[Khotbah] O B E D I E N C E , Minggu 10 Maret 2019
O B E D I E N C E
Filipi 2:5-11
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Tuhan Yesus telah memberikan sebuah teladan tentang ketaatan kepada kita semua. Dia adalah Anak Allah yang bertahta dalam kerajaan sorga, namun Dia mau taat pada kehendak Bapa dengan cara mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Bahkan Dia taat sampai mati diatas kayu salib.
Alkitab memberikan beberapa contoh tentang ketaatan yaitu:
- Abraham (ketaatan penuh)
Dalam Kej 12:1-4 Allah berfirman kepada Abraham untuk pergi dari Ur Kasdim dan dia taat dengan segenap hatinya. Kemudian Tuhan menguji Abraham dengan menyuruh dia untuk mempersembahkan Ishak sebagai korban pada Tuhan, Abraham juga taat melakukannya.
- Saul (ketaatan setengah hati)
Saul tidak sabaran dan hanya taat sementara waktu saat Samuel menyuruhnya menunggu di Gilgal selama 7 hari. Kemudian Saul disuruh untuk memunahkan orang Amalek namun dia tidak tepat melakukan apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Saul tidak membunuh raja Agag dan ternak yang baik diselamatkannya (I Sam 15:1-11)
- Akhan (ketidak taatan)
Saat Israel menyerang kota Yerikho, Allah berfirman agar jangan mengambil barang-barang yang dikhususkan bagi Tuhan. Namun Akhan tidak taat sebab dia mengambil barang-barang itu yang mengakibatkan kekalahan bagi Israel dan kematian bagi Akhan sekeluarga (Yos 6:18-19)
Dari contoh diatas, ada beberapa hal yang dapat kita pelajari tentang ketaatan yaitu:
- Ketaatan dibuktikan bukan hanya dengan perkataan, tapi dengan perbuatan (Mat 21:28-31) “Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi”
Orang yang hanya mendengar firman Tuhan namun tidak taat melakukannya disamakan dengan orang yang sedang bercermin, namun lupa bagaimana rupanya (Yak 1:23-25). Ketaatan harus direspon dengan sikap hati yang benar dan dilakukan dengan tindakan yang benar.
- Ketaatan tidak mengenal situasi dan kondisi (I Raja 17:10-15)
“Perempuan itu menjawab: “Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.”
Situasi dan kondisi pada saat itu adalah wanita itu seorang janda yang hidupnya miskin akibat kelaparan dan mereka sementara menghadapi kematian. Namun janda Sarfat itu taat akan firman Tuhan.
Tuhan ingin agar kita tetap taat firmanNya ditengah situasi dan kondisi yang sulit dalam hidup kita.
- Ketaatan itu kadang membuat tidak nyaman,bahkan akan berhadapan dengan masalah (Yeremia 19:14-15 ; 20:1-2)
“Pasyhur bin Imer, imam yang pada waktu itu menjabat kepala di rumah TUHAN, mendengar Yeremia menubuatkan perkataan-perkataan itu.
Lalu Pasyhur memukul nabi Yeremia dan memasungkan dia”
Yeremia adalah nabi Tuhan yang sangat tersiksa dengan panggilan dan jabatannya sebagai seorang nabi yang bertugas menyampaikan firman Tuhan. Dan ketaatannya itu membuat dia disiksa, dipukul, dibelenggu, dipenjara dan dimasukkan kedalam sumur.
Walaupun ketaatan itu tidak nyaman dan tidak enak bagi kita, namun Tuhan mau agar kita tetap taat pada firmanNya.
- Ketaatan menghasilkan upah yaitu:
– Keberuntungan (Luk 5:1-11) Karena ketaatan pada firman Tuhan, maka Simon Petrus dkk yang tadinya sial, kini mendapatkan ikan yang sangat banyak.
– Kemenangan (Kel 17:8-14) Yosua dan orang Israel taat pada perintah Musa untuk pergi berperang melawan Amalek walaupun mereka tidak memiliki kemampuan untuk berperang. Akhirnya mereka mengalami kemenangan yang hebat atas Amalek.
– Mujisat (Yoh 2:1-15) Para pelayan yang taat melakukan firman Tuhan sehingga terjadilah mujisat air menjadi anggur.
– Keselamatan (Kej 6:9-22) Nuh taat dan tepat melakukan apa yang difirmankan Tuhan kepadanya, sehingga dia sekeluarga diselamatkan dari air bah dan kebinasaan.
Tuhan mau agar ditahun 2019 ini kita mengalami kelahiran yang baru, terobosan yang baru, mujisat yang baru, hal-hal yang baru dari Tuhan. Dan untuk mengalami hal itu, kita harus hidup dalam ketaatan kepada firman Tuhan……amin
Oleh Pdt Aris Andrijanto SE,MA
