[KHOTBAH] LIVING ON THE BORDER LINE, 23 Juni 2019
LIVING ON THE BORDER LINE
Lukas 17:11-19
"Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki
suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh"
Pada waktu itu Yesus melintasi perbatasan Samaria dan Galilea, dan ada sepuluh orang kusta yang
masuk kedesa itu dan datang menemui Dia.
Kejadian ini sangat aneh karena orang yang sakit kusta dilarang untuk masuk keperkemahan atau ke
pemukiman orang banyak, hal ini tertulis dalam Taurat yaitu di kitab Imamat 13:45-46 "Selama ia kena
penyakit itu (kusta) ia tetap najis; memang ia najis; ia harus tinggal terasing, di luar perkemahan itulah tempat
kediamannya"
Tapi mengapa orang kusta bisa masuk kedalam desa? Karena mereka tinggal diperbatasan antara Samaria
dan Galilea.
Samaria adalah tempat diluar Israel artinya yaitu kehidupan yang tidak rohani. Galilea adalah tempat
yang didalam daerah Israel artinya yaitu kehidupan yang rohani.
Orang-orang kusta ini tinggal dan hidup di daerah perbatasan.
Bagaimana keadaan orang yang ada diperbatasan? Yaitu hidup abu-abu artinya hidup yang tidak jelas, hukum
yang tidak jelas, jarang dibicarakan, terjadi tarik menarik antara mentaati aturan atau melanggar aturan.
Demikian juga kehidupan kita jika tinggal didaerah perbatasan atau area abu-abu, maka kita akan hidup rohani
bercampur dengan hidup duniawi. Hal ini tidak mungkin bisa terjadi karena tidak mungkin terang dapat
bercampur dengan kegelapan.
I Kor 15:33 "Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik"
Dalam bahasa Inggris, kata "merusakan" adalah:
– Wither artinya membuat layu
– Destroy artinya merusak
– Defile artinya mencemarkan
Amsal 13:20 Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal
menjadi malang.
Saat sepuluh orang kusta bertemu dengan Yesus didesa, mereka itu sedang melanggar hukum, tapi
Tuhan tidak mau terganggu dengan hal itu, melainkan Tuhan Yesus melihat mereka dengan penuh belas
kasihan.
Tuhan Yesus tidak menegur mereka, apakah Tuhan kompromi dengan mereka? Tidak, alasannya adalah:
1. Kasih lebih tinggi dari Taurat
Tidak seperti orang Yahudi yang lebih mengutamakan aturan dibandingkan dengan belas kasihan. Contohnya
yaitu di Yoh 5:10 orang lumpuh dikolam Betesda, mereka marah kepada Tuhan Yesus karena Dia
menyembuhkan orang sakit itu pada saat hari sabat. Contoh lainnya ada di Lukas 6:6-11 orang yang mati
sebelah tangannya, Lukas 13:11-14 perempuan yang kerasukan.
Tuhan mau agar kita hidup dalam kasih dan memiliki belas kasihan pada sesama kita (I Kor 13:1-3)
2. Dalam pemandangan Tuhan
Tuhan Yesus melihat bahwa orang-orang kusta ini pasti akan menjadi tahir.
Beberapa orang dalam Alkitab yang diperhadapkan kepada perbatasan hidup yaitu:
A. Saul (Antara melakukan perintah atau kehilangan kedudukan)
Saul diantara pilihan yaitu antara melakukan perintah Samuel dan fakta yang terjadi. Dalam I Sam 10:8 Saul
disuruh menunggu Samuel.
Dalam I Sam 13:8 rakyat sudah terserak karena takut lalu meninggalkan Saul. Ujian raja Saul adalah :
– ujian waktu (I Sam 13:8a) dia tidak sabar menunggu
– ujian keadaan (I Sam 13:8b) rakyat sudak terserak-serak
– ujian ketaatan (I Sam 13:13)
B. Akhan (Antara melakukan perintah atau memiliki harta benda)
Yos 7:1 "Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena
Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang
dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel"
Padahal perintah Tuhan sangat jelas tentang barang yang dikhususkan bagi Tuhan.
Hal ini persis dengan peringatan Tuhan dalam Yakobus 1:14-15 "Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh
keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya"
Apa yang dilakukan oleh Akhan? dia melihat, mengingini, mengambil (membuahi), menyembunyikan dan
akhirnya dosa menjadi matang dan dia tidak bertobat. Pada saat diketahui maka Akhan dan keluarganya
mendapat hukuman dan dirajam dengan batu.
C. Salomo (Antara melakukan perintah atau menyenangkan daging)
Salomo adalah raja Israel yang hebat namun sayangnya dia lebih suka untuk menyenangkan daging dan
keinginan dosa, padahal Tuhan sudah mengingatkan tentang hal ini dalam Ulangan 17:16-17.
Apa kesalahan Salomo? Ada 4 ta
– memiliki banyak senjata, kuda dan kereta
– memiliki banyak wanita yaitu 700 isteri dan 300 gundik (I Raja 11:3)
– memiliki tahta yang terbuat dari gading (I Raja 10:18)
– memiliki banyak harta ada 666 talenta emas dibawa kepadanya setiap tahun (I Raja 10:14)
Padahal Salomo telah menggubah amsal dan nyanyian (I Raja 4:32)
D. Yonatan (Antara tinggal dalam kekalahan atau pergi dalam kemenangan)
Dalam I Sam 23:17-18 dikisahkan tentang percakapan antara Daud dan Yonatan. Daud adalah orang yang
disertai Tuhan (gambaran rohani) dan Saul adalah gambaran orang yang ditinggalkan oleh Tuhan (gambaran
jasmani)
Saat itu Yonatan ada diperbatasan antara mau mengikuti Daud atau tinggal bersama Saul. Apa yang dilakukan
Yonatan?
– dia yang menguatkan kepercayaan Daud (I Sam 23:16)
– dia tau bahwa Daud tidak bisa ditangkap oleh Saul, artinya bahwa kuasa Daud lebih besar dari Saul
– dia tau bahwa suatu saat Daud akan jadi raja menggantikan Saul, tapi dia tidak bertindak dan pulang dan
akhirnya mati dalam medan perang (I Sam 31:1-2)
Apakah kesalahan Yonatan?
– salah mengambil keputusan
– tidak berani ambil resiko
– terjebak di zona nyaman
Tuhan mau agar kita tidak hidup didaerah perbatasan, yaitu antara terang dan kegelapan, tapi Dia mau
agar kita semua hidup dalam terang kebenaran firman Tuhan….amin.
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th
