pngtree-blue-and-yellow-color-2020-font-design-on-white-background-happy-png-image_1974689-250x160

[Khotbah] THE YEAR OF NEW DIMENSION (1)

THE YEAR OF NEW DIMENSION (1)
Ulangan 28:13

“TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia”

Saat firman Tuhan ini disampaikan oleh Musa kepada orang Israel, mereka sedang berada dipadang gurun. Kita ketahui bahwa sebelum itu, orang Israel berada di Mesir sebagai budak selama 430 tahun. Akibat perbudakan di Mesir, maka terbentuklah karakter yang buruk dalam hidup mereka. Apa karakter buruk mereka?
– Slave yaitu sebagai budak yang kehilangan hak
– Low spirit yang memiliki roh yang lemah
– Under pressure hidup dibawah tekanan dari penguasa Mesir
– Inferiority yaitu rasa rendah diri
Namun ketika mereka sudah keluar dari Mesir dan saat Tuhan menampakkan diriNya di atas gunung Sinai, maka mereka dibawa Tuhan untuk masuk kesatu dimensi yang lain dan mereka ditetapkan menjadi satu bangsa. Mereka punya hukum yaitu Taurat dan Tuhan memperkuat perjanjianNya dengan memberikan tanah perjanjian yang berlimpah susu dan madunya.
Sama seperti firman Tuhan yang diberikan kepada orang Israel, Tuhan juga mau agar kita menjadi kepala dan bukan ekor.
Bagaimanakah karakter kepala?
1. PIONEER
Bagaimanakah ciri seorang pioneer?
A. Berani mengambil resiko
Seorang pioneer akan berani melakukan sesuatu walaupun itu mengandung resiko. Dalam Alkitab dikisahkan tentang contoh orang yang tidak berani mengambil resiko. Dia adalah Barak bin Abinoam (Hak 4:1-9) “Ia menyuruh memanggil Barak bin Abinoam dari Kedesh di daerah Naftali, lalu berkata kepadanya: “Bukankah TUHAN, Allah Israel, memerintahkan demikian: Majulah, bergeraklah menuju gunung Tabor dengan membawa sepuluh ribu orang bani Naftali dan bani Zebulon bersama-sama dengan engkau”
Barak artinya halilintar dan dia adalah komandan pasukan Israel, saat itu dia mendapat perintah dari Deborah, untuk maju menyerang Sisera panglima tentara Yabin. Namun Barak tidak mau maju berperang jika Deborah tidak ikut berperang. Akhirnya Deborah ikut pergi berperang dan orang Israel mengalami kemenangan.
Akibatnya adalah kehormatan untuk mengalahkan musuh Israel, jatuh kepada seorang perempuan yaitu Yael isteri Heber.
Barak tidak berani mengambil resiko untuk menyerang Sisera dan tentara Kanaan. Seorang pioneer selalu berani bertindak dengan iman walaupun harus menanggung resiko.
B. Berani membayar harga
– Visi besar memerlukan tindakan besar. Kita harus memiliki visi dan mimpi yang besar.
– Tindakan besar memerlukan biaya/harga yang besar. Setelah kita memiliki visi dan mimpi yang besar, maka itu memerlukan biaya yang besar.
– Harga besar akan menghasilkan tuaian yang besar. Namun saat kita membayar harga yang besar, maka kita akan mendapatkan hasil berupa tuaian yang besar.
Seorang pioneer berani untuk membayar harga yang besar karena dia tahu bahwa ada kesuksesan dan hasil yang besar yang akan diperolehnya.
C. Sukses bukan atas karya orang lain
Seorang pioneer tidak akan mengambil keuntungan atau mengambil hak orang lain. Maksudnya adalah tidak bermegah atas hasil yang dicapai orang lain. Seorang pioneer bermegah atas hasil yang dia capai. Seperti Paulus dalam II Kor 10:16 “Ya, kami hidup, supaya kami dapat memberitakan Injil di daerah-daerah yang lebih jauh dari pada daerah kamu dan tidak bermegah atas hasil-hasil yang dicapai orang lain di daerah kerja yang dipatok untuk mereka”
2. STARTER
Starter adalah seorang yang bertindak pertama kali. Apakah ciri-cirinya?
A. Tahu kekuatan diri sendiri
Seperti Elia dan janda Sarfat. Janda Sarfat itu memiliki minyak dan tepung yang jumlahnya sedikit, namun akhirnya minyak dan tepung itu tidak habis sepanjang musim kelaparan sehingga dapat memelihara kelangsungan hidup keluarga janda itu juga Elia (I Raja 17:14) “Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.”
Elia memiliki mata rohani yang tajam untuk melihat potensi yang ada pada janda Sarfat itu walaupun kelihatannya sedikit dan tidak berarti.
Bukan hanya itu saja, Elia dapat melihat tanda-tanda dari Tuhan yaitu saat dia berdoa, ada awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut,dan dia berkata bahwa akan ada hujan lebat dan badai terjadi.
Hal ini juga terjadi pada Tuhan Yesus yang melihat potensi besar dalam 5 roti dan 2 ikan, sehingga dapat memberi makan 5000 orang laki-laki saja dan mereka makan sampai kenyang, bahkan masih ada sisanya yaitu 12 bakul (Mat 14:17) “Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak”……(bersambung)

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

download (2)

[Khotbah] MAKNA PERJAMUAN, 24 November 2019 KUDUS,

1

“Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.”
Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini”

Perjamuan Kudus dapat kita lihat dalam peristiwa dimana Tuhan Yesus makan bersama murid-muridNya dalam perjamuan Paskah. Hal ini dikenal dengan nama “The Last Supper” atau perjamuan terakhir.
Ada beberapa makna dari perjamuan kudus yaitu:
1. PERSEKUTUAN DENGAN TUBUH DAN DARAH TUHAN
(Mat 26:26-28) Saat Tuhan Yesus memberikan roti itu, Dia berkata “inilah tubuhKu” dan setelah Dia memberikan cawan minum itu, Dia berkata “inilah darahKu”
Dari ayat diatas, maka perjamuan kudus adalah lambang tubuh dan darah Tuhan Yesus, sehingga saat kita melakukan perjamuan kudus, harus dengan sikap benar dan hormat pada Tuhan Yesus.
TubuhNya telah diserahkan bagi kita untuk dicambuk, ditombak, dipaku, disiksa dan dimahkotai duri.
Menurut penelitian, mahkota duri itu dibuat dari tumbuhan berduri yang tajam dan beracun. Cambuk romawi terbuat dari tali cambuk yang ujungya ada timah atau besi bergerigi. Paku salib Yesus terbuat dari besi sepanjang 20 cm. Semua ini mengakibatkan tubuh dan darah Yesus tercabik-cabik bagi kita dan darahNya tercurah bagi kita.
2. PERINGATAN AKAN KEMATIAN KRISTUS
(I Kor 11:24) “dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!”
Saat Tuhan Yesus menyerahkan roti dan cawan anggur kepada murid-muridNya, Dia berkata” perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku”
Dua kali perkataan ini diulang-ulang oleh Tuhan Yesus, artinya ini merupakan sesuatu hal yang sangat penting.
Dalam Alkitab ada beberapa contoh dimana Tuhan memberikan pengulangan tentang suatu hal yaitu:
– Yosafat….”jangan takut dan terkejut”(II Taw 20:15&17)
– Yosua ….”kuatkan dan teguhkan hatimu” (Yos 1:6,7,9)
– Firaun bermimpi tentang masa kelimpahan dan kekurangan” (Kej 41:32
– Kitab Ulangan yang mengulangi firman Tuhan saat dipadang gurun
Jadi saat kita melakukan perjamuan kudus, kita sedang memperingati:
– Kematian Tuhan Yesus diatas kayu salib untuk menebus dosa manusia
– Kematian Tuhan Yesus untuk mendamaikan kita dengan Bapa
– Kematian Tuhan Yesus untuk memgubah kutuk jadi berkat
– Kematian Tuhan Yesus untuk memberikan kehidupan kekal
3. PEMBERITAAN TENTANG TUHAN YESUS SAMPAI DIA DATANG
(I Kor 11:26) “Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang”
Kata “memberitakan” dalam bhs Yunani adalah “kat-ang-gel-lo” . Dalam bhs Inggris “to speak, to proclaim, to declare,to teach”. Artinya adalah menyampaikan, menerangkan, mengumumkan, mengajar, memimpin.
Jadi apa artinya bagi kita? Yaitu saat kita melakukan perjamuan kudus, Tuhan mau agar kita sadar tentang tugas dan tanggung jawab kita untuk melaksanakan amanat agung yaitu memberitakan, menyampaikan, menjelaskan, mengajar tentang Injil kerajaan sorga.
Kita semua adalah “messenger” nya Tuhan diakhir zaman ini dengan pergi memberitakan Injil kerajaan sorga yaitu kabar baik tentang kematian Tuhan Yesus karena menebus dosa, bangkit pada hari ketiga dan naik kesorga dan akan datang kembali kedunia ini.
Apakah isi amanat agung Tuhan Yesus? Pergilah, jadikanlah, baptislah dan ajarlah (Mat 28:19-20). Amanat agung Tuhan Yesus harus kita jalankan sampai Tuhan Yesus datang pada yang kedua kalinya.
4. SARANA MUJISAT TUHAN BEKERJA
(Mat 26:26) “Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.”
Saat Tuhan Yesus menyerahkan roti dan cawan anggur itu, Dia mengucapkan “berkat”.
Jadi artinya bahwa dalam perjamuan kudus, ada berkat Tuhan didalamnya.
(Yes 53:4-5) “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh”
Apa saja berkat dalam perjamuan kudus? Yaitu berkat kesembuhan, kebahagiaan, kesehatan jasmani rohani, hikmat, pekerjaan, bisnis, kemenangan, keselamatan dll.
Kita harus percaya bahwa persekutuan dengan tubuh dan darah Tuhan, membawa berkat bagi kita, karena banyak sekali kesaksian tentang mujisat Tuhan yang terjadi saat melakukan perjamuan kudus.
Bagaimanakah sikap kita terhadap perjamuan kudus?
(I Kor 11:26-31 terjemahan Firman Allah Yang Hidup)
1. Melakukan dengan cara yang layak / yang patut yaitu membayangkan kematian Kristus, serta harus memahami dan percaya akan tubuh dan darah Tuhan Yesus.
2. Menguji diri sendiri dengan cara memeriksa diri kita apakah masih ada dosa dan merasa diri tidak layak. Jika ada dosa maka kita meminta ampun dan minta agar Tuhan Yesus menguduskan kita dengan darahNya agar kita layak melakukan perjamuan kudus.
Marilah kita melakukan perjamuan kudus dengan penuh khidmat, penghayatan, sungguh-sungguh dan beriman pada Tuhan Yesus, maka lewat perjamuan kudus ini, kita akan mengalami mujisat dan berkat Tuhan….amin.

Oleh Pdt. Aristoteles Andrijanto SE.

images (5)-250x160

[Khotbah] ABRAHAM THE GREAT FATHER (3), 17 November 2019

ABRAHAM THE GREAT FATHER (3)

Nama Abram dalam bahasa Inggris adalah “High Father” artinya bapa
yang mulia yang memiliki banyak harta kekayaan. Namun setelah Allah
memanggil Abram keluar dari sanak saudara dan dari Ur Kasdim, maka
Allah mengganti namanya menjadi Abraham, dalam bahasa Inggris “Father
of Multitude” artinya bapa bagi banyak orang (bangsa-bangsa). Hal ini
terbukti karena saat ini keturunan Abraham sangat banyak dan tidak
terhitung jumlahnya, termasuk kita semua orang percaya yang adalah
keturunan Abraham secara rohani.
Dalam Kejadian 22:1 dikatakan firman Tuhan bahwa Allah mencoba Abraham
“Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham . Ia berfirman kepadanya:
“Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan. Firman-Nya: “Ambillah anakmu
yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah
Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran”.
Kata “mencoba” dalam bahasa Ibrani “Naw-saw” artinya menguji seperti
logam yang diuji kadarnya.
Saat itu Abraham mendapatkan ujian dari Tuhan berupa ujian tentang ketaatan.
Mengapa ujian ketaatan yang dialami oleh Abraham sangat berat baginya?
1. Ishak adalah pemberian Tuhan
2. Ishak adalah anak tunggal
3. Butuh pergumulan panjang untuk mendapatkan Ishak
4. Karena kesenangannya yaitu Ishak harus mati
5. Abraham sendirilah yang harus menyembelih Ishak
Pelajarannya adalah:
A. Mematikan kedagingan, tidak dapat diwakilkan.
Ishak adalah anak perjanjian yang dinantikan oleh Abraham selama 25 tahun, dan pada suatu saat Tuhan meminta agar Abraham mengorbankan Ishak anaknya. Bahkan Abraham sendirilah yang harus menyembelih Ishak anaknya.
Demikian juga dengan kita, Tuhan mau agar kita sendirilah yang mematikan keinginan daging kita dan hawa nafsu kita.
B. Keputusan ada ditangan kita
Tuhan mau kita mengambil keputusan sendiri untuk hidup sesuai kehendak Tuhan, bukan karena dipaksa dan dorongan orang lain, tapi karena kesadaran diri untuk hidup berkenan pada Tuhan.
C. Hanya orang hebat yang dapat berubah.
Dibutuhkan ketangguhan dan memaksakan diri untuk melakukan sesuatu yang baik dan benar dalam hidup kita.
kita dapat berubah, karena kita memaksakan diri dan tetap bertahan saat ada tawaran dosa.
6. Karena Abraham harus mempertanggung jawabkannya
Apa artinya hal ini?
A. Hidup ini selalu berhadapan dengan pilihan.
Banyak pilihan yang ada disekitar kita, dan janganlah kita salah pilih karena jika salah pilih, maka kita akan menyesal seumur hidup.
B. Setiap pilihan mengandung resiko
Contoh pilihan yang salah yaitu salah memilih pasangan hidup, karena akan menyesal seumur hidup. Salah memilih keselamatan, maka akan menyesal selama-lamanya.
C. Setiap pilihan ada pertanggung jawabannya.
Bagi Abraham, dia harus mempertanggung jawabkan pilihannya, kepada siapa? Tentunya kepada:
– Sara sebagai isterinya yang juga memiliki hak atas Ishak sebagai anaknya
– Pegawainya yang tahu tentang keadaan keluarga Abraham
– Masyarakat (kej 21:8) karena pada waktu Ishak disapih, Abraham mengadakan perjamuan besar, sehingga semua orang tahu tentang Ishak.
Seringkali kita tidak berani melakukan firman karena kita sibuk untuk mempedulikan apa kata orang dalam hidup kita.
Ingat bahwa kita hidup bukan apa kata orang tapi apa kata firman Tuhan. Jika Tuhan meminta agar kita melakukan sesuatu, maka lakukanlah itu dengan penuh ketaatan dan kesetian tanpa mempedulikan apa kata orang lain.
7. Karena jarak ke tanah Moria sangat jauh
Jarak dari Bersyeba ke tanah Moria kira-kira 122 km (kurang lebih 3 hari)
Untuk melepaskan Ishak, Abraham membutuhkan waktu yang lama namun selama perjalanan itu, sikap hati Abraham tidak berubah.
Seringkali Tuhan ijinkan kita untuk bergumul dalam waktu yang lama sehingga hal itu membutuhkan :
A. PUSH (Pray Until Something Happen) berdoalah dengan sungguh sungguh sampai sesuatu terjadi bagi kita.
B. Focus (jangan berubah-ubah) dengan fokus maka kita akan sampai pada tujuan yang Tuhan inginkan dalam hidup kita.
Karya Tuhan dalam ujian Abraham yaitu Jehovah Jireh (Allah yang menyediakan). Tuhan tidak menyediakan domba dikaki gunung Moria tapi saat Abraham diatas gunung, karena hal itu bisa menggagalkan ujian iman Abraham.
Bagaimana Tuhan menyediakan kebutuhan Abraham? Yaitu pada waktu yang tidak disangka-sangka dan pada waktu tidak ada jalan keluar lagi.
Akibat Abraham melakukan firman Tuhan dengan ketaatan, maka Abraham mendapatkan upah dari Tuhan yaitu:
-Menjadi sahabat Allah (Yak 2:23)
-Bapa semua orang percaya (Rom 4:11-12)
-Semua orang beriman disebut sebagai anak-anak Abraham (Gal 3:7)
-Keturunannya menjadi umat pilihan Allah
-Ketika Abraham meninggal, dia mendapat tempat terhormat di Firdaus
Marilah kita memiliki iman dan ketaatan seperti Abraham…..amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th.

images (5)-250x160

[Khotbah] ABRAHAM THE GREAT FATHER(2), 10 November 2019

ABRAHAM THE GREAT FATHER(2)

Nama Abram dalam bahasa Inggris adalah “High Father” artinya bapa yang mulia yang memiliki banyak harta kekayaan. Namun setelah Allah memanggil Abram keluar dari sanak saudara dan dari Ur Kasdim, maka Allah mengganti namanya menjadi Abraham, dalam bahasa Inggris “Father of Multitude” artinya bapa bagi banyak orang (bangsa-bangsa). Hal ini terbukti karena saat ini keturunan Abraham sangat banyak dan tidak terhitung jumlahnya, termasuk kita semua orang percaya yang adalah keturunan Abraham secara rohani.
Dalam Kejadian 22:1 dikatakan firman Tuhan bahwa Allah mencoba Abraham “Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham . Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan. Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran”.
Kata “mencoba” dalam bahasa Ibrani “Naw-saw” artinya menguji seperti logam yang diuji kadarnya.
Saat itu Abraham mendapatkan ujian dari Tuhan berupa ujian tentang ketaatan.
Dalam kehidupan orang percaya, ujian Tuhan dapat juga berupa ujian tentang kemurnian hati (Maz 17:3) “Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan”
Hal ini seperti yang dialami oleh Daud yang berkata “Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku”
Ujian Tuhan lainnya bagi kita adalah ujian tentang kepemilikan. Suatu saat ada seorang pemimpin yang kaya datang pada Tuhan Yesus, dan Tuhan Yesus berkata bahwa jika dia mau menerima kehidupan kekal, maka “juallah segala yang kau miliki dan bagi-bagikanlah kepada orang miskin” (Lukas 18:18)
Maka dia akan menerima upah disorga dan menjadi murid Tuhan, namun sayangnya dia gagal.
Namun berbeda dengan yang dialami Zakheus yang rela melepaskan harta miliknya tanpa disuruh oleh Tuhan Yesus.
Mengapa ujian ketaatan yang dialami oleh Abraham sangat berat baginya?
1. Ishak adalah pemberian Tuhan
Saat firman Tuhan itu datang pada Abraham untuk mengorbankan Ishak, maka pemahamannya tentang Tuhan teraduk-aduk. Abraham mulai mempertanyakan, mengapa Tuhan yang telah memberikan Ishak baginya, kini mau mengambil kembali apa yang Dia beri? Bukankah Tuhan sendiri yang berjanji bahwa “Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya” (Kejadian 17:16)
2. Ishak adalah anak tunggal
Tuhan menguji Abraham untuk melepaskan anak yang dia kasihi, mengapa? Karena Dia adalah Allah yang cemburuan (Kel 20:5) Dia mau agar kita mengasihi Dia lebih dari segalanya.
(Matius 10:37) “barangsiapa mengasihi bapa, ibunya, anaknya laki-laki, perempuan, tidak layak bagi-Ku”
(Lukas 14:26) “bahkan nyawanya sendiri, tidak layak”
Seperti yang terjadi pada Musa yang rela meninggalkan keluarganya untuk pelayanan (Kel 14:18) namun akhirnya dia bisa berkumpul kembali dengan keluarganya (Kel 18:1-4) bahkan dia rela kehilangan keselamatan demi bangsa Israel (Kel 32:32).
3. Butuh pergumulan panjang untuk mendapatkan Ishak
Abraham dan Sara membutuhkan waktu selama 25 tahun untuk menerima janji Tuhan yaitu Ishak. Pada saaat Abraham berumur 75 tahun dia menerima janji Tuhan bahwa Tuhan akan memberkati dan memberikan keturunan baginya (Kej 12:4). Janji Tuhan itu digenapi setelah Abraham berumur 100 tahun (Kej 21:5).
4. Karena kesenangannya yaitu Ishak harus mati
Abraham tahu bahwa Ishak adalah anak kesenangannya dimasa tuanya, sehingga dia sangat mengasihi Ishak. Dengan mengorbankan Ishak sebagai korban persembahan, maka berakhirlah kesenangan Abraham.
Dalam hidup ini seringkali banyak bagian yang menyenangkan bagi diri kita, dan itu harus disembelih dan dikorbankan bagi Tuhan.
Apa saja yang merupakan kesenangan manusia? Yaitu kedagingan dan kenikmatan dunia ini. Firman Tuhan dalam Roma 8:13 “sebab jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup”
Apa saja yang ada dalam kita yang harus dimatikan? Yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, keserakahan, penyembahan berhala, marah, geram, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor,dusta dll
(Kol 3:5-8) sebab semua itu mendatangkan murka Allah bagi mereka yang melakukannya.
Hidup ini adalah peperangan rohani dan perlu tindakan untuk mengalami kemenangan yaitu:
A. Kenalilah musuh kita
Ada dua musuh utama kita yaitu:
-Diri sendiri yaitu berupa kelemahan-kelemahan kita, sehingga harus menghindarinya. Jika kita lemah dalam hal keuangan, maka janganlah kita menjadi pemegang kas atau bendahara karena pasti kita akan jatuh karena memakai uang yang bukan milik kita. Jika kita lemah dalam hal tatapan mata atau pandangan mata kita, maka kendalikanlah semua yang ada didepan mata kita. Hal-hal ini harus kita lakukan agar kita mengenali diri kita sendiri dan mampu menguasai kelemahan kita sendiri.
-Iblis dan propagandanya sehingga harus selalu dilawan. Iblis adalah bapa segala dusta, dan dustanya akan terus menerus dilontarkan kepada orang percaya. Bukan hanya itu saja, semua kenikmatan dosa dan kenikmatan duniawi terus menerus ditawarkan kepada orang percaya. Bagaimana sikap kita? Lawanlah iblis dan dia akan lari dari pada kita (Yak 4:7).
Seperti yang dilakukan oleh para pengintai saat mengintai kota Yerikho, mereka mengenali musuh mereka. Sebenarnya mereka tidak mencari tahu kekuatan musuh mereka (Orang Yerikho) namun mereka percaya bahwa kekuatan musuh pasti dikalahkan. Pengintai itu mencari tahu kelemahan Yerikho lewat cerita Rahab yang mengatakan bahwa orang Yerikho telah tawar hati dan jatuh semangatnya ketika mendengar tentang kedahsyatan Tuhan Allah Israel (Yos 2:11).
Sebagai orang percaya, kita juga harus percaya bahwa iblis sudah dikalahkan dan kuasaNya sudah dihancurkan oleh kuasa Yesus Kristus.
B. Kenalilah senjata dari Tuhan yaitu:
-Urapan Roh Kudus yang akan memberikan kita kuasa sebab Roh yang didalam kita lebih besar dari roh yang ada dalam dunia ini, dan juga kita akan menerima kuasa jika Roh Kudus turun atas kita.
-Firman Tuhan seperti pedang bermata dua yang mampu menghancurkan kekuatan musuh. Saat dicobai oleh iblis, Tuhan Yesus menggunakan firman Allah untuk mengusir iblis.
-Kuasa darah Anak Domba sebab oleh darahNya, maka kita memperoleh penyucian dan tidak ada satupun kuasa yang dapat mengganggu kita sebab ada meterai darah Anak Domba dalam hidup kita.
-Kesaksian kita yaitu perkataan iman terhadap Tuhan Yesus dan firmanNya yang penuh kuasa.….amin.

Oleh Pdt. Honny Supit Sirapanji M.Th

images (5)-250x160

[Khotbah] Abraham the Great Father, 04 November 2019

ABRAHAM THE GREAT FATHER

Nama Abram dalam bahasa Inggris adalah “High Father” artinya bapa yang mulia yang memiliki banyak harta kekayaan. Namun setelah Allah memanggil Abram keluar dari sanak saudara dan dari Ur Kasdim, maka Allah mengganti namanya menjadi Abraham, dalam bahasa Inggris “Father of Multitude” artinya bapa bagi banyak orang (bangsa-bangsa). Hal ini terbukti karena saat ini keturunan Abraham sangat banyak dan tidak terhitung jumlahnya, termasuk kita semua orang percaya yang adalah keturunan Abraham secara rohani.
Dalam Kejadian 22:1 dikatakan firman Tuhan bahwa Allah mencoba Abraham “Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham . Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan. Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran”. Kata “mencoba” dalam bahasa Ibrani “Naw-saw” artinya menguji seperti logam yang diuji kadarnya.Saat itu Abraham mendapatkan ujian dari Tuhan berupa ujian tentang ketaatan. Dalam kehidupan orang percaya, ujian Tuhan dapat juga berupa ujian tentang kemurnian hati (Maz 17:3) “Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan” Hal ini seperti yang dialami oleh Daud yang berkata “Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku” Ujian Tuhan lainnya bagi kita adalah ujian tentang kepemilikan. Suatu saat ada seorang pemimpin yang kaya datang pada Tuhan Yesus, dan Tuhan Yesus berkata bahwa jika dia mau menerima kehidupan kekal, maka “juallah segala yang kau miliki dan bagi-bagikanlah kepada orang miskin” (Lukas 18:18) Maka dia akan menerima upah disorga dan menjadi murid Tuhan, namun sayangnya dia gagal. Namun berbeda dengan yang dialami Zakheus yang rela melepaskan harta miliknya tanpa disuruh oleh Tuhan Yesus.
Mengapa ujian ketaatan yang dialami oleh Abraham sangat berat baginya?

1. Ishak adalah pemberian Tuhan Saat firman Tuhan itu datang pada Abraham untuk mengorbankan Ishak, maka pemahamannya tentang Tuhan teraduk-aduk. Abraham mulai mempertanyakan, mengapa Tuhan yang telah memberikan Ishak baginya, kini mau mengambil kembali apa yang Dia beri? Bukankah Tuhan sendiri yang berjanji bahwa “Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya” (Kejadian 17:16)

Ada beberapa pelajaran dari kisah ini yaitu:
A. Seringkali kita meragukan Tuhan dalam ketaatan dan dalam berkorban. Iblis mengambil sesuatu dari kita untuk membuat miskin dan membinasakan (Yoh 10:10a).
Hal ini terjadi pada Saul yang telah diangkat jadi raja Israel, namun iblis telah menipunya sehingga dia melanggar perintah dan tidak taat kepada firman Tuhan yang disampaikan oleh nabi Samuel. Akibatnya adalah dia ditolak jadi raja, bahkan dia mati binasa.
Demikian juga dengan Yudas yang mencuri uang kas yang dipegangnya, serta mengkhianati dan menjual Tuhan Yesus dengan 30 keping perak. Akhir hidupnya, dia mati dengan sangat tragis.
Ingatlah bahwa jika Tuhan meminta sesuatu dalam hidup kita, maka Dia berjanji akan melipat gandakannya, sebab setiap hal yang kita lakukan pasti memperoleh balasan Tuhan. (Matius 10:42) “Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya” (Amsal 19:17) “Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN”
B. Pemahamannya tentang Tuhan (Theologia) teraduk-aduk dan menjadi kacau.
Seringkali pemahaman kita akan Tuhan dan firmanNya tergoncang misalnya
tentang baptisan selam, pengangkatan, keselamatan, perpuluhan, tata
ibadah, bahasa Roh, pentakosta ke 3 dll.
Ujian ketaatan Abraham melebihi cintanya kepada Sara isterinya, sehingga Sara tinggal dan menetap di Hebron (Kej 23:1-3) sedangkan Abraham menetap di Bersyeba (Kej 22:19) yang berjarak kira-kira 56 kilo meter.

2. Ishak adalah anak tunggal
Tuhan menguji Abraham untuk melepaskan anak yang dia kasihi, mengapa? Karena Dia adalah Allah yang cemburuan (Kel 20:5) Dia mau agar kita mengasihi Dia lebih dari segalanya. (Matius 10:37) “barangsiapa mengasihi bapa, ibunya, anaknya laki-laki, perempuan, tidak layak bagi-Ku” (Lukas 14:26) “bahkan nyawanya sendiri, tidak layak” Seperti yang terjadi pada Musa yang rela meninggalkan keluarganya untuk pelayanan (Kel 14:18) namun akhirnya dia bisa berkumpul kembali dengan keluarganya (Kel 18:1-4) bahkan dia rela kehilangan keselamatan demi bangsa Israel (Kel 32:32).
Bagaimana dengan kehidupan kita? Apa atau siapa yang paling kita kasihi? Keluarga, harta, kedudukan, pekerjaan, hobby, waktu, tenaga, kehormatan dll? Ada cara yang efektif agar kita dapat melepaskan apa yang kita kasihi yaitu: lupakan nilainya, lupakan kegunaannya, lupakan kenikmatannya, lupakan kesusahan untuk mendapatkannya, percaya bahwa Tuhan pasti akan
menggantikannya, dan ada upah bagi tindakan ketaatan.

3. Butuh pergumulan panjang untuk mendapatkan Ishak Abraham dan Sara membutuhkan waktu selama 25 tahun untuk menerima janji Tuhan yaitu Ishak. Pada saaat Abraham berumur 75 tahun dia menerima janji Tuhan bahwa Tuhan akan memberkati dan memberikan keturunan baginya (Kej 12:4). Janji Tuhan itu digenapi setelah Abraham berumur 100 tahun (Kej 21:5). Ada kalanya Tuhan meminta apa yang diperoleh dengan susah payah, pergumulan yang panjang, proses waktu dll. Namun itulah ujian ketaatan yang Tuhan mau agar kita dapat lulus dan berhasil untuk taat seperti Abraham. Akhirnya janji Tuhan bagi Abraham digenapi dalam hidupnya yaitu menjadi bapa bagi bangsa-bangsa….amin.

Oleh Pdt. Honny Supit Sirapanji M.Th

theblessedhope

[Khotbah] PERJALANAN BANGSA ISRAEL (4), 27 Oktober 2019

PERJALANAN BANGSA ISRAEL (4)

MENGAPA ORANG KRISTEN BINASA ?

1. Sebab Merasa Telah Menjadi Umat Pilihan (Rom 8:1, demikianlah tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus) Yoh 3: 18, Yoh 5:24

2. Merasa Berarti dan Diperlukan Tuhan
(Bagi orang Israel sudah menjadi Pilihan satu-satunya, Bagi orang percaya menganggap sudah selamat)

3. Merasa Sudah Melayani
Contoh > Pelayan yang gagal < DEMAS > 2 Tim 4:10, Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika.
MENCINTAI DUNIA

A. MENGUTAMAKAN PERUT (ROMA 16:18) SERTA MENIMBULKAN PERPECAHAN DAN GODAAN

B. MENGUTAMAKAN HARTA ; SOAL UANG (1 TIM 6 : 10)
Jika mencintai Dunia maka manusia bisa saja melakukan berbagai macam cara :
 Berdusta : Cth GEHAZI Melayani Elisa (2 Raja 5 : 22)
 Mencuri : Cth YUDAS Melayani Yesus ( YOh 12 : 6) Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

C. Mengutamakan Sanjungan/Pujian (Mat 6 : 5) Contoh Orang Munafik yang berdoa dijalan agar dilihat orang

4. Merasa sudah beribadah.
Kegagalan Orang yang beribadah
A. Hatinya juah dari Tuhan ,Mar 7:6, Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal
hatinya jauh dari pada-Ku. Contoh yang beribadah namun hatinya jauh disebabkan Jebakan Setan sangat berbahaya antara lain Rutnitas dalam beribadah, akibatnya Orang-orang saat ini beribadah namun hidunya tidak menampakkan ciri anak Tuhan, bahkan beribadah tanpa rasa takut dan Hormat (keluar masuk ruang ibadah, bermain game dll)
B. Hanya Menjalankan Perintah Manusia Mar 7:7, percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia
C. Hanya Berpegang pada adat istiadat Mar 7:8, Perintah Allah kamu abaikan, untuk berpegang pada adat istiadat manusia

PERINTAH TUHAN JANGANLAH KITA MENJAUHKAN DIRI DARI PERTEMUAN IBADAH (IBR 10 : 25)
APA KEWAJIBAN KITA :
 HARUS ADA KORBAN (IM 22:29), (Kel 23;15b) Sesuatu harus kita lepaskan,membuat daging kita tidak nyaman. Pemberian atau persembahan sifatnya personal/pribadi . Persembahan itu adalah perbuatan yang tidak bisa diwakili.
 HARUS ADA PUJIAN DAN PENYEMBAHAN (Maz 26:7a) sambal memperdengarkan nyanyian syukur dengan nyaring. Korban Penaklukan diri kepada Otoritas yang lebih tinggi,
 HARUS ADA PEMBERITAAN AKAN NAMA TUHAN (Maz 26:7b) dan menceritkan segala perbuatanMu yang ajaib.
 HARUS ADA PENGAJARAN AKAN NAMA TUHAN, (Neh 8:9)

Yakobus 1:25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hokum yang memerdekakan orang dan Ia bertekun didalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya,tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

BERJUANGLAH UNTUK SAMPAI KE TANAH PERJANJIAN ALLAH

theblessedhope

[Khotbah] PERJALANAN BANGSA ISRAEL (3), 20 Oktober 2019

PERJALANAN BANGSA ISRAEL (3)
Bilangan 14:27

“Berapa lama lagi umat yang jahat ini akan bersungut-sungut kepada-Ku? Segala sesuatu yang disungut-sungutkan orang Israel kepada-Ku telah Kudengar”
Perjalanan orang Israel sejak mereka keluar dari tanah Mesir adalah Rameses (Bil 33:3), Sukot (Bil 33:5), Etam (Bil 33:6), Pi-Hahirot (Bil 33:7), Mara (Bil 33:8), Elim (Bil 33:9), Alus (Bil 33:12), Rafidim (Bil 33:13), Kibrot Taawa (Bil 33:16), Hazerot (Bil 33:17), Ritma (Bil 33:18-37), Zalmona (Bil 33:41)
Perjalanan orang Israel dimulai pada saat Yakub dan anak cucunya masuk ke Mesir dan tinggal di Gosyen. Setelah Yusuf mati maka akhirnya orang Israel diperbudak selama 430 tahun di Mesir. Saat mereka ditindas, maka mereka berseru-seru pada Tuhan, dan Tuhan membebaskan mereka melalui 10 tulah. Akhirnya mereka keluar dari Mesir dan berjalan dipadang gurun dituntun oleh Tuhan dengan tanda-tanda heran dan mujisat. Akhirnya mereka sampai diperbatasan tanah perjanjian dan kemudian mengutus 12 pengintai untuk mengintai tanah perjanjian.
Setelah pulang dari pengintaian, orang Israel lebih percaya pada perkataan 10 pengintai daripada Yosua dan Kaleb, sehingga mereka memberontak pada Tuhan dan Musa. Orang Israel tidak percaya pada Tuhan dan bersungut-sungut dihadapan Tuhan.
Akibatnya adalah “Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku” (Bil 14:29)
Pelajaran dari perjalanan bangsa Israel ini adalah:
1. Yang dipanggil belum tentu dipilih
2. Yang mengalami mujisat belum tentu masuk sorga
3. Keselamatan tidak ditentukan oleh apa yang diperbuat dimasa
lalu,tapi apa yang diperbuat hari ini.
Good starting but bad ending artinya memulai sesuatu dengan baik namun mengakhirinya dengan buruk. Hal ini artinya bahwa sebuah awal tidak menentukan sebuah akhir yang baik.
Matius 24:46 “Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
Lukas 12:37 “Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka”
II Petrus 3:14 “Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia”
Mengapa ada orang kristen bisa mengawali imannya dengan baik, namun tidak dapat menyelesaikan sampai akhirnya, sehingga mengalami kebinasaan?
1. Sebab merasa telah menjadi umat pilihan
Karena merasa telah menjadi umat pilihan, maka sering melakukan perbuatan yang jahat dimata Tuhan. Beberapa ayat-ayat firman Tuhan yang dipakai untuk membenarkan perbuatan jahat mereka yaitu:
Roma 8:1 “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus”
Ayat ini sering dipakai untuk membenarkan perbuatan yang jahat, karena merasa bahwa sudah ada dalam Kristus.
Yohanes 3:18 “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah”
Yohanes 5:24 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup”
Persoalannya adalah perjalanan hidup masih berlanjut dan belum berhenti sampai disini.
Ayat Alkitab yang mengajar tentang bagaimana sikap hidup yang benar bagi orang percaya antara lain :
II Kor 13:11 “usahakan lah dirimu sempurna”
Rom 11:17 “Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah”
Pelajaran dari ayat ini adalah :
– Pokok Zaitun adalah Kristus dan Dialah pemilik sehingga kita tidak
menjadi sombong karena semua yang ada pada kita adalah milik Tuhan.
– Getah adalah kehidupan dari Roh Kudus artinya Tuhanlah sumber
kehidupan bagi kita.
– Cabang Zaitun adalah Israel secara daging, namun mereka dipatahkan
karena memberontak. Orang Israel telah menolak keselamatan dalam
Tuhan Yesus, sehingga mereka juga ditolak Allah.
– Tunas liar adalah kita yang percaya pada Tuhan Yesus yaitu Israel secara rohani, namun kita juga akan dipatahkan jika kita sombong, dengan cara memandang rendah akan keselamatan yang Tuhan Yesus sudah berikan bagi kita.
2. Merasa berarti dan diperlukan Tuhan

A. Bagi orang Israel, mereka berkata “kan kita adalah bangsa pilihan Tuhan dan bangsa satu satunya”
Kel 32:10 “Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar.”
Rom 11:21a “cabang-cabang asli”
Mat 3:9 “Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!”

B. Bagi orang percaya, mereka berkata “kan kita sudah selamat”
Rom 11:21b “Ia juga tidak akan menyayangkan kamu”
Rom 11:22 “Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga”
Jadi bagaimana kita bisa hidup berarti dihadapanNya? Yaitu dengan cara hidup sesuai dengan firman Tuhan, menyenangkan hati Tuhan dengn pujian dan penyembahan bagiNya…..amin
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th.

umt

[Khotbah] PERJALANAN BANGSA ISRAEL (2), 13 Oktober 2019

PERJALANAN BANGSA ISRAEL (2)
Bilangan 14:27

“Berapa lama lagi umat yang jahat ini akan bersungut-sungut kepada-Ku? Segala sesuatu yang disungut-sungutkan orang Israel kepada-Ku telah Kudengar”
Perjalanan orang Israel sejak mereka keluar dari tanah Mesir adalah Rameses (Bil 33:3), Sukot (Bil 33:5), Etam (Bil 33:6), Pi-Hahirot (Bil 33:7), Mara (Bil 33:8), Elim (Bil 33:9), Alus (Bil 33:12), Rafidim (Bil 33:13), Kibrot Taawa (Bil 33:16), Hazerot (Bil 33:17), Ritma (Bil 33:18-37), Zalmona (Bil 33:41)
Perjalanan orang Israel dimulai pada saat Yakub dan anak cucunya masuk ke Mesir dan tinggal di Gosyen. Setelah Yusuf mati maka akhirnya orang Israel diperbudak selama 430 tahun di Mesir. Saat mereka ditindas, maka mereka berseru-seru pada Tuhan, dan Tuhan membebaskan mereka melalui 10 tulah. Akhirnya mereka keluar dari Mesir dan berjalan dipadang gurun dituntun oleh Tuhan dengan tanda-tanda heran dan mujisat. Akhirnya mereka sampai diperbatasan tanah perjanjian dan kemudian mengutus 12 pengintai untuk mengintai tanah perjanjian.
Setelah pulang dari pengintaian, orang Israel lebih percaya pada perkataan 10 pengintai daripada Yosua dan Kaleb, sehingga mereka memberontak pada Tuhan dan Musa. Orang Israel tidak percaya pada Tuhan dan bersungut-sungut dihadapan Tuhan.
Akibatnya adalah “Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku” (Bil 14:29)
Pelajaran dari perjalanan bangsa Israel ini adalah:

1. Yang dipanggil belum tentu dipilih
2. Yang mengalami mujisat belum tentu masuk sorga
Hal ini yang terjadi pada orang-orang Israel yang menolak Yesus, dan mereka meninggalkan Yesus, sebab mereka kecewa mendengar perkataan Yesus (Yoh 6:66) “Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia”
Banyak orang yang melihat dan mengalami mujisat, namun akhirnya meninggalkan Tuhan Yesus.
Orang yang mengalami mujisat belum tentu bertahan sampai pada akhirnya.
Ada beberapa alasan sehingga iman bisa kandas ditengah jalan yaitu:
(I Yoh 2:16) “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia”

A. Keinginan daging
(Bil 11:4) “Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israelpun menangislah pula serta berkata: “Siapakah yang akan memberi kita makan daging?”
Tuhan Yesus pun telah dicobai Iblis dengan keinginan daging pada saat iblis menyuruh Yesus untuk mengubah batu menjadi roti.
Apa yang terjadi dengan orang Israel pada waktu itu?
– Mereka protes dan bersungut sungut pada Tuhan, hal ini memperlihatkan bahwa mereka terjebak kepada keinginan sesaat atau kenikmatan sesaat.
– Mereka tidak peduli dengan hari esok, padahal Tuhan telah memberikan perjanjian kepada Abraham yaitu mereka akan diberkati (Blessing), akan tinggal ditanah perjanjian dengan damai (Peace), dan menjadi sebuah bangsa yang terhormat (Honour).
– Mereka marah dan kecewa kepada urusan sepele yaitu makan dan minum kemudian melupakan urusan besar (Tanah Perjanjian)

B. Keinginan mata
Bagi orang Israel, Mesir lebih menarik daripada tanah perjanjian,
– Di Mesir mereka diperbudak tetapi tidak usah berperang
– Di Kanaan sebuah tanah yang subur, merdeka, tetapi harus berjuang.
Hal ini menunjukkan sebuah karakter hamba, mentalitas budak, yang tidak berani dan tidak mau untuk berperang.
Sebagai orang percaya, kita harus memiliki karakter petarung seperti Daud (I Sam 17). Apa yang dilakukan oleh Daud?
– Tidak tahan melihat tantangan, dan mencari tahu masalah (ayat 26)
– Berani menghadapi tantangan dengan cara melawan Goliat (ayat 32)
– Pengalaman dengan Tuhan adalah modal bagi Daud sehinggap dia dapat mengalahkan singa dan beruang (ayat 36) dan Daud diluputkan oleh Tuhan (ayat 37)
– Memperkatakan kata-kata iman (ayat 46)
Kita harus berhati-hati dengan apa yang kita lihat (Mat 6:22) “Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu”

C. Keangkuhan hidup
Keangkuhan hidup orang Israel dapat dilihat yaitu:
– Ingin kembali ke Mesir dan tinggalkan Tuhan
– Mengangkat pemimpin lain untuk menggantikan Musa
– Mereka merasa bisa tanpa Tuhan dan Musa
Semua yang mereka lakukan adalah bentuk kesombongan.
Apakah arti kesombongan? Dalam bhs Inggris “Pride”, bhs Latin “Superbia”, bhs Arab “Fakhar”, bhs Ibrani “Gaw-bo-ah”, bhs Yunani “Yahyr”.
Kesombongan dapat dilihat dan diwujudkan lewat sikap, perkataan, ekspresi tubuh.
Kesombongan adalah :
– Menghargai diri sendiri secara berlebihan
– Meninggikan diri lebih dari kenyataannya
– Memamerkan milik sendiri untuk mendapat pujian
– Memperkatakan sesuatu dengan cara merendahkan orang lain
(Yes 2:11) “Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu”
(Ams 16:18) “Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan”
(I Tim 3:6) “Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis”
Jangan sombong rohani seperti Petrus (Mat 26:31-33)
(I Kor 10:12) “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!”
(Obaja 1:3) “Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau, ya engkau yang tinggal di liang-liang batu, di tempat kediamanmu yang tinggi; engkau yang berkata dalam hatimu: “Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?”…..amin

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

umt

[Khotbah] PERJALANAN BANGSA ISRAEL, 06 Oktober 2019

PERJALANAN BANGSA ISRAEL
Bilangan 14:27

“Berapa lama lagi umat yang jahat ini akan bersungut-sungut kepada-Ku? Segala sesuatu yang disungut-sungutkan orang Israel kepada-Ku telah Kudengar”
Perjalanan orang Israel sejak mereka keluar dari tanah Mesir adalah Rameses (Bil 33:3), Sukot (Bil 33:5), Etam (Bil 33:6), Pi-Hahirot (Bil 33:7), Mara (Bil 33:8), Elim (Bil 33:9), Alus (Bil 33:12), Rafidim (Bil 33:13), Kibrot Taawa (Bil 33:16), Hazerot (Bil 33:17), Ritma (Bil 33:18-37), Zalmona (Bil 33:41)

Perjalanan orang Israel dimulai pada saat Yakub dan anak cucunya masuk ke Mesir dan tinggal di Gosyen. Setelah Yusuf mati maka akhirnya orang Israel diperbudak selama 430 tahun di Mesir. Saat mereka ditindas, maka mereka berseru-seru pada Tuhan, dan Tuhan membebaskan mereka melalui 10 tulah. Akhirnya mereka keluar dari Mesir dan berjalan dipadang gurun dituntun oleh Tuhan dengan tanda-tanda heran dan mujisat. Akhirnya mereka sampai diperbatasan tanah perjanjian dan kemudian mengutus 12 pengintai untuk mengintai tanah perjanjian.
Setelah pulang dari pengintaian, orang Israel lebih percaya pada perkataan 10 pengintai daripada Yosua dan Kaleb, sehingga mereka memberontak pada Tuhan dan Musa. Orang Israel tidak percaya pada Tuhan dan bersungut-sungut dihadapan Tuhan.

Akibatnya adalah “Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku” (Bil 14:29)
Pelajaran dari perjalanan bangsa Israel ini adalah:

1. Yang dipanggil belum tentu dipilih
Mat 22:14 “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”
Panggilan berlaku umum, pilihan berlaku khusus.
Dalam Lukas 14:15-24 ditulis tentang orang-orang yang menerima panggilan namun tidak dipilih :

A. Lukas 14:16 “Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang”
Dari ayat ini kita melihat bahwa ada sebuah pesta dan perjamuan yang besar sedang diadakan dan banyak sekali orang yang diundang untuk datang. Hal ini seperti yang terjadi pada pesta Anak Domba dalam Wahyu 19:7 “Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia”

B. Lukas 14:17 “Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap”
Kata “marilah” merupakan sebuah panggilan Tuhan untuk percaya pada injil Kerajaan Sorga. Menjelang pesta adalah akhir zaman dimana saat kedatangan sang mempelai Laki-laki yaitu Tuhan Yesus akan menjemput gerejaNya. Tuan itu menyuruh hambanya, hal ini artinya adalah hamba-hamba Tuhan atau utusan Injil yang memberitakan Injil.
“Mengatakan pada para undangan” artinya bahwa Injil harus dinyatakan diseluruh dunia (Mat 24:14) “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”
Kata “marilah” adalah panggilan keselamatan, sebab barangsiapa yang bertelinga hendaklah ia mendengar, dan jika kita telah mendengarnya maka jangan keraskan hatimu.

C. Lukas 14:18 “Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan”
Kata “bersama sama” artinya adalah: kesepakatan yang keliru, persekutuan yang salah sebab mereka tidak menghormati yang mengundang. Persekutuan yang benar akan menghasilkan hal yang benar dengan cara menghormati orang yang mengundangnya atau utusannya. Sebenarnya yang harus mereka lakukan adalah saling mempengaruhi untuk hadir dalam pesta. Mereka meminta maaf karena malu hati atau sungkan dan menolak untuk hadir dalam pesta itu. Hal ini menunjukkan bahwa kepentingan dunia lebih menarik. Seringkali kita pun mengalami hal seperti itu, dan melihat bahwa kepentingan dunia lebih menarik dibandingkan kepentingan kerajaan sorga.
Ingat bahwa yang dipanggil tapi tidak dipilih adalah mereka yang lebih mementingkan urusan dunia daripada urusan Tuhan.
Jangan biarkan semua tawaran dunia ini membuat kita lebih memilih dunia dan keinginannya, dibandingkan Tuhan.

D. Lukas 14:21 “Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh”
Dari ayat ini, kita dapat melihat bahwa utusan Injil hanya menyampaikan berita Injil, namun keputusan ada pada yang mendengarkannya (Yehez 3:11) “Mari, pergilah dan temuilah orang-orang buangan, teman sebangsamu, berbicaralah kepada mereka dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH; baik mereka mau mendengarkan atau tidak.”
Respon kita kepada firman Tuhan menentukan bagaimana Tuhan melakukan sesuatu buat kita. Sebagai peringatan bagi kita adalah (II Kor 4:3) “Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa”

E. Lukas 14:24 “Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorangpun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku.”
Maka murkalah tuan rumah yang mengadakan pesta itu dan akibatnya adalah mereka ditolak untuk masuk dan menikmati jamuan pesta.
Orang-orang yang terakhir lah yang akan masuk dalam jamuan pesta (Mat 20:16 ; Mat 21:31 ; Mat 8:11)
Orang yang sungguh-sungguh merindukan suasana pesta kerajaan Allah, merekalah yang dipilih oleh Tuhan Yesus…..amin

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

IMG_20190331_191057

[Khotbah] PRINSIP DALAM MELAYANI TUHAN, 22 September 2019

PRINSIP DALAM MELAYANI TUHAN
Lukas 10:38-42

“Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya”

Melalui firman Tuhan ini kita dapat belajar tentang prinsip dalam melayani Tuhan Yesus yaitu:
1. Prinsip pelayanan Marta
Ada beberapa hal yang dilakukan oleh Marta antara lain:
A. Marta lah yang membuka pintu untuk menerima Yesus (ayat 38)
Banyak orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan, namun hanya membuka pintu hatinya dan tidak mau membuka pintu rumahnya untuk Tuhan. (Kisah 10:1-2) Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
Kornelius membuka pintu rumahnya untuk Tuhan (ayat 24) “Dan pada hari berikutnya sampailah mereka di Kaisarea. Kornelius sedang menantikan mereka dan ia telah memanggil sanak saudaranya dan sahabat-sahabatnya berkumpul.
Seperti Marta dan Kornelius yang membuka pintu rumahnya untuk Tuhan Yesus, demikian juga dengan kita. Cool adalah sarana dimana kita dapat membuka pintu rumah kita untuk Tuhan, saudara, teman agar firman Tuhan dapat diberitakan. Akibatnya bagi Kornelius adalah terjadi pertobatan, baptisan, keselamatan dan kepenuhan Roh Kudus.
B. Marta sibuk melayani (ayat 40)
Kesibukan Marta menunjukkan tentang kesungguhan hati dan sepenuh hati menerima Tuhan Yesus dan melayani Tuhan Yesus dan sesama.
Jangan jadi pengangguran dalam rumah Tuhan, mari kita melakukan banyak hal untuk melayani Tuhan dan sesama.
C. Marta mengorbankan sesuatu sampai menyusahkan dirinya (ayat 41)
Hal ini memperlihatkan bagaimana sikap Marta yang melakukan banyak perkara bahkan rela berkorban sampai menyusahkan dirinya sendiri.
Seringkali pelayanan pada Tuhan dan sesama harus dengan membayar harga dan mengirbankan banyak hal.
2. Prinsip pelayanan Maria
A. Duduk dekat kaki Tuhan (ayat 39)
Hal ini berarti bahwa Maria layak dihadapan Tuhan (Lukas 10:39).
(Ulangan 33:3) Sungguh Ia mengasihi umat-Nya; semua orang-Nya yang kudus–di dalam tangan-Mulah mereka, pada kaki-Mulah mereka duduk, menangkap sesuatu dari firman-Mu.
Kita harus dilayakkan sebelum melayani Tuhan Yesus.
B. Datang pada Tuhan (ayat 39)
Artinya bahwa Maria memenuhi panggilan imannya.
Hanya orang yang butuh Tuhan yang duduk didekat kaki Tuhan.
Seperti ishak yang memanggil Yakub (Kej 27:26) “Berkatalah Ishak, ayahnya, kepadanya: “Datanglah dekat-dekat dan ciumlah aku, anakku.”
Saat kita datang pada Tuhan Yesus maka akan ada berkat yang diberikan.
Seperti Elia memanggil Israel datang mendekat. “Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: “Datanglah dekat kepadaku!” Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu” (I Raja 18:30)
C. Terus mendengarkan perkataanNya (ayat 39)
Maria terus mendengar apa yang dikatakan Tuhan Yesus, hal ini menunjukkan sikap hati Maria yang:
– Memiliki kerinduan yang besar
– Tidak pernah puas, selalu ingin lebih lagi “Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku” (Ams 8:34)
– Supaya iman jadi kuat, dengan jalan mendengarkan firman Tuhan. Kita harus penuh dengan firman Tuhan.
D. Memilih bagian yang terbaik (ayat 42)
3. Prinsip pelayanan Lazarus
(Yoh 12:9-11)
A. Pelayanan yang berdampak (ayat 9)
B. Kesaksian yang mengandung resiko (ayat 10)
C. Memenangkan jiwa (ayat 11)
D. Mempermuliakan nama Tuhan
Bagaimanakah sikap kita dalam melayani Tuhan Yesus?
A. Bukan untuk kepentingan diri sendiri
B. Bukan untuk kesenangan atau hobbi
C. Tidak untuk menghitung untung ruginya
D. Fokus pada nama Tuhan Yesus
E. Menyenangkan hati Tuhan Yesus
F. Bertujuan untuk pengembangan pekerjaan Tuhan…..amin
Oleh. Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th