[Khotbah] The 7 Miracles on Mount Carmel Bag.4, Minggu 30 Juli 2017
The 7 Miracles on Mount Carmel (4)
1 Raja-raja 16:29-31
“Ahab, anak Omri, menjadi raja atas Israel dalam tahun ketiga puluh delapan zaman Asa, raja Yehuda. Ahab bin Omri melakukan apa yang jahat di mata TUHAN lebih dari pada semua orang yang mendahuluinya”
Saat pemerintahan raja Ahab, dia melakukan apa yang jahat dengan mengambil Izebel anak Etbaal raja orang Sidon menjadi isterinya, sujud menyembah dan beribadah kepada Baal, membuat mezbah/kuil bagi Baal di Samaria, membuat patung asyera dan menimbulkan sakit hati Tuhan.
Akibatnya adalah Tuhan menjadi murka dan hujan tidak turun selama 3,5 tahun,sehingga terjadi kelaparan yang sangat hebat di Samaria
Setelah itu Tuhan akhirnya bertindak dan memberi perintah kepada Elia “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi.” (I Raja 18:1)
Pelajaran dari ayat ini adalah:
– Tidak selamanya Tuhan membiarkan umatNya menderita, ada waktunya Tuhan melawat umatNya dan memberikan kelegaan dan jalan keluar.
– Tidak selamanya Tuhan membiarkan kejahatan menguasai umatNya, karena Tuhan pasti akan menjadi pembela bagi kita dan akan menghukum orang yang melakukan kejahatan.
Saat kita melihat peristiwa di gunung Karmel, maka kita akan melihat beberapa hal yang terjadi yaitu :
Kebenaran vs kepalsuan, nabi asli vs nabi palsu, nabi Elia vs nabi baal.
Ada 7 mujisat yang terjadi digunung Karmel yaitu:
1. Miracle of Fight
2. Miracle of Calling
3. Miracle of Build
4. Miracle of Speak
Elia menyerukan nama Tuhan Allah Abraham, Ishak dan Israel (I Raja-raja 18:36-37). “Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: “Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini.
Elia memperkatakan tentang nama Tuhan didepan orang Israel dan nabi-nabi baal.
Perkataan, tutur kata, ucapan itu sangat penting, sebab :
– Dapat menyelamatkan (Roma 10:9) “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan”
– Dapat menimbulkan pelanggaran (Amsal 10:19) “Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.
– Harus dapat dipertanggung jawabkan (Matius 12:36) “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman”
– Mengandung kuasa dan otoritas (Markus 16:17) “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka”
Dibutuhkan mujisat yang besar untuk mengubah bahasa / perkataan yang lama yaitu penyembahan berhala, dan diganti dengan bahasa / perkataan yang baru yaitu menyerukan nama Tuhan Allah.
Apakah perkataan nabi Elia?
– Menentang raja Ahab (I Raja-raja 18:17-19)
Perkataan Elia menentang kejahatan. Sebab oleh karena Ahab, maka nama Tuhan dihujat. Roma 2:24 “Seperti ada tertulis: “Sebab oleh karena kamulah nama Allah dihujat di antara bangsa-bangsa lain.” (Titus 2:1-8)
– Menentang Israel yang bercabang hati, karena menyembah baal. (I Raja-raja 18:21)
– Menentang nabi baal (I Raja-raja 18:23 ; I Yoh 4:4) Elia sangat yakin akan kuasa Tuhan sehingga dia sendirian melawan 450 nabi baal.
– Mengundang Israel untuk datang mendekat (I Raja-raja 18:30) sebab sudah terlalu lama mereka jauh dari Tuhan dan menyembah berhala. Mendekat pada Tuhan artinya berpihak kepada Tuhan, dan bukan kepada baal. Seperti yang terjadi pada Musa yang menantang mereka untuk berpihak pada Tuhan (Kel 32:26).
Ingat bahwa hari hari ini adalah Akhir zaman dan merupakan masa penentuan bagi kita, sesuai dengan nubuatan nabi Yoel 3:12-14.
Apa dampak dari perkataan Elia?
– Nama Tuhan diingat kembali (I Raja-raja 18:36)
– Nama Tuhan kembali menjadi harapan (I Raja-raja 18:37)
– Tuhan mendemonstrasikan kuasaNya (I Raja-raja 18:38)
– Israel menyembah Tuhan (I Raja-raja 18:39)
Marilah kita memperkatakan firman Tuhan dalam hidup kita…..amin.
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Leave a Reply