[KHOTBAH] MANFAAT PROSES, 30 Juni 2019
MANFAAT PROSES
Ayub 23:1-11
“Sekarang ini keluh kesahku menjadi pemberontakan, tangan-Nya menekan aku, sehingga aku mengaduh. Ah, semoga aku tahu mendapatkan Dia, dan boleh datang ke tempat Ia bersemayam”
Semua orang mendambakan hidup yang makmur, damai, sejahtera dan kebahagiaan namun masalahnya adalah saat penderitaan dan masalah datang dengan tiba-tiba, seringkali kita tidak siap dan akhirnya mengalami stress dan depresi.
Sebagai orang percaya, kita harus selalu siap untuk menghadapi masalah yang datang dengan tiba tiba karena itu adalah proses hidup.
Proses adalah tahapan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Ketika orang Israel keluar dari Mesir maka mereka dituntun oleh Tuhan masuk kepadang gurun, dan itu adalah proses Tuhan.
Banyak orang Israel yang tidak lolos dalam prosesnya Tuhan, dan hanya dua orang yang berusia diatas 20 tahun yang dapat keluar dari proses padang gurun dan masuk tanah perjanjian.
Demikian juga dengan kita yang harus masuk proses dan keluar dari proses dengan penuh kemenangan.
Tujuan Allah memproses mereka dipadang gurun adalah agar mereka keluar dari tanah Mesir dan masuk ketanah perjanjian.
Ada 4 faktor yang menyebabkan kita masuk dalam proses yaitu:
- Iblis
Iblis adalah musuh utama manusia, dan ingin agar semua manusia binasa (Yoh 10:1a) “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan”
Oleh karena itu dia berusaha mencobai orang percaya dengan berbagai masalah dan penderitaan dengan tujuan untuk membinasakan orang percaya. Didalam Alkitab diceritakan tentang Ayub yang mengalami pencobaan dari iblis sehingga hidupnya menjadi sangat menderita. Bahkan iblis ingin agar Ayub binasa dan menyangkali imannya pada Allah.
Jangan sampai kita kalah dan menyerah saat proses itu datang.
- Diri sendiri
“Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia” (I Yoh 2:16)
Seringkali proses itu disebabkan karena hawa nafsu yang sering kita lakukan (Kej 3:19). Oleh karena itu kita harus memperhatikan hidup kita dengan baik (Luk 15:13) “Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya”
Anak bungsu ini memuaskan keinginan dagingnya dengan berfoya-foya menghabiskan apa yang ada padanya. Namun akhirnya dia sadar dan menyesal dengan apa yang dia lakukan dan akhirnya dia sadar dan kembali kerumah bapanya.
Saat kita mengalami proses akibat dari dosa dan hawa nafsu yang kita lakukan, Tuhan mau agar kita bertobat dan kembali kepada kasih Kristus agar Dia mengaampuni dan memulihkan keadaan kita.
- Ketidaktaatan
Ibr 2:2 “Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal”
Seperti yang terjadi pada Saul yang tidak taat melakukan perintah Tuhan
untuk membinasakan orang Amalek dan akhirnya Saul ditolak sebagai raja atas Israel (I Sam 15:1-26) “Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku.”
Dosa selalu mendatangkan konsekuensi dan penghukuman.
Tuhan mau agar kita hidup dalam ketaatan, dan meninggalkan dosa pemberontakan dihadapan Tuhan.
Jadi setiap tindakan akan mendapatkan balasan yang setimpal.
Taat adalah melakukan perintah tanpa komplain, bersungut-sungut dll.
Salah satu bentuk ketaatan adalah mengembalikan apa yang menjadi milik Tuhan yaitu perpuluhan.
- Kehendak Tuhan
Masalah dan penderitaan sebagai proses dapat terjadi atas orang percaya karena Tuhan yang mengijinkan hal itu untuk memurnikan kehidupan kita dan membersihkan hidup kita dari hal-hal yang jahat.
Walaupun saat proses itu terjadi, kita seringkali tidak kuat dan sangat tersiksa, namun suatu saat kita akan melihat kemuliaan Tuhan terjadi.
Seperti emas yang dipanaskan dengan api untuk memunculkan emas yang murni, demikian juga dengan hidup kita yang dimurnikan oleh Tuhan lewat proses yang akan menghasilkan kehidupan yang berkenan pada Tuhan dan mempermuliakan Tuhan.
(Ayub 23:10) “Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas”
Jangan takut dengan prosesnya Tuhan, karena ada rencana Tuhan dalam hidup kita. Seperti emas yang dimurnikan dengan api, demikian hidup kita dimurnikan oleh proses Tuhan.
Yusuf adalah orang yang masuk dalam proses Tuhan yang panjang dan menyakitkan, namun akhirnya Yusuf mendapatkan janji Tuhan yang besar dan Yusuf dapat keluar dari proses itu dengan menerima kuasa, kekayaan dan kemuliaan dari Tuhan.
Jadi jika saat ini kita sedang mengalami proses yaitu masalah dan pergumulan hidup, tetaplah kuat dan percaya bahwa kita akan keluar dari proses itu dan menerima kemenangan dari Tuhan, dan membawa kemuliaan bagi nama Tuhan Yesus…..amin.
Oleh Pdt Christian Sirapanji
