[Khotbah] The Christian Community

THE CHRISTIAN COMMUNITY
Komunitas adalah sekelompok orang yang perduli dengan yang lain lebih dari seharusnya, karena terjadi relasi pribadi yang erat antar anggota karena adanya kesamaan interest atau values (Hermawan Kertajaya)
Sedangkan komunitas kristen adalah sekelompok orang percaya yang berinteraksi bersama secara horisontal dengan bergaul, bermain, bercanda secara vertikal dengan beribadah (HSS)
Apa yang harus terjadi dalam sebuah komunitas?
1. Bertumbuh bersama
Beberapa faktor pendukung adalah:
A. Firman Tuhan (Roma 10:17) “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” kuncinya adalah hidup dengan mengutamakan prinsip kerajaan Allah contohnya Daniel yang ada di Babel, dia menolak untuk makan makanan yang diberikan karena dia tidak ingin menikmati makanan raja yang najis yaitu yang telah dipersembahkan kepada berhala. Daniel ingin membuktikan akan pemeliharaan Tuhan baginya. Demikian juga dengan Elisa yang menolak persembahan Naaman karena Elisa tidak mau mensejajarkan dirinya yang adalah hamba Tuhan dengan para dukun di Aram yang menjual “karunia” dengan uang.
B. Nasihat dan tegoran
Nasihat dan tegoran itu baik buat kita agar kita menjadi orang yang berjalan dalam kebenaran dengan hati yang tulus. Amsal 27:5 “Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi”
Kuncinya adalah rela berkorban, baik yang ditegur maupun yang menegur. Ingat bahwa kita perlu tegoran dan nasihat dari orang lain.
C. Gesekan
Gesekan seringkali terjadi karena perbedaan pendapat, gaya hidup, karakter, perkataan, sikap, perbuatan dll. Amsal 27:17 “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya”
Ada yang menjadi alat untuk memperbesar iman seseorang. Contohnya kertas amplas dipakai untuk menggosok sesuatu supaya licin dan akhirnya setelah dicat akan menjadi indah. Akan tetapi kertas amplas tersebut ikut menjadi licin dan dibuang dan menjadi sampah. Dimanakah posisi kita? Kuncinya adalah matikanlah ego manusia.
D. Pengaruh
Gereja harus mempengaruhi sesama supaya maju dalam mengiring dan melayani Tuhan. Kuncinya adalah kedewasaan rohani.
2. Menjadi penjala manusia
Komunitas orang percaya terus bertumbuh sejak zaman Tuhan Yesus :
– Mulai dari 12 orang murid (Mat 10:1)
– 70 murid yang diutus oleh Tuhan (Luk 10:1)
– 3000 orang yang bertobat dan percaya dan dibaptis (Kis 2:41)
– 5000 laki-laki (Kis 4:4)
– Beribu-ribu orang (Kis 21:20)
Dibutuhkan kasih, komunikasi, berkorban dan ketekunan untuk dapat menjadi penjala manusia.
Adakah orang masuk dalam komunitas karena kita? Berapa jiwa yang kita bawa? Atau adakah orang yang keluar dari komunitas karena kita? Berapa jiwa?
Alasan kita ada didalam sebuah komunitas
A. Supaya bisa menemukan panggilan seperti yang dilakukan Ananias yang mendatangi Saulus (Kis 9:10-17) dan akhirnya Saulus berubah menjadi Paulus yang menjadi pemberita Injil yang luar biasa dan untuk membuka mata mereka, supaya berbalik dari kegelapan kepada terang Tuhan (Kis 26:18)
B. Supaya bisa melatih dan mengembangkan talenta.Hal ini membutuhkan:
– Proses seperti Paulus yang diasingkan dari bangsa-bangsa (Kis 26:17)
– Diutus dengan melaksanakan tanggung jawab
– Membuka mata seperti mata Paulus yang buta sebelumnya dan akhirnya matanya terbuka dan melayani orang lain.
C. Supaya dapat mempraktekkan firman sebab ibadah adalah tempat untuk kita belajar firman, dan komunitas adalah tempat mempraktekkannya (Yak 2:7,18)
D. Supaya dapat merasakan hadirat Allah seperti doa Bapa Kami “Datanglah kerajaanMu” bukan secara fisik tetapi secara rohani.
Konsep kerajaan Allah adalah:
– Mat 12:28 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka
sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu
Yang harus diusir dari hidup kita adalah perbuatan daging (Gal 5:19-21)
– Luk 17:21b Sesungguhnya kerajaan Allah ada diantara kamu
– Rom 14:17 Bukan soal makanan dan minuman tetapi soal kebenaran,
damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus
E. Supaya mengalami kepuasan,ketentraman, damai dibutuhkan keter
gantungan satu dengan yang lain, untuk saling menguatkan, menopang, menghibur dan seterusnya…..amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Leave a Reply