great

[KHOTBAH] GREAT PEOPLE ON THE BORDER LINE, 07 Juli 2019

 GREAT PEOPLE ON THE BORDER LINE

   Lukas 17:11-19

“Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh”

          Pada waktu itu Yesus melintasi perbatasan Samaria dan Galilea, dan ada sepuluh orang kusta yang masuk kedesa itu dan datang menemui Dia.

Kejadian ini sangat aneh karena orang yang sakit kusta dilarang untuk omasuk keperkemahan atau ke pemukiman orang banyak, hal ini tertulis dalam Taurat yaitu di kitab Imamat 13:45-46 “Selama ia kena penyakit itu (kusta) ia tetap najis; memang ia najis; ia harus tinggal terasing, di luar perkemahan itulah tempat kediamannya”

Tapi mengapa orang kusta bisa masuk kedalam desa? Karena mereka tinggal diperbatasan antara Samaria dan Galilea.

          Samaria adalah tempat diluar Israel artinya  yaitu kehidupan yang tidak rohani. Galilea adalah tempat yang didalam daerah Israel artinya  yaitu kehidupan yang rohani. 

Orang-orang kusta ini tinggal dan hidup di daerah perbatasan.

Bagaimana keadaan orang yang ada diperbatasan? Yaitu hidup abu-abu artinya hidup yang tidak jelas, hukum yang tidak jelas, jarang dibicarakan, terjadi tarik menarik antara mentaati aturan atau melanggar aturan.

Demikian juga kehidupan kita jika tinggal didaerah perbatasan atau area abu-abu, maka kita akan hidup rohani bercampur dengan hidup duniawi. Hal ini tidak mungkin bisa terjadi karena tidak mungkin terang dapat bercampur dengan  kegelapan.

          Salah satu orang yang hidup diperbatasan antara kehidupan rohani dan kehidupan duniawi adalah Daniel. Daniel hidup diantara iman Ibrani vs gaya hidup Babilonia dan ini adalah hal yang sulit baginya.

Namun satu hal yang luarbiasa adalah Daniel hidup di Babel tapi Babel tidak hidup dalam diri Daniel. Daniel memililih untuk menjalani hidup yang berbeda dari lingkungan sekitarnya. 

Apakah yang dilakukan Daniel?

  1.          Berpantang makan makanan yang menajiskan  (Dan 1:8,15)

“Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya”

Pada waktu itu makanan dan minuman di Babel  telah dipersembahkan kepada berhala. Makanan yang dipersembahkan kepada berhala adalah makanan yang najis atau disebut dengan “sesajen”.

Bagimana sikap kita terhadap sesajen?

  1. Yang tidak diketahui, contohnya:

– yang ada dipasar (I Kor 10:25) sehingga kita tidak usah mencari tahu asal usulnya.

– yang ada dirumah atau ditempat pesta (l Kor 10:27) kita tidak usah memeriksa asal usulnya.

  1. Yang sudah diketahui telah dipersembahkan kepada berhala.

(I Kor 10:28) jangan dimakan karena telah dipersembahkan kepada berhala. Karena ada akibat jika kita makan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala yaitu dapat mengakibatkan persekutuan dengan roh jahat (l Kor 10:19), dapat jadi batu sandungan (l Kor 10:32), tidak menguntungkan atau tidak merugikan (l Kor 8:8).

Jadi kesimpulannya adalah jika memang makanan dan minuman tersebut telah dipersembahkan kepada berhala maka jangan dimakan.

  1.          Mempertahankan kebiasaannya yaitu berdoa (Dan 6:8,11)

“Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya”

Daniel mempunyai kebiasaan yaitu berdoa tiga kali sehari.

Banyak kebiasaan dalam hidup ini yang harus  dipertahankan seperti beribadah, berdoa, bersekutu memuji menyembah Tuhan.

Contoh kebiasaan rohani yang harus dipertahankan adalah menabur sebab apa yg ditabur itu dituai, mengembalikan perpuluhan, membawa kabar baik dan berbuat baik (Gal 6:10) “Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman”

Semua hal itu merupakan suatu kebiasaan baik yang harus terus kita lakukan dan dipertahankan.

  1.          Mempertahankan imannya (Dan 6:14)

Daniel mempertahankan imannya dan mempertaruhkan semuanya yaitu:

-Kedudukannya yaitu jabatanya

-Keselamatan dirinya dan keluarganya

-Martabatnya sebagai orang Ibrani

-Tuhannya, sebab jika dia akhirnya mati dimakan singa, maka nama Tuhan yang tercemar.

Daniel berani mengambil resiko karena mempertahankan imannya pada Allah. Pertanyaannya bagi kita adalah apakah kita juga berani mengambil resiko dengan memiliki hati yang sungguh-sungguh taat dan setia dalam mengiring dan melayani Tuhan dan sesama???…..amin.

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Creating Artistic Pottery

[KHOTBAH] MANFAAT PROSES, 30 Juni 2019

 MANFAAT PROSES

 Ayub 23:1-11

“Sekarang ini keluh kesahku menjadi pemberontakan, tangan-Nya menekan aku, sehingga aku mengaduh. Ah, semoga aku tahu mendapatkan Dia, dan boleh datang ke tempat Ia bersemayam”

Semua orang mendambakan hidup yang makmur, damai, sejahtera dan kebahagiaan namun masalahnya adalah saat penderitaan dan masalah datang dengan tiba-tiba, seringkali kita tidak siap dan akhirnya mengalami stress dan depresi.

Sebagai orang percaya, kita harus selalu siap untuk menghadapi masalah yang datang dengan tiba tiba karena itu adalah proses hidup.

Proses adalah tahapan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Ketika orang Israel keluar dari Mesir maka mereka dituntun oleh Tuhan masuk kepadang gurun, dan itu adalah proses Tuhan.

Banyak orang Israel yang tidak lolos dalam prosesnya Tuhan, dan hanya dua orang yang berusia diatas 20 tahun yang dapat keluar dari proses padang gurun dan masuk tanah perjanjian.

Demikian juga dengan kita yang harus masuk proses dan keluar dari proses dengan penuh kemenangan.

Tujuan Allah memproses mereka dipadang gurun adalah agar mereka keluar dari tanah Mesir dan masuk  ketanah perjanjian.

Ada 4 faktor yang menyebabkan kita masuk dalam proses yaitu:

  1.          Iblis

Iblis adalah musuh utama manusia, dan ingin agar semua manusia binasa (Yoh 10:1a) “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan”

Oleh karena itu dia berusaha mencobai orang percaya dengan berbagai masalah dan penderitaan dengan tujuan untuk membinasakan orang percaya. Didalam Alkitab diceritakan tentang Ayub yang mengalami pencobaan dari iblis sehingga hidupnya menjadi sangat menderita. Bahkan iblis ingin agar Ayub binasa dan menyangkali imannya pada Allah.

Jangan sampai kita kalah dan menyerah saat proses itu datang.

  1.          Diri sendiri

“Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia” (I Yoh 2:16)

Seringkali proses itu disebabkan karena hawa nafsu yang sering kita lakukan (Kej 3:19). Oleh karena itu kita harus memperhatikan hidup kita dengan baik (Luk 15:13) “Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya”

Anak bungsu ini memuaskan keinginan dagingnya dengan berfoya-foya menghabiskan apa yang ada padanya. Namun akhirnya dia sadar dan menyesal dengan apa yang dia lakukan dan akhirnya dia sadar dan kembali kerumah bapanya.

Saat kita mengalami proses akibat dari dosa dan hawa nafsu yang kita lakukan, Tuhan mau agar kita bertobat dan kembali kepada kasih Kristus agar Dia mengaampuni dan memulihkan keadaan kita.

  1.          Ketidaktaatan

Ibr 2:2 “Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal”

Seperti yang terjadi pada Saul yang tidak taat melakukan perintah Tuhan

untuk membinasakan orang Amalek dan akhirnya Saul ditolak sebagai raja atas Israel (I Sam 15:1-26) “Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku.”

Dosa selalu mendatangkan konsekuensi dan penghukuman.

Tuhan mau agar kita hidup dalam ketaatan, dan meninggalkan dosa pemberontakan dihadapan Tuhan.

Jadi setiap tindakan akan mendapatkan balasan yang setimpal.

Taat adalah melakukan perintah tanpa komplain, bersungut-sungut dll.

Salah satu bentuk ketaatan adalah mengembalikan apa yang menjadi milik Tuhan yaitu perpuluhan.

  1.          Kehendak Tuhan

Masalah dan penderitaan sebagai proses dapat terjadi atas orang percaya karena Tuhan yang mengijinkan hal itu untuk memurnikan kehidupan kita dan membersihkan hidup kita dari hal-hal yang jahat.

Walaupun saat proses itu terjadi, kita seringkali tidak kuat dan sangat tersiksa, namun suatu saat kita akan melihat kemuliaan Tuhan terjadi.

Seperti  emas yang dipanaskan dengan api untuk memunculkan emas yang murni, demikian juga dengan hidup kita yang dimurnikan oleh Tuhan lewat proses yang akan menghasilkan kehidupan yang berkenan pada Tuhan dan mempermuliakan Tuhan.

(Ayub 23:10) “Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas”

Jangan takut dengan prosesnya Tuhan, karena ada rencana Tuhan dalam hidup kita. Seperti emas yang dimurnikan dengan api, demikian hidup kita dimurnikan oleh proses Tuhan.

Yusuf adalah orang yang masuk dalam proses Tuhan yang panjang dan menyakitkan, namun akhirnya Yusuf mendapatkan janji Tuhan yang besar dan Yusuf dapat keluar dari proses itu dengan menerima kuasa, kekayaan dan kemuliaan dari Tuhan.

Jadi jika saat ini kita sedang mengalami proses yaitu masalah dan pergumulan hidup, tetaplah kuat dan percaya bahwa kita akan keluar dari proses itu dan menerima kemenangan dari Tuhan, dan membawa kemuliaan bagi nama Tuhan Yesus…..amin.

 

Oleh Pdt Christian Sirapanji

border

[KHOTBAH] LIVING ON THE BORDER LINE, 23 Juni 2019

LIVING ON THE BORDER LINE
Lukas 17:11-19

"Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki
suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh"

Pada waktu itu Yesus melintasi perbatasan Samaria dan Galilea, dan ada sepuluh orang kusta yang
masuk kedesa itu dan datang menemui Dia.
Kejadian ini sangat aneh karena orang yang sakit kusta dilarang untuk masuk keperkemahan atau ke
pemukiman orang banyak, hal ini tertulis dalam Taurat yaitu di kitab Imamat 13:45-46 "Selama ia kena
penyakit itu (kusta) ia tetap najis; memang ia najis; ia harus tinggal terasing, di luar perkemahan itulah tempat
kediamannya"
Tapi mengapa orang kusta bisa masuk kedalam desa? Karena mereka tinggal diperbatasan antara Samaria
dan Galilea.
Samaria adalah tempat diluar Israel artinya  yaitu kehidupan yang tidak rohani. Galilea adalah tempat
yang didalam daerah Israel artinya  yaitu kehidupan yang rohani.
Orang-orang kusta ini tinggal dan hidup di daerah perbatasan.
Bagaimana keadaan orang yang ada diperbatasan? Yaitu hidup abu-abu artinya hidup yang tidak jelas, hukum
yang tidak jelas, jarang dibicarakan, terjadi tarik menarik antara mentaati aturan atau melanggar aturan.
Demikian juga kehidupan kita jika tinggal didaerah perbatasan atau area abu-abu, maka kita akan hidup rohani
bercampur dengan hidup duniawi. Hal ini tidak mungkin bisa terjadi karena tidak mungkin terang dapat
bercampur dengan  kegelapan.
I Kor 15:33 "Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik"
Dalam bahasa Inggris, kata "merusakan" adalah:
– Wither artinya membuat layu
– Destroy artinya merusak
– Defile artinya mencemarkan
Amsal 13:20 Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal
menjadi malang.
Saat sepuluh orang kusta bertemu dengan Yesus didesa, mereka itu sedang melanggar hukum, tapi
Tuhan tidak mau terganggu dengan hal itu, melainkan Tuhan Yesus melihat mereka dengan penuh belas
kasihan.
Tuhan Yesus tidak menegur mereka, apakah Tuhan kompromi dengan mereka? Tidak, alasannya adalah:
1. Kasih lebih tinggi dari Taurat
Tidak seperti orang Yahudi yang lebih mengutamakan aturan dibandingkan dengan belas kasihan. Contohnya
yaitu di Yoh 5:10 orang lumpuh dikolam Betesda, mereka marah kepada Tuhan Yesus karena Dia
menyembuhkan orang sakit itu pada saat hari sabat. Contoh lainnya ada di  Lukas 6:6-11 orang yang mati
sebelah tangannya, Lukas 13:11-14 perempuan yang kerasukan.
Tuhan mau agar kita hidup dalam kasih dan memiliki belas kasihan pada sesama kita (I Kor 13:1-3)

2. Dalam pemandangan Tuhan
Tuhan Yesus melihat bahwa orang-orang kusta ini pasti akan menjadi tahir.
Beberapa orang dalam Alkitab yang diperhadapkan kepada perbatasan hidup yaitu:
A. Saul (Antara melakukan perintah atau kehilangan kedudukan)
Saul diantara pilihan yaitu antara melakukan perintah Samuel dan fakta yang terjadi. Dalam I Sam 10:8 Saul
disuruh menunggu Samuel.
Dalam I Sam 13:8 rakyat sudah terserak karena takut lalu meninggalkan Saul. Ujian raja Saul adalah :
– ujian waktu (I Sam 13:8a) dia tidak sabar menunggu
– ujian keadaan (I Sam 13:8b) rakyat sudak terserak-serak
– ujian ketaatan (I Sam 13:13)
B. Akhan (Antara melakukan perintah atau memiliki harta benda)
Yos 7:1 "Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena
Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang
dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel"
Padahal perintah Tuhan sangat jelas tentang barang yang dikhususkan bagi Tuhan.
Hal ini persis dengan peringatan Tuhan dalam Yakobus 1:14-15 "Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh
keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya"
Apa yang dilakukan oleh Akhan? dia melihat, mengingini, mengambil (membuahi), menyembunyikan dan
akhirnya dosa menjadi matang dan dia tidak bertobat. Pada saat diketahui  maka Akhan dan keluarganya
mendapat hukuman  dan dirajam dengan batu.
C. Salomo (Antara melakukan perintah atau menyenangkan daging)
Salomo adalah raja Israel yang hebat namun sayangnya dia lebih suka untuk menyenangkan daging dan
keinginan dosa, padahal Tuhan sudah mengingatkan tentang hal ini dalam Ulangan 17:16-17.
Apa kesalahan Salomo? Ada 4 ta
– memiliki banyak senjata, kuda dan kereta
– memiliki banyak wanita yaitu  700 isteri dan 300 gundik (I Raja 11:3)
– memiliki tahta yang terbuat dari gading (I Raja 10:18)
– memiliki banyak harta ada 666 talenta emas dibawa kepadanya setiap tahun (I Raja 10:14)
Padahal Salomo telah menggubah amsal dan nyanyian  (I Raja 4:32)
D. Yonatan (Antara tinggal dalam kekalahan atau pergi dalam kemenangan)
Dalam I Sam 23:17-18 dikisahkan tentang percakapan antara Daud dan Yonatan. Daud adalah orang yang
disertai Tuhan (gambaran rohani) dan Saul adalah gambaran orang yang ditinggalkan oleh Tuhan (gambaran
jasmani)
Saat itu Yonatan ada diperbatasan antara mau mengikuti Daud atau tinggal bersama Saul. Apa yang dilakukan
Yonatan?
– dia yang menguatkan kepercayaan Daud (I Sam 23:16)
– dia tau bahwa Daud tidak bisa ditangkap oleh Saul, artinya bahwa kuasa Daud lebih besar dari Saul

– dia tau bahwa suatu saat Daud akan jadi raja menggantikan Saul, tapi dia tidak bertindak dan  pulang dan
akhirnya mati dalam medan perang (I Sam 31:1-2)
Apakah kesalahan Yonatan?
– salah mengambil keputusan
– tidak berani ambil resiko
– terjebak di zona nyaman
Tuhan mau agar kita tidak hidup didaerah perbatasan, yaitu antara terang dan kegelapan, tapi Dia mau
agar kita semua hidup dalam terang kebenaran firman Tuhan….amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

dopu

[KHOTBAH] DOA DAN PUASA, 16 Juni 2019

DOA DAN PUASA

 

Sebagai orang percaya, kita harus berdoa dan berpuasa, karena itu baik buat orang percaya. Doa dan puasa bukan hanya menahan nafsu makan dan keinginan untuk minum, tapi doa puasa adalah menguasai diri kita dan menekan keinginan daging kita supaya dapat lebih fokus kepada Tuhan. Banyak hal yang membuat kita tidak fokus pada Tuhan seperti kesibukan, masalah, rutinitas dll sehingga kita harus mengambil doa puasa.

Saat kita berdoa puasa, kita harus memfokuskan diri pada Tuhan, bukan pada keadaan sekeliling kita. Dengan berdoa dan puasa, kita sedang mengundang kuasa dan hadirat Tuhan turun atas hidup kita. Oleh karena itu kita harus memiliki rasa haus dan lapar akan Tuhan sehingga Dia akan datang dengan kuasa kemuliaanNya.

Orang kristen yang memiliki kehidupan doa puasa yang semakin meningkat, akan mengalami mujisat Tuhan yang luarbiasa namun bagi orang yang doa puasanya semakin menurun, akan mengakibatkan kemunduran dalam kehidupan jasmani dan rohani.

Ada beberapa jenis doa puasa:

– Puasa setengah hari

– Puasa 1  hari

– Puasa 3 hari

– Puasa 21 hari

– Puasa 40 hari

– Puasa 50 hari

Apa akibat doa dan puasa?

  1.          Mengalami terobosan dalam hidup kita

(Matius 17:14-21) “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa”

Dalam hidup ini, ada roh-roh jahat yang hanya dapat diusir dengan doa puasa. Bukan hanya itu saja, namun ada masalah dan pergumulan hidup yang dapat diselesaikan hanya dengan doa puasa. Doa puasa akan mendatangkan terobosan dalam hidup kita. Oleh karena itu kita harus membayar harga untuk mengalami pemulihan, pembebasan, pertolongan, terobosan Tuhan lewat doa puasa.

Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil bagi yang percaya dan berdoa puasa.

  1.          Mengalahkan serangan setan dalam hidup kita

(II Taw 20:1-27) “Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa”

Saat kerajaan Yehuda dikepung dan diserang oleh musuh, maka Yosafat raja Yehuda menyerukan untuk berpuasa dan berdoa pada Allah.

Dan saat mereka berdoa dan berpuasa, maka orang Yehuda mendapat jawaban dari Tuhan dan mendapatkan strategi untuk melawan dan mengalahkan musuh mereka.

Doa puasa adalah alat yang dari Tuhan untuk dipakai oleh kita untuk mengalahkan serangan setan dan roh jahat.

Kita dapat mengalahkan segala intimidasi roh jahat dengan doa puasa.

Saat kita berdoa puasa maka Tuhan akan memberikan pencerahan pada kita tentang apa yang harus kita lakukan.

  1.          Mendatangkan hujan pertobatan

(Kisah rasul 2:42) “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa”

Setelah peristiwa Pentakosta, maka banyak terjadi penganiayaan kepada orang percaya, namun mereka bertekun dan sehati serta berdoa dan berpuasa. Akibat doa dan puasa, maka Saulus seorang pembunuh dan penganiaya jemaat dijamah oleh Tuhan sehingga dia bertobat dan akhirnya dipakai oleh Tuhan. Karena doa dan puasa maka banyak orang Yahudi yang  percaya kepada Tuhan Yesus. Karena doa dan puasa maka Injil diberitakan diseluruh dunia dengan penuh kuasa.

Jika kita ingin mengalami penuaian jiwa-jiwa, marilah kita berdoa dan berpuasa sehingga pertobatan terjadi bagi orang yang belum percaya.

Bagaimana cara untuk bisa berdoa puasa?

-Minta pada Tuhan supaya kita dapat kemampuan untuk menyangkal diri dan fokus pada Tuhan dalam doa puasa.

-Memuji dan menyembah Tuhan

-Doa sepanjang hari

-Membaca, merenungkan dan mendeklarasikan firman Tuhan

-Saat buka puasa minum sedikit air, makan yang makanan yang tidak keras  dan setelah itu makan seperti biasa.

-Miliki keyakinan yang kokoh untuk bisa berpuasa…..amin

 

Oleh Ev Telly Tjanggulung

Bckg Pentakosta

[KHOTBAH] THE POWER OF PENTECOST, 09 Juni 2019

THE POWER OF PENTECOST

Kisah para Rasul 2:1-13

“Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;

dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing”

Dalam Alkitab, dituliskan bahwa setelah sepuluh hari Tuhan Yesus naik kesorga, maka terjadi pencurahan Roh kudus diloteng atas Yerusalem. Dan hari ini kita juga sedang merayakan hari Pentakosta.

Ada beberapa hal yang akan kita pelajari tentang Pentakosta yaitu:

  1. Pentakosta berasal dari bahasa Ibrani yaitu “Pen-tay-kos-tay” yang artinya hari ke lima puluh. Yaitu hari kelima puluh sejak kebangkitan Tuhan Yesus Kristus atau juga disebut hari raya Paskah.
  2. Dalam Perjanjian Lama

– Hari raya menuai (Kel 23:16) “Kaupeliharalah juga hari raya menuai, yakni menuai buah bungaran dari hasil usahamu menabur di ladang; demikian juga hari raya pengumpulan hasil pada akhir tahun, apabila engkau mengumpulkan hasil usahamu dari ladang”

– Hari raya buah Bungaran

Yeh 44:30 buah sulung untuk imam

Kol 1:15 “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan”

Tuhan Yesus adalah yang sulung oleh karena itu harus dikorbankan.

– Hari raya tujuh minggu (Kel 34:22)

– Hari raya penuaian gandum

– Hari raya korban sajian atau korban sukarela (Imamat 23:15-16 ; Ulangan 16:10)

– The fiftieth day yaitu hari kelima puluh sejak mereka keluar dari Mesir.

Banyak hal yang mereka alami saat mereka keluar dari Mesir yaitu:

– Dituntun oleh tiang awan dan tiang api (Kel 13:21)

– Dikejar Firaun (Kel 14:11)

– Berjalan melewati laut Teberau (Kel 14:22)

– Air pahit di Mara berubah jadi manis (Kel 15:2)

– Berkat burung puyuh (Kel 16:12)

– Manna diberikan bagi mereka (Kel 16:31)

– Di Rafidim, Tuhan memberi mereka minum

– Berperang melawan orang Amalek (Kel 17:13)

  1. Dalam Perjanjian Baru

Peristiwa diloteng atas Yerusalem yaitu:

  1. Berkumpul 120 murid

– Padahal seharusnya ada 500 orang yang menyaksikan kebangkitan Tuhan Yesus (I Kor 15:6)

– 380 orang  tidak hadir…entah kemana mereka.

– Petrus berkotbah dan 3000 orang menjadi percaya dan dibaptis, mengapa ? sebab ada 120 orang berdoa dan mengalami pencurahan Roh Kudus dalam hidup mereka

– Siapakah yang mendapat upah dari Tuhan? Bukan hanya Petrus, tapi 119 orang juga.

  1. Roh kudus turun

– Terdengarlah suara seperti tiupan angin keras, yaitu manifestasi Roh Kudus.

– Tampaklah lidah-lidah api yang hinggap diatas kepala mereka

  1. Penuhlah mereka dengan Roh Kudus

Ini yang disebut juga dengan baptisan Roh Kudus.

  1. Mereka mulai berkata kata dalam bahasa lain seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka. Tanda awal baptisan Roh Kudus adalah dengan berkata-kata dalam bahasa roh.

Namun bahasa roh itu dimengerti oleh orang Yahudi dari bangsa bangsa lain (Kisah 2:7-8) “Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?

Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita”

Baptisan Roh Kudus seperti ini juga terjadi pada Kornelius dan orang-orang yang berada dirumahnya (Kisah 10:44-46 ; Kisah 19:5-7) “Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang, dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga”

  1. Lambang Roh Kudus adalah:

– Merpati berarti ketulusan hati, penuh dengan belas kasihan.

– Minyak berarti pengurapan yang baru

– Angin yang tidak kelihatan namun dampaknya sangat dahsyat

– Hujan berarti berkat, kesejukan dan kehidupan

– Air berarti yang mengalir dan memberi kehidupan, memberi kelegaan

– Api itu membakar dan menghanguskan segala yang jahat dari hidup kita

  1. Baptisan Roh Kudus

Apa dampak baptisan Roh Kudus?

Perubahan perilaku, seperti jemaat mula-mula (Kisah 2:42-47) mereka dulu ketakutan, tapi sekarang mereka berani dan mati-matian dengan Tuhan. Pola hidup mereka berubah dengan cara bertekun dalam pengajaran firman Tuhan. Mereka giat dalam persekutuan doa sehingga banyak mujisat terjadi karena mereka bersatu hati (unity), mereka murah hati dengan membagikan apa yang ada pada mereka,  berkumpul di rumah Tuhan dan sesama, suka memuji Tuhan, disukai banyak orang, dan memenangkan jiwa. Dampak kegerakan Roh Kudus yang luar biasa adalah Injil keselamatan diberitakan sampai keujung bumi dan banyak orang yang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus….amin

Oleh :  Pdt. Honny Supit Sirapanji M.Th.

images (1)-250x160

[KHOTBAH] BACK TO JERUSALEM, 02 Juni 2019

BACK TO JERUSALEM

Kisah Rasul 1:12″

Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem, Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang”

Seperjalanan sabat adalah ukuran dari lokasi Tabut Perjanjian sejauh 1.825 meter. Ini merupakan jarak kemah paling pinggir dari Tabut Perjanjian ke kemah pertemuan.
Dalam Kisah Rasul 1:13 dikatakan “….naiklah mereka keruang atas…”
II Raja-raja 4:10 “Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil, maka apabila ia datang kepada kita, ia boleh masuk ke sana.”
Kamar atas dalam bahasa Ibrani yaitu “Aliyah”.
Arti kamar atas dalam Perjanjian Lama adalah:
A. Private Room
Ruang pribadi seperti rumah sendiri (II Raja 4:10) Hal ini yang terjadi juga pada 120 murid Tuhan yang berkumpul dan naik ke loteng atas di Yerusalem untuk membangun hubungan pribadi yaitu antara murid dengan murid lainnya, dan antara murid-murid dengan Tuhan.
B. Honour Places
Tempat yang terhormat (II Raja 4:9) “Berkatalah perempuan itu kepada suaminya: “Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus”
Elisa disebut sebagai hamba Allah dan dari kehidupan Elisa memancarkan kuasa kemuliaan Allah.
Menjadi hamba Tuhan adalah sebuah kehormatan.
– Siapakah yang disebut hamba Tuhan? (Rom 6:20)
Semua orang percaya adalah hamba Tuhan.
– Apa tanggung jawab sebagai orang percaya? Yaitu memahami dan melakukan kehendak tuannya, meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi, hidup bijaksana dan adil dan beribadah dalam dunia sekarang ini (Tit 2:12). Seorang hamba Tuhan memiliki hati yang selalu tertuju kepada tuannya (Ibr 12:2) dan memasyurkan nama Tuhan dengan cara melayani dan bersaksi.
Tuhan mau agar kita menjadi saksiNya di Yerusalem (keluarga), Yudea (tetangga), Samaria (kota dan bangsa), Ujung bumi (seluruh dunia).
Arti kamar atas dalam Perjanjian Baru adalah:
A. Tempat perjamuan terakhir
Kamar atas adalah tempat Tuhan Yesus dan murid-muridNya mengadakan perjamuan terakhir/perjamuan kudus (Mark 14:15)
Ada 4 konsep tentang perjamuan kudus yaitu:
– Transubtansiasi artinya roti dan anggur benar-benar menjadi tubuh dan darah Tuhan.
– Konsubstansiasi artinya roti dan anggur tetap dan tidak berubah, tetapi Kristus hadir didalam dan bersama-sama dan dibawah tanda-tanda roti dan anggur.
– Pandangan Calvin (Reform) Yesus hadir secara rohani dan dinamis
– Pandangan Swingly sebagai lambang dan peringatan
Pandangan Gereja Bethel Indonesia adalah:
– Menolak Transubstansiasi
– Konsep Swingly perlu dipertegas dan diperdalam, bukan sekedar lambang peringatan
– Menerima konsep Konsubstansiasi dan Calvin bahwa Kristus hadir secara rohani didalam roti dan anggur (hanya dalam perjamuan kudus)
– Memahami makna sakramen perjamuan kudus akan membawa kita kepada sikap yang benar dalam mengikuti perjamuan kudus.
Makna theologis dari perjamuan kudus adalah persekutuan dengan Kristus, menyatukan jemaat dengan kematian Kristus, peringatan akan Tuhan, pengajaran kepada jemaat, pemberitaan akan korban, pengucapan syukur dan kesembuhan illahi.
Sikap yang salah dalam perjamuan kudus (I Kor 11:27-30) yaitu:
– Tidak layak karena sikap hati dan perbuatan yang berdosa dihadapan Tuhan, oleh karena itu kita harus berdoa meminta ampun.
– Tanpa mengakui tubuh Tuhan dan tidak percaya, oleh karena itu harus percaya.
B. Tempat penantian
Apa yang dinantikan?
– Janji Bapa (Kisah rasul 1:4)
Untuk menerima janji Bapa maka level kerohanian kita harus naik, karena kanak-kanak rohani tidak akan menerima janji Bapa.
– Roh Kudus
Semua orang percaya harus menerima baptisan Roh Kudus dengan cara minta dengan sungguh-sungguh, menantikan dengan pengharapan, menantikan dengan hati damai, tanpa konflik, dan akhirnya adalah bertindaklah dengan iman.
C. Tempat membuang undi
Kisah rasul 1:26 “Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu”
Tujuan untuk membuang undi adalah:
– Menentukan raja pertama Israel (I Sam 10:21)
– Menentukan siapa yang bersalah dan mengakibatkan orang Israel kalah saat menyerang kota Ai (Yosua 7:16-18)
– Menentukan siapa yang mendatangkan badai (Yunus 1:7)
– Menentukan siapa yang menggantikan Yudas (Yoh 4:35, Mat 9:37).

Oleh Pdt. Honny Supit Sirapanji M.Th

IMG-20190531-WA0058-250x350

[KHOTBAH] ROAD TO HEAVEN, 26 MEI 2019

ROAD  TO  HEAVEN

Urutan peristiwa yang tercatat dalam Alkitab adalah: Dosa pertama ditaman Eden, Adam dan Hawa diusir, manusia dikuasai dosa, kebinasaan, Tuhan mencari, mengutus hakim/nabi/rasul/hambaNya, Tuhan Yesus lahir, mencari yang hilang (Luk 19:10), kerajaan Allah diperkenalkan, Yesus disalib dan dikuburkan, bangkit dari maut, naik kesorga dalam kemuliaan dan Roh Kudus dicurahkan dan akan datang pada kali yang kedua.

 

Karya Kristus dalam dunia ini:

  1.          Datang dalam kesederhanaan.

Tuhan Yesus adalah Anak Allah yang Mahatinggi, namun mau mengosongkan diriNya, dan menjadi sama dengan manusia (be Zero)

Fil 2:6 “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan”

Apakah maknanya bagi kita?

  1. Kita yang hina dipermuliakan.

Fil 3:21 “yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya”

Dengan kematian dan kebangkitanNya, maka hidup kita diubahkan dengan tubuh kemuliaan.

Pelajaran tentang kemuliaan:

– Tubuh kemuliaan bukan merupakan urusan dengan daging kita, sebab yang utama adalah hidup kerohanian yang berubah. Sebab daging dan darah tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah (I kor 15:50).

– Tubuh kemuliaan bukan terjadi pada saat sekarang ini, sebab kita sedang menunggu waktu pengangkatan terjadi dan pada saat itulah tubuh kita akan diubah menjadi tubuh kemuliaan.

I Kor 15:51 “Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

I Tes 4:16 “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit”

  1. Kita yang miskin menjadi kaya

II Kor 8:9 “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya”

Kaya dalam hal apa? Maksudnya adalah bukan sekedar kaya akan harta. Seperti kisah Ishak dan Ismael.

Bagaimanakah dengan keadaan mereka?

+ Ishak diberkati dan jadi sangat kaya (Kej 26:13)

– Ismael juga diberkati dan melahirkan 12 raja (Kej 17:20)

Tetapi:

+ Ishaklah yang menjadi anak perjanjian

– Ismael tetap disebut sebagai anak perempuan budak (Gal 4:24)

Juga kisah antara Yakub dan Esau:

+ Yakub mendapat hak kesulungan tetapi dia pergi tanpa membawa harta apapun.

– Esau yang mewarisi harta ayahnya, tapi bukan hak kesulungan. Dan akhirnya Yakublah yang menjadi bangsa Israel (Pangeran Allah) pilihan Allah, sebagai orang yang dapat langsung berhubungan dengan Allah.

Jadi apa pelajaran dari contoh diatas?

B.1. Tuhan mau kita memiliki kekayaan yaitu:

– Kaya dalam iman (Yak 2:5)

– Kaya dalam kebajikan (I Tim 6:18)

– Memperkaya banyak orang (II Kor 6:10)

– Dapat dipercaya (Luk 16:11)

– Dalam pengampunan (Mat 18:22)

B.2. Jangan cemburu pada orang fasik (Maz 73:1-28)

– Keadaan orang fasik gemuk dan segar (ayat 1-12)

– Penyesalan atas diri sendiri (ayat 13-16)

– Pengalaman dengan Tuhan sehingga membuatnya berubah (ayat 17)

– Keadaan orng fasik yaitu mengalami kebinasaan (ayat 18-19)

– inilah orang yang kaya dalam Tuhan (ayat 23-24)

Jadi kekayaan yang dikehendaki oleh Tuhan adalah:

– Memiliki kedewasaan rohani

– Mengenal Tuhan secara pribadi

– Ketaatan melakukan firman Tuhan

– Menjadi berkat bagi sesama

  1.          Kita yang bersalah dibenarkan

Rom 5:18 “Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup”

Hal ini berarti bahwa kita akan terus diproses terus menerus untuk memberikan pembenaran bagi kita.

  1.          Mendemonstrasikan kebangkitanNya

(Mat 12:40) “Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.

(Kisah 1:3b) ” Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah”

 

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

janje

[KHOTBAH] JANJI JANJI YANG TERLUPAKAN, 19 Mei 2019

JANJI JANJI YANG TERLUPAKAN

Dalam Alkitab dituliskan tentang janji Tuhan kepada Ismael sebagai keturunan Abraham.

Janji Tuhan itu ada 4 hal tentang Ismael, dan keempat janji ini adalah janji yang indah dan unik karena tidak ada bangsa lain diluar Israel yang kepadanya Allah memberikan janji yang luar biasa. Inilah janji-janji yang terlupakan. Hanya sedikit saja orang kristen yang menyadari bahwa Allah menyampaikan 4 janji yang luarbiasa tentang Ismael dan keturunannya.

Marilah kita pelajari dan mengerti dengan baik untuk mengenal isi hati Tuhan tentang Ismael dan keturunannya.

Keempat janji-janji yang terlupakan itu adalah:

  1.          Kepada Hagar untuk pertama kali (Kej 16:10-11)

“Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.”

Kejadian ini diawali karena Abraham dan Sara tidak mempunyai anak, sehingga Sara memberikan Hagar budaknya yang berasal dari Mesir untuk menjadi isteri bagi Abraham. Setelah Hagar mengandung anak Abraham, maka dia memandang rendah pada Sara sebagai nyonyanya. Hal ini membuat Sara menindas Hagar dan akhirnya Hagar lari meninggalkan rumah. Saat Hagar dipadang gurun Syur, maka Malaikat Allah menampakan diri dan menyuruh agar dia kembali. Setelah itu Allah memberikan janji bahwa anak Hagar yaitu Ismael akan menjadi sangat banyak keturunannya sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.

Ismael dalam bahasa Ibrani yaitu Yish-mael artinya Allah mendengar. Nama Ismael adalah pemberian Tuhan, dan dalam Alkitab hanya ada 7 orang saja yang diberi nama oleh Allah sebelum kelahirannya.

Janji Allah pada Abraham dan ketidak adilan yang terjadi pada Hagar membuat Allah peduli. Nama Ismael menandakan kepedulian Allah terhadap orang yang tidak dipedulikan oleh umat Allah sendiri.

  1.          Kepada Abraham untuk pertama kali (Kej 17:20)

“Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar”

Allah kembali memberikan janji tentang keturunan bagi Abaham dan Sara, dan saat mendengarnya maka Abraham berkata….”Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!”

Namun Allah berkata bahwa Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki dan akan menamai dia Ishak, dan Allah akan mengadakan perjanjian dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.

Untuk Ismael, Allah akan memberkati dia juga oleh karena permintaan dan doa Abraham (Kej 17:20)

Kesimpulan dari Kej 17:19-21 adalah Ishak mendapat “berkat perjanjian” sedangkan Ismael mendapat “janji berkat”.

Ishak serta keturunannya ditentukan untuk menjadi “sarana” misi Allah sedangkan Ismael serta keturunannya ditentukan untuk menjadi “sasaran”istimewa dari misi Allah.

  1.          Kepada Abraham untuk kedua kali (Kej 21:9-13)

“Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu.”

Dalam Kej 21:9 “Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri”

Kata “main” disini dalam bahasa Ibrani adalah “tsaw-khak” artinya adalah mempermain-mainkan, mengolok-olok.

Hal ini yang membuat Sara marah dan meminta agar Abraham mengusir Hagar dan anak itu.

Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan firman Tuhan dalam dalam Gal 4:29 “Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini”

Akhirnya Hagar dan Ismael diusir oleh Abraham, dan saat Hagar dipadang gurun dan kehabisan air, maka Allah membuka matanya sehingga dia melihat ada sebuah sumur. Hal ini berarti bahwa ada sesuatu yang menyelubungi mata Hagar sehingga dia tidak bisa melihat sumur itu.

Allah menyelamatkan Hagar dan Ismael serta menyertai Ismael.

  1.          Kepada Hagar untuk kedua kali (Kej 21:17-18)

“Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.”

Saat Hagar dipadang gurun dan kehabisan air, disitulah Allah kembali memberikan janji tentang Ismael bahwa dia akan menjadi bangsa yang besar.

Dalam Kej 25:12-18 dituliskan tentang penyebar luasan keturunan Ismael dan mereka itu mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir ke arah Asyur.

Untuk apakah Allah menyertai Ismael? Karena ada misi khusus Allah yaitu penyelamatan supaya makin nyata kemuliaan Tuhan (Yes 60:6-7) “Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku”

Harinya akan datang ketika semua orang dari segala bangsa dan bahasa akan datang menyembah Sang Raja di Yerusalem. Yang pertama datang adalah keturunan Abraham dari cabang dikuar umat perjanjian.

Inilah janji Tuhan yang terlupakan, dan kita harus menjawab akan panggilan Tuhan bagi orang yang belum menerima keselamatan didalam Tuhan Yesus Kristus…..amin

 

Oleh Pdt Arlens Kauntu

He Is Jesus

[KHOTBAH] HE IS JESUS, 12 Mei 2019

HE IS JESUS

Setelah kebangkitan Tuhan Yesus dan mengalahkan maut, maka Dia menampakkan diriNya berulang-ulang selama 40 hari kepada murid-muridNya dan kepada banyak orang untuk membuktikan bahwa Dia bangkit. Dan mereka saat itu mengenal Dia dan percaya bahwa Tuhan Yesus telah bangkit dari kematian.

 

Ada beberapa hal yang membuat mereka dapat mengenal Tuhan Yesus dan akhirnya menjadi percaya bahwa Dia telah bangkit yaitu :

1. Melalui suaraNya

Maria mengenal Tuhan Yesus ketika namanya dipanggil (Yoh 20:16) Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru.

(Yoh 10:3-4) Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

Sampai saat ini Tuhan masih berbicara kepada umatNya dan umatnya harus percaya dan mengenal suaraNya.

Bagaimana Tuhan berbicara?

  1. Secara Audible yaitu suara yang dapat didengar oleh telinga jasmani, seperti yang terjadi pada Musa,Samuel,Elia dll

Tuhan berbicara secara audible kepada hamba-hambaNya

  1. Melalui Roh Kudus dalam hati kita.
  2. Melalui firman, kotbah, alkitab, buku rohani, pujian rohani dll.
  3. Melalui hamba Tuhan berupa nasihat dan teguran.
  4. Melalui keadaan sekitar kita yaitu alam, suasana dll.

Oleh karena itu kita harus mendengar suara Tuhan.

Didalam Alkitab tercatat sebanyak 12 kali kalimat “barangsiapa bertelinga hendaklah ia mendengar” yaitu di Mat 11:15, Mat 13:9, Mat 13:43, Mar 7:16, Wah 2:7, Wah 2:11, Wah 2:17, Wah 2:29, Wah 3:6, Wah 3:13, Wah 3:22, Wah 13:9.

Kita harus mendengarkan suara gembala agung kita yaitu Tuhan Yesus sebab:

  1. Suara Tuhan akan menuntun kita ke jalan yang benar
  2. Suara Tuhan itu memberi nasihat, mencegah kita berbuat dosa
  3. Suara Tuhan itu menegur apa yang salah dan keliru
  4. Suara Tuhan itu mengibur
  5. Suara Tuhan itu memuji dan memberikan pengakuan pada kita

 

2. Melalui gayaNya

Seperti yang terjadi pada dua orang murid Tuhan yang berjalan ke Emaus dan berjumpa dengan Tuhan Yesus, mereka akhirnya tahu bahwa itu Tuhan Yesus. (Luk 24:30) Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.

Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.

Kita harus menteladani gaya atau kebiasaan Tuhan Yesus pada:

A. Saat menghadapi berkat yaitu :

Dia mengambilnya, mengucap syukur, melepaskan berkat, dan memberikannya.

Bagaimanakah gaya kita saat menghadapi berkat? Apa yang telah kita  terima dari Tuhan, itu dapat menjadi berkat bagi orang lain.

B. Saat menghadapi orang bermasalah

(Yoh 9:1-2) Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?”. Gaya orang Yahudi ialah langsung menghakimi. Gaya Tuhan ialah penuh dengan belas kasihan.

C. Saat dianiaya

Saat Dia dianiaya dan disalibkan diatas kayu salib, maka Dia melepaskan pengampunan. (Luk 23:34) Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Seperti Tuhan Yesus melepaskan pengampunan kepada orang yang bersalah padaNya, maka kita juga harus mengampuni orang yang bersalah pada kita. Sebab orang yang mengampuni, pasti juga akan diampuni dosanya oleh Tuhan.

 

3. Melalui perintahNya 

Perintah Tuhan Yesus seringkali tidak lazim, hal ini yang terjadi pada murid-muridNya (Yoh 21:6) Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.

Perintah ini tidak lazim karena :

  1. Mereka adalah nelayan yang terbaik. Petrus berasal dari Betsaida yaitu tempat para nelayan, sehingga mereka tidak perlu diajar lagi tentang cara menangkap ikan.
  2. Hari sudah mulai siang, bukan waktu yang cocok untuk menangkap ikan
  3. Berada ditepi pantai yang dangkal

Seringkali kita juga berhadapan dengan perintah Tuhan yang tidak lazim seperti: baptisan air, mengampuni musuh kita, melayani Tuhan, mengembalikan perpuluhan, mendoakan dan melayani orang lain dll.

Pertanyaannya adalah apakah kita mau taat pada perintah Tuhan sekalipun hal itu tidak masuk akal bagi kita?

 

4. Melalui mujizatNya

(Yoh 21:11-12) ” Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak”

Mujisat ini adalah mujisat pengulangan yaitu saat pertama Tuhan Yesus memanggil mereka jadi murid-muridNya.

(Luk 5:6) Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.

Apa makna pengulangan mujisat Tuhan?

  1. Tuhan membuktikan kuasaNya tidak pernah berubah
  2. Tuhan membuktikan bahwa perhatianNya tidak pernah berubah (Yoh 21:5)
  3. Bersifat nubuatan bagi jiwa-jiwa. Petrus dan murid-murid lainnya akan dipakai Tuhan untuk membawa jiwa-jiwa percaya pada Tuhan Yesus.

 

Tuhan mau agar kita mengalami mujisat Tuhan sehingga dunia melihat dan percaya pada Tuhan Yesus…..amin.

 

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

unknown

[KHOTBAH] U N K N O W N , 5 Mei 2019

U N K N O W N

Kisah Rasul 1 : 3

“Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah”

          Kebangkitan Tuhan Yesus pada hari yang ketiga setelah kematianNya, membuktikan bahwa Dia lebih berkuasa dari pada maut, Dia yang menguasai kunci maut dan membuka pintu sorga bagi manusia. Namun sangat disayangkan karena banyak murid-muridNya yang tidak mengenal Dia (Luk 24:16).

Didalam Alkitab dikisahkan tentang penampakan Tuhan Yesus kepada beberapa orang yaitu:

  1.         Maria Magdalena

Yoh 20:15 “Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.”

Maria Magdalena tidak mengenal Tuhan Yesus dan menyangka Dia adalah penjaga taman.

  1.          Dua orang murid ke Emaus

Luk 24:13-17 “Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem”

Mereka berjalan dan bercakap-cakap dengan Tuhan Yesus, namun mereka tidak mengenal Dia.

Apakah pendapat mereka tentang Tuhan Yesus? Dia adalah seorang nabi,

berkuasa dihadapan Allah, Dia bukan Tuhan, hanya manusia biasa yang sudah dihukum dan mati. Mereka berharap bahwa Tuhan Yesus yang akan melepaskan mereka dari penjajahan Romawi.

Mereka sudah mendengar tentang kebangkitan Tuhan Yesus, tapi mereka malahan berjalan ke Emaus.

  1.          Sepuluhmurid

Luk 24:37 “Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu”

Mereka tidak mengenal Yesus, dan berpikir itu hantu.

  1.          Tujuh murid yang  ada didanau Galilea

Yoh 21:4 “Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.

Mereka sibuk dengan jala mereka dan sibuk dengan kegagalan mereka, sehingga tidak  mengenal Tuhan Yesus.

  1.          Sebelas murid di atas bukit

Matius 28:16 “Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka”

Namun ada diantara mereka yang ragu-ragu menyembah Dia (ayat 17).

          Apa yg terjadi dengan  mereka sehingga mereka tidak mengenal Tuhan Yesus?

  1.          Masalah iman (roh)

Iman mereka padam karena

  1. Melihat Tuhan Yesus ditangkap ditaman Getsemani dan disalibkan.
  2. Melihat  Tuhan Yesus menyerahkan nyawaNya dan mati.
  3. Melihat  Tuhan Yesus dikuburkan dan kubur itu dimeterai dan dijaga oleh pengawal Romawi

Oleh karena itu wasapadalah apa yang kita lihat, sebab tidak semua yang kita lihat itu adalah kebenaran firman Tuhan.

Contohnya seperti Saulus saat matanya normal, dia menganiaya jemaat, namun setelah matanya buta, dia jadi murid Yesus.

Juga kisah 10 pengintai (Bil 13:33) yang melihat musuh seperti raksasa, dan melihat diri sendiri seperti belalang.

  1.          Masalah pikiran (jiwa)

Mereka sudah melihat Tuhan tapi pikiran mereka berubah, sehingga mereka jadi ragu ragu. Ini karena pikiran mereka yang berubah. Waspadalah terhadap apa yang kita pikirkan. Marilah kita memakai pikiran Kristus. 

Musuh membangun kubu-kubu dan benteng dalam pikiran kita namun

kita harus menaklukan pikiran kita dengan firman Allah.

(II Kor 10:4-5) kita harus mematahkan setiap siasat, merubuhkan setiap kubu, menawan segala pikiran, menaklukan kepada Kristus

  1.          Masalah kedagingan (tubuh)

Mat 19:27 “Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?”

Pertanyaan ini merupakan sebuah bukti bahwa mereka masih hidup dalam kedagingan dan keinginan daging. Sehingga karena hal ini, akhirnya Petrus dan murid-murid kembali menangkap ikan, karena harapan mereka telah hilang sejak kematian Tuhan Yesus.

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th