DoaPujianPenyembahan

[Khotbah] Doa, Pujian & Penyembahan , Minggu 09 April 2017

DOA, PUJIAN & PENYEMBAHAN
Wahyu 5:7-14
“Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: “Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!”
DNA Gereja Bethel Indonesia Menorah adalah “Prajurit Tuhan yang gagah perkasa yang mempunyai gaya hidup berdoa, memuji dan menyembah Tuhan dalam unity siang dan malam serta melakukan kehendak Tuhan pada zaman ini”
Oleh karena itulah kita sebagai umat Tuhan harus memiliki gaya hidup yang suka berdoa,memuji dan menyembah Tuhan.
Ada beberapa hal yang akan terjadi saat kita berdoa, memuji dan menyembah Tuhan yaitu :
1. Persiapan dalam peperangan rohani (II Tawarikh 20:1-28)
Saat itu kerajaan Yehuda sedang menghadapi musuh yang besar yaitu bani Moab, Amon, dan orang Meunim. Saat itu Yosafat dan seluruh bangsa Yehuda menjadi takut karena hal itu. Apa yang mereka lakukan?
– Berdoa dan berpuasa (ayat 3-4)
– Memuji Tuhan (ayat 19)
– Menyembah Tuhan (ayat 18)
Akibatnya adalah Tuhan yang berperang bagi mereka, dan semua pasukan musuh itu dikalahkan dan mereka membawa pulang jarahan.
Menurut kalender Yahudi, tahun 2017 adalah tahun Ayin Zayin. Ayin artinya mata, yaitu mata Tuhan yang tertuju pada kita, dan mata kita yang tertuju pada Tuhan. Zayin artinya pedang yang berarti peperangan. Mau atau tidak, siap atau tidak kita akan masuk dalam medan peperangan roh. Dan ingat bahwa kita bukan berperang dengan darah dan daging tapi berperang dengan roh jahat diudara.
2. Memutuskan ikatan/belenggu (Kisah Rasul 16:23-26)
Saat dipenjara dan dibelenggu, Paulus dan Silas berdoa, memuji dan menyembah Tuhan, dan akhirnya belenggu mereka dihancurkan.
Doa, pujian dan penyembahan kepada Tuhan akan memutuskan segala ikatan dan belenggu dalam hidup kita.
Belenggu dan ikatan itu dapat berupa roh jahat, trauma, ketakutan, sakit penyakit, kebiasaan buruk, kepahitan, dll.
3. Membentuk karakter (Wahyu 4:8-11)
Keempat makhluk sorgawi dan 24 tua-tua serta seluruh penghuni sorga setiap saat memuji dan sujud menyembah Allah. Bahkan mereka melemparkan mahkotanya dihadapan Tahta Allah.
Hal ini menunjukkan betapa mereka merendahkan diri dihadapan Allah, dan memberikan pujian dan hormat dan kemuliaan hanya bagi nama Tuhan Yesus. Doa,pujian dan penyembahan dapat membentuk karakter kita menjadi orang yang rendah hati, tidak sombong, tidak arogan sebab kita selalu sadar bahwa pujian dan kemuliaan hanya diberikan kepada Tuhan.
4. Melepaskan kita dari hal yang jahat (Daniel 6:11-12)
Saat Daniel berada dikerajaan Babel dan Media Persia, banyak orang yang tidak suka kepada Daniel karena dia hanya seorang buangan namun dapat diangkat menjadi pemimpin dan penguasa. Hal ini membuat mereka sangat iri dan akhirnya merancangkan hal yang jahat bagi Daniel.
Apa yang dilakukan oleh Daniel dalam menghadapi situasi yang tidak baik tersebut? Firman Tuhan mengatakan bahwa tiga kali sehari Daniel berlutut (menyembah), berdoa dan memuji Tuhan dan akhirnya Tuhan melepaskan Daniel dan membalikkan keadaan tersebut sehingga musuh-musuhnya yang akhirnya binasa.
Hal-hal yang jahat yang dapat mengganggu kita dapat berupa serangan roh jahat, orang yang bermaksud jahat, malapetaka, kecelakaan, sakit penyakit dll.
5. Persiapan untuk menghadapi masa sulit (Markus 14:26-32)
Sebelum Tuhan Yesus masuk dalam siksaan dan disalibkan, Dia mempersiapkan diriNya dengan memuji menyembah Allah dan berdoa dengan sungguh-sungguh, ini adalah gaya hidup Yesus. Tuhan Yesus berdoa ditaman, ditempat sunyi, dibukit, diatas gunung dll.
Hal inilah yang membuat Dia dapat melewati semua penderitaanNya.
Doa,pujian dan penyembahan merupakan investasi kita hari ini untuk menghadapi masa sukar dihari depan nanti.
Mari kita memiliki gaya hidup doa,pujian dan penyembahan sehingga dapat mengalami mujisat Tuhan…..amin.

Oleh Pdt Aris Andrijanto SE,MA

ISHAK2

[Khotbah] I s h a k , Minggu 02 April 2017

ISHAK
Kejadian 21:3
“Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu Ishak, yang dilahirkan Sara baginya.

Tuhan memberikan janji kepada Abraham bahwa Abraham akan mendapatkan keturunan dari Sara dan anak itu dinamakan Ishak. Tuhan akan mengadakan perjanjian kekal bagi Ishak dan juga bagi keturunannya.
Mengapa Tuhan mengadakan perjanjian dengan Ishak?
1. Ishak lahir dari perempuan merdeka (Kej 17:19)
“Tetapi Allah berfirman: “Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.
2. Ishak lahir pada waktu penetapan Tuhan (Kej 21:2)
“Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya”
3. Ishak adalah anak yang telah dijanjikan (Kej 17:21)
“Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga.”
Syarat bagi sebuah perjanjian adalah:
– Harus memahami isi dari perjanjian itu. Sebagai orang percaya, kita memiliki Alkitab yang merupakan perjanjian Tuhan kepada kita. Perjanjian itu ada dua yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Kita harus selalu membaca, memahami dan mengerti isi Alkitab sebagai perjanjian Tuhan dengan kita.
–  Harus menyetujui  isi perjanjian itu. Artinya adalah kita selalu percaya apa yang dikatakan oleh firman Tuhan bagi kita.
– Harus mentaati isi perjanjian itu. Yaitu dengan cara melakukannya dengan setia dan dalam ketaatan, menyadari hukuman atas pelanggaran dan akan diperhadapkan pada hukum kerajaan dan hakim yang agung.
Apa hubungan Tuhan dengan manusia berdasarkan perjanjian?
A. Dari taman Eden.
Tuhan memberikan perjanjian pada manusia yaitu
– Berkuasa atas bumi (Kej 1:26)
– Menaklukan bumi (Kej 1:28)
– Makanan disediakan (Kej 1:29)
– Larangan (Kej 2:17)
B. Dari Mesir.
Dalam Keluaran 3:8 Tuhan memberikan janji tentang tanah perjanjian “Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.
Dan dalam Kel 12:13 Tuhan memberikan janji tentang keselamatan
“Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir”
C. Dari padang gurun.
Kel 19:5-6 “Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi”
Walaupun Ishak adalah anak perjanjian, namun firman Tuhan dalam Galatia 4:29 mengatakan bahwa yang diperanakkan menurut roh akan dianiaya oleh yang diperanakkan menurut daging. Sebagai orang percaya, seringkali kita juga menderita disebabkan karena kita percaya kepada nama Tuhan Yesus (Mat 10:22) dan karena kita beribadah kepada Tuhan Yesus (II Tim 3:12). Tuhan berjanji bahwa aniaya akan mendatangkan perkenanan Tuhan bagi setiap orang percaya…..amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

STANDART TUHAN

[Khotbah] Standart TUHAN, Minggu 26 Maret 2017

STANDART TUHAN
Mazmur 33:13
“TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia”
Tuhan mengetahui apa yang terjadi atas hidup kita, Dia tahu segala sesuatu yang terkandung dalam hidup kita, oleh karena itu kita harus hidup dengan sesuai firman Tuhan”
Saat kita hidup didunia ini, kita tidak boleh hidup dengan memakai dua standart yaitu standart dunia dan standart Kerajaan Allah. Hanya ada satu standart Tuhan yaitu hidup sesuai dengan firman Tuhan.
Iblis dan dunia ini menawarkan pada kita untuk hidup dengan standart dunia dan berusaha menjauhkan kita dari Tuhan.
Oleh karena itu jagalah hati kita dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal 4:23)

Dalam Alkitab ada beberapa orang yang memiliki standart Tuhan yaitu:
1. Ayub
(Ayub 1:8) “Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.”
Ayub dipuji oleh Allah karena dia hidup pada standart Tuhan, bahkan saat dia dicobai oleh iblis, dan saat isterinya berkata  “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!”.
Ayub tetap hidup dalam standart Tuhan, apapun yang terjadi atas hidupnya. Ayub berkata “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”
2. Abraham
Saat Abraham telah menerima janji Tuhan tentang keturunan, yaitu Ishak, Tuhan meminta pada Abraham supaya dia mengorbankan Ishak kepada Tuhan. Abraham dengan ketaatan yang sungguh, membawa Ishak ke bukit Moria untuk mempersembahkan Ishak pada Tuhan.
Abraham berjalan pada standart Tuhan dengan cara taat dan percaya sepenuhnya pada Tuhan. Kejadian 22.12 “Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”
Tuhan memuji Abraham karena dia hidup sesuai dengan standart Tuhan.
Yeremia 17:7 “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN”
Disamping itu ada Nuh yang taat, Esther yang berpuasa dan membela bangsanya, Yusuf yang tetap menjaga hati dan kekudusan hidup, dan banyak lagi tokoh lainnya.
Bagaimanakah standart Tuhan menurut firman Tuhan?
1. Mematikan semua hal duniawi
Kolose 3:5 “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala”
Karena hanya melalui kematian daging, kita akan masuk dalam kemuliaan Tuhan. Galatia 2:19 “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku”
2. Menanggalkan manusia lama
Kolose 3:8-9 “Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya”
Masa lalu kita sangat buruk dan hanyalah sampah, jangan lagi kita mau mengenakan manusia lama yang penuh dengan dosa.
Contoh seperti Zakheus yang menanggalkan manusia lama dan menjadi manusia baru.
3. Mengenakan manusia baru
Kolose 3:10 “dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya”
Untuk dapat terus hidup dengan manusia baru dan mengikuti standart Tuhan, maka kita harus selalu  menyerahkan hidup kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak (Mazmur 37:5). Amin.

Oleh Pdt dr Frans Homalessi

ISHAK

[Khotbah] Ishak, Minggu 19 Maret 2017

ISHAK

Siapakah yang disebut Bani Sion? Itu adalah orang Israel. Sionis adalah orang-orang Israel yang datang dari seluruh dunia kembali ke Tanah Perjanjian, tanah mereka karena nenek moyang untuk membangun suatu bangsa yang kemudian menjadi kenyataan ketika mereka diakui oleh PBB pada Tanggal 14 Mei 1948. Diploklamirkan kembali di Timur Tengah sebuah Negara kecil yang baru membangun tetapi tua sebab Negara ini sudah ditemukan jauh sebelumnya yaitu bangsa yang seperti belalang banyaknya, seperti semua orang yang keluar dari Mesir setelah 430 tahun dijajah dan dianiaya di Mesir, mereka kemudian keluar melewati Laut Teberau sampai kepada Gunung Sinai dan di Gunung Sinailah kemudian bangsa ini di ploklamirkan menjadi sebuah bangsa. Ketika Musa mendapatkan Hukum 10 Perintah Allah di Gunung Sinai menandakan komplitnya menjadi sebuah Bangsa.

Kita tahu syarat untuk menjadi sebuah bangsa yang pertama adalah:

  1. Adanya sebuah Pemerintah; Pemerintahan mereka adalah Tuhan (Teokrasi),
  2. Adanya Rakyat; Rakyat mereka kira-kira adalah sekitar 3 juta orang yang keluar dari negeri perbudakan ditanah Mesir,
  3. Adanya Bahasa; Bahasa mereka adalah bahasa Ibrani,
  4. Adanya Hukum, Hukum mereka adalah 10 Perintah Allah
  5. Adanya Teritorial atau tanah dan tanah mereka itu disebut adalah tanah Perjanjian yaitu tanah yang dijanjikan kepada nenek moyang mereka, ini yang kemudian disebut dengan Bani Sion.

Orang-orang yang dekat dengan hatinya Tuhan, bangsa yang kecil tetapi besar dalam pemandangannya Tuhan. Karena Firman Tuhan berkata hati Tuhan terpikat kepada nenek moyang mereka, Abraham, Ishak dan Yakub (Israel).

Kita sudah belajar tentang Abraham dan saat ini kita akan belajar tentang Ishak

 

Alasan Tuhan Menetapkan ISHAK Sebagai Anak Perjanjian :

  1. Lahir dari Perempuan Merdeka (Kej 21:2)

Setelah 75 tahun Abraham meninggalkan Haran, sebenarnya harapan Abraham itu ada pada Ismael (Kej 17:18). Ini berbicara Perkenanan Tuhan yang juga menjadi target kita hidup berkenan dihadapan Tuhan. Sebab orang yang hidupnya berkenan dihadapan Tuhan disebut God’s Man (Orangnya Tuhan) Allah dipihak kita siapa lawan kita, kalau orang yang mendapatkan perkenanan Tuhan apa saja yang diperbuatnya pasti berhasil, makanya kita harus melakukan tindakan-tindakan yang cocok dengan maunya Tuhan kalau kita melakukan seperti apa yang Tuhan mau maka kita akan memperoleh perkenanannya Tuhan.

Kenapa Ismael itu ditolak? Karena Ismael lahir dari perempuan perhambaan (Gal 4:22,Gal 4:23) jadi semua bentuk Perbudakan/Perhambaan (Ikatan) di dunia ini tidak berkenan kepada Tuhan apapun itu bentuknya, bahkan semua kebiasaan-kebiasaan yang mengikat kita itu tidak baik bagi kita.

Untuk mengetahui apakah sebuah hal itu boleh atau tidak boleh kita dapat membacanya pada  1 Kor 6, 8 dan 10.

  1. Apakah itu berguna bagi Roh, Jiwa dan Tubuhmu
  2. Apakah itu menjadi ikatan atau tidak
  3. Apakah menjadi batu sandungan atau tidak
  4. Apakah mempermuliakan Tuhan atau tidak

 

  1. Lahir pada Waktu Penetapan Tuhan (Kej 21:2)

Kita harus mengerti bahwa ada waktunya Tuhan dalam setiap kehidupan kita, jangan memaksakan waktu Tuhan didalam kehidupan kita. Semua yang instan itu ada kadaluarsanya, Tuhan tidak pernah menetapkan bagi kita waktu yang sesuai dengan waktunya kita, 1000 tahun bagi manusia 1 hari dihadapan Tuhan.

 

“Pelajaran tentang Waktu Penetapan Tuhan”

Abram Meninggalkan Haran (Kej 12:4) pada usianya pada waktu itu sudah 75 tahun (Kej 12:4), waktu ia meninggalkan Haran Tuhan berfirman  Aku akan menjadikan engkau Bapak dari banyak bangsa lihatlah kelangit, lihatlah ketepi lautan seperti itulah nanti keturunanmu. Tetapi 10 tahun kemudian janji itu seakan-akan tidak terjadi lalu kemudian datanglah Sarai istri Abraham memberikan Hagar hambanya kepada Abraham (Kej 16:3). Pada saat itu mereka tiba pada titik terendah dalam iman mereka.

 

Akibatnya ketika Sarai menyodorkan Hagar kepada Abraham buahnya adalah:

– Sarai dipandang rendah oleh Hagar (Kej 16:4)

– Sarai menerima, Penghinaan dan derita karena tidak punya anak/mandul (Kej 16:5)

– Muncul Perkara dan Perselisihan dalam keluarga (Kej 16:5) sehingga akibatnya adalah

– Abraham menyerahkan Hak ke Imamannya kepada Sarai untuk memperlakukan Hagar sesuai dengan kehendak hatinya Sarai (Kej 16:6). Hak otoritas sebagai Imam tidak boleh diberikan kepada istri.

Darimana munculnya buah ini? Yaitu dari orang yang sampai pada titik terendah yang tidak mempercayai waktunya Tuhan. Ada kalanya Tuhan bilang “Tunggu”, “Iya” dan adakalanya Tuhan bilang “Tidak”. Jangan memaksakan kehendak sesuai dengan waktu kita, kalau kita memaksakannya maka akan muncul persoalan didalam hidup kita.

Setelah 25 tahun kemudian ketika Abraham berusia 100 tahun barulah Ishak lahir (Kej 17:17). Hidup ini akan Indah jika Berjalan sesuai waktu penetapan Tuhan (Pengkh 3:1). Jangan seperti Gehazi yang ingin cepat kaya yang mengambil persembahan dari Naaman yang telah sembuh dari sakit kustanya yang sebelumnya persembahan itu telah ditolak oleh Elisa. Kenapa Elisa menolak persembahan Naaman karena kebiasaan di Aram dukun itu dibayar, itulah sebabnya Elisa menolak persembahan Naaman karena Elisa tahu ini bukan keahlian dia tetapi ini adalah anugerah dari Tuhan yang ada disorga. Gehazi adalah orang yang menjual harta rohani demi harta duniawi. Gehazi adalah orang yang mempergunakan nama tuannya, memakai nama Pendeta/nabi lain dan Tuhan serta berdusta untuk memperoleh kekayaan, dia bukan orang yang dipakai Tuhan tetapi dia adalah orang yang memakai Tuhan. Kenapa dia melakukan hal ini? Karena dia ingin melampaui waktunya Tuhan, menggunakan jalan pintas. Jangan menggunakan jalan pintas karena apa yang kita tabur hari ini akan kita tuai suatu hari nanti. Orang yang menggunakan jalan pintas tidak akan sampai pada tujuan. Jangan seperti Gehazi yang ingin cepat kaya itulah sebabnya Elisa menegur Gehazi (II Raj 5:26).

 

Apa yang menyebabkan hal-hal ini terjadi, alasannya adalah:

– Daya Juang Yang Rendah – Malas, menuntut maunya cepat dan melawan waktunya Tuhan

– Etos Kerja Yang Rendah – Nyaman, karena ada ditempat yang nyaman merasa semuanya tersedia sehingga tidak lagi mau berjuang

– Serakah – Tidak tahu Mengucap Syukur.

Saudara mari kita menjadi orang yang berkenan dihati Tuhan dan menunggu waktu Tuhan sehingga kita menjadi orang pilihan Tuhan.

 

Oleh Pdt. Honny Supit Sirapanji, M.Th

Mujizat

[Khotbah] Bagaimana Mujizat Dapat Terjadi Atas Hidup Kita, Minggu 12 Maret 2017

Yohanes 4:46-54
“Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit”

Mujisat kedua yang dilakukan oleh Tuhan Yesus adalah menyembuhkan anak seorang pegawai istana yang sedang sakit. Saat itu pegawai istana itu datang pada Yesus dan meminta agar Tuhan Yesus datang kerumahnya dan menyembuhkan anaknya yang sedang sakit. Namun respon Tuhan Yesus sangat mengejutkan karena Tuhan Yesus berkata “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.”
Mujisat Tuhan itu penting dan harus menjadi bagian hidup kita, namun jangan lah kita mencari Tuhan karena mujisatNya saja, tapi karena pribadiNya. Seperti yang terjadi pada 10 orang kusta yang disembuhkan oleh Tuhan, namun hanya seorang yang datang kembali kepada Tuhan Yesus dan memuliakan Allah. Orang itu adalah orang Samaria.
Mengapa 9 orang kusta yang lain tidak kembali pada Tuhan Yesus?
1. Mereka hanya membutuhkan mujisat Tuhan saja, bukan pribadiNya.
Setelah mereka mengalami mujisat kesembuhan, maka mereka tidak kembali pada Tuhan Yesus untuk berterimakasih dan menyembahNya.
2. Mereka membutuhkan pemulihan dan status sosial.
Dalam kitab Taurat dituliskan bahwa orang yang telah sembuh dari penyakit kusta, harus menghadap imam untuk diperiksa dan diteliti kesembuhannya, dan setelah itu imam mentahirkannya dan menyatakan dia telah sembuh dan dapat kembali diterima ditengah-tengah masyarakat. Saat mereka masih kusta, mereka dikucilkan dan harus tinggal diluar pemukiman penduduk. Hal inilah yang mereka cari, yaitu pemulihan nama dan status sosial mereka.
Sedangkan berbeda dengan yang terjadi pada orang samaria, karena mereka tidak terikat dengan hukum Taurat, namun yang kesembilan orang adalah orang Israel, dan mereka mau memperlihatkan dirinya kepada imam agar keadaan mereka terpulihkan kembali.
Sebagai orang percaya, fokus dan sentral ibadah kita adalah pada Tuhan Yesus, bukan pada liturgi dan menyenangkan hati jemaat.
Pada ayat 50 “Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, anakmu hidup!” Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi”
Pegawai istana itu percaya pada perkataan Yesus dan dia pun pulang kerumahnya dan melihat kesembuhan dan mujisat terjadi.
Iman yang menghasilkan mujisat adalah iman yang percaya pada firman Tuhan/perkataan Tuhan. Kita harus percaya apa kata firman Tuhan daripada apa kata orang. Kita juga harus percaya apa kata firman Tuhan dibandingkan dengan semua pergumulan yang terjadi atas hidup kita.
Jika firman Tuhan berkata bahwa oleh bilur Yesus, kita telah sembuh, maka percayalah dan itu akan terjadi.
Pegawai ini percaya perkataan Yesus.
Hidup kita ditentukan oleh perkataan Tuhan. Jika kita pegang firman Tuhan, maka firman Tuhan itu lebih nyata dari apapun juga.
Filipi 2:6-8 “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib”
Tuhan Yesus mau taat kepada Bapa sorgawi, kita juga harus taat kepada setiap perkataan/firman Tuhan…..amin.

Oleh Pdt Andreas (Bandung)

Abraham 2

[Khotbah] Abraham ( II ) , Minggu 26 Pebruari 2017

ABRAHAM

Abraham adalah nenek moyang bangsa Israel, yang telah memikat hati Tuhan, sehingga Dia bersumpah untuk memberkati Abraham dan keturunannya. Sebenarnya Abraham hanya manusia biasa yang memiliki banyak kelemahan, namun terlepas dari semua kelemahan dan kekurangan Abraham, Tuhan telah terpikat kepada Abraham, mengapa?
1. Taat sekalipun tidak mengerti
2. Memiliki kasih persaudaraan yang tinggi
3. Memiliki belas kasihan
4. Percaya sekalipun tidak ada dasar berharap
5. Imannya tidak menjadi lemah

Roma 4:19 “Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup”

Iman itu bisa bertambah, bertumbuh atau menjadi lemah/tawar dan mati. Ukuran iman itu dimulai dengan sebesar biji sesawi. Biji sesawi adalah biji yang terkecil diantara semua biji-bijian.
Ada beberapa perilaku seseorang berdasarkan imannya yaitu
– Tidak percaya contohnya Tomas yang tidak percaya karena belum melihat bahwa Yesus telah bangkit (Yoh 20:27-28)
– Iman yang luntur contohnya Petrus yang tenggelam karena gentar terhadap tiupan angin (Mat 14:22-23)
– Iman yang hilang contohnya Murid-murid Yesus yang menghadapi badai ditengah danau (Mat 8:26)
– Iman yang hancur contohnya Petrus menyangkal Yesus karena takut akan ancaman kematian (Yoh 18:25-27)
Dalam Yohanes 9:1-41 dikisahkan tentang “Miracle Faith of Blindman” yang mengajarkan kita tentang tahapan iman yaitu :
A. No Faith (ayat 11)
Orang buta ini tidak tahu siapakah Yesus dan dia tidak memiliki iman sama sekali kepada Tuhan Yesus dan saat itu keadaannya adalah terikat oleh dampak dosa (ayat 1), mengenal Yesus hanya sebagai manusia (ayat 11), hanya percaya kepada karya mujisat Yesus, bukan kepada pribadi Yesus.
B. Little Faith (ayat 17)
Orang buta ini berkata bahwa Yesus adalah seorang nabi (ayat 17) dan orang yang datang dari Allah (ayat 33) hal ini membuktikan bahwa dia memiliki iman yang kecil dan belum mengenal secara pribadi siapakah Tuhan Yesus.
C. Growing Faith (ayat 36)
Imannya mulai bertumbuh dan mau mengenal dan percaya kepada Yesus. Hal ini seperti yang dialami Zakheus yang mau mencari tahu siapakah Yesus itu. Zakheus memiliki keingintahuan dan tekad yang besar untuk berjumpa dengan Yesus dengan jalan memanjat pohon. Akhirnya Zakheus menerima Yesus dirumahnya dengan sukacita dan melepaskan hidupnya yang lama yang cinta akan uang.
D. Big Faith (ayat 38)
Orang buta ini akhirnya percaya dalam hatinya akan keillahian Yesus dan mengaku dengan mulutnya bahwa Yesus adalah Tuhan dan juruselamatnya, bukan hanya sebagai penyembuhnya.
E. Strong Faith (ayat 38)
Akhirnya orang buta ini mau sujud menyembah pada Tuhan Yesus. Inilah yang disebut dengan iman yang kuat. Target Tuhan dalam hidup kita adalah menjadikan kita umat yang menyembah Dia. Hal yang sama juga terjadi pada Tomas, yang akhirnya menyembah Yesus dan berkata “Ya Tuhanku dan Allahku” (Yoh 20:28) dan juga terjadi pada murid-muridNya yang mendekati Yesus, memeluk kakiNya dan menyembahNya (Mat 28:9)
6. Taat pada perintah sekalipun tidak masuk akal
Abraham mendapat perintah untuk mengorbankan Ishak anaknya. Hal ini sesuatu yang tidak masuk akal bagi Abraham karena belum pernah manusia dijadikan korban untuk persembahan, dan hal ini merupakan kebiasaan para penyembah berhala yang melakukan ritual penyembahan. Abraham tahu bahwa jika Tuhan telah memberi maka Dia tidak akan meminta lagi apa yang telah Dia beri. Amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Abraham

[Khotbah] Abraham ( I ) , Minggu 19 Pebruari 2017

Tuhan ingin agar kita menjadi orang yang menyukakan hati Tuhan, sebab jika kita adalah anak yang menyukakan hatiNya, maka kita akan menerima anugerahNya setiap saat dalam hidup ini.
Apakah perlakuan Tuhan kepada umatNya? Dalam Ulangan 7:7 dikatakan bahwa Tuhan itu terpikat dengan bangsa Israel, walaupun bangsa Israel adalah bangsa yang kecil. Kata terpikat artinya adalah mendapat kasih sayang yang besar.
Abraham adalah nenek moyang bangsa Israel, yang telah memikat hati Tuhan, sehingga Dia bersumpah untuk memberkati Abraham dan keturunannya. Sebenarnya Abraham hanya manusia biasa yang memiliki banyak kelemahan, namun terlepas dari semua kelemahan dan kekurangan Abraham, Tuhan telah terpikat kepada Abraham, mengapa?
1. Abraham taat sekalipun tidak mengerti
2. Abraham memiliki kasih persaudaraan yang tinggi
3. Abraham memiliki belas kasihan
4. Abraham percaya sekalipun tidak ada dasar berharap
Roma 4:18 “Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”
Apakah arti pengharapan itu? Pengharapan adalah sesuatu yang dinantikan dimasa depan, dan semua yang kita harapkan sesuatu yang terbaik yang akan terjadi (Maz 33:18).
Ada beberapa pengahalang pengharapan yaitu:
A. Kuatir
Kekuatiran adalah musuh yang datang dari dalam diri kita, dan kekuatiran itu bersifat universal. Kita seringkali kuatir tentang apa yang akan kita makan, pakai, tinggal, kesehatan, masa depan, keluarga, keuangan dll. Dalam Matius 6:25-34 Tuhan mengingatkan kepada kita untuk jangan menjadi orang yang kuatir dengan apapun juga. Cara agar kita dapat mengalahkan kekuatiran itu yaitu dengan memerangi pikiran-pikiran tentang kekuatiran. Oleh karena itu pikiran kita haruslah diisi dengan firman Tuhan. Filipi 4:6 berkata “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur”
B. Penderitaan
Penderitaan seringkali membuat kita tidak lagi melihat masa depan yang indah yang telah disediakan Tuhan bagi kita yang mengasihiNya.
Ada dua hal yang menyebabkan manusia itu mengalami penderitaan yang pertama yaitu disebabkan karena melanggar hukum Tuhan, atau melakukan dosa dihadapan Tuhan. Penderitaan karena dosa adalah buah dari perbuatan yang jahat. Ingat hukum tabur dan tuai, jika kita menabur kejahatan, maka kita akan mengalami penderitaan karena hukuman.
Yang kedua yaitu karena kita adalah pengikut Kristus, sehingga kita mengalami banyak pergumulan dan penderitaan. Ingatlah bahwa penderitaan yang kita alami itu tidak melebihi kekuatan kita, dan Tuhan akan memberikan kita kekuatan dan pertolongan tepat pada waktunya. Jika kita menderita karena mengikut Kristus, pengharapan itu tidak akan pernah hilang, sebab pasti akan datang dalam hidup kita.
C. Tidak sabar akan waktu Tuhan
Saat menantikan janji Tuhan digenapi dalam hidupnya, Abraham tidak sabar menanti, sehingga akhirnya dia mengambil Hagar untuk menjadi isterinya. Dalam Roma 8:24-25 Tuhan ingin agar kita menantikan dengan tekun dan mengharapkan yang terbaik terjadi dalam hidup kita.
D. Adanya cadangan dalam hidup
Seringkali kita tidak lagi menaruh harapan pada Tuhan sebab kita memiliki “Plan B” atau cadangan dalam hidup kita. Hidup ini bukan seperti mobil yang memiliki ban cadangan/ban serep, karena pengharapan kita satu-satunya hanya didalam Tuhan Yesus. Banyak orang yang tidak lagi berharap kepada Tuhan, karena memiliki apa saja dalam hidupnya.
E. Iman yang lemah
Saat iman kita lemah, maka Iblis akan lebih menekan hidup kita agar kita bukan hanya jatuh dan tergeletak, namun akhirnya mengalami kehilangan iman dan kematian iman.
Oleh karena itu jaga iman kita agar jangan menjadi lemah, jika saat ini keadaan iman kita sedang lemah, marilah kuatkan dan bangkitkan kembali roh dan iman kita. Jangan menyerah, datanglah pada Tuhan sebab Dialah sumber kekuatan kita. Ingatlah bahwa orang yang rohani adalah orang yang selalu sadar saat dia berada dibawah dan kemudian bertindak dan bangkit kembali dalam iman.
Marilah kita selalu menaruh pengharapan pada Tuhan Yesus, sebab pengharapan dalam Tuhan Yesus tidak pernah mengecewakan…..Amin.

Oleh Pdt. honny Supit Sirapanji M.Th

warisan-iman1

[Khotbah HUT GBI Menorah], Warisan Bagi Orang Percaya, Minggu 05 Maret 2017

 Roma 8:29
“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara”

Tujuan Allah menjadikan kita serupa dengan gambaran anakNya, supaya kita menjadi anakNya dan memanggil Dia ya Abba ya Bapa. Bahkan kita diangkat menjadi ahli waris Allah. (Roma 8:17) “Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia”
Apakah warisan yang sangat berharga yang Bapa berikan pada kita? yaitu Roh Kudus. Saat kita percaya dan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan, maka Roh Kudus langsung diberikan kepada kita.
Apa saja yang menjadi warisan orang percaya?
1. Warisan Kehidupan
Ulangan 30:19 “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu”
Percayalah bahwa saat ini kita memiliki roh kehidupan dari Allah. Tuhan Yesus mengatakan bahwa siapa yang percaya kepadaNya akan memiliki kehidupan, bahkan dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.
2. Warisan Ketaatan.
Kita harus taat karena Tuhan Yesus terlebih dahulu memberikan teladan tentang ketaatan bahkan Dia taat sampai mati diatas kayu salib.
Kita harus taat kepada firman Tuhan dan melakukannya dengan tepat dan akurat, jangan meleset dalam melakukan apa kata firman Tuhan.
Roma 5:19 “Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar”
3. Warisan Damai
Yohanes 14:27 “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu”
Jika damai sejahtera Allah ada dalam hidup kita, maka hidup kita tidak akan mudah gelisah dan gentar dalam menghadapi apapun juga dalam hidup ini. Saat ada masalah datang dalam hidup ini, kita sering lupa bahwa Roh Kudus ada dalam hidup kita, sehingga kita takut dan gentar.
Percayalah jika Roh Kudus ada dalam hidup kita, tidak akan ada lagi ketakutan dan kegentaran.
4. Warisan Kepercayaan
Kita adalah orang kepercayaan Tuhan, sebab kita dapat melayani Tuhan.
Dalam 1Kor 4:2 dikatakan bahwa yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.
Kepercayaan adalah kesetiaan. Apakah kita dapat dipercayai? Jadilah orang kepercayaan Tuhan dan manusia.
1 Tim 3:16 “Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: “Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.”
5. Warisan Kuasa
Yaitu kuasa / otoritas untuk mengikat dan melepaskan. Mat 16:19 “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”
Percaya bahwa kita memiliki kuasa didalam nama Tuhan Yesus….amin

Oleh Pdt David Tjakra Wisaksana

Berpikir dewasa

[Khotbah] Kedewasaan Berpikir, Minggu 12 Pebruari 2017

Amsal 23:7
“Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia” dalam terjemahan bahasa Inggris  “For as he thinketh within himself, so is he”

Tuhan inginkan agar kita dibaharui di dalam roh dan pikiran (Efesus 4:23)

Dan janganlah kita menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budi, sehingga kita dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Roma 12:2)

Pikiran atau budi dalam bahasa Yunani adalah Nous-Nooce
artinya intelek, pikiran (illahi atau manusia, dalam pikiran, perasaan, dan kehendak) dengan implikasi yang berarti : pikiran atau pemahaman.
Kata bertobat  Metanoia – Metanoeho, terdiri dari gabungan kata Meta (berbalik,berlawanan) dan Noieo (menggunakan kata nous yang artinya kegiatan berpikir). Jadi arti kata ini adalah berpikir secara berbeda atau kembali (merasa menyesal) dan berubah pikiran.
Kegiatan berpikir itu dimulai dengan
– Observasi atau mengamati
– Menganalisis atau memikirkan
– Menyimpulkan
– Memutuskan
Untuk kegiatan berpikir itu harus diberi masukan berupa memori yang terdiri dari memori sementara, memori tetap dan memori bawah sadar. Dari hasil masukan itu, maka akan menghasilkan tindakan dan kontrol emosi.
Emosi sangat mempengaruhi cara berpikir seseorang dan dapat membuat orang dapat bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu. Emosi diterima dari panca indera kita. Dan indera ini juga memberi masukan kepada memori kita. Hati nurani memberi masukan kepada cara berpikir kita, sehingga kita harus memiliki hati nurani yang murni. Namun ingat bahwa hati nurani dapat tercemar dan rusak karena dosa.
Namun lebih dari semua itu, kita harus menempatkan kehendak Allah diatas segalanya. Kehendak Allah dapat kita ketahui lewat kebenaran firman Tuhan dan saat kita mendengar firman Tuhan, seharusnya firman itu masuk kedalam memori tetap kita dan tersimpan menjadi rhema. Dengan demikian, otak kita akan dipenuhi dengan kebenaran firman Tuhan, sehingga kita akan berpikir dengan baik. Namun sayangnya tindakan dan cara berpikir kita bukan dipengaruhi oleh firman Tuhan, namun dipengaruhi oleh keinginan daging kita.
Bagaimanakah cara berpikir orang yang diluar Allah? Efesus 4:17-19
1. Pikiran yang sia-sia
2. Pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan dan karena kedegilan hati mereka.
3. Perasaan telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.
Kedewasaan yang komplit dan lengkap adalah saat terjadinya keseimbangan cara berpikir dengan mempertimbangkan semua input dan didominasi oleh kehendak Allah untuk menghasilkan tindakan yang benar dimana:
– Hubungan dengan Allah diperbaiki (Efesus 2:13)
– Hati nurani dimurnikan (1 Petrus 3:2)
– Menjauhi keinginan daging (1 Petrus 2:11)
– Penguasaan diri (Efesus2:26, 1 Petrus 4:7)
Tuhan ingin agar kita memiliki cara berpikir yang dewasa bukan cara berpikir kanak-kanak seperti yang tertulis dalam  1 Korintus 14:20 “Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!”
Cara berpikir kita akan mempengaruhi dengan apa yang akan kita hadapi dan akan kita lakukan. Oleh karena itu pikiran kita harus diisi dengan firman Tuhan sehingga kita dapat berpikir dan bertindak yang benar sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.
Amin.

Oleh Pdt Ir. Lui Sirapanji MA

Warta3

[Khotbah] The Chosen Generation, Minggu 05 Pebruari 2017

I Petrus 2:9
“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”

Tuhan ingin agar kita menjadi orang yang menyukakan hati Tuhan, sebab jika kita adalah anak yang menyukakan hatiNya, maka kita akan menerima anugerahNya setiap saat dalam hidup ini.
Apakah perlakuan Tuhan kepada umatNya? Dalam Ulangan 7:7 dikatakan bahwa Tuhan itu terpikat dengan bangsa Israel, walaupun bangsa Israel adalah bangsa yang kecil.
Kata terpikat artinya adalah mendapat kasih sayang yang besar. Abraham adalah nenek moyang bangsa Israel, yang telah memikat hati Tuhan, sehingga Dia bersumpah untuk memberkati Abraham dan keturunannya. Sebenarnya Abraham hanya manusia biasa yang memiliki banyak kelemahan, namun terlepas dari semua kelemahan dan kekurangan Abraham, Tuhan telah terpikat kepada Abraham, mengapa?
1. Abraham taat sekalipun tidak mengerti
2. Abraham memiliki kasih persaudaraan yang tinggi
Saat Abraham keluar dari Ur Kasdim, dia membawa juga Lot. Namun karena perselisihan antara gembala Abraham dan Lot, maka mereka berpisah. Lot memilih lembah Yordan dimana terletak kota Sodom dan Gomora. Pada suatu saat kota Sodom dan Gomora diserang oleh raja Kedorlaomer lalu menawan Lot dan keluarganya. Abraham dengan 318 pasukannya lalu menyerang dan mengalahkan Kedorlaomer kemudian dia membebaskan Lot (Kej 14:14). Abraham mau mempertaruhkan keselamatan dirinya untuk menyelamatkan Lot dan keluarganya. Hal ini membuktikan rasa persaudaraan Abraham kepada Lot. Dalam Alkitab juga dikisahkan tentang Tuhan Yesus yang menginjili seorang perempuan Samaria, karena Dia melihat jiwa perempuan itu yang sangat berharga. Sikap ini juga harus dimiliki setiap orang percaya, untuk mau memberitakan Injil bagi semua orang. Ingat bahwa satu jiwa pun itu berharga dan tak ternilai dimata Tuhan. GBI Menorah sedang mencanangkan gerakan “One On One Movement” yaitu gerakan bagi semua jemaat untuk membawa 1 jiwa ditahun 2017 ini. Hal ini dapat terlaksana dengan cara mendengar, menerima, menyampaikan, mengajak, dan membuat mereka mempelajari, menuruti, mengalami, menyaksikan kebenaran Firman Tuhan yaitu keselamatan didalam Tuhan Yesus.
3. Abraham memiliki belas kasihan
Saat Malaikat Allah mengunjungi Abraham dan memberitahukan bahwa Allah akan memusnahkan Sodom dan Gomora, Abraham jatuh belas kasihan dan bersyafaat bagi mereka. Abraham berdoa dan memohon keapada Allah agar tidak memusnahkan Sodom dan Gomora jika ada 50,45,40,30,20,10 orang benar dalam kota itu.
Demikian juga dengan Tuhan Yesus yang selalu menunjukkan belaskasihanNya kepada manusia, sebab Dia adalah kasih itu sendiri.
Tuhan Yesus tidak tahan untuk melihat umatNya menderita dan hidup teraniaya (Kel 2:23), terlantar tanpa gembala (Mat 9:36), kelaparan (Mat 15:32), berdukacita (Luk 7:12-13), sakit (Mat 20:34) dll.
Marilah kita juga memiliki sikap seperti Abraham yang taat, memiliki kasih persaudaraan dan berbelas kasihan dan berdoa agar hati Tuhan terpikat pada kita semua…amin

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th