[Khotbah] Passion , Minggu 11 Juni 2017
PASSION
Apa itu Passion? Kalau dalam Kamus Bahasa Indonesia adalah Gairah, hasrat, keinginan yang kuat dimana ada keberanian atau antusias dan semangat.
Seberapa banyak diantara kita yang telah kehilangan Passion, kita Ibadah malas-malasan, terlambat, duduk paling belakang dekat pintu, datang terlambat ke Gereja pulang lebih cepat, tidak ada gairah untuk beribadah, datang ke Gereja hanyalah formalitas, kebiasaan, tradisi, (Wahyu 3:15-17). Tuhan tidak suka orang-orang yang tidak semangat, orang yang mati selagi hidup, tubuhnya ada di Gereja pikirannya tidak ada di Gereja. Semangat didalam usaha tidak ada, kalau kita kerja dengan orang lain biasa saja, waktu berangkat jam 7 jam 8, pulang jam 4 jam 5 ya sudah tugas saya selesai.
Passion adalah sesuatu yang sangat kita sukai, sesuatu yang kita bisa berjam-jam melakukannya tetapi tidak merasa lelah, yang tidak pernah bosan untuk kita kerjakan sekalipun lelah dan rumit. Contohnya dalam COOL (COmmunity Of Love) apabila mendengarkan firman Tuhan banyak anggota COOL yang mulai gelisah, ada yang megang-megang kukunya, lihat sana lihat sini dan ada juga yang mulai mengantuk tetapi begitu selesai dengan firman Tuhan dan berdoa, pada saat Amin tiba-tiba semua mata terbuka lebar mulai satu dengan yang lain bercerita tentang usahanya, kehidupannya, tentang politik tentang hal-hal yang aktual, tentang apa saja yang membuat mereka itu exciting, berkeringat, bersemangat.
Passion itu kita lakukan dengan iklas tanpa ada paksaan. Apabila kita datang ke Gereja kita tidak dipaksa oleh Gembala untuk datang tetapi ada suatu perasaan yang lain yang memaksa untuk hadir dalam ibadah, rasanya tidak enak dan ada rasa bersalah. Passion tidaklah seperti itu melainkan Passion itu datang dari kerelaan, memuji Tuhan dan menyembah Tuhan didalam beribadah.
Passion adalah sesuatu yang membuat orang terus menerus memikirkan, membangun didalam diri untuk mewujudkan sesuatu dimana didalamnya ada gairah untuk mencintai, (Kidung Agung 8:6-7). Sama seperti kita pada waktu pacaran kita selalu punya kerinduan untuk terus bersama bahkan sampai terbawa didalam mimpi, kalau bercerita bisa sampai lama entah apa yang dibicarakan tetapi begitu menikah terkadang gairah untuk mencintai itu mulai memudar, itulah sebabnya kita harus kembali kepada cinta mula-mula, sama seperti didalam kerohanian kita waktu pertama kali bertobat kita begitu mengasihi Tuhan apabila ada ibadah dimana-mana kita ingin mengikutinya tetapi lama kelamaan cinta kita mulai memudar, tidak ada lagi Passion didalamnya. Passion yang ada pada kita dapat membangkitkan kembali cinta mula-mula kita kepada Tuhan.
Dalam kehidupan sehari-haripun butuh yang namanya Passion, baik dalam keluarga, usaha pekerjaan, dan hobby dimana kita menjiwainya dan punya gairah untuk melakukannya terus menerus. Orang yang mempunyai Passion itu kreatif, ketika kita jatuh dan dalam keadaan yang mendesak, maka ide-ide itu akan muncul dan membuat kita untuk berusaha melakukannya sampai kita mendapatkannya dan bangkit kembali dari kejatuhan. Passion itu membuat kita bisa melakukan segala sesuatu yang sebelumnya tidak bisa kita lakukan, Passion tidak memikirkan produknya tetapi Passion itu memikirkan hasilnya dan kita senang untuk melakukannya sampai berjam-jam.
Passion itu adalah suatu anugerah Tuhan yang diberikan kepada kita sejak kita lahir; setiap kita mempunyai Passion atau gairah dimana kita harus menggalinya karena itu merupakan titik awal sebagai motivator bagi kita, tanpa itu kita mati; tubuh kita memang hidup tetapi jiwa dan pikiran kita mati. terkadang kenyamanan dalam hidup dapat membuat kita kehilangan Passion.
Orang yang mempunyai Passion dapat melipat gandakan talentanya. Setiap orang itu diberikan talenta oleh Tuhan; ada yang diberi 1 talenta, ada yang diberi 2 talenta dan ada yang diberi 5 talenta. Orang yang tidak mempunyai Passion tidak akan melipat gandakan talentanya sama seperti orang yang memiliki 1 talenta dan menguburkannya, tetapi orang yang mempunyai Passion dia dapat melipat gandakan talentanya dari 2 menjadi 4 dan yang 5 menjadi 10, bahkan ditambahkan 1 talenta lagi dari yang tidak mau menggandakannya, sehingga menjadi 11 talenta (Matius 25:15-28).
Martin Luther King Jr. pernah berkata: ” Jika seorang terpanggil menjadi tukang sapu jalanan, hendaknya ia menyapu jalanan seperti Michael Angelo melukis atau Bethoven mengubah musik atau Shakespeare menulis puisi. Hendaknya ia menyapu jalanan demikian baiknya sehingga semua penghuni surga dan bumi terbangun dan berkata, “Disini pernah hidup seorang penyapu jalanan yang hebat yang melakukan tugasnya dengan baik.” Apa yang menjadi gairah dan kerinduan kita untuk berkarya, mungkin kita mempunyai toko, seorang PNS atau seorang pengusaha jadilah yang terbaik, berikan yang terbaik, bukan karena kita cari uang tetapi karena kita bergairah melakukannya dengan lebih baik.
Mazmur 123:2 Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita. Saat-saat ini sudah banyak orang kehilangan gairah karena tekanan hidup yang berat, mungkin karena masalah yang tidak terpecahkan, memang firman Tuhan berkata 2 Korintus 5:4 Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup.
Marilah kita tetap memiliki Gairah atau Passion dalam hidup kita sehingga kita dapat berbuat yang lebih baik lagi terutama dalam beribadah kepada Tuhan dan melayani Tuhan serta sesama. Amin
Oleh: Pdt. Guyub Manggala Kencana.

Leave a Reply