Hal berdoa

[Khotbah] The 7 Miracles on Mount Carmel Bag.5, Minggu 06 Agustus 2017

The 7 Miracles on Mount Carmel (5)
1 Raja-raja 16:29-31
“Ahab, anak Omri, menjadi raja atas Israel dalam tahun ketiga puluh delapan zaman Asa, raja Yehuda. Ahab bin Omri melakukan apa yang jahat di mata TUHAN lebih dari pada semua orang yang mendahuluinya”

Saat  pemerintahan raja Ahab, dia melakukan apa yang jahat dengan mengambil Izebel anak Etbaal raja orang Sidon menjadi isterinya, sujud menyembah dan beribadah kepada Baal, membuat mezbah/kuil bagi Baal di Samaria, membuat patung asyera dan menimbulkan sakit hati Tuhan.
Akibatnya adalah Tuhan menjadi murka dan hujan tidak turun selama 3,5 tahun,sehingga terjadi kelaparan yang sangat hebat di Samaria
Setelah itu Tuhan akhirnya bertindak dan memberi perintah kepada Elia  “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi.” (I Raja 18:1)
Pelajaran dari ayat ini adalah:
– Tidak selamanya Tuhan membiarkan umatNya menderita, ada waktunya Tuhan melawat umatNya dan memberikan kelegaan dan jalan keluar.
– Tidak selamanya Tuhan membiarkan kejahatan menguasai umatNya, karena Tuhan pasti akan menjadi pembela bagi kita dan akan menghukum orang yang melakukan kejahatan.
Saat kita melihat peristiwa di gunung Karmel, maka kita akan melihat beberapa hal yang terjadi yaitu :
Kebenaran vs kepalsuan, nabi asli vs nabi palsu, nabi Elia vs nabi baal.

Ada 7 mujisat yang terjadi digunung Karmel yaitu;

  1. Miracle of Fight,
  2. Miracle of Calling
  3. Miracle of Build
  4. Miracle of Speak
  5. Miracle of Pray.

I Raja2 18:36 “Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: “Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali.”
Ini adalah doa dan seruan Elia kepada Allah.
Saat itu Elia mempersembahkan korban petang, hal ini merupakan suatu pekerjaan yang dilakukan oleh Elia untuk melanjutkan yang telah dilakukan oleh Harun dan anak-anaknya yang telah diatur oleh hukum Taurat.
Ada beberapa pelajaran dari ayat firman Tuhan ini.
1. Doa adalah tindakan mencari dan berhubungan dengan Tuhan (Yes 55:6)
2. Semua orang percaya berhak dan bisa berdoa (Maz 145:18)
3. Dapat dilakukan disetiap saat dan dimanapun juga (Luk 21:36)
4. Dibutuhkan kesungguhan hati supaya bisa berdoa (Yak 5:17)
5. Dibutuhkan keberanian untuk percaya (I Yoh 5:14)
7 penghalang doa
1. Kejahatan/dosa (Yes 59:1-2)
Kejahatan membuat “pemisah” dan dosa membuat Tuhan “bersembunyi” dan tidak mendengar seruan doa kita. Periksalah hidup kita, sebelum kita berdoa, karena jika ada dosa, maka Tuhan tidak akan menjawab doa kita.
2. Motivasi yang salah (Yak 4:3) milikilah motivasi yang benar dalam segala hal, bukan didasari oleh keinginan daging kita. Jangan berdoa dan meminta sesuatu kepada Tuhan hanya untuk dihabiskan dan untuk memuaskan hawa nafsu kita.
3. Bimbang (Yak 1:6-7) permohonan doa kita harus dengan iman dan jangan bimbang. Bimbang itu ada dipikiran kita, dan cara untuk menghilangkan kebimbangan yaitu minta urapan Tuhan atas hidup kita, dan dengarkanlah kesaksian hidup orang lain yang telah ditolong oleh Tuhan.
4. Hubungan suami isteri yang salah (I Pet 3:7) hidup bijaksana dengan pasangan kita agar doa kita jangan terhalang. Jangan selalu ada pertengkaran dan ribut dalam rumah tangga kita.
5. Tidak menolong orang yang lemah (Ams 21:13) Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.
6. Memiliki niat yang jahat (Maz 66:17-18) “Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar”
7. Membunuh (Yes 1:15) dalam I Yoh 3:15 dikatakan bahwa orang yang membenci sesamanya adalah seorang pembunuh.
Apa tindakan supaya doa kita dijawab oleh Tuhan?
1. Percaya sudah menerima (Mar 11:24) bayangkan bahwa apa yang kita minta dan doakan, telah terjadi dan telah kita terima.
2. Turutilah segala perintah Tuhan (I Yoh 3:22) dengan menuruti perintah Tuhan dan berbuat apa yang berkenan padaNya.
3. Meminta sesuai dengan kehendakNya (I Yoh 5:14) Tuhan akan mengabulkan doa kita jika kita meminta sesuai dengan kehendak Tuhan.
4. Berseru atau Proclaim / Publish (Maz 50:15)
Ada 3 jawaban doa.
– Ya artinya bahwa Dia akan menjawab doa kita langsung
– Tidak sebab Dia akan memberikan yang lebih baik
– Tunggu sebab dia akan memberi yang terbaik bagi kita
Mujisat digunung Karmel adalah upaya Elia untuk berhubungan dengan Tuhan dalam doa, caranya adalah
1. Sesuai tata cara Tuhan (I Raja2 18:36) mempersembahkan korban
2. Kerinduan supaya nama Tuhan dikenal (I Raja2 18:36)
3. Kerinduan supaya Tuhan mendemonstrasikan kuasaNya (I Raja 18:37)
4. Kerinduan memenangkan jiwa (I Raja2 18:37b)

Marilah kita berdoa dan berseru kepada Tuhan, dan kita akan mengalami mujisat Tuhan…..amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Miracle of Speak

[Khotbah] The 7 Miracles on Mount Carmel Bag.4, Minggu 30 Juli 2017

The 7 Miracles on Mount Carmel (4)

1 Raja-raja 16:29-31
“Ahab, anak Omri, menjadi raja atas Israel dalam tahun ketiga puluh delapan zaman Asa, raja Yehuda. Ahab bin Omri melakukan apa yang jahat di mata TUHAN lebih dari pada semua orang yang mendahuluinya”

Saat  pemerintahan raja Ahab, dia melakukan apa yang jahat dengan mengambil Izebel anak Etbaal raja orang Sidon menjadi isterinya, sujud menyembah dan beribadah kepada Baal, membuat mezbah/kuil bagi Baal di Samaria, membuat patung asyera dan menimbulkan sakit hati Tuhan.
Akibatnya adalah Tuhan menjadi murka dan hujan tidak turun selama 3,5 tahun,sehingga terjadi kelaparan yang sangat hebat di Samaria
Setelah itu Tuhan akhirnya bertindak dan memberi perintah kepada Elia  “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi.” (I Raja 18:1)
Pelajaran dari ayat ini adalah:
– Tidak selamanya Tuhan membiarkan umatNya menderita, ada waktunya Tuhan melawat umatNya dan memberikan kelegaan dan jalan keluar.
– Tidak selamanya Tuhan membiarkan kejahatan menguasai umatNya, karena Tuhan pasti akan menjadi pembela bagi kita dan akan menghukum orang yang melakukan kejahatan.
Saat kita melihat peristiwa di gunung Karmel, maka kita akan melihat beberapa hal yang terjadi yaitu :
Kebenaran vs kepalsuan, nabi asli vs nabi palsu, nabi Elia vs nabi baal.
Ada 7 mujisat yang terjadi digunung Karmel yaitu:
1. Miracle of Fight
2. Miracle of Calling
3. Miracle of Build
4. Miracle of Speak
Elia menyerukan nama Tuhan Allah Abraham, Ishak dan Israel (I Raja-raja 18:36-37). “Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: “Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini.
Elia memperkatakan tentang nama Tuhan didepan orang Israel dan nabi-nabi baal.
Perkataan, tutur kata, ucapan itu sangat penting, sebab :
– Dapat menyelamatkan (Roma 10:9) “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan”
– Dapat menimbulkan pelanggaran (Amsal 10:19) “Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.
– Harus dapat dipertanggung jawabkan (Matius 12:36) “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman”
– Mengandung kuasa dan otoritas (Markus 16:17) “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka”
Dibutuhkan mujisat yang besar untuk mengubah bahasa / perkataan yang lama yaitu penyembahan berhala, dan diganti dengan bahasa / perkataan yang baru yaitu menyerukan nama Tuhan Allah.
Apakah perkataan nabi Elia?
– Menentang raja Ahab (I Raja-raja 18:17-19)
Perkataan Elia menentang kejahatan. Sebab oleh karena Ahab, maka nama Tuhan dihujat. Roma 2:24 “Seperti ada tertulis: “Sebab oleh karena kamulah nama Allah dihujat di antara bangsa-bangsa lain.” (Titus 2:1-8)
– Menentang Israel yang bercabang hati, karena menyembah baal. (I Raja-raja 18:21)
– Menentang nabi baal (I Raja-raja 18:23 ; I Yoh 4:4) Elia sangat yakin akan kuasa Tuhan sehingga dia sendirian melawan 450 nabi baal.
– Mengundang Israel untuk datang mendekat (I Raja-raja 18:30) sebab sudah terlalu lama mereka jauh dari Tuhan dan menyembah berhala. Mendekat pada Tuhan artinya berpihak kepada Tuhan, dan bukan kepada baal. Seperti yang terjadi pada Musa yang menantang mereka untuk berpihak pada Tuhan (Kel 32:26).
Ingat bahwa hari hari ini adalah Akhir zaman dan merupakan masa penentuan bagi kita, sesuai dengan nubuatan nabi Yoel 3:12-14.
Apa dampak dari perkataan Elia?
– Nama Tuhan diingat kembali (I Raja-raja 18:36)
– Nama Tuhan kembali menjadi harapan (I Raja-raja 18:37)
– Tuhan mendemonstrasikan kuasaNya (I Raja-raja 18:38)
– Israel menyembah Tuhan (I Raja-raja 18:39)
Marilah kita memperkatakan firman Tuhan dalam hidup kita…..amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Serupa dan segambar dengan ALLAH

[Khotbah] Serupa dan Segambar dengan ALLAH, Minggu 23 Juli 2017

SERUPA DAN SEGAMBAR DENGAN ALLAH

Kejadian 1: 26-27
“Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka”

Allah menciptakan manusia itu menurut gambar dan rupa Allah. Tujuan Allah menciptakan manusia seturut dan segambar dengan Allah, supaya mereka berkuasa penuh atas semua ciptaan Tuhan dibumi ini. Manusia telah diberikan otoritas dan kuasa penuh untuk berkuasa atas semua ciptaan Tuhan. Namun karena ketidak taatan dan keserakahan membuat manusia akhirnya kehilangan kuasa dan otoritas itu. Dalam Kejadian 3:5, Ular datang pada Hawa dan berkata bahwa jika dia memakan buah pengetahuan yang baik dan buruk, maka mereka akan jadi sama seperti Allah. Akhirnya manusia diperdaya oleh ular dan merekapun jatuh dalam dosa. Seharusnya Adam dan Hawa sadar bahwa mereka itu telah menjadi serupa dan segambar dengan Allah, tapi sangat disayangkan, mereka masih mau memakan buah terlarang itu untuk dapat menyamai Allah.
Tawaran iblis yaitu kesenangan dosa, begitu menarik bagi manusia, sehingga Adam dan Hawa akhirnya memakan buah pengetahuan baik dan buruk itu. Akibat dosa ketidak taatan dan keserakahan itu, maka manusia diusir dari taman Eden, hidup dalam kutuk dan mengalami kematian.
Untuk memulihkan gambar Allah yang rusak dalam diri manusia, maka Tuhan Yesus rela datang kedunia untuk mati diatas kayu salib dan menebus dosa manusia dan pada hari ketiga Dia bangkit dari antara orang mati.
Pada saat penciptaan, Allah memberikan kuasa pada manusia untuk berkuasa atas semua ciptaanNya, namun pada zaman ini, Allah memberikan kita kuasa untuk mengalahkan setan-setan, menyembuhkan orang sakit, melepaskan orang yang terikat. (Lukas 9:1) “Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan sakit penyakit”
Dalam Kisah Rasul 1:8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Sebagai orang percaya, kuasa yang telah diberikan pada kita saat ini adalah kuasa untuk menaklukan dosa, melakukan mujisat, mengusir setan, memberitakan Injil dan melakukan hal-hal yang mempermuliakan nama Tuhan Yesus. Ini hanya diperoleh jika kita segambar dengan Tuhan Yesus. Oleh karena itu kita harus pastikan bahwa hidup kita segambar dengan Tuhan Yesus, dengan cara hidup sesuai dengan firman Tuhan.
Semua kuasa itu berasal dari Roh Kudus, sehingga kita harus selalu bergantung kepada Roh Kudus dan hidup dalam pengurapan Roh Kudus.
Untuk mengalami kuasa Tuhan yang dahsyat, ijinkan Tuhan sendiri yang menjamah hidup kita, dan menyatakan kemuliaanNya.
Kita harus membuka diri dan terbuka dihadapan Tuhan, dan minta supaya Dia memakai hidup kita untuk menjadi kesaksian bagi orang lain.
Orang yang akan mewarisi kerajaan sorga, adalah orang yang serupa dan segambar dengan Yesus.
Pakai hidup kita untuk menjangkau jiwa-jiwa bagi Tuhan Yesus. Amin

Pdt Sonny Liando S.Th

Lebih dari Pemenang

[Khotbah] Lebih dari Pemenang, Minggu 16 Juli 2017

LEBIH DARI PEMENANG

Roma 8:37
“Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita”

Jika kita mencari di internet kata kunci “Lebih dari pemenang” maka semuanya akan menunjuk ke satu hal yaitu pada kitab Roma 8:37. Jadi kata “Lebih dari pemenang” hanya ditulis oleh Alkitab, dan dimiliki oleh orang percaya. Kita harus bersyukur dan bersukacita karena Tuhan Yesus menjanjikan dan memberikan kemenangan kepada orang percaya.
Mengapa Tuhan Yesus berjanji akan memberikan kemenangan pada kita? Sebab Dia telah menang mengalahkan maut, Dia bangkit dari kematian dan hidup selama-lamanya.
Arti lebih dari pemenang bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa, tapi ada hal yang harus kita lakukan.
Apa yang dikatakan dunia ini tentang seorang pemenang?
Dalam dunia sekuler, ada dua hal yang harus dimiliki oleh seseorang agar dapat menjadi pemenang yaitu :
– Hard Skill yaitu memiliki keterampilan/keahlian khusus yang berwujud yang dapat diperoleh lewat pendidikan formal maupun informal seperti seminar, training, pemberdayaan dll. Hard skill adalah apa yang dapat dikerjakan oleh kita, dan sesuatu yang dihasilkan oleh karya kita.
– Soft Skill yaitu karakter yang baik, dan sikap yang benar. Soft skill merupakan kemampuan untuk mengelola kepribadian kita sendiri. Soft skill dapat diperoleh lewat training, seminar, dll. Jadi soft skill adalah sesuatu yang tidak kelihatan, namun sangat menunjang keberhasilan suatu pekerjaan. Untuk mendapatkan soft skill, maka kita harus mengembangkan sikap mental, karakter, moral yang baik. Kita harus memiliki mental yang kuat, tidak mudah menyerah, optimis dll. Juga kita harus memiliki karakter yang baik. Moral menjelaskan tentang sesuatu yang baik dan buruk.
Namun bagaimanakah kata Alkitab tentang “Lebih dari pemenang” ? Untuk menjadi pribadi yang lebih dari pemenang, maka kita harus berada didalam Yesus Kristus (Roma 8:1) “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus”
Berada dalam Yesus maksudnya adalah Roh Allah ada dalam hidup kita dan kita didalam Tuhan. Berada dalam Yesus maksudnya adalah kita tidak hidup dalam kedagingan dan dosa, tapi kita hidup dalam Roh dan menjadikan kita anak Allah dan menjadi ahli waris (Roma 8:14-17) “Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia”
Arti kata “ahli waris” adalah kita memiliki kemiripan/serupa dengan Tuhan Yesus, sifat Bapa diturunkan pada kita. Kita akan menerima warisan itu bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Yang menerima warisan hanyalah anak. Dalam Alkitab dituliskan tentang anak, yaitu anak-anak yang merdeka dan anak-anak hamba.
Galatia 4:21-31″Bukankah ada tertulis, bahwa Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka?”
Siapakah anak-anak hamba? Anak-anak yang hidup dalam keinginanan daging. seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini.
Anak hamba selalu mau menganiaya anak perjanjian (Galatia 4:29)
Secara jasmani roh perhambaan itu ada dalam dunia ini dan menganiaya iman kita. Tapi kita harus tahu dan mengerti bahwa sebenarnya hal ini sedang terjadi dalam hidup kita bahwa dosa dan keinginan daging yang ada dalam hidup kita begitu kuat sedang menganiaya manusia rohani kita. Manusia rohani kita sedang dianiaya dengan keinginan daging yang begitu kuat dan berjuang untuk menjatuhkan iman kita.
Banyak hal yang dilakukan oleh dosa untuk memisahkan kita dari kasih Kristus, namun tidak ada yang dapat memisahkan kita dari Tuhan (Roma 8:35) “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?”
Sekarang yang harus kita lakukan adalah jangan sampai kita diperhamba dan dikenakan kuk perhambaan oleh dosa.
Ingatlah perkataan Yesus bahwa “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yoh 16:33)
Percayalah bahwa saat kita dapat mengalahkan keinginan daging kita, disitulah kita menjadi lebih dari pemenang. Amin.

Oleh Pdt Ir Lui Sirapanji MA

Mujizat Bukit Carmel

[Khotbah] The 7 Miracles on Mount Carmel Bag.3, Minggu 09 Juli 2017

The 7 Miracles on Mount Carmel (3)

1 Raja-raja 16:29-31
“Ahab, anak Omri, menjadi raja atas Israel dalam tahun ketiga puluh delapan zaman Asa, raja Yehuda. Ahab bin Omri melakukan apa yang jahat di mata TUHAN lebih dari pada semua orang yang mendahuluinya”

Situasi Israel saat  pemerintahan raja Ahab yaitu Ahab melakukan apa yang jahat, mengambil Izebel anak Etbaal raja orang Sidon menjadi isterinya, sujud menyembah dan beribadah kepada Baal, membuat mezbah/kuil bagi Baal di Samaria, membuat patung asyera dan menimbulkan sakit hati Tuhan.
Akibatnya adalah Tuhan menjadi murka
– Hujan tidak turun selama 3,5 tahun “Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: “Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.” (1 Raja-raja 17:1)
– Kelaparan yang sangat hebat di Samaria sehingga raja Ahab pun harus mencari air dan rumput.
Setelah itu Tuhan akhirnya bertindak dan memberi perintah kepada Elia  “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi.” (I Raja 18:1)
Pelajaran dari ayat ini adalah:
– Tidak selamanya Tuhan membiarkan umatNya menderita, ada waktunya Tuhan melawat umatNya dan memberikan kelegaan dan jalan keluar.
– Tidak selamanya Tuhan membiarkan kejahatan menguasai umatNya, karena Tuhan pasti akan menjadi pembela bagi kita dan akan menghukum orang yang melakukan kejahatan.
Saat kita melihat peristiwa di gunung Karmel, maka kita akan melihat beberapa hal yang terjadi yaitu :
Kebenaran vs kepalsuan, nabi asli vs nabi palsu, nabi Elia vs nabi baal.
Ada 7 mujisat yang terjadi digunung Karmel yaitu:
1. Miracle of Fight
2. Miracle of Calling
3. Miracle of Build
I Raja-raja 18:30-32 “Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: “Datanglah dekat kepadaku!” Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu”
Mezbah yang manakah yang dibangun kembali oleh Elia? Yaitu mezbah-mezbah Tuhan yang pernah dipakai untuk menyembah pada Allah (Roma 11:3). Selama 22 tahun pemerintahan Ahab, dia membawa Israel menyembah berhala dan mereka kehilangan mezbah Tuhan. Sama seperti dengan keadaan orang kristen saat ini yang banyak kehilangan mezbah dalam hidupnya.
Ada beberapa ciri orang yang kehilangan mezbah dalam hidupnya yaitu:
A. Kehilangan kasih mula-mula kepada Tuhan Yesus
Apa itu kasih mula-mula? Yaitu kasih kepada Yesus pada saat pertama kali kita bertobat, mengalami kelahiran baru, dan cinta Tuhan pertama kali.
Dalam Wahyu 2:1-5 diceritakan tentang jemaat Efesus yang dicela oleh Tuhan Yesus. Bagaimana keadaan jemaat Efesus? Mereka sangat suka kerja keras bagi Tuhan, sangat tekun, melawan orang jahat, peka terhadap nabi palsu dan pengajaran palsu, sabar menderita, tidak mengenal lelah.
Walaupun keadaan mereka luarbiasa, tapi mereka kehilangan kasih mula-mula sehingga jika mereka tidak kembali pada kasih mula-mula, maka kaki dian itu akan diambil. Hari ini Efesus hanya menyisakan reruntuhan dan hanya puing-puing saja.
Banyak orang kristen yang kehilangan kasih mula-mula seperti contohnya kehilangan passion/gairah.
Ingat lagu sperti rusa rindu sungaiMu, kita pun juga harus haus dan rindu akan Tuhan.
B. Kehilangan kasih kepada sesama
Kasih kepada sesama dapat diperlihatkan dengan cara mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Jika kita kehilangan kasih kepada sesama, dan tidak mau mengampuni, maka kita juga tidak akan diampuni (Mat 6:14-15)
Bahkan Tuhan mau agar kita mengasihi musuh dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kita (Mat 5:44) dan jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi hendaklah kita memberkati (I Pet 3:9)
Ada dua standart tertinggi Tuhan  yang menjadi dasar dari seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi yaitu (Mat 22:36-40) :
– Mengasihi Tuhan
– Mengasihi sesama manusia
Adapun 10 hukum Taurat itu adalah : Jangan ada Allah lain, Jangan membuat patung apapun dan sujud menyembahnya, Jangan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan, Kuduskanlah hari sabat, Hormatilah ayah ibu, Jangan membunuh, Jangan berzinah, Jangan mencuri, Jangan berdusta, Jangan mengingini milik sesamamu.
Hukum Taurat ini dibagi menjadi dua bagian yaitu hukum 1-4 kepada Tuhan dan hukum 5-10 kepada sesama manusia.
Bagaimanakah  kita dapat kembali membangun mezbah Tuhan? “Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. (Wahyu 2:5)
1. Kata “Ingatlah” dalam bhs Yunani : Mnemoneuo, bhs Inggris : Mindful yaitu sadarlah. Menyadari keadaan kita yang telah jatuh sangat dalam.
Seperti Daud yang berkata “Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku (Maz 26:2) Hal ini berarti mengijinkan dan melibatkan Tuhan untuk meneliti keberadaan hatinya. Oleh karena itu kita  jangan sombong rohani, namun merendahkan diri dihadapan Tuhan dan siap ditegur.
2. Kata “Bertobatlah” bhs Yunani : Metanoeo, bhs Inggris : to think differently or to think afterwards. Artinya merobah pola pikir. Memikirkan akibat yang akan datang, memikirkan dampak jika kehilangan kasih.
Jadi tindakan yang benar adalah menyesali pelanggaran dan meninggalkan pelanggaran.
3. Melakukan apa yang semula dilakukan
Yaitu tindakan kasih mula-mula seperti beribadah, berdoa, membaca firman, mengasihi, melayani, berbuat baik dll.
Milikilah target pribadi dengan cara membangun kembali hubungan dengan Tuhan, menjadikan hubungan dengan Tuhan sebagai kesukaaan, menikmati bekerja untuk kepentingan Tuhan, menghormati talenta yang Tuhan beri.
Marilah kita kembali kepada kasih mula-mula kepada Tuhan Yesus…amin

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

7miracle_b

[Khotbah] The 7 Miracles on Mount Carmel Bag.2, Minggu 02 Juli 2017

The 7 Miracles on Mount Carmel (2)
1 Raja-raja 16:29-31
“Ahab, anak Omri, menjadi raja atas Israel dalam tahun ketiga puluh delapan zaman Asa, raja Yehuda. Ahab bin Omri melakukan apa yang jahat di mata TUHAN lebih dari pada semua orang yang mendahuluinya”

Situasi Israel saat  pemerintahan raja Ahab yaitu Ahab melakukan apa yang jahat, mengambil Izebel anak Etbaal raja orang Sidon menjadi isterinya, sujud menyembah dan beribadah kepada Baal, membuat mezbah/kuil bagi Baal di Samaria, membuat patung asyera dan menimbulkan sakit hati Tuhan.
Akibatnya adalah Tuhan menjadi murka
– Hujan tidak turun selama 3,5 tahun “Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: “Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.” (1 Raja-raja 17:1)
– Kelaparan yang sangat hebat di Samaria sehingga raja Ahab pun harus mencari air dan rumput.
Setelah itu Tuhan akhirnya bertindak dan memberi perintah kepada Elia  “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi.” (I Raja 18:1)
Pelajaran dari ayat ini adalah:
– Tidak selamanya Tuhan membiarkan umatNya menderita, ada waktunya Tuhan melawat umatNya dan memberikan kelegaan dan jalan keluar.
– Tidak selamanya Tuhan membiarkan kejahatan menguasai umatNya, karena Tuhan pasti akan menjadi pembela bagi kita dan akan menghukum orang yang melakukan kejahatan.
Saat kita melihat peristiwa di gunung Karmel, maka kita akan melihat beberapa hal yang terjadi yaitu :
Kebenaran vs kepalsuan, nabi asli vs nabi palsu, nabi Elia vs nabi baal.
Ada 7 mujisat yang terjadi digunung Karmel yaitu:
1. Miracle of Fight
2. Miracle of Calling
Setelah Elia berhadapan dengan para nabi baal, maka dia memanggil kepada seluruh orang Israel untuk datang mendekat.
“Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: “Datanglah dekat kepadaku!” Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu”
Saat Elia memanggil mereka untuk mendekat, maka orang Israel mau datang kepada Elia (I Raja-raja 18:30). Mengapa mereka mau mendekat?
A. Karena Baal sudah gagal
Orang Israel melihat dengan jelas bahwa Baal yang selama ini mereka sembah, tidak mampu menolong dan melakukan mujisat. Arti kata Baal adalah pemilik atau tuan yaitu dewa kesuburan dan lambangnya adalah petir atau api, dan teman wanitanya adalah asyera. Elia bukan mau melawan Ahab dan orang Israel, tapi melawan dewa baal yaitu petir, apakah baal mampu menurunkan api? Ternyata baal tidak mampu menurunkan api. Mereka menyembah dewa baal yaitu dewa kesuburan, tapi Tuhan menghajar dewa mereka dengan kekeringan untuk membuktikan bahwa sesembahan mereka tidak memiliki kuasa. Hal ini juga terjadi saat di Mesir dimana Tuhan menghajar dewa-dewi mereka yang disembah, dengan tulah dari Tuhan.
Apa yang terjadi di Mesir bukanlah untuk menghajar Firaun dan orang Mesir, tapi Allah ingin menghajar semua dewa dewi dan sesembahan mereka, dan membuktikan bahwa hanya Allah Israel adalah Allah segala allah. Semua ini membuktikan bahwa berhala-berhala mereka tidak memiliki kuasa.
Demikian juga dengan kita, seringkali dunia ini tidak dapat memberikan pertolongan bagi kita, namun hanya Tuhan Yesus yang mampu menolong kita.
Hal ini seperti yang terjadi pada :
– Petrus yang meninggalkan perahu yang hampir tenggelam (Matius 14:29)
Petrus berasal dari Betsaida (rumah nelayan) yaitu desa ditepi danau Galilea. Namun yang terjadi pada Petrus adalah dia mendapatkan bahwa perahunya sudah tidak bisa menolong lagi baginya. Petrus harus meninggalkan perahunya, karena tidak dapat menolong dia lagi.
– Perempuan yang pendarahan (Markus 5:25-28) yang pada saat itu tidak ada lagi tabib yang dapat menyembuhkannya, hartanya telah habis, dan keadaannya makin buruk. Satu-satunya jalan keluar adalah datang pada Yesus.
– Anak yang berpenyakit ayan (Matius 17:16)
Saat itu murid-murid Tuhan gagal karena tidak dapat menyembuhkan anak itu dan mengusir setan dari anak itu.
B. Penderitaan oleh dunia sudah diluar batas kemampuan
(Yoh 10:10a) Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Setan mau menghancurkan kehidupan orang percaya.
Matius 11:28 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”
Apakah yang Tuhan Yesus dapat berikan pada kita?
– Kelegaan bhs Yunani Anapauo artinya refresh, menyegarkan. Juga artinya dwelling house atau perhentian (Ibrani 4:1). Perhentian bhs Yunani Katapausis yaitu dwelling house, rumah tempat tinggal, family, tempat perhentian. Ini artinya adalah keluarga, yang penuh dengan kedamaian, ketentraman, sukacita, pemulihan, kegembiraan, persekutuan. Jadikanlah keluarga sebagai tempat kelegaan bagi kita, penuh dengan kebahagiaan.
– Kuasa untuk mengusir setan, kuasa untuk meminta sesuatu kepada Bapa karena kita anakNya dan kita menerima apa yang kita telah minta pada Bapa (Yoh 16:23b) “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala ses08atu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku”…..amin

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

7miracle_a

[Khotbah] The 7 Miracles on Mount Carmel Bag.1, Minggu 25 Juni 2017

The 7 Miracles on Mount Carmel (1)
1 Raja-raja 16:29-31
“Ahab, anak Omri, menjadi raja atas Israel dalam tahun ketiga puluh delapan zaman Asa, raja Yehuda. Dan Ahab bin Omri memerintah dua puluh dua tahun lamanya atas Israel di Samaria. Ahab bin Omri melakukan apa yang jahat di mata TUHAN lebih dari pada semua orang yang mendahuluinya”

Situasi Israel saat  pemerintahan raja Ahab yaitu:
– Ahab melakukan apa yang jahat
– Mengambil Izebel anak Etbaal raja orang Sidon menjadi isterinya
– Sujud menyembah dan beribadah kepada Baal
– Membuat mezbah/kuil bagi Baal di Samaria
– Membuat patung asyera
Akibatnya adalah Tuhan menjadi murka
– Hujan tidak turun selama 3,5 tahun “Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: “Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.” (1 Raja-raja 17:1)
– Kelaparan yang sangat hebat di Samaria Ahab berkata kepada Obaja: “Jelajahilah negeri ini dan pergi ke segala mata air dan ke semua sungai; barangkali kita menemukan rumput, sehingga kita dapat menyelamatkan kuda dan bagal, dan tidak usah kita memotong seekorpun dari hewan itu.”
(I raja 18:5-6) kelaparan yang hebat itu membuat raja Ahab pun harus mencari air dan rumput.
Setelah itu Tuhan akhirnya bertindak dan memberi perintah kepada Elia “Dan sesudah beberapa lama, datanglah firman TUHAN kepada Elia dalam tahun yang ketiga: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi.” (I Raja 18:1)
Pelajaran dari ayat ini adalah:
– Tidak selamanya Tuhan membiarkan umatNya menderita, ada waktunya Tuhan melawat umatNya dan memberikan kelegaan dan jalan keluar bagi kita, percayalah bahwa Tuhan setia dan penuh dengan belas kasihan.
– Tidak selamanya Tuhan membiarkan kejahatan menguasai umatNya, karena Tuhan pasti akan menjadi pembela bagi kita dan akan menghukum orang yang melakukan kejahatan.
Saat kita melihat peristiwa di gunung Karmel, maka kita akan melihat beberapa hal yang terjadi yaitu :
Kebenaran vs kepalsuan, nabi asli vs nabi palsu, nabi Elia vs nabi baal.
Ada 7 mujisat yang terjadi digunung Karmel yaitu:
1. Miracle of Fight
Mujisat untuk berperang dengan musuh. Saat itu Elia berperang tanding melawan 450 nabi baal. Hal ini memerlukan keberanian yang luar biasa, dan Elia mengalami mujisat Allah karena dia sangat berani melawan nabi palsu dan kuasa kegelapan. Mengapa kita harus berperang melawan kuasa kegelapan? Karena Iblis selalu ingin menghancurkan hidup dan iman kita, bahkan dia ingin agar kita kehilangan keselamatan dalam Kristus.
Sama seperti Elia, Tuhan juga akan memberikan keberanian kepada kita untuk bisa fight melawan kuasa kegelapan. Jangan takut dan gentar melawan kuasa kegelapan, berperanglah.
Bagaimanakah keadaan Elia pada saat itu?
– Elia hanya seorang diri saja dan harus berhadapan dengan 450 nabi Baal  yang didukung oleh raja Ahab dan isterinya yaitu Izebel. Bahkan orang Israel yang telah meninggalkan Tuhan dan menyembah berhala.(I Raja-raja 18:22)
– Elia ketakutan karena diancam oleh Izebel, bahkan dia ingin mati saja
(I Raja-raja 19:2-3)
Namun setelah itu, Elia memiliki keberanian yang luarbiasa.
Mengapa Elia berani melawan musuh tersebut?
– Sebab Elia taat pada perintah Tuhan, dan lebih takut kepada Tuhan daripada kepada musuh. Ketaatan akan perintah Tuhan akan mendatangkan mujisat. Saat kita taat kepada firman Tuhan, maka disitulah kita akan melihat mujisat Tuhan. Belajarlah taat bahkan pada saat yang sulit sekalipun.
– Sebab Elia percaya kepada kuasa Tuhan, sehingga dia mengalami kuasa Tuhan dalam hidupnya. Iman kita lah yang akan membuat kita bisa melihat kuasa Tuhan bekerja. Tanpa iman kita tidak akan melihat mujisat Tuhan. Percayalah akan setiap perkataan firman Tuhan, pegang teguh janji Tuhan, dan kita akan mengalami kemenangan….amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

amanatagung1

[Khotbah] Amanat Agung, Minggu 18 Juni 2017

AMANAT AGUNG
Matius 28:19-20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Kisah Rasul 1:8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Sebelum Tuhan Yesus naik ke sorga, Dia memberikan amanat agung kepada murid-muridNya dan kepada kita.
Ada beberapa hal yang akan kita pelajari dari ayat ini yaitu:
– PERGI….artinya bahwa kita tidak disuruh untuk menunggu atau datang, tapi pergi memberitakan Injil Kerajaan Sorga.
– BERITAKAN PADA SETIAP ORANG….artinya bahwa kita tidak memilih-milih orang saat memberitakan Injil, karena semua orang harus mendengar kabar baik yaitu Injil keselamatan didalam Yesus (Mark 16:15)
– JADIKAN MEREKA MURID-KU….artinya bahwa orang yang telah percaya pada Tuhan Yesus, bukan hanya sekedar menjadi anggota gereja tapi akan menjadi seorang murid Kristus dan akhirnya mereka juga akan memuridkan orang lain.
Dalam dunia ini hanya ada dua jenis orang yaitu:
1. Orang yang terhilang yang harus dijangkau, yang harus mendengar tentang kabar baik yaitu keselamatan didalam Tuhan Yesus. Orang yang terhilang juga adalah orang yang sudah jauh dari Tuhan. Mereka adalah orang yang sudah menjadi kristen tapi tidak melakukan firman Tuhan dan kehendak Tuhan. Orang yang terhilang adalah orang yang tidak mau taat kepada Tuhan dan firmanNya. Ini lah yang harus dijangkau.
2. Orang yang sudah selamat dan harus dilatih, yaitu dilatih untuk menjadi pemberita Injil kepada orang lain. Kita yang sudah menerima keselamatan harus bersaksi tantang Tuhan Yesus kepada semua orang, supaya mereka juga diselamatkan.
Bagaimana caranya bersaksi?
– Berbagi pengalaman atau kesaksian pribadi tentang kasih Tuhan Yesus yang sudah kita alami dalam hidup ini. Apa saja yang telah kita alami bersama dengan Tuhan, dan perbuatan Tuhan yang ajaib dapat kita sampaikan pada mereka.
– Tidak perlu pakai permisi atau minta persetujuan dari mereka, karena kita bicara tentang Injil kepada mereka tanpa paksaan atau intimidasi.
– Langsung mendoakan mereka yang sakit (kadangkala kita jangan dulu memberitahukan tentang siapakah Yesus. Bila mereka telah mengalami kesembuhan, barulah kita bersaksi tentang Yesus kepada mereka). Saat orang mengalami sakit dan pergumulan hidup, maka mereka pasti akan mau untuk didoakan, jadi bertindaklah dengan iman.
Ada 3 cara berbagi kesaksian yaitu :
1. Ceritakan keadaan hidup kita sebelum menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Mungkin dahulu kita adalah orang yang suka mabuk, pemarah, penipu, penjinah, penjahat dll, tapi Tuhan sanggup untuk mengubah hidup kita. Dan kalau Tuhan sanggup mengubah hidup kita, maka Dia juga pasti sanggup untuk mengubah hidup mereka.
2. Ceritakan tentang pengalaman kita saat berjumpa dan menerima Kristus lewat sakit penyakit, masalah, musibah dll.
Seringkali cara Tuhan untuk menolong kita tidak seperti yang kita bayangkan, tapi itulah yang menjadi pengalaman berharga bagi kita.
3. Ceritakan keadaan hidup sekarang saat kita berada didalam Kristus, karena hidup kita ada perubahan, penuh dengan sukacita, pengharapan, pemulihan dalam hidup ini.
Bagaimana hal ini dapat berhasil?
Kuncinya adalah taat saja pada amanat agung Tuhan Yesus, maka mujisat akan terjadi. Mengapa dapat terjadi mujisat? Karena Tuhan Yesus berjanji menyertai kita sampai kesudahan alam.
Kedatangan Tuhan Yesus pada kali yang kedua sudah sangat dekat, dan barangsiapa yang percaya kepada Tuhan Yesus akan diselamatkan, namun yang tidak percaya akan menerima hukuman.
Jadi marilah kita melakukan amanat agung Tuhan, dengan memberitakan Injil kerajaan sorga tentang keselamatan didalam Tuhan Yesus Kristus. Amin.

Oleh Pdt Theo

Passion

[Khotbah] Passion , Minggu 11 Juni 2017

PASSION

Apa itu Passion? Kalau dalam Kamus Bahasa Indonesia adalah Gairah, hasrat, keinginan yang kuat dimana ada keberanian atau antusias dan semangat.

Seberapa banyak diantara kita yang telah kehilangan Passion, kita Ibadah malas-malasan, terlambat, duduk paling belakang dekat pintu, datang terlambat ke Gereja pulang lebih cepat, tidak ada gairah untuk beribadah, datang ke Gereja hanyalah formalitas, kebiasaan, tradisi, (Wahyu 3:15-17). Tuhan tidak suka orang-orang yang tidak semangat, orang yang mati selagi hidup, tubuhnya ada di Gereja pikirannya tidak ada di Gereja. Semangat didalam usaha tidak ada, kalau kita kerja dengan orang lain biasa saja, waktu berangkat jam 7 jam 8, pulang jam 4 jam 5 ya sudah tugas saya selesai.

Passion adalah sesuatu yang sangat kita sukai, sesuatu yang kita bisa berjam-jam melakukannya tetapi tidak merasa lelah, yang tidak pernah bosan untuk kita kerjakan sekalipun lelah dan rumit. Contohnya dalam COOL (COmmunity Of Love) apabila mendengarkan firman Tuhan banyak anggota COOL yang mulai gelisah, ada yang megang-megang kukunya, lihat sana lihat sini dan ada juga yang mulai mengantuk tetapi begitu selesai dengan firman Tuhan dan berdoa, pada saat Amin tiba-tiba semua mata terbuka lebar mulai satu dengan yang lain bercerita tentang usahanya, kehidupannya, tentang politik tentang hal-hal yang aktual, tentang apa saja yang membuat mereka itu exciting, berkeringat, bersemangat.

Passion itu kita lakukan dengan iklas tanpa ada paksaan. Apabila kita datang ke Gereja kita tidak dipaksa oleh Gembala untuk datang tetapi ada suatu perasaan yang lain yang memaksa untuk hadir dalam ibadah, rasanya tidak enak dan ada rasa bersalah. Passion tidaklah seperti itu melainkan Passion itu datang dari kerelaan, memuji Tuhan dan menyembah Tuhan didalam beribadah.

Passion adalah sesuatu yang membuat orang terus menerus memikirkan, membangun didalam diri untuk mewujudkan sesuatu dimana didalamnya ada gairah untuk mencintai, (Kidung Agung 8:6-7). Sama seperti kita pada waktu pacaran kita selalu punya kerinduan untuk terus bersama bahkan sampai terbawa didalam mimpi, kalau bercerita bisa sampai lama entah apa yang dibicarakan tetapi begitu menikah terkadang gairah untuk mencintai itu mulai memudar, itulah sebabnya kita harus kembali kepada cinta mula-mula, sama seperti didalam kerohanian kita waktu pertama kali bertobat kita begitu mengasihi Tuhan apabila ada ibadah dimana-mana kita ingin mengikutinya tetapi lama kelamaan cinta kita mulai memudar, tidak ada lagi Passion didalamnya. Passion yang ada pada kita dapat membangkitkan kembali cinta mula-mula kita kepada Tuhan.

Dalam kehidupan sehari-haripun butuh yang namanya Passion, baik dalam keluarga, usaha pekerjaan, dan hobby dimana kita menjiwainya dan punya gairah untuk melakukannya terus menerus. Orang yang mempunyai Passion itu kreatif, ketika kita jatuh dan dalam keadaan yang mendesak, maka ide-ide itu akan muncul dan membuat kita untuk berusaha melakukannya sampai kita mendapatkannya dan bangkit kembali dari kejatuhan. Passion itu membuat kita bisa melakukan segala sesuatu yang sebelumnya tidak bisa kita lakukan, Passion tidak memikirkan produknya tetapi Passion itu memikirkan hasilnya dan kita senang untuk melakukannya sampai berjam-jam.

Passion itu adalah suatu anugerah Tuhan yang diberikan kepada kita sejak kita lahir; setiap kita mempunyai Passion atau gairah dimana kita harus menggalinya karena itu merupakan titik awal sebagai motivator bagi kita, tanpa itu kita mati; tubuh kita memang hidup tetapi jiwa dan pikiran kita mati. terkadang kenyamanan dalam hidup dapat membuat kita kehilangan Passion.

Orang yang mempunyai Passion dapat melipat gandakan talentanya. Setiap orang itu diberikan talenta oleh Tuhan; ada yang diberi 1 talenta, ada yang diberi 2 talenta dan ada yang diberi 5 talenta. Orang yang tidak mempunyai Passion tidak akan melipat gandakan talentanya sama seperti orang yang memiliki 1 talenta dan menguburkannya, tetapi orang yang mempunyai Passion dia dapat melipat gandakan talentanya dari 2 menjadi 4 dan yang 5 menjadi 10, bahkan ditambahkan 1 talenta lagi dari yang tidak mau menggandakannya, sehingga menjadi 11 talenta (Matius 25:15-28).

Martin Luther King Jr. pernah berkata: ” Jika seorang terpanggil menjadi tukang sapu jalanan, hendaknya ia menyapu jalanan seperti Michael Angelo melukis atau Bethoven mengubah musik atau Shakespeare menulis puisi. Hendaknya ia menyapu jalanan demikian baiknya sehingga semua penghuni surga dan bumi terbangun dan berkata, “Disini pernah hidup seorang penyapu jalanan yang hebat yang melakukan tugasnya dengan baik.” Apa yang menjadi gairah dan kerinduan kita untuk berkarya, mungkin kita mempunyai toko, seorang PNS atau seorang pengusaha jadilah yang terbaik, berikan yang terbaik, bukan karena kita cari uang tetapi karena kita bergairah melakukannya dengan lebih baik.

Mazmur 123:2 Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita. Saat-saat ini sudah banyak orang kehilangan gairah karena tekanan hidup yang berat, mungkin karena masalah yang tidak terpecahkan, memang firman Tuhan berkata 2 Korintus 5:4 Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup.

Marilah kita tetap memiliki Gairah atau Passion dalam hidup kita sehingga kita dapat berbuat yang lebih baik lagi terutama dalam beribadah kepada Tuhan dan melayani Tuhan serta sesama. Amin

 

Oleh: Pdt. Guyub Manggala Kencana.