[Khotbah] The 7 Miracles on Mount Carmel Bag.2, Minggu 02 Juli 2017
The 7 Miracles on Mount Carmel (2)
1 Raja-raja 16:29-31
“Ahab, anak Omri, menjadi raja atas Israel dalam tahun ketiga puluh delapan zaman Asa, raja Yehuda. Ahab bin Omri melakukan apa yang jahat di mata TUHAN lebih dari pada semua orang yang mendahuluinya”
Situasi Israel saat pemerintahan raja Ahab yaitu Ahab melakukan apa yang jahat, mengambil Izebel anak Etbaal raja orang Sidon menjadi isterinya, sujud menyembah dan beribadah kepada Baal, membuat mezbah/kuil bagi Baal di Samaria, membuat patung asyera dan menimbulkan sakit hati Tuhan.
Akibatnya adalah Tuhan menjadi murka
– Hujan tidak turun selama 3,5 tahun “Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: “Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.” (1 Raja-raja 17:1)
– Kelaparan yang sangat hebat di Samaria sehingga raja Ahab pun harus mencari air dan rumput.
Setelah itu Tuhan akhirnya bertindak dan memberi perintah kepada Elia “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi.” (I Raja 18:1)
Pelajaran dari ayat ini adalah:
– Tidak selamanya Tuhan membiarkan umatNya menderita, ada waktunya Tuhan melawat umatNya dan memberikan kelegaan dan jalan keluar.
– Tidak selamanya Tuhan membiarkan kejahatan menguasai umatNya, karena Tuhan pasti akan menjadi pembela bagi kita dan akan menghukum orang yang melakukan kejahatan.
Saat kita melihat peristiwa di gunung Karmel, maka kita akan melihat beberapa hal yang terjadi yaitu :
Kebenaran vs kepalsuan, nabi asli vs nabi palsu, nabi Elia vs nabi baal.
Ada 7 mujisat yang terjadi digunung Karmel yaitu:
1. Miracle of Fight
2. Miracle of Calling
Setelah Elia berhadapan dengan para nabi baal, maka dia memanggil kepada seluruh orang Israel untuk datang mendekat.
“Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: “Datanglah dekat kepadaku!” Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu”
Saat Elia memanggil mereka untuk mendekat, maka orang Israel mau datang kepada Elia (I Raja-raja 18:30). Mengapa mereka mau mendekat?
A. Karena Baal sudah gagal
Orang Israel melihat dengan jelas bahwa Baal yang selama ini mereka sembah, tidak mampu menolong dan melakukan mujisat. Arti kata Baal adalah pemilik atau tuan yaitu dewa kesuburan dan lambangnya adalah petir atau api, dan teman wanitanya adalah asyera. Elia bukan mau melawan Ahab dan orang Israel, tapi melawan dewa baal yaitu petir, apakah baal mampu menurunkan api? Ternyata baal tidak mampu menurunkan api. Mereka menyembah dewa baal yaitu dewa kesuburan, tapi Tuhan menghajar dewa mereka dengan kekeringan untuk membuktikan bahwa sesembahan mereka tidak memiliki kuasa. Hal ini juga terjadi saat di Mesir dimana Tuhan menghajar dewa-dewi mereka yang disembah, dengan tulah dari Tuhan.
Apa yang terjadi di Mesir bukanlah untuk menghajar Firaun dan orang Mesir, tapi Allah ingin menghajar semua dewa dewi dan sesembahan mereka, dan membuktikan bahwa hanya Allah Israel adalah Allah segala allah. Semua ini membuktikan bahwa berhala-berhala mereka tidak memiliki kuasa.
Demikian juga dengan kita, seringkali dunia ini tidak dapat memberikan pertolongan bagi kita, namun hanya Tuhan Yesus yang mampu menolong kita.
Hal ini seperti yang terjadi pada :
– Petrus yang meninggalkan perahu yang hampir tenggelam (Matius 14:29)
Petrus berasal dari Betsaida (rumah nelayan) yaitu desa ditepi danau Galilea. Namun yang terjadi pada Petrus adalah dia mendapatkan bahwa perahunya sudah tidak bisa menolong lagi baginya. Petrus harus meninggalkan perahunya, karena tidak dapat menolong dia lagi.
– Perempuan yang pendarahan (Markus 5:25-28) yang pada saat itu tidak ada lagi tabib yang dapat menyembuhkannya, hartanya telah habis, dan keadaannya makin buruk. Satu-satunya jalan keluar adalah datang pada Yesus.
– Anak yang berpenyakit ayan (Matius 17:16)
Saat itu murid-murid Tuhan gagal karena tidak dapat menyembuhkan anak itu dan mengusir setan dari anak itu.
B. Penderitaan oleh dunia sudah diluar batas kemampuan
(Yoh 10:10a) Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Setan mau menghancurkan kehidupan orang percaya.
Matius 11:28 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”
Apakah yang Tuhan Yesus dapat berikan pada kita?
– Kelegaan bhs Yunani Anapauo artinya refresh, menyegarkan. Juga artinya dwelling house atau perhentian (Ibrani 4:1). Perhentian bhs Yunani Katapausis yaitu dwelling house, rumah tempat tinggal, family, tempat perhentian. Ini artinya adalah keluarga, yang penuh dengan kedamaian, ketentraman, sukacita, pemulihan, kegembiraan, persekutuan. Jadikanlah keluarga sebagai tempat kelegaan bagi kita, penuh dengan kebahagiaan.
– Kuasa untuk mengusir setan, kuasa untuk meminta sesuatu kepada Bapa karena kita anakNya dan kita menerima apa yang kita telah minta pada Bapa (Yoh 16:23b) “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala ses08atu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku”…..amin
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Leave a Reply