetap percaya. Apapun masalah yang kita hadapi, hadapi dengan sikap hati yang benar dan dengan cara pandang yang benar.

Contohnya Daud saat menghadapi Goliat, secara fisik Daud tidak mungkin dapat mengalahkan Goliat yang jauh lebih tinggi dan kuat. Namun

Daud membuktikan kepada semua orang bahwa bersama dengan Allah, dia dapat mengalahkan Goliat. Allah yang membuat Daud menang atas Goliat, dan Dia masih Allah yang sama yang akan memberi kemenangan atas setiap masalah yang sedang kita alami. Tuhan mau agar kita menghadapi masalah itu bersama-sama dengan Tuhan sebab Dia adalah sumber pertolongan kita.

  1.          Persembahkan apa yang ada kepada Tuhan (ayat 17-18)

“Jawab mereka: “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.”

Anak kecil itu punya 5 roti dan 2 ikan dan dia persembahkan  untuk diberkati oleh Tuhan untuk memberi makan 5000 orang.

Melayani Tuhan adalah mempersembahkan hidup kita dan apa yang ada pada kita untuk dipakai oleh Tuhan. Presiden Amerika Jimmy Carter mengatakan “jangan tanya apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan pada negara”. Artinya adalah jangan tanyakan apa yang gereja telah berikan pada kita, namun tanyakan apa yang  telah kita lakukan untuk gereja kita.

Roma 12:1-2 “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati”

Bawalah apa yang ada pada kita yaitu harta, talenta, waktu, hidup kita untuk Tuhan.

(I Kor 15:10) “Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku”

Selama kita masih hidup, masih kuat dan masih sehat, marilah kita terus melayani Tuhan dan jangan sia-siakan kesempatan yang Tuhan berikan untuk menjadi berkat bagi orang lain.

  1.          Percaya bahwa mujisat masih ada (ayat 19)

Tuhan Yesus mengambil roti, menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberi makan 5000 orang, mereka makan dengan kenyang dan sisanya ada 12 bakul.

Kita harus percaya bahwa mujisat masih berlaku sampai dengan hari ini dan Tuhan Yesus adalah sumber mujisat. Perkatakan firman Tuhan dengan iman, maka mujisat terjadi. Mujisat terjadi bagi orang yang percaya, tapi tidak akan terjadi bagi  orang yang bimbang dan ragu  sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin dan orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya (Yak 1:6-8)

Jadi kunci untuk mengalami mujisat adalah percaya dan bertindak.

Kita datang ke gereja jangan untuk mencari mujisat, tapi carilah sumber mujisat yaitu Tuhan Yesus….amin

 

Oleh Pdt. dr. Deddy Goandys MA

Put-Some-Heart-Into-Your-Gift-Giving--630x333

[Khotbah] JESUS IS MY KEEPER , Minggu 24 Maret 2019

 

JESUS  IS   MY  KEEPER

Yehezkiel 36:25-28

“Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya”

 

Allah sebagai penjaga dan pemelihara bagi umatNya dengan cara:

  1.          TUHAN AKAN MENYERTAI

Bentuk penyertaan atau pemeliharaan Tuhan didalam hidup kita yaitu:

  1.          Fathering (Pembapaan)

Yes 63:16 “Bukankah Engkau Bapa kami? Sungguh, Abraham tidak tahu apa-apa tentang kami, dan Israel tidak mengenal kami. Ya TUHAN, Engkau sendiri Bapa kami; nama-Mu ialah “Penebus kami” sejak dahulu kala”

Walaupun kita tidak dikenal dan ditolak oleh orang tua kita, namun Allah mengenal dan menerima kita.

Prinsip seorang Bapa yang baik yaitu :

A.1. Membangun hubungan sehingga kita memanggil Dia Bapa dan kita dapat berdoa, “Bapa kami yang disorga”.

A.2. Mendidik dan mengajar (Ibrani 12:9-10)

“Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya”

A.3. Membentuk (Yes 64:8) “Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.

A.4. Menegur (Yer 31:20) “Anak kesayangankah gerangan Efraim bagi-Ku atau anak kesukaan? Sebab setiap kali Aku menghardik dia, tak putus-putusnya Aku terkenang kepadanya; sebab itu hati-Ku terharu terhadap dia; tak dapat tidak Aku akan menyayanginya, demikianlah firman TUHAN.

  1.          Guarantor (Penjamin)

Sebagai seorang penjamin, Dia menjamin akan memberikan:

B.1. Kemenangan / Victory (Yes 41:10)”janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan”

Bentuk kemenangan dari Tuhan yaitu :

-kemenangan atas diri sendiri (mengalahkan sombong, ego, mudah marah, tidak ramah. Efesus 4:32)

-kemenangan atas situasi buruk (Yonatan dan pembawa senjatanya

I Sam 14:6)

-kemenangan melakukan firman Tuhan

-kemenangan atas rasa malas

-kemenangan yang mengubah musuh jadi sahabat

-kemenangan atas sakit penyakit

-kemenangan atas rasa takut, hawa nafsu

-kemenangan sampai garis akhir

B.2. Kesuksesan / Success (Maz 1:1-3) “Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Contohnya :

-pekerjaan yang berhasil, seperti yang dialami oleh Yusuf (Kej 39:2) “Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu”

-pelayanan yang berhasil, karena ada tanda-tanda yang menyertai pelayanan mereka (Mar 16:20) “Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya”

-karir,posisi,kedudukan,otoritas, kita akan tetap naik dan tidak turun  (Ul 28:13) “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun”

  1.          Helper (Penolong)

Yoh 14:16 “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya”

Penolong kita adalah Roh Kudus yang akan memberikan kuasa pada kita. Roh kudus sebagai:

-dunamis yang memiliki kekuatan besar

-dinamis selalu bergerak

-dinamit memiliki daya ledak besar

Sebagai penolong, Dia akan

-menuntun kita dalam hal yang benar

-memunculkan karunia Roh dalam hidup kita yaitu berkata-kata dengan hikmat, berkata-kata dengan pengetahuan, iman, menyembuhkan, mengadakan mujizat, bernubuat, bermacam-macam roh, berkata-kata dengan bahasa roh, menafsirkan bahasa roh itu.

-memunculkan buah roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, penguasaan diri….amin

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

obedience

[Khotbah] O B E D I E N C E , Minggu 10 Maret 2019

O B E D I E N C E

Filipi 2:5-11

Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

 

Tuhan Yesus telah memberikan sebuah teladan tentang ketaatan kepada kita semua. Dia adalah Anak Allah yang bertahta dalam kerajaan sorga, namun Dia mau taat pada kehendak Bapa dengan cara mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Bahkan Dia taat sampai mati diatas kayu salib.

Alkitab memberikan beberapa contoh tentang ketaatan yaitu:

  1.          Abraham (ketaatan penuh)

Dalam Kej 12:1-4 Allah berfirman kepada Abraham untuk pergi dari Ur Kasdim dan dia taat dengan segenap hatinya. Kemudian Tuhan menguji Abraham dengan menyuruh dia untuk mempersembahkan Ishak sebagai korban pada Tuhan, Abraham juga taat melakukannya.

  1.          Saul (ketaatan setengah hati)

Saul tidak sabaran dan hanya taat sementara waktu saat Samuel menyuruhnya menunggu di Gilgal selama 7 hari. Kemudian Saul disuruh untuk memunahkan orang Amalek namun dia tidak tepat melakukan apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Saul tidak membunuh raja Agag dan ternak yang baik diselamatkannya (I Sam 15:1-11)

  1.          Akhan (ketidak taatan)

Saat Israel menyerang kota Yerikho, Allah berfirman agar jangan mengambil barang-barang yang dikhususkan bagi Tuhan. Namun Akhan tidak taat sebab dia mengambil barang-barang itu yang mengakibatkan kekalahan bagi Israel dan kematian bagi Akhan sekeluarga (Yos 6:18-19)

Dari contoh diatas, ada beberapa hal yang dapat kita pelajari tentang ketaatan yaitu:

  1.         Ketaatan dibuktikan bukan hanya dengan perkataan, tapi dengan perbuatan (Mat 21:28-31) “Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi”

Orang yang hanya mendengar firman Tuhan namun tidak taat melakukannya disamakan dengan orang yang sedang bercermin, namun lupa bagaimana rupanya (Yak 1:23-25). Ketaatan harus direspon dengan sikap hati yang benar dan dilakukan dengan tindakan yang benar.

  1.          Ketaatan tidak mengenal situasi dan kondisi (I Raja 17:10-15)

“Perempuan itu menjawab: “Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.”

Situasi dan kondisi pada saat itu adalah wanita itu  seorang janda yang hidupnya miskin akibat kelaparan dan mereka sementara menghadapi kematian. Namun janda Sarfat itu taat akan firman Tuhan.

Tuhan ingin agar kita tetap taat firmanNya ditengah situasi dan kondisi yang sulit dalam hidup kita.

  1.          Ketaatan itu kadang membuat tidak nyaman,bahkan akan berhadapan dengan masalah (Yeremia 19:14-15 ; 20:1-2)

“Pasyhur bin Imer, imam yang pada waktu itu menjabat kepala di rumah TUHAN, mendengar Yeremia menubuatkan perkataan-perkataan itu.

Lalu Pasyhur memukul nabi Yeremia dan memasungkan dia”

Yeremia adalah nabi Tuhan yang sangat tersiksa dengan panggilan dan jabatannya sebagai seorang nabi yang bertugas menyampaikan firman Tuhan. Dan ketaatannya itu membuat dia disiksa, dipukul, dibelenggu, dipenjara dan dimasukkan kedalam sumur.

Walaupun ketaatan itu tidak nyaman dan tidak enak bagi kita, namun Tuhan mau agar kita tetap taat pada firmanNya.

  1.          Ketaatan menghasilkan upah yaitu:

– Keberuntungan (Luk 5:1-11) Karena ketaatan pada firman Tuhan, maka Simon Petrus dkk yang tadinya sial, kini mendapatkan ikan yang sangat banyak.

– Kemenangan (Kel 17:8-14) Yosua dan orang Israel taat pada perintah Musa untuk pergi berperang melawan Amalek walaupun mereka tidak memiliki kemampuan untuk berperang. Akhirnya mereka mengalami kemenangan yang hebat atas Amalek.

– Mujisat (Yoh 2:1-15) Para pelayan yang taat melakukan firman Tuhan sehingga terjadilah mujisat air menjadi anggur.

– Keselamatan (Kej 6:9-22) Nuh taat dan tepat melakukan apa yang difirmankan Tuhan kepadanya, sehingga dia sekeluarga diselamatkan dari air bah dan kebinasaan.

Tuhan mau agar ditahun 2019 ini kita mengalami kelahiran yang baru, terobosan yang baru, mujisat yang baru, hal-hal yang baru dari Tuhan. Dan untuk mengalami hal itu, kita harus hidup dalam ketaatan kepada firman Tuhan……amin

Oleh Pdt Aris Andrijanto SE,MA

TahunKelahiranBaru(4)

[Khotbah] The Year OF New Birth(5), Minggu 02 Maret 2019

THE  YEAR  OF  NEW BIRTH (5)

Yehezkiel 36:25-27

Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat

Tahun 2019 adalah “The Year of New Birth” yaitu tahun kelahiran baru. Kelahiran baru seperti benih yang jatuh ketanah, kemudian mati dan akhirnya memunculkan tunas dengan kehidupan yang baru.

Tahun 2019 ini Tuhan akan melakukan sesuatu yang baru, memulihkan keadaan kita, memberikan belas kasihanNya kepada kita dan memberikan hati yang taat. Ketaatan adalah mengikuti apa yang diingini oleh otoritas yang ada diatas kita. Ketaatan adalah sebuah tindakan untuk mengikuti dan menuruti sebuah perintah.

Kepada siapakah kita harus taat?

  1. KEPADA TUHAN YESUS, melalui :

A.1. SuaraNya lewat Roh Kudus

Untuk itu diperlukan telinga seorang murid dan seorang murid pasti dapat mendengar suara gurunya. Hal ini membutuhkan latihan untuk mendengar suara Tuhan (Yes 50:4) “Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid”

Kita harus memiliki telinga seorang murid untuk dapat mendengar suara gembala agung kita.

A.2. Firman Tuhan yang tercatat

Yaitu Alkitab Perjanjian Lama terdiri dari 39 kitab dan Perjanjian Baru yang terdiri dari 27 kitab.

Adapun kitab Perjanjian Lama terdiri dari:

– Kitab Taurat (Kejadian,Keluaran,Imamat, Bilangan,Ulangan yang ditulis

oleh Musa sekitar tahun 1450 SM

– Kitab Yosua yang dicatat oleh Yosua sekitar tahun 1370 SM

– Kitab Hakim2 dicatat oleh Samuel

– Kitab Rut dicatat oleh Samuel

– Kitab 1 dan 2 Samuel dicatat oleh Samuel, Gad dan Natan

– Kitab 1 dan 2 Raja2 dicatat oleh Yeremia sekitar tahun 560 SM

– Kitab 1 dan 2 Tawarikh dicatat oleh Ezra sekitar tahun 400 SM

– Kitab Ezra dicatat oleh Ezra sekitar tahun 400 SM

– Kitab Nehemia dicatat oleh Nehemia sekitar sekitar tahun 400 SM

– Kitab Ester dicatat oleh Mordekhai sekitar tahun 500 SM

– Kitab Ayub dicatat oleh Ayub sekitar tahun 2000 SM

– Kitab Mazmur dicatat oleh Daud dkk sekitar tahun 1400 sd 500 SM

– Kitab Amsal dicatat oleh Salomo,Agur,Lemuel sekitar tahun 950 SM

– Kitab Pengkotbah dicatat oleh Salomo sekitar tahun 900 SM

– Kitab Kidung Agung dicatat oleh Salomo sekitar tahun 900 SM

– Kitab Yesaya dicatat oleh Yesaya sekitar tahun 700 SM

– Kitab Yeremia dan Ratapan dicatat oleh Yeremia sekitar tahun 600 SM

– Kitab Yeheskiel dicatat oleh Yeheskiel sekitar tahun 550 SM

– Kitab Daniel dicatat oleh Daniel sekitar tahun 550 SM

– Kitab Hosea dicatat oleh Hosea sekitar tahun 700 SM

– Kitab Yoel dicatat oleh Yoel sekitar tahun 800 SM

– Kitab Amos dicatat oleh Amos sekitar tahun 750 SM

– Kitab Obaja dicatat oleh Obaja sekitar tahun 850 SM

– Kitab Yunus dicatat oleh Yunus sekitar tahun 750 SM

– Kitab Mikha dicatat oleh Mikha sekitar tahun 600 SM

– Kitab Nahum dicatat oleh Nahum sekitar tahun 650 SM

– Kitab Habakuk dicatat oleh Habakuk sekitar tahun 600 SM

– Kitab Zefanya dicatat oleh Zefanya sekitar tahun 630 SM

– Kitab Hagai dicatat oleh Hagai sekitar tahun 500 SM

– Kitab Zakharia dicatat oleh Zakharia sekitar tahun 500 SM

– Kitab Maleakhi dicatat oleh Maleakhi sekitar tahun 400 SM

Adapun Kitab Perjanjian Baru terdiri dari :

– Kitab Matius dicatat oleh Matius sekitar tahun 60 M

– Kitab Markus dicatat oleh Markus sekitar tahun 55-66 M

– Kitab Lukas dicatat oleh Lukas sekitar tahun 60-63 M

– Kitab Yohanes  dicatat oleh Yohanes sekitar tahun 80-95 M

– Kitab Kisah rasul dicatat oleh Lukas sekitar tahun 65 M

– Kitab Roma dicatat oleh Paulus sekitar tahun 60 M

– Kitab 1 dan 2 Korintus dicatat Paulus sekitar tahun 55 M

– Kitab Galatia dicatat oleh Paulus sekitar tahun 50 M

– Kitab Efesus dicatat oleh Paulus  sekitar tahun 50 M

– Kitab Filipi dicatat oleh Paulus sekitar tahun 60 M

– Kitab Kolose dicatat oleh Paulus  sekitar tahun 50 M

– Kitab 1 dan 2 Tesalonika dicatat oleh Paulus  sekitar tahun 50 M

– Kitab 1 dan 2 Timotius dicatat oleh Paulus sekitar tahun 65 M

– Kitab Titus dicatat oleh Paulus sekitar tahun 65 M

– Kitab Filemon dicatat oleh Paulus  sekitar tahun 60 M

– Kitab Ibrani dicatat oleh Paulus? sekitar tahun 70 M

– Kitab Yakobus dicatat oleh Yakobus sekitar tahun 50 M

– Kitab 1 dan 2 Petrus dicatat oleh Petrus sekitar tahun 60-65 M

– Kitab 1 dan 2 dan3 Yohanes dicatat oleh Yohanes sekitar tahun 90 M

– Kitab Yudas dicatat oleh Yudas sekitar tahun 90 M

– Kitab Wahyu dicatat oleh Yohanes sekitar tahun 95 M

Alasan mengapa kita harus taat kepada Tuhan yaitu:

– Percaya bahwa perintahNya adalah yang terbaik.

Contoh Abraham yang mendapat perintah dari Tuhan untuk meninggalkan negerinya, dan jika dia menolak, maka pastilah Abraham binasa karena dia sebelumnya adalah penyembah berhala, namun karena ketaatannya maka dia menjadi bapa banyak bangsa (Yos 24:2)

– Menghormati Tuhan dan tidak ingin nama Tuhan dipermainkan. contohnya saat Daud melawan Goliat, Daud sangat marah kepada Goliat yang menghina dan tidak menghormati nama Tuhan.

– Takut akan Tuhan karena mengasihi Tuhan.

Orang yang takut akan Tuhan pasti tidak akan melakukan sesuatu yang tidak menyukakan hati Tuhan seperti memilukan hatiNya (Kej 6:6), menyusahkan hatiNya (Yes 43:24), mendukakan Roh Kudus (Ef 4:30), menentang Roh Kudus (Kis 7:51), memadamkan Roh Kudus (1 Tes 5:19), menghujat Roh Kudus (Luk 12:1).

  1.          KEPADA HAMBA TUHAN

Yang menyampaikan pengajaran firman Tuhan, tuntunan, nasihat, teguran kepada kita (Rom 6:17, Ibr 13:7, Fil 2:12)

Bagaimanakah sikap kita saat menerima pengajaran?

– Butuh, maksudnya bahwa pengajaran firman Tuhan itu adalah kebutuhan yang dapat disamakan dengan prinsip sebuah akar yang masuk kedalam tanah (artinya mendalami firman Tuhan), mengisap sari makanan (artinya menyerap firman Tuhan yang didengar dan dibaca), kemudian menyalurkan ke batang pohon (artinya merenungkan, melakukan dan membagikan firman Tuhan)

– Rindu ….akan tuntunan Tuhan

– Serius …memberikan perhatian pada firman Tuhan

– Cerdas…memilah milah

– Rekam….mencatat, menyimpan dalam hati

– Respons …dengan berkata ya dan amin

– Ucapan syukur

Marilah kita menjadi orang percaya yang memiliki hati yang taat….amin

TahunKelahiranBaru(4)

[Khotbah] The Year OF New Birth, Minggu 24 Februari 2019

 THE  YEAR  OF  NEW BIRTH 

Yehezkiel 36:25-27

Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat

Tahun 2019 adalah “The Year Of New Birth” yaitu tahun kelahiran yang baru. Kelahiran baru dan kelahiran yang baru memimiliki perbedaan.

Kelahiran baru adalah pertobatan, pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus (Titus 3:4-5) kelahiran yang baru adalah berbagai hal yang akan lahir dan muncul dalam kehidupan kita.

(I Yoh 5:13) “Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal”. Kita harus percaya bahwa kita sudah memiliki hidup kekal.

Mengapa orang yang percaya pada Tuhan Yesus , yakin bahwa pasti  mengalami kehidupan kekal? Jawabannya adalah karena kita percaya kepada nama Anak Allah yaitu Tuhan Yesus Kristus. Hal ini berarti:

  1. Menghormati Kristus sebagi Tuhan dan Tuan dalam kehidupan kita

dan sungguh berusaha mentaati perintahNya

  1. Mengasihi Tuhan Yesus dan bukan mengasihi dunia ini, dan kita

menang terhadap daya tarik dunia ini

  1. Sudah bisa dan tekun melakukan kebenaran dan bukan melakukan

dosa

  1. Mengasihi saudara seiman
  2. Sadar bahwa Roh Kudus berdiam didalam kita, sehingga kita tidak

mendukakan Roh Kudus

  1. Berusaha sungguh-sungguh mengikuti teladan Tuhan Yesus dan

hidup seperti Tuhan Yesus

  1. Percaya, menerima dan tinggal dalam Tuhan Yesus Kristus, percaya

pada firman Tuhan dan para Rasul dalam Perjanjian Baru

  1. Sungguh sungguh merindukan dan mengharapkan kedatangan Tuhan

Yesus pada kali yang kedua

(Amsal 4:23) “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” artinya adalah hati kita harus percaya

dan lebih mencintai Tuhan Yesus daripada dunia ini dan segala yang ada didalamnya termasuk  mencintai mamon.

(I Tim 6:10) “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka”

Firman Tuhan berkata bahwa dimana hartamu berada disitu hatimu berada.

Seorang ahli Alkitab yaitu Jim Senneth berkata bahwa:

– Ada 2.350 ayat tentang uang sementara tentang doa hanya 509 ayat dan tentang iman 500 ayat

– 1 dari 10 ayat dalam Perjanjian Baru berbicara tentang uang

– Perumpamaan Tuhan Yesus tentang uang lebih banyak daripada perumpamaan tentang sorga dan neraka.

Mengapa hal ini terjadi?

Ada 3 alasan mengapa Alkitab berbicara lebih banyak tentang uang yaitu:

  1.          Uang adalah saingan utama dari Tuhan Yesus

Peristiwa tentang anak muda yang kaya yang datang pada Tuhan Yesus, namun dia lebih mencintai uang dan hartanya sehingga akhirnya dia pergi dan meninggalkan Tuhan Yesus (Mat 19:16-26).

Namun berbeda dengan yang terjadi pada Zakheus. Dia adalah contoh orang yang lebih mengasihi Tuhan Yesus daripada uang (mamon) karena dia mau melepaskan ikatan mamon dari hidupnya.

  1.          Bagaimana cara kita menangani uang akan berdampak pada persekutuan kita dengan Tuhan.

Seperti yang dialami oleh jemaat di Laodikia, yang memiliki kekayaan dan banyak sumber daya namun kehidupan rohaninya dan hubungannya dengan Tuhan suam-suam kuku. Hal ini mengakibatkan  Tuhan mau memuntahkan mereka dari mulut Tuhan (Wahyu 3:14-22)

  1.           Uang akan membentuk karakter kita

(I Tim 6:17) “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi”

Umumnya orang kaya itu memiliki karakter yang sombong, tinggi hati, selalu mengandalkan kekayaannya, kikir, tidak suka memberi dll. Jangan sampai hal itu terjadi dalam hidup kita.

(II Tim 3:1-2) manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. (Luk 4:5-7) “Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki”

Siapakah penguasa dunia dan segala isinya? yaitu iblis.

Sebagai orang percaya, kita jangan memburu kekayaan dan harta benda sebab berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya” (Ams 10:22). “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat 6:33).  “Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur” (Maz 127:2).

Oleh karena itu marilah  kita mencari dan memikirkan perkara-perkara yang diatas yaitu hal kerajaan sorga, dan bukan perkara yang dibumi, maka kita akan diberkati…..amin

Oleh Pdt. Ir. Niko Nyotorahardjo