[Khotbah] Abraham ( II ) , Minggu 26 Pebruari 2017

ABRAHAM

Abraham adalah nenek moyang bangsa Israel, yang telah memikat hati Tuhan, sehingga Dia bersumpah untuk memberkati Abraham dan keturunannya. Sebenarnya Abraham hanya manusia biasa yang memiliki banyak kelemahan, namun terlepas dari semua kelemahan dan kekurangan Abraham, Tuhan telah terpikat kepada Abraham, mengapa?
1. Taat sekalipun tidak mengerti
2. Memiliki kasih persaudaraan yang tinggi
3. Memiliki belas kasihan
4. Percaya sekalipun tidak ada dasar berharap
5. Imannya tidak menjadi lemah

Roma 4:19 “Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup”

Iman itu bisa bertambah, bertumbuh atau menjadi lemah/tawar dan mati. Ukuran iman itu dimulai dengan sebesar biji sesawi. Biji sesawi adalah biji yang terkecil diantara semua biji-bijian.
Ada beberapa perilaku seseorang berdasarkan imannya yaitu
– Tidak percaya contohnya Tomas yang tidak percaya karena belum melihat bahwa Yesus telah bangkit (Yoh 20:27-28)
– Iman yang luntur contohnya Petrus yang tenggelam karena gentar terhadap tiupan angin (Mat 14:22-23)
– Iman yang hilang contohnya Murid-murid Yesus yang menghadapi badai ditengah danau (Mat 8:26)
– Iman yang hancur contohnya Petrus menyangkal Yesus karena takut akan ancaman kematian (Yoh 18:25-27)
Dalam Yohanes 9:1-41 dikisahkan tentang “Miracle Faith of Blindman” yang mengajarkan kita tentang tahapan iman yaitu :
A. No Faith (ayat 11)
Orang buta ini tidak tahu siapakah Yesus dan dia tidak memiliki iman sama sekali kepada Tuhan Yesus dan saat itu keadaannya adalah terikat oleh dampak dosa (ayat 1), mengenal Yesus hanya sebagai manusia (ayat 11), hanya percaya kepada karya mujisat Yesus, bukan kepada pribadi Yesus.
B. Little Faith (ayat 17)
Orang buta ini berkata bahwa Yesus adalah seorang nabi (ayat 17) dan orang yang datang dari Allah (ayat 33) hal ini membuktikan bahwa dia memiliki iman yang kecil dan belum mengenal secara pribadi siapakah Tuhan Yesus.
C. Growing Faith (ayat 36)
Imannya mulai bertumbuh dan mau mengenal dan percaya kepada Yesus. Hal ini seperti yang dialami Zakheus yang mau mencari tahu siapakah Yesus itu. Zakheus memiliki keingintahuan dan tekad yang besar untuk berjumpa dengan Yesus dengan jalan memanjat pohon. Akhirnya Zakheus menerima Yesus dirumahnya dengan sukacita dan melepaskan hidupnya yang lama yang cinta akan uang.
D. Big Faith (ayat 38)
Orang buta ini akhirnya percaya dalam hatinya akan keillahian Yesus dan mengaku dengan mulutnya bahwa Yesus adalah Tuhan dan juruselamatnya, bukan hanya sebagai penyembuhnya.
E. Strong Faith (ayat 38)
Akhirnya orang buta ini mau sujud menyembah pada Tuhan Yesus. Inilah yang disebut dengan iman yang kuat. Target Tuhan dalam hidup kita adalah menjadikan kita umat yang menyembah Dia. Hal yang sama juga terjadi pada Tomas, yang akhirnya menyembah Yesus dan berkata “Ya Tuhanku dan Allahku” (Yoh 20:28) dan juga terjadi pada murid-muridNya yang mendekati Yesus, memeluk kakiNya dan menyembahNya (Mat 28:9)
6. Taat pada perintah sekalipun tidak masuk akal
Abraham mendapat perintah untuk mengorbankan Ishak anaknya. Hal ini sesuatu yang tidak masuk akal bagi Abraham karena belum pernah manusia dijadikan korban untuk persembahan, dan hal ini merupakan kebiasaan para penyembah berhala yang melakukan ritual penyembahan. Abraham tahu bahwa jika Tuhan telah memberi maka Dia tidak akan meminta lagi apa yang telah Dia beri. Amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Leave a Reply