[Khotbah] PERJALANAN BANGSA ISRAEL, 06 Oktober 2019
PERJALANAN BANGSA ISRAEL
Bilangan 14:27
“Berapa lama lagi umat yang jahat ini akan bersungut-sungut kepada-Ku? Segala sesuatu yang disungut-sungutkan orang Israel kepada-Ku telah Kudengar”
Perjalanan orang Israel sejak mereka keluar dari tanah Mesir adalah Rameses (Bil 33:3), Sukot (Bil 33:5), Etam (Bil 33:6), Pi-Hahirot (Bil 33:7), Mara (Bil 33:8), Elim (Bil 33:9), Alus (Bil 33:12), Rafidim (Bil 33:13), Kibrot Taawa (Bil 33:16), Hazerot (Bil 33:17), Ritma (Bil 33:18-37), Zalmona (Bil 33:41)
Perjalanan orang Israel dimulai pada saat Yakub dan anak cucunya masuk ke Mesir dan tinggal di Gosyen. Setelah Yusuf mati maka akhirnya orang Israel diperbudak selama 430 tahun di Mesir. Saat mereka ditindas, maka mereka berseru-seru pada Tuhan, dan Tuhan membebaskan mereka melalui 10 tulah. Akhirnya mereka keluar dari Mesir dan berjalan dipadang gurun dituntun oleh Tuhan dengan tanda-tanda heran dan mujisat. Akhirnya mereka sampai diperbatasan tanah perjanjian dan kemudian mengutus 12 pengintai untuk mengintai tanah perjanjian.
Setelah pulang dari pengintaian, orang Israel lebih percaya pada perkataan 10 pengintai daripada Yosua dan Kaleb, sehingga mereka memberontak pada Tuhan dan Musa. Orang Israel tidak percaya pada Tuhan dan bersungut-sungut dihadapan Tuhan.
Akibatnya adalah “Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku” (Bil 14:29)
Pelajaran dari perjalanan bangsa Israel ini adalah:
1. Yang dipanggil belum tentu dipilih
Mat 22:14 “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”
Panggilan berlaku umum, pilihan berlaku khusus.
Dalam Lukas 14:15-24 ditulis tentang orang-orang yang menerima panggilan namun tidak dipilih :
A. Lukas 14:16 “Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang”
Dari ayat ini kita melihat bahwa ada sebuah pesta dan perjamuan yang besar sedang diadakan dan banyak sekali orang yang diundang untuk datang. Hal ini seperti yang terjadi pada pesta Anak Domba dalam Wahyu 19:7 “Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia”
B. Lukas 14:17 “Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap”
Kata “marilah” merupakan sebuah panggilan Tuhan untuk percaya pada injil Kerajaan Sorga. Menjelang pesta adalah akhir zaman dimana saat kedatangan sang mempelai Laki-laki yaitu Tuhan Yesus akan menjemput gerejaNya. Tuan itu menyuruh hambanya, hal ini artinya adalah hamba-hamba Tuhan atau utusan Injil yang memberitakan Injil.
“Mengatakan pada para undangan” artinya bahwa Injil harus dinyatakan diseluruh dunia (Mat 24:14) “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”
Kata “marilah” adalah panggilan keselamatan, sebab barangsiapa yang bertelinga hendaklah ia mendengar, dan jika kita telah mendengarnya maka jangan keraskan hatimu.
C. Lukas 14:18 “Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan”
Kata “bersama sama” artinya adalah: kesepakatan yang keliru, persekutuan yang salah sebab mereka tidak menghormati yang mengundang. Persekutuan yang benar akan menghasilkan hal yang benar dengan cara menghormati orang yang mengundangnya atau utusannya. Sebenarnya yang harus mereka lakukan adalah saling mempengaruhi untuk hadir dalam pesta. Mereka meminta maaf karena malu hati atau sungkan dan menolak untuk hadir dalam pesta itu. Hal ini menunjukkan bahwa kepentingan dunia lebih menarik. Seringkali kita pun mengalami hal seperti itu, dan melihat bahwa kepentingan dunia lebih menarik dibandingkan kepentingan kerajaan sorga.
Ingat bahwa yang dipanggil tapi tidak dipilih adalah mereka yang lebih mementingkan urusan dunia daripada urusan Tuhan.
Jangan biarkan semua tawaran dunia ini membuat kita lebih memilih dunia dan keinginannya, dibandingkan Tuhan.
D. Lukas 14:21 “Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh”
Dari ayat ini, kita dapat melihat bahwa utusan Injil hanya menyampaikan berita Injil, namun keputusan ada pada yang mendengarkannya (Yehez 3:11) “Mari, pergilah dan temuilah orang-orang buangan, teman sebangsamu, berbicaralah kepada mereka dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH; baik mereka mau mendengarkan atau tidak.”
Respon kita kepada firman Tuhan menentukan bagaimana Tuhan melakukan sesuatu buat kita. Sebagai peringatan bagi kita adalah (II Kor 4:3) “Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa”
E. Lukas 14:24 “Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorangpun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku.”
Maka murkalah tuan rumah yang mengadakan pesta itu dan akibatnya adalah mereka ditolak untuk masuk dan menikmati jamuan pesta.
Orang-orang yang terakhir lah yang akan masuk dalam jamuan pesta (Mat 20:16 ; Mat 21:31 ; Mat 8:11)
Orang yang sungguh-sungguh merindukan suasana pesta kerajaan Allah, merekalah yang dipilih oleh Tuhan Yesus…..amin
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th
