[Khotbah] Abraham ( I ) , Minggu 19 Pebruari 2017

Tuhan ingin agar kita menjadi orang yang menyukakan hati Tuhan, sebab jika kita adalah anak yang menyukakan hatiNya, maka kita akan menerima anugerahNya setiap saat dalam hidup ini.
Apakah perlakuan Tuhan kepada umatNya? Dalam Ulangan 7:7 dikatakan bahwa Tuhan itu terpikat dengan bangsa Israel, walaupun bangsa Israel adalah bangsa yang kecil. Kata terpikat artinya adalah mendapat kasih sayang yang besar.
Abraham adalah nenek moyang bangsa Israel, yang telah memikat hati Tuhan, sehingga Dia bersumpah untuk memberkati Abraham dan keturunannya. Sebenarnya Abraham hanya manusia biasa yang memiliki banyak kelemahan, namun terlepas dari semua kelemahan dan kekurangan Abraham, Tuhan telah terpikat kepada Abraham, mengapa?
1. Abraham taat sekalipun tidak mengerti
2. Abraham memiliki kasih persaudaraan yang tinggi
3. Abraham memiliki belas kasihan
4. Abraham percaya sekalipun tidak ada dasar berharap
Roma 4:18 “Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”
Apakah arti pengharapan itu? Pengharapan adalah sesuatu yang dinantikan dimasa depan, dan semua yang kita harapkan sesuatu yang terbaik yang akan terjadi (Maz 33:18).
Ada beberapa pengahalang pengharapan yaitu:
A. Kuatir
Kekuatiran adalah musuh yang datang dari dalam diri kita, dan kekuatiran itu bersifat universal. Kita seringkali kuatir tentang apa yang akan kita makan, pakai, tinggal, kesehatan, masa depan, keluarga, keuangan dll. Dalam Matius 6:25-34 Tuhan mengingatkan kepada kita untuk jangan menjadi orang yang kuatir dengan apapun juga. Cara agar kita dapat mengalahkan kekuatiran itu yaitu dengan memerangi pikiran-pikiran tentang kekuatiran. Oleh karena itu pikiran kita haruslah diisi dengan firman Tuhan. Filipi 4:6 berkata “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur”
B. Penderitaan
Penderitaan seringkali membuat kita tidak lagi melihat masa depan yang indah yang telah disediakan Tuhan bagi kita yang mengasihiNya.
Ada dua hal yang menyebabkan manusia itu mengalami penderitaan yang pertama yaitu disebabkan karena melanggar hukum Tuhan, atau melakukan dosa dihadapan Tuhan. Penderitaan karena dosa adalah buah dari perbuatan yang jahat. Ingat hukum tabur dan tuai, jika kita menabur kejahatan, maka kita akan mengalami penderitaan karena hukuman.
Yang kedua yaitu karena kita adalah pengikut Kristus, sehingga kita mengalami banyak pergumulan dan penderitaan. Ingatlah bahwa penderitaan yang kita alami itu tidak melebihi kekuatan kita, dan Tuhan akan memberikan kita kekuatan dan pertolongan tepat pada waktunya. Jika kita menderita karena mengikut Kristus, pengharapan itu tidak akan pernah hilang, sebab pasti akan datang dalam hidup kita.
C. Tidak sabar akan waktu Tuhan
Saat menantikan janji Tuhan digenapi dalam hidupnya, Abraham tidak sabar menanti, sehingga akhirnya dia mengambil Hagar untuk menjadi isterinya. Dalam Roma 8:24-25 Tuhan ingin agar kita menantikan dengan tekun dan mengharapkan yang terbaik terjadi dalam hidup kita.
D. Adanya cadangan dalam hidup
Seringkali kita tidak lagi menaruh harapan pada Tuhan sebab kita memiliki “Plan B” atau cadangan dalam hidup kita. Hidup ini bukan seperti mobil yang memiliki ban cadangan/ban serep, karena pengharapan kita satu-satunya hanya didalam Tuhan Yesus. Banyak orang yang tidak lagi berharap kepada Tuhan, karena memiliki apa saja dalam hidupnya.
E. Iman yang lemah
Saat iman kita lemah, maka Iblis akan lebih menekan hidup kita agar kita bukan hanya jatuh dan tergeletak, namun akhirnya mengalami kehilangan iman dan kematian iman.
Oleh karena itu jaga iman kita agar jangan menjadi lemah, jika saat ini keadaan iman kita sedang lemah, marilah kuatkan dan bangkitkan kembali roh dan iman kita. Jangan menyerah, datanglah pada Tuhan sebab Dialah sumber kekuatan kita. Ingatlah bahwa orang yang rohani adalah orang yang selalu sadar saat dia berada dibawah dan kemudian bertindak dan bangkit kembali dalam iman.
Marilah kita selalu menaruh pengharapan pada Tuhan Yesus, sebab pengharapan dalam Tuhan Yesus tidak pernah mengecewakan…..Amin.

Oleh Pdt. honny Supit Sirapanji M.Th