[KHOTBAH] THE DAY BEFORE GOLGOTHA , 14 April 2019
THE DAY BEFORE GOLGOTHA
Yohanes 15:13
“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya”
Golgota adalah tempat dimana Tuhan Yesus mati disalibkan. Golgota disebut juga dengan bukit tengkorak. Didalam Alkitab dituliskan tentang 7 peristiwa yang terjadi sebelum peristiwa di Golgota yaitu:
- Yesus mengajar firman Tuhan sampai akhir (Mat 26:1-2)
“Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya”
Tuhan Yesus tetap mengajar firman Tuhan, walaupun Dia akan menghadapi kematian. Tuhan mau agar kita mencari Tuhan dan pengajaranNya khususnya diakhir zaman ini. Amos 8:11-12 “Sesungguhnya, waktu akan datang,” demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN”
Sebelum masa ini datang, kita harus hidup penuh dengan firman Tuhan.
Hanya orang-orang yang lapar dan haus akan kebenaran yang akan bertahan sampai pada akhirnya.
- Perkataan yang menggoncangkan iman (Mat 26:31)
“Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai”
Kita harus siap untuk mendengarkan perkataan firman Tuhan yang keras dan teguran keras. Gereja yang sehat dan dewasa adalah gereja yang menyukai pengajaran yang sehat dan keras. Contoh jemaat di Korintus (I Kor 3:2) “Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya”
- Tokoh agama berkumpul dirumah Kayafas (Mat 26:3)
“Pada waktu itu berkumpullah imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di istana Imam Besar yang bernama Kayafas”
Para tokoh agama berkumpul dan mereka semua sarat dengan kebencian dan doktrin yang palsu.
Saat itu imam besar Kayafas adalah boneka politik yang memiliki kedudukan palsu karena ada dua imam besar saat itu (Luk 3:2 ).
Dan ironisnya firman Tuhan datang bukan kepada mereka berdua, tapi datang kepada Yohanes pembaptis.
Kita harus belajar firman Tuhan dan dituntun serta dipenuhi Roh Kudus sehingga logos itu menjadi rhema.
- Komplotan yang jahat (Mat 26:4)
“dan mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia”
Jabatan kerohanian mereka tidak menjamin bahwa mereka adalah orang yang memiliki kehidupan dan karakter yang baik.
Kalau kita telah memiliki talenta dan pelayanan, maka kita harus mengusahakan talenta yang berkualitas. Ada 3 sumber talenta yaitu Tuhan, diri sendiri dan pemimpin rohani.
Apakah kehidupan kekristenan kita saat ini sudah paralel dengan kehidupan sehari hari?
- Pengurapan minyak oleh perempuan berdosa (Mat 26:7)
Lukas 7:37-38 “Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi”
Inilah sikap hati dan sikap ibadah yang benar yaitu:
- Adanya kesadaran akan dosa
- Adanya kesadaran akan Tuhan, seperti anak bungsu yang sadar untuk datang kembali pada bapanya
- Adanya kesadaran untuk bertindak dengan benar. Yang dia lakukan yaitu datang pada Tuhan Yesus, tanpa rasa malu karena statusnya. Kita juga jangan malu akan urusan keselamatan.
- Adanya kesadaran untuk menyembah Tuhan dengan benar.
– Menangis hancur hati, tanda penyesalan dan pertobatan (Maz 51:19)
– Mencium kaki Tuhan, merendahkan diri serendah-rendahnya.
– Bawa korban yang mahal yaitu minyak Narwastu. Sebelum Tuhan berkorban nyawa, dia terlebih dahulu berkorban harta.
Apakah korban kita untuk Tuhan saat ini?
- Adanya kesadaran untuk mempermuliakan nama Tuhan.
Bau minyak itu semerbak diseluruh rumah itu (Yoh 12:3). Hal ini adalah persiapan untuk kematian Tuhan Yesus.
- Persiapan perjamuan terakhir / Paskah (Mat 26:17-19)
“Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”
Dalam Markus 14:13-15 dicatat bahwa si Anu adalah seorang pria yang membawa buyung. Membawa buyung adalah tugas seorang perempuan . Namun seorang pria boleh membawa buyung untuk mempersiapkan sebuah perayaan upacara keagamaan / ibadah. Namanya tercatat di Alkitab tapi hanya disebut sebagai si Anu (unknown).
Dia sibuk mempersiapkan perjamuan terakhir, tetapi tidak ikut pesta itu, dan dia yang mengurus perjamuan Tuhan tetapi dia bukan murid Tuhan dan tidak ikut dalam perjamuan Tuhan.
- Pengkhianatan (Mat 26:15)
“Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya”
Bagaimanakah keadaan Yudas Iskariot?
– Anak Simon dari Kiriot sebelah selatan Yehuda
– Bendahara, pengelola keuangan
– Biasa mencuri uang kas yang dipegangnya
– Menjual Yesus seharga 30 keping perak.
Sangat disayangkan karena Yudas telah menerima peringatan Tuhan, tapi tidak mau bertobat, Yudas kerasukan iblis, menghianati Yesus dan akhirnya dia bunuh diri.
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th
