[KHOTBAH] HE IS JESUS, 12 Mei 2019
HE IS JESUS
Setelah kebangkitan Tuhan Yesus dan mengalahkan maut, maka Dia menampakkan diriNya berulang-ulang selama 40 hari kepada murid-muridNya dan kepada banyak orang untuk membuktikan bahwa Dia bangkit. Dan mereka saat itu mengenal Dia dan percaya bahwa Tuhan Yesus telah bangkit dari kematian.
Ada beberapa hal yang membuat mereka dapat mengenal Tuhan Yesus dan akhirnya menjadi percaya bahwa Dia telah bangkit yaitu :
1. Melalui suaraNya
Maria mengenal Tuhan Yesus ketika namanya dipanggil (Yoh 20:16) Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru.
(Yoh 10:3-4) Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
Sampai saat ini Tuhan masih berbicara kepada umatNya dan umatnya harus percaya dan mengenal suaraNya.
Bagaimana Tuhan berbicara?
- Secara Audible yaitu suara yang dapat didengar oleh telinga jasmani, seperti yang terjadi pada Musa,Samuel,Elia dll
Tuhan berbicara secara audible kepada hamba-hambaNya
- Melalui Roh Kudus dalam hati kita.
- Melalui firman, kotbah, alkitab, buku rohani, pujian rohani dll.
- Melalui hamba Tuhan berupa nasihat dan teguran.
- Melalui keadaan sekitar kita yaitu alam, suasana dll.
Oleh karena itu kita harus mendengar suara Tuhan.
Didalam Alkitab tercatat sebanyak 12 kali kalimat “barangsiapa bertelinga hendaklah ia mendengar” yaitu di Mat 11:15, Mat 13:9, Mat 13:43, Mar 7:16, Wah 2:7, Wah 2:11, Wah 2:17, Wah 2:29, Wah 3:6, Wah 3:13, Wah 3:22, Wah 13:9.
Kita harus mendengarkan suara gembala agung kita yaitu Tuhan Yesus sebab:
- Suara Tuhan akan menuntun kita ke jalan yang benar
- Suara Tuhan itu memberi nasihat, mencegah kita berbuat dosa
- Suara Tuhan itu menegur apa yang salah dan keliru
- Suara Tuhan itu mengibur
- Suara Tuhan itu memuji dan memberikan pengakuan pada kita
2. Melalui gayaNya
Seperti yang terjadi pada dua orang murid Tuhan yang berjalan ke Emaus dan berjumpa dengan Tuhan Yesus, mereka akhirnya tahu bahwa itu Tuhan Yesus. (Luk 24:30) Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.
Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.
Kita harus menteladani gaya atau kebiasaan Tuhan Yesus pada:
A. Saat menghadapi berkat yaitu :
Dia mengambilnya, mengucap syukur, melepaskan berkat, dan memberikannya.
Bagaimanakah gaya kita saat menghadapi berkat? Apa yang telah kita terima dari Tuhan, itu dapat menjadi berkat bagi orang lain.
B. Saat menghadapi orang bermasalah
(Yoh 9:1-2) Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?”. Gaya orang Yahudi ialah langsung menghakimi. Gaya Tuhan ialah penuh dengan belas kasihan.
C. Saat dianiaya
Saat Dia dianiaya dan disalibkan diatas kayu salib, maka Dia melepaskan pengampunan. (Luk 23:34) Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
Seperti Tuhan Yesus melepaskan pengampunan kepada orang yang bersalah padaNya, maka kita juga harus mengampuni orang yang bersalah pada kita. Sebab orang yang mengampuni, pasti juga akan diampuni dosanya oleh Tuhan.
3. Melalui perintahNya
Perintah Tuhan Yesus seringkali tidak lazim, hal ini yang terjadi pada murid-muridNya (Yoh 21:6) Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.
Perintah ini tidak lazim karena :
- Mereka adalah nelayan yang terbaik. Petrus berasal dari Betsaida yaitu tempat para nelayan, sehingga mereka tidak perlu diajar lagi tentang cara menangkap ikan.
- Hari sudah mulai siang, bukan waktu yang cocok untuk menangkap ikan
- Berada ditepi pantai yang dangkal
Seringkali kita juga berhadapan dengan perintah Tuhan yang tidak lazim seperti: baptisan air, mengampuni musuh kita, melayani Tuhan, mengembalikan perpuluhan, mendoakan dan melayani orang lain dll.
Pertanyaannya adalah apakah kita mau taat pada perintah Tuhan sekalipun hal itu tidak masuk akal bagi kita?
4. Melalui mujizatNya
(Yoh 21:11-12) ” Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak”
Mujisat ini adalah mujisat pengulangan yaitu saat pertama Tuhan Yesus memanggil mereka jadi murid-muridNya.
(Luk 5:6) Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
Apa makna pengulangan mujisat Tuhan?
- Tuhan membuktikan kuasaNya tidak pernah berubah
- Tuhan membuktikan bahwa perhatianNya tidak pernah berubah (Yoh 21:5)
- Bersifat nubuatan bagi jiwa-jiwa. Petrus dan murid-murid lainnya akan dipakai Tuhan untuk membawa jiwa-jiwa percaya pada Tuhan Yesus.
Tuhan mau agar kita mengalami mujisat Tuhan sehingga dunia melihat dan percaya pada Tuhan Yesus…..amin.
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th
