Three Kings Desert Star of Bethlehem Nativity Concept

[Khotbah] Para Pemburu Bintang, Minggu 24 Desember 2017

PARA PEMBURU BINTANG
Matius 2:1-12
“Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”
Siapakah mereka yang menjadi pemburu bintang? Mereka adalah sekelompok orang yang datang dari timur , gelar mereka adalah orang Majus.  Yang pasti adalah mereka bukan orang Yahudi, dan mereka mengetahuinya hanya dari berita/buku. Diperkirakan bahwa mereka berasal dari daerah kerajaan Babel, dan mereka mungkin membaca literatur yang tersimpan di kerajaan Babel yang ditulis pada masa Daniel dkk.
Walaupun mereka bukan orang Yahudi, namun mereka percaya pada Sang Mesias dan hal itu sama seperti kita yang percaya pada Yesus bukan karena kita orang Yahudi, namun karena oleh iman kepada firman Tuhan.
Orang Majus dan orang percaya sama-sama menyembah Tuhan Yesus.
Namun ada perbedaan antara orang Majus dengan orang percaya yaitu mereka menyembah sebab didalam rumah itu ada bayi Yesus, sedangkan kita menyembah Yesus sebab didalam rumah kita (tubuh kita) ada Roh Allah (I Kor 3:16) “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”
Kita harus menyembah Dia dalam roh dan kebenaran, sebab saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian (Yoh 4:23)
Ada beberapa sikap seorang penyembah yang benar yaitu:
A. Tidak ditentukan oleh suasana sekitar.
Kita menyembah Tuhan bukan ditentukan oleh musiknya, pemimpin pujian, penyanyi, dan jemaat. Semua itu hanyalah sebagai partner dalam menyembah.
B. Tidak ditentukan oleh tempat.
Kita menyembah Tuhan bukan hanya digereja tapi dimana saja. Namun jika kita tidak menyembah Tuhan saat ada digereja, apalagi jika kita berada diluar gereja.
C. Menyembah adalah sikap hati kepada Tuhan.
Kita menyembah Tuhan artinya adalah hati yang tertuju kepada Tuhan.
Menyembah adalah sikap hati kepada Tuhan, mengapa?
– Karena pertolonganNya (Kej 24:42-48) “Dan hari ini aku sampai ke mata air tadi, lalu kataku: TUHAN, Allah tuanku Abraham, sudilah kiranya Engkau membuat berhasil perjalanan yang kutempuh ini”
Eliezer saat itu mendapatkan perintah dari Abraham untuk mencarikan isteri bagi Ishak. Pada saat Eliezer berada di sana, seolah-olah kebetulan Ribka keluar untuk mengambil air, dan akhirnya Eliezer menemukan Ribka untuk menjadi isteri Ishak. Kelihatannya semua itu kebetulan….tapi percayalah bahwa semua itu karena pertolongan Tuhan.
– Karena mujisatNya (Mat 14:33) “Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”
Berapa banyak mujisat yang sudah kita alami selama tahun 2017? Pasti kita semua mengalami mujisat dari Tuhan, ceritakan dan saksikanlah bagi orang lain agar mereka juga mengalami mujisat Tuhan.
– Karena disembuhkan (Yoh 9:11) “Jawabnya: “Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat.”
Orang yang buta sejak lahirnya mengalami kesembuhan dan dia dapat melihat karena disembuhkan oleh Tuhan Yesus. Berapa kali kah Tuhan telah menyembuhkan kita dari sakit penyakit?
Arti penyembahan orang percaya yaitu:
– Merendahkan diri jauh lebih rendah dari Tuhan, dan segala hormat, pujian, pengagungan hanya bagi Dia.
– Menyerahkan semua hak kepemilikan kepada Tuhan seperti harta, jabatan bahkan nyawa kita.
– Tanpa perlawanan atau tanpa daya, dengan menyerahkan semua kuasa, kekuatan dan potensi. Artinya adalah semuanya hanya bagi Tuhan Yesus…..amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Rear View of Group of Friends Hugging

[Khotbah] The Christian Community

THE CHRISTIAN COMMUNITY
Komunitas adalah sekelompok orang yang perduli dengan yang lain lebih dari seharusnya, karena terjadi relasi pribadi yang erat antar anggota karena adanya kesamaan interest atau values (Hermawan Kertajaya)
Sedangkan komunitas kristen adalah sekelompok orang percaya yang berinteraksi bersama secara horisontal dengan bergaul, bermain, bercanda secara vertikal dengan beribadah (HSS)
Apa yang harus terjadi dalam sebuah komunitas?
1. Bertumbuh bersama
Beberapa faktor pendukung adalah:
A. Firman Tuhan (Roma 10:17) “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” kuncinya adalah hidup dengan mengutamakan prinsip kerajaan Allah contohnya Daniel yang ada di Babel, dia menolak untuk makan makanan yang diberikan karena dia tidak ingin menikmati makanan raja yang najis yaitu yang telah dipersembahkan kepada berhala. Daniel ingin membuktikan akan pemeliharaan Tuhan baginya. Demikian juga dengan Elisa yang menolak persembahan Naaman karena Elisa tidak mau mensejajarkan dirinya yang adalah hamba Tuhan dengan para dukun di Aram yang menjual “karunia” dengan uang.
B. Nasihat dan tegoran
Nasihat dan tegoran itu baik buat kita agar kita menjadi orang yang berjalan dalam kebenaran dengan hati yang tulus. Amsal 27:5 “Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi”
Kuncinya adalah rela berkorban, baik yang ditegur maupun yang menegur. Ingat bahwa kita perlu tegoran dan nasihat dari orang lain.
C. Gesekan
Gesekan seringkali terjadi karena perbedaan pendapat, gaya hidup, karakter, perkataan, sikap, perbuatan dll. Amsal 27:17 “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya”
Ada yang menjadi alat untuk memperbesar iman seseorang. Contohnya kertas amplas dipakai untuk menggosok sesuatu supaya licin dan akhirnya setelah dicat akan menjadi indah. Akan tetapi kertas amplas tersebut ikut menjadi licin dan dibuang dan menjadi sampah. Dimanakah posisi kita? Kuncinya adalah matikanlah ego manusia.
D. Pengaruh
Gereja harus mempengaruhi sesama supaya maju dalam mengiring dan melayani Tuhan. Kuncinya adalah kedewasaan rohani.
2. Menjadi penjala manusia
Komunitas orang percaya terus bertumbuh sejak zaman Tuhan Yesus :
– Mulai dari 12 orang murid (Mat 10:1)
– 70 murid yang diutus oleh Tuhan (Luk 10:1)
– 3000 orang yang bertobat dan percaya dan dibaptis (Kis 2:41)
– 5000 laki-laki (Kis 4:4)
– Beribu-ribu orang (Kis 21:20)
Dibutuhkan kasih, komunikasi, berkorban dan ketekunan untuk dapat menjadi penjala manusia.
Adakah orang masuk dalam komunitas karena kita? Berapa jiwa yang kita bawa? Atau adakah orang yang keluar dari komunitas karena kita? Berapa jiwa?
Alasan kita ada didalam sebuah komunitas
A. Supaya bisa menemukan panggilan seperti yang dilakukan Ananias yang mendatangi Saulus (Kis 9:10-17) dan akhirnya Saulus berubah menjadi Paulus yang menjadi pemberita Injil yang luar biasa dan untuk membuka mata mereka, supaya berbalik dari kegelapan kepada terang Tuhan (Kis 26:18)
B. Supaya bisa melatih dan mengembangkan talenta.Hal ini membutuhkan:
– Proses seperti Paulus yang diasingkan dari bangsa-bangsa (Kis 26:17)
– Diutus dengan melaksanakan tanggung jawab
– Membuka mata seperti mata Paulus yang buta sebelumnya dan akhirnya matanya terbuka dan melayani orang lain.
C. Supaya dapat mempraktekkan firman sebab ibadah adalah tempat untuk kita belajar firman, dan komunitas adalah tempat mempraktekkannya (Yak 2:7,18)
D. Supaya dapat merasakan hadirat Allah seperti doa Bapa Kami “Datanglah kerajaanMu” bukan secara fisik tetapi secara rohani.
Konsep kerajaan Allah adalah:
– Mat 12:28 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka
sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu
Yang harus diusir dari hidup kita adalah perbuatan daging (Gal 5:19-21)
– Luk 17:21b Sesungguhnya kerajaan Allah ada diantara kamu
– Rom 14:17 Bukan soal makanan dan minuman tetapi soal kebenaran,
damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus
E. Supaya mengalami kepuasan,ketentraman, damai dibutuhkan keter
gantungan satu dengan yang lain, untuk saling menguatkan, menopang, menghibur dan seterusnya…..amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

mujisat

[Khotbah] Menerima Mujisat, Minggu 10 Desember 2017

MENERIMA MUJISAT
Markus 10:46
“Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan”

Ada seorang yang mengalami penderitaan yang besar yang bernama Bartimeus seorang pengemis yang buta. Saat dia berjumpa dengan Tuhan Yesus, maka dia mengalami mujisat Tuhan. Ada beberapa hal yang dilakukan oleh Bartimeus dan dia mengalami mujisat Tuhan yaitu:
1. Berseru (Ayat 47) “Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”
Bartimeus berseru minta belas kasihan Tuhan agar mujisat terjadi baginya. Pada zaman ini banyak orang percaya yang juga berseru kepada Tuhan minta agar dikasihani dan diberikan mujisat oleh Tuhan. Untuk menerima mujisat Tuhan, kita harus berseru dengan sungguh-sungguh agar belas kasihan Tuhan turun atas hidup kita.
2. Proses (Ayat 48) “Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”
Saat Bartimeus berseru pada Tuhan, maka orang banyak mendengarnya dan mereka menegornya supaya diam. Ada proses yang dialami oleh Bartimeus saat dia berseru kepada Tuhan, berupa halangan dan tantangan. Demikian juga dengan kehidupan kita, bahwa saat ada masalah dan pergumulan, maka kita harus berseru pada Tuhan. Walaupun banyak tantangan dan rintangan, kita harus tetap maju dan percaya pada Tuhan. Bartimeus walaupun mendapatkan tantangan dan rintangan, namun dia semakin keras berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”
3. Menguatkan hati (Ayat 49) “Lalu Yesus berhenti dan berkata: “Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.”
Bartimeus menguatkan hatinya untuk berjumpa dengan Tuhan dan menerima mujisat.
Seperti Bartimeus, kita juga harus menguatkan hati dihadapan Tuhan. Saat mengalami pergumulan dan badai hidup, jangan menjadi orang kristen yang cengeng dan tidak kuat, tapi tetap kuat dan maju untuk menghadapi semua itu.
Hal ini juga seperti yang dialami Daud saat dia di Ziklag dan orang Amalek telah menyerbu Ziklag dan kota itu dibakar habis dan isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan. Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN (1 Sam 30:1-6).
4. Menanggalkan jubahnya (Ayat 50) “Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus”.
Jubah berarti kehidupan, karakter, sifat yang melekat pada hidup kita. Oleh karena itu jubah yang lama itu harus ditanggalkan dan mengenakan jubah yang baru yaitu kehidupan yang baru berupa karakter Kristus.
Tanpa kehidupan yang baru, kita tidak akan mengalami mujisat Tuhan.
5. Meminta mujisat pada Tuhan (Ayat 51) “Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!”
Untuk dapat mengalami mujisat Tuhan, kita harus meminta dengan segenap hati supaya terjadi mujisat.
Firman Tuhan berkata “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan” (Matius 7:7)
6. Bertindak dengan iman (ayat 52) “Lalu kata Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya”
Imannya Bartimeus yang membuat dia dapat menerima mujisat. Iman dan perbuatan yang membuat kita dapat menerima mujisat…..amin.

Oleh Pdt Hanny Pantouw

Sang Pemburu Roti

[Khotbah] Sang Pemburu Roti, Minggu 03 Desember 2017

SANG PEMBURU ROTI
Yohanes 6:2
“Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit”

Dunia penuh dengan masalah sehingga gereja dan orang percaya harus mengalami mujisat dan tampil beda.
Cool (Community of Love) harus jadi kota perlindungan dan tiap anggota harus memiliki kuasa untuk menolong orang lain.
Akan tetapi ada syaratnya yaitu:
1. Kenalilah sang pemberi kuasa
2. Pujilah dan sembahlah Dia didalam roh
3. Tenggelamkan diri kita didalam kasihNya
4. Layanilah Tuhan dengan sepenuh hati
Jika tidak, maka kita akan sama dengan orang banyak yang berbondong-bondong untuk mengikut Yesus, siapakah mereka? Yaitu para pemburu roti. Karena mereka mengikut Yesus hanya sebatas kebutuhan jasmani.
Apa yang terjadi dengan mereka?
1. Mereka terheran-heran
Mereka bertanya-tanya Tuhan Yesus naik apa? Sebab hanya ada satu perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.
Mereka tidak mengetahui bagaimana Yesus sampai didaerah itu, hal ini seperti kita juga yang seringkali tidak mengetahui rancangan Tuhan (Yes 55:8) “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN”
Apa tindakan kita supaya jalan kita dipimpin oleh Tuhan?
A. Percayalah bahwa Tuhan mengetahui jalan yang terbaik (Maz 139:3) “Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi”
B. Percayalah bahwa Tuhan menetapkan jalan yang terbaik (Maz 37:23) “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya”
C. Percayalah bahwa Tuhan melindungi jalan hidup kita (Maz 139:5) “Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku”
2. Mereka memiliki kerinduan yang palsu
Mereka datang bukan untuk mencari Tuhan Yesus, tapi mencari roti. Kita harus memiliki kerinduan hanya pada Tuhan seperti yang diungkapkan oleh pemazmur dalam Maz 42:2 “Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah”
Manifestasi kerinduan mereka adalah:
– Bernyanyi memuji Tuhan
– Beribadah dan bersekutu dengan Tuhan
Mengapa kita harus memiliki kerinduan kepada Tuhan? Karena dunia ini sarat dengan kerinduan palsu, dan jangan mengasihi dunia dan apa yang ada didalamnya.
Jika kita tidak lagi rindu akan Tuhan, maka kita sedang mati rohani, oleh karena itu kita harus membangkitkan rasa rindu pada Tuhan.
Bagaimana membangkitkan kerinduan kepada Tuhan?
– Kalahkan kepentingan badani
– Bangkitkan kecintaan menyanyi dan memuji Tuhan
– Jangan meninggalkan persekutuan
3. Hanya memikirkan kenikmatan sesaat
Para pemburu roti ini hanya berpikir untuk perut mereka dan kemudian setelah itu akan dibuang kedalam jamban (Mat 15:17) oleh karena itu Tuhan Yesus menegur mereka dan berkata “sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang”
Roti diseberang danau bersifat sementara, tapi roti hidup yaitu Tuhan Yesus sendiri adalah kehidupan kekal sampai selama-lamanya….amin

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Memberitakan Kabar Baik

[Khotbah] Memberitakan Kabar Baik, Minggu 26 November 2017

MEMBERITAKAN KABAR BAIK
Yohanes 4:1-42
” Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.
Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.”

Suatu saat Yesus sampai ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada  Yusuf, disitu ada seorang perempuan yang sedang mengambil air untuk minum.
Perempuan Samaria ini adalah seorang yang terhilang, namun Tuhan Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang. Dari perjumpaan ini, maka perempuan Samaria ini menerima keselamatan, dan akhirnya memberitakan Injil keselamatan kepada orang-orang dikotanya.
Tuhan Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang, dan hal ini dapat kita lihat dalam perumpaan tentang domba yang hilang, dirham yang hilang dan anak yang hilang. Semuanitu menekankan pada kita tentang pentingnya mencari yang terhilang, karena nilainya sangat berharga dimata Tuhan.
Sebenarnya ada 3 kesempatan yang berbeda dimana murid-murid Tuhan dapat berinteraksi dengan perempuan Samaria dan memberitakan Injil, yaitu:
1. Saat murid-murid pergi membeli makanan, bisa saja mereka berpapasan dengan perempuan Samaria.
2. Saat mereka sampai dikota Sikhar, tapi tujuan mereka hanya untuk membeli makanan.
3. Saat bertemu dengan perempuan Samaria, mereka hanya bertanya-tanya, tapi tidak memberitakan Injil.
Dari peristiwa ini dapat kita lihat perbedaan pola pikir antara murid-murid dan Tuhan Yesus yaitu pada saat Tuhan Yesus menjawab murid-muridNya:
– Lihatlah…bahasa Yunani adalah ὀφθαλμός (of-thal-mos’) artinya adalah melihat dengan tajam.
– Pandanglah….bahasa Yunani adalah θεάομαι (theh-ah’-om-ahee) artinya adalah cara pandang.
Tuhan ingin agar murid-muridNya dapat melihat dengan tajam dan mengubah cara pandang murid-muridNya.
Cara pandang yang diubah oleh Tuhan dalam hidup mereka adalah:
1. Cara pandang duniawi
Murid-muridNya hanya mengurus tentang makanan jasmani saja. Kita seringkali kehilangan ketajaman dan kepekaan terhadap jiwa-jiwa yang terhilang, karena semua kesibukan dan kesenangan kita.
Cara pandang duniawi harus dihapuskan dari kehidupan kita.
Contohnya….saat kita ada di mall, di jalan, lagi antri, seringkali kita sangat sibuk dengan smartphone kita dan melupakan orang disekitar kita yang sedang membutuhkan uluran tangan kita. Kita lebih suka sibuk dengan smartphone kita daripada memceritakan tentang Injil keselamatan didalam nama Tuhan Yesus. Cara pandang dunia yang membuat orang kristen tidak perduli dengan jiwa-jiwa yang terhilang.
2. Cara pandang yang penuh prasangka negatif.
Saat murid-muridNya datang dan melihat Yesus berbicara dengan orang asing, maka mereka  memandangnya dengan perasaan negatif, alasannya adalah:
– Bagi orang Israel, Samaria adalah musuh dan orang yang dibenci.
– Perempuan, karena itu merupakan larangan bagi seorang pria Yahudi
untuk bercakap-cakap dengan perempuan asing.
– Mengambil air pada siang hari, dan sendirian. Artinya dia memiliki masalah hubungan dalam bermasyarakat.
Murid-murid terintimidasi dengan penampilan dari perempuan Samaria ini.
Tapi Yesus memandang berbeda terhadap perempuan Samaria.
Bagi banyak orang, perempuan Samaria ini adalah perempuan yang rusak karena memiliki lima suami yang statusnya tidak jelas.
Tapi Tuhan tahu bahwa perempuan ini haus, bahkan saat dia minum akan terus haus lagi. Perempuan ini haus akan kebenaran dan keselamatan, dan Yesus menawarkan air hidup, yang membuat dia tidak akan haus lagi. Yesus melihat “prospek” besar dalam diri perempuan ini. Dan memang benar, perempuan ini akhirnya menjadi pemberita Injil bagi orang-orang dikota Sikhar. Yesus peka memandang prospek yaitu jiwa yang haus dan lapar, yang membutuhkan  keselamatan.
Seringkali kita melihat dengan pandangan negatif  terhadap orang lain saat mereka berpakaian, berbicara, berpenampilan. Marilah kita belajar untuk tidak memandang seseorang dengan pandangan negatif.
Cara pandang kita harus berubah dan harus diselaraskan dengan cara pandang Tuhan. Milikilah hati seperti hati Tuhan, mata seperti mata Tuhan, pikiran seperti pikiran Tuhan, kasih seperti kasih Tuhan…..amin.

Oleh Pdt Arlens Kauntu

Perjalanan Hidup

[Khotbah] Perjalanan Hidup, Minggu 19 November 2017

PERJALANAN HIDUP
II Raja-raja 2:1-14
“Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal”
Nama Elia berarti Allah itu bapa, dan nama Elisa berarti Allah penolong. Pada saat itu Elia akan diangkat oleh Tuhan kesorga, dan Elisa tetap setia mengikuti Elia kemanapun dia pergi. Elisa menginginkan agar dua bagian rohnya Elia menjadi bagian dirinya.
Perjalanan yang dilakukan oleh Elia dan Elisa merupakan juga gambaran orang percaya pada zaman akhir ini.
Ada beberapa tempat yang dilewati oleh Elia dan Elisa yaitu :
1. Gilgal
Gilgal artinya lingkaran/batu yang keras. Gilgal adalah tempat dimana orang Israel berada setelah mereka keluar dari padang gurun selama 40 tahun. Pada saat mereka di Gilgal, manna dan burung puyuh yang menjadi makanan mereka tidak lagi turun lagi karena mereka kini memakan hasil tanah Kanaan. (Yosua 5:12) “Lalu berhentilah manna itu, pada keesokan harinya setelah mereka makan hasil negeri itu. Jadi orang Israel tidak beroleh manna lagi, tetapi dalam tahun itu mereka makan yang dihasilkan tanah Kanaan”
Di Gilgallah Tuhan menyuruh Yosua untuk menyunatkan seluruh orang Israel yang belum disunat. (Yosua 5:8) “Setelah seluruh bangsa itu selesai disunat, maka tinggallah mereka di tempatnya masing-masing di perkemahan itu, sampai mereka sembuh”
Gilgal adalah tempat dimana Tuhan memproses hidup kita, seperti yang terjadi pada orang Israel yang disunat di Gilgal.
Gilgal berbicara tentang kesakitan yang kita alami akibat masalah, dukacita, penderitaan dll, yang mana setelah kita melaluinya, maka akan membuat kita hidup berkemenangan.
2. Bethel
Bethel artinya rumah Allah. Rumah Allah adalah tempat dimana kita datang untuk memuji dan menyembah Tuhan. Rumah Allah adalah tempat dimana Allah hadir.
Makna rumah Tuhan adalah
– The house of purity Mat 21:12 “Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati.
Tuhan ingin membersihkan rumah Allah yang tidak kudus, yang seperti sarang penyamun.
– The house of pray Mat 21:13 “dan berkata kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”
Rumah Tuhan harus menjadi rumah doa bagi segala bangsa.
– The house of power Mat 21:14 “Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya”.
Saat kita hidup kudus dan berdoa dengan sungguh-sungguh, maka akan terjadi mujisat dalam hidup kita.
– The house of praise Mat 21:16 “lalu mereka berkata kepada-Nya: “Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?”
Rumah Allah adalah tempat dimana kita bisa memuji dan menyembah Tuhan.
3. Yerikho
Yerikho adalah gambaran keindahan. Maksudnya adalah bahwa Tuhan ingin agar hidup kita ini memancarkan keindahan bukan keburukan. Jadi semua yang buruk dan jahat dalam hidup kita harus dipatahkan juga menghancurkan hal-hal yang jahat dan negatif dari dalam hidup kita.
4. Yordan
Sungai Yordan adalah gambaran tentang baptisan. Saat itu Elia dan Elisa menyeberangi dan masuk kedalam sungai Yordan yang berarti penguburan. Yordan artinya adalah bahwa kita benar-benar mati dan tidak lagi mengandalkan diri sendiri, dan hanya berharap pada Tuhan Yesus.
Setelah melakukan perjalanan yang panjang dan melewati beberapa tempat, maka akhirnya Elia diangkat oleh Tuhan kesorga dalam angin badai. Yang luarbiasa adalah akhirnya Elisa berhasil mendapatkan urapan dobel porsi dari Allah, dan Elisa dipakai oleh Tuhan dengan dahsyat. Amin.

Oleh Pdt Steven Amalo

RightChristian(4)

[Khotbah] Right off Christians (4), Minggu 12 November 2017

RIGHT OF CHRISTIANS (4)
Lukas 15:11-12
Dua orang anak yang dikisahkan oleh Alkitab yaitu anak sulung dan anak bungsu, merupakan gambaran gereja Tuhan saat ini.
Anak bungsu terhilang diluar rumah bapanya dan anak sulung terhilang didalam rumah bapanya.
Ada beberapa kesalahan anak bungsu yaitu:
– Meminta haknya yaitu warisan kepada bapanya.
– Menentukan isi warisan padahal yang menentukannya adalah sang pemberi warisan.
Warisan adalah sebuah anugerah kepada seseorang yang sebenarnya tidak berhak untuk menerimanya.
Bapa selalu ingin memberikan warisan dan memberikan hak kepada kita sebagai anak-anaknya. Apakah hak yang diberikan bapa kepada anaknya?
1. Pelukan dan ciuman (Lukas 15:20) “Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia”
Pelukan dan ciuman dari bapanya adalah bukti kasih. Begitu besarnya kasih Bapa pada kita, sehingga Dia disorga tidak pernah senang melihat kita menderita akibat dosa.
2. Jubah (Lukas 15:22a) “Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya”
Jubah mengandung arti :
A. Pengampunan dosa (Zak 3:1-4) “Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu dari padanya.” Dan kepada Yosua ia berkata: “Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta.”
Apa yang harus kita lakukan untuk menerima pengampunan dosa? yaitu mengaku dosa kita (I Yoh 1:9) Kita tahu bahwa iblis selalu mengingatkan dosa dan mendakwa kita, namun Tuhan melupakan dan mengampuni dosa kita. Dalam Yesaya 1:18 “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba”
B. Hak untuk ikut pesta (Mat 22:12) “Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta?”
Jubah adalah pakaian yang dipakai untuk masuk dan menikmati pesta bersama Tuhan kita.
3. Cincin (Luk 15:22b) “kenakanlah cincin pada jarinya”
Cincin berarti :
A. Tanda kepemilikan
B. Tanda meterai yaitu kuasa Allah dalam hidup kita (Kej 41:42)
“Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya”
Tuhan memberikan kita kuasa untuk menghimpun,mengelola dan menikmati berkatNya pada kita.
4. Kasut (Luk 15:22c) “dan sepatu pada kakinya”
Kasut dari anak bungsu ini adalah kasut lama yang telah rusak dipakai saat melangkah keluar dari rumah bapanya. Namun setelah dia kembali kerumah bapanya, maka dia menerima kasut yang baru dari bapanya.
Kasut baru artinya adalah langkah selanjutnya anak bungsu ini akan diatur oleh bapanya.
5. Pesta (Luk 15:23) “Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita”
Ada pesta yang penuh dengan sukacita dan ucapan syukur atas kembalinya anak yang hilang itu….amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th.

Mary Weeping at the Tomb John 20:11-14

[Khotbah] Right off Christians (3), Minggu 05 November 2017

RIGHT OF CHRISTIANS (3)
Lukas 15:11-12
Dua orang anak yang dikisahkan oleh Alkitab yaitu anak sulung dan anak bungsu, merupakan gambaran gereja Tuhan saat ini.
Anak bungsu terhilang diluar rumah bapanya dan anak sulung terhilang didalam rumah bapanya.
Ada beberapa kesalahan anak bungsu yaitu:
– Meminta haknya yaitu warisan kepada bapanya.
– Menentukan isi warisan padahal yang menentukannya adalah sang pemberi warisan.
Warisan adalah sebuah anugerah kepada seseorang yang sebenarnya tidak berhak untuk menerimanya.
Bapa selalu ingin memberikan warisan dan memberikan hak kepada kita sebagai anak-anaknya. Apakah hak yang diberikan bapa kepada anaknya?
1. Pelukan dan ciuman (Lukas 15:20) “Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia”
Pelukan dan ciuman dari bapanya adalah bukti kasih. Begitu besarnya kasih Bapa pada kita, sehingga Dia disorga tidak pernah senang melihat kita menderita akibat dosa. Hal ini juga seperti yang Tuhan Yesus rasakan yaitu memberikan reaksiNya saat melihat orang menderita yaitu saat :
A. Melihat Maria dan Marta kehilangan Lazarus (Yoh 11:33-35)
“Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu”
Yesus menangis bukan karena Lazarus telah mati, tapi karena melihat Maria dan Marta yang kehilangan orang yang dikasihinya. Kita harus menangis saat kehilangan keluarga kita, maksudnya bukan menangisi mereka saat mereka mati, namun saat mereka terhilang dan tidak percaya pada Tuhan Yesus. Kita harus menangisi mereka yang terhilang.
B. Melihat Yerusalem yang tidak mau bertobat (Luk 19:41)
“Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya”
Apakah dosa dari Yerusalem? Yaitu Bait Allah dijadikan sarang penyamun (Mat 21:13). “dan berkata kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”
Saat itu di Bait Allah ada beberapa jenis orang yaitu :
– Pedagang dan penukar uang yang memandang mammon sebagai tuhannya, dan akhirnya mereka diusir oleh Tuhan Yesus.
– Imam dan ahli Taurat yang memandang dengan jengkel kepada Yesus sehingga mereka tidak mendapatkan apa-apa dari Tuhan.
– Orang sakit yang memandang mujisat kepada Tuhan dan menerima mujisat dan menjadi sembuh.
Apa yang Tuhan inginkan terjadi di Bait Allah?
– Munculnya pengajaran, yaitu firman Tuhan yang memberkati kita dan
menjamah kehidupan kita (Yesaya 2:2-3)
– Munculnya kekudusan, karena kita dapat naik kegunung kudusNya Tuhan
(Yesaya 56:7)
– Munculnya kesukaan sebab sukacita dari Tuhan itu kekuatan kita
– Munculnya perkenanan atas korban yaitu hidup kita dan apa yang ada
pada kita
– Munculnya doa, pujian dan penyembahan kepada Tuhan
C. Melihat orang lapar (Mat 15:32)
Tuhan Yesus tergerak oleh belas kasihan saat melihat orang lapar. Apakah prinsip Alkitab tentang makanan?
– Makan secukupnya, jangan serakah, dan rakus (Mat 6:11) “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya”
– Makan makanannya sendiri (II Tes 3:11-12) “Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri”
– Menjauhkan diri dari makanan berhala (Kis 21:25) “Tetapi mengenai bangsa-bangsa lain, yang telah menjadi percaya, sudah kami tuliskan keputusan-keputusan kami, yaitu mereka harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan.”
– Dinikmati dengan damai sejahtera (Ams 17:1) “Lebih baik sekerat roti yang kering disertai dengan ketenteraman, dari pada makanan daging serumah disertai dengan perbantahan”…..amin

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Tuhan

[Khotbah] Mengenal Tuhan, Minggu 29 Oktober 2017

MENGENAL TUHAN

Kisah Rasul 17:22-25

Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: “Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa.

Saat itu Paulus sedang berada dikota Atena, dia melihat bahwa semua orang menyembah kepada patung dewa-dewa. Dan saat itu Paulus melihat bahwa mereka membangun mezbah dengan tulisan “kepada Allah yang tidak dikenal”
Dari kejadian tersebut, maka Paulus kemudian memberitakan Injil kerajaan Allah kepada orang-prang di Athena. Respon mereka yaitu ada yang mengejek Paulus, namun ada juga yang menjadi percaya yaitu beberapa orang laki-laki kemudian menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya adalah Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka.

Didalam kekristenan, kita harus menjadi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dan juga menjadi orang yang mengenal pribadi Tuhan Yesus.

Pertanyaannya adalah apakah kita mengenal Tuhan Yesus secara pribadi?

Kita dapat mengenal Tuhan lewat firman Tuhan dan hubungan pribadi dengan Dia.. Tuhan Yesus tidak suka dengan dosa, kesombongan, dan hal-hal yang jahat, jadi jika kita masih suka melakukan apa yang jahat, mungkin kita tidak melakukan kehendakNya dan belum mengenal Dia secara pribadi. Ketika kita mengenal Tuhan Yesus secara pribadi, maka Dia akan mempercayakan hal-hal yang besar kepada kita.

Bagaimana cara Allah mempercayai hidup kita? yaitu kita harus mengetahui keinginan/kehendak Tuhan.

Seperti yang terjadi pada murid-murid Yesus yang mendapatkan kepercayaan dari Tuhan Yesus . Lukas 9:1 “Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit” Saat itu Tuhan Yesus memanggil dan memberikan kepercayaan kepada murid-muridNya.

Kita sebagai orang percaya, adalah murid-murid Tuhan, oleh karena itu jika kita telah dipercayai oleh Tuhan menjadi alatNya, maka pergilah untuk menjadi berkat bagi orang lain. Kita dapat menjadi berkat bagi orang lain dengan cara mendoakan orang lain, dan menjadi saksi Tuhan.Percayalah bahwa jika kita mengenal Tuhan Yesus secara pribadi, maka Dia akan memberikan kuasa untuk menaklukan kuasa kegelapan, masalah, sakit penyakit dan dosa dari kehidupan kita….amin
Oleh Pdt Sonny Liando S.Th

anak bungsu

[Khotbah] Right off Christians (2), Minggu 22 Oktober 2017

RIGHT OF CHRISTIANS(2)
Lukas 15:11-12

Dua orang anak yang dikisahkan oleh Alkitab yaitu anak sulung dan anak bungsu, merupakan gambaran gereja Tuhan saat ini.
Anak bungsu terhilang diluar rumah bapanya dan anak sulung terhilang didalam rumah bapanya.

Ada beberapa kesalahan anak bungsu yaitu:

– Meminta haknya yaitu warisan kepada bapanya.

– Menentukan isi warisan padahal yang menentukannya adalah sang pemberi warisan.

Warisan adalah sebuah anugerah kepada seseorang yang sebenarnya tidak berhak untuk menerimanya.

Bapa selalu ingin memberikan warisan kepada kita, dan apakah yang hendak bapa wariskan kepada anaknya?

  1. Selalu bersama-sama.

Ini adalah janji Tuhan Yesus kepada kita bahwa kita akan selalu bersama dengan Tuhan selamanya. Yoh 14:3 “Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada”.

Jangan biarkan kita tergoda untuk mencintai dunia ini, karena dunia ini akan lenyap, dan kita tidak akan tinggal bersama Tuhan dalam kerajaan sorga.

  1. Segala kepunyaanKu adalah kepunyaanmu

Yoh 10:10b “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan”. Tuhan Yesus ingin agar kita diberkati dan berlimpah-limpah sebab Dia tidak ingin kita kekurangan.

Apa itu kelimpahan? Yaitu orang yang dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari dan selalu mengucap syukur pada Tuhan.

  1. Warisan hanya dapat dinikmati dalam rumah (hadirat) Bapa

Hadirat Tuhan membuat kita bisa menikmati apa yang Dia berikan. Diluar Tuhan maka berkat itu akan menjadi kutuk. Kapankah berkat itu dapat menjadi kutuk?

– Ketika menjadi berhala

Amsal 10:22 “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya”

Kata “susah payah” dalam bahasa Ibrani : Etseb, bahasa Inggris : Sorrow, Idol artinya yaitu berhala dan dikuasai oleh Mamon yaitu harta benda.

Orang yang dikuasai oleh Mamon, tidak akan masuk dalam kerajaan sorga sebab kita tidak boleh  mengabdi kepada dua tuan.

– Ketika memunculkan keserakahan

Kejadian 13:10-11 saat gembala Abraham berselisih dengan gembala Lot, Lot memilih lembah Yordan yaitu daerah sodom dan gomora. Lot serakah dengan apa yang dilihatnya, dan menginginkannya dan akhirnya kebinasaan yang dia alami. Apa yang kelihatannya baik, belum tentu mendatangkan kebaikan.

– Ketika tidak punya kuasa untuk menikmati

Pengkotbah 6:2 “orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya”

– Ketika membuat pintu sorga tertutup

Lukas 12:19-21 “Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.”

I Tim 6:17 “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati”

Tuhan mau agar kita diam dalam rumah Tuhan untuk menikmati kebaikanNya (Maz 84:11)

Seperti Yakub yang memang sebenarnya diberkati Tuhan, namun dia tinggal dikemah orang fasik yaitu rumah Laban sehingga dia mengalami kesusahan dan penderitaan (Kej 31:38-42)

Namun saat Yakub bergumul dengan Allah yaitu dihadirat Tuhan, maka hidup Yakub berubah menjadi Israel, dan Yakub mendapatkan kehidupan yang tentram dan diberkati…..amin
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th