[Khotbah] The 7 Miracles on Mount Carmel Bag.1, Minggu 25 Juni 2017
The 7 Miracles on Mount Carmel (1)
1 Raja-raja 16:29-31
“Ahab, anak Omri, menjadi raja atas Israel dalam tahun ketiga puluh delapan zaman Asa, raja Yehuda. Dan Ahab bin Omri memerintah dua puluh dua tahun lamanya atas Israel di Samaria. Ahab bin Omri melakukan apa yang jahat di mata TUHAN lebih dari pada semua orang yang mendahuluinya”
Situasi Israel saat pemerintahan raja Ahab yaitu:
– Ahab melakukan apa yang jahat
– Mengambil Izebel anak Etbaal raja orang Sidon menjadi isterinya
– Sujud menyembah dan beribadah kepada Baal
– Membuat mezbah/kuil bagi Baal di Samaria
– Membuat patung asyera
Akibatnya adalah Tuhan menjadi murka
– Hujan tidak turun selama 3,5 tahun “Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: “Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.” (1 Raja-raja 17:1)
– Kelaparan yang sangat hebat di Samaria Ahab berkata kepada Obaja: “Jelajahilah negeri ini dan pergi ke segala mata air dan ke semua sungai; barangkali kita menemukan rumput, sehingga kita dapat menyelamatkan kuda dan bagal, dan tidak usah kita memotong seekorpun dari hewan itu.”
(I raja 18:5-6) kelaparan yang hebat itu membuat raja Ahab pun harus mencari air dan rumput.
Setelah itu Tuhan akhirnya bertindak dan memberi perintah kepada Elia “Dan sesudah beberapa lama, datanglah firman TUHAN kepada Elia dalam tahun yang ketiga: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi.” (I Raja 18:1)
Pelajaran dari ayat ini adalah:
– Tidak selamanya Tuhan membiarkan umatNya menderita, ada waktunya Tuhan melawat umatNya dan memberikan kelegaan dan jalan keluar bagi kita, percayalah bahwa Tuhan setia dan penuh dengan belas kasihan.
– Tidak selamanya Tuhan membiarkan kejahatan menguasai umatNya, karena Tuhan pasti akan menjadi pembela bagi kita dan akan menghukum orang yang melakukan kejahatan.
Saat kita melihat peristiwa di gunung Karmel, maka kita akan melihat beberapa hal yang terjadi yaitu :
Kebenaran vs kepalsuan, nabi asli vs nabi palsu, nabi Elia vs nabi baal.
Ada 7 mujisat yang terjadi digunung Karmel yaitu:
1. Miracle of Fight
Mujisat untuk berperang dengan musuh. Saat itu Elia berperang tanding melawan 450 nabi baal. Hal ini memerlukan keberanian yang luar biasa, dan Elia mengalami mujisat Allah karena dia sangat berani melawan nabi palsu dan kuasa kegelapan. Mengapa kita harus berperang melawan kuasa kegelapan? Karena Iblis selalu ingin menghancurkan hidup dan iman kita, bahkan dia ingin agar kita kehilangan keselamatan dalam Kristus.
Sama seperti Elia, Tuhan juga akan memberikan keberanian kepada kita untuk bisa fight melawan kuasa kegelapan. Jangan takut dan gentar melawan kuasa kegelapan, berperanglah.
Bagaimanakah keadaan Elia pada saat itu?
– Elia hanya seorang diri saja dan harus berhadapan dengan 450 nabi Baal yang didukung oleh raja Ahab dan isterinya yaitu Izebel. Bahkan orang Israel yang telah meninggalkan Tuhan dan menyembah berhala.(I Raja-raja 18:22)
– Elia ketakutan karena diancam oleh Izebel, bahkan dia ingin mati saja
(I Raja-raja 19:2-3)
Namun setelah itu, Elia memiliki keberanian yang luarbiasa.
Mengapa Elia berani melawan musuh tersebut?
– Sebab Elia taat pada perintah Tuhan, dan lebih takut kepada Tuhan daripada kepada musuh. Ketaatan akan perintah Tuhan akan mendatangkan mujisat. Saat kita taat kepada firman Tuhan, maka disitulah kita akan melihat mujisat Tuhan. Belajarlah taat bahkan pada saat yang sulit sekalipun.
– Sebab Elia percaya kepada kuasa Tuhan, sehingga dia mengalami kuasa Tuhan dalam hidupnya. Iman kita lah yang akan membuat kita bisa melihat kuasa Tuhan bekerja. Tanpa iman kita tidak akan melihat mujisat Tuhan. Percayalah akan setiap perkataan firman Tuhan, pegang teguh janji Tuhan, dan kita akan mengalami kemenangan….amin.
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Leave a Reply