[Khotbah] MAKNA PERJAMUAN, 24 November 2019 KUDUS,
1
“Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.”
Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini”
Perjamuan Kudus dapat kita lihat dalam peristiwa dimana Tuhan Yesus makan bersama murid-muridNya dalam perjamuan Paskah. Hal ini dikenal dengan nama “The Last Supper” atau perjamuan terakhir.
Ada beberapa makna dari perjamuan kudus yaitu:
1. PERSEKUTUAN DENGAN TUBUH DAN DARAH TUHAN
(Mat 26:26-28) Saat Tuhan Yesus memberikan roti itu, Dia berkata “inilah tubuhKu” dan setelah Dia memberikan cawan minum itu, Dia berkata “inilah darahKu”
Dari ayat diatas, maka perjamuan kudus adalah lambang tubuh dan darah Tuhan Yesus, sehingga saat kita melakukan perjamuan kudus, harus dengan sikap benar dan hormat pada Tuhan Yesus.
TubuhNya telah diserahkan bagi kita untuk dicambuk, ditombak, dipaku, disiksa dan dimahkotai duri.
Menurut penelitian, mahkota duri itu dibuat dari tumbuhan berduri yang tajam dan beracun. Cambuk romawi terbuat dari tali cambuk yang ujungya ada timah atau besi bergerigi. Paku salib Yesus terbuat dari besi sepanjang 20 cm. Semua ini mengakibatkan tubuh dan darah Yesus tercabik-cabik bagi kita dan darahNya tercurah bagi kita.
2. PERINGATAN AKAN KEMATIAN KRISTUS
(I Kor 11:24) “dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!”
Saat Tuhan Yesus menyerahkan roti dan cawan anggur kepada murid-muridNya, Dia berkata” perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku”
Dua kali perkataan ini diulang-ulang oleh Tuhan Yesus, artinya ini merupakan sesuatu hal yang sangat penting.
Dalam Alkitab ada beberapa contoh dimana Tuhan memberikan pengulangan tentang suatu hal yaitu:
– Yosafat….”jangan takut dan terkejut”(II Taw 20:15&17)
– Yosua ….”kuatkan dan teguhkan hatimu” (Yos 1:6,7,9)
– Firaun bermimpi tentang masa kelimpahan dan kekurangan” (Kej 41:32
– Kitab Ulangan yang mengulangi firman Tuhan saat dipadang gurun
Jadi saat kita melakukan perjamuan kudus, kita sedang memperingati:
– Kematian Tuhan Yesus diatas kayu salib untuk menebus dosa manusia
– Kematian Tuhan Yesus untuk mendamaikan kita dengan Bapa
– Kematian Tuhan Yesus untuk memgubah kutuk jadi berkat
– Kematian Tuhan Yesus untuk memberikan kehidupan kekal
3. PEMBERITAAN TENTANG TUHAN YESUS SAMPAI DIA DATANG
(I Kor 11:26) “Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang”
Kata “memberitakan” dalam bhs Yunani adalah “kat-ang-gel-lo” . Dalam bhs Inggris “to speak, to proclaim, to declare,to teach”. Artinya adalah menyampaikan, menerangkan, mengumumkan, mengajar, memimpin.
Jadi apa artinya bagi kita? Yaitu saat kita melakukan perjamuan kudus, Tuhan mau agar kita sadar tentang tugas dan tanggung jawab kita untuk melaksanakan amanat agung yaitu memberitakan, menyampaikan, menjelaskan, mengajar tentang Injil kerajaan sorga.
Kita semua adalah “messenger” nya Tuhan diakhir zaman ini dengan pergi memberitakan Injil kerajaan sorga yaitu kabar baik tentang kematian Tuhan Yesus karena menebus dosa, bangkit pada hari ketiga dan naik kesorga dan akan datang kembali kedunia ini.
Apakah isi amanat agung Tuhan Yesus? Pergilah, jadikanlah, baptislah dan ajarlah (Mat 28:19-20). Amanat agung Tuhan Yesus harus kita jalankan sampai Tuhan Yesus datang pada yang kedua kalinya.
4. SARANA MUJISAT TUHAN BEKERJA
(Mat 26:26) “Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.”
Saat Tuhan Yesus menyerahkan roti dan cawan anggur itu, Dia mengucapkan “berkat”.
Jadi artinya bahwa dalam perjamuan kudus, ada berkat Tuhan didalamnya.
(Yes 53:4-5) “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh”
Apa saja berkat dalam perjamuan kudus? Yaitu berkat kesembuhan, kebahagiaan, kesehatan jasmani rohani, hikmat, pekerjaan, bisnis, kemenangan, keselamatan dll.
Kita harus percaya bahwa persekutuan dengan tubuh dan darah Tuhan, membawa berkat bagi kita, karena banyak sekali kesaksian tentang mujisat Tuhan yang terjadi saat melakukan perjamuan kudus.
Bagaimanakah sikap kita terhadap perjamuan kudus?
(I Kor 11:26-31 terjemahan Firman Allah Yang Hidup)
1. Melakukan dengan cara yang layak / yang patut yaitu membayangkan kematian Kristus, serta harus memahami dan percaya akan tubuh dan darah Tuhan Yesus.
2. Menguji diri sendiri dengan cara memeriksa diri kita apakah masih ada dosa dan merasa diri tidak layak. Jika ada dosa maka kita meminta ampun dan minta agar Tuhan Yesus menguduskan kita dengan darahNya agar kita layak melakukan perjamuan kudus.
Marilah kita melakukan perjamuan kudus dengan penuh khidmat, penghayatan, sungguh-sungguh dan beriman pada Tuhan Yesus, maka lewat perjamuan kudus ini, kita akan mengalami mujisat dan berkat Tuhan….amin.
Oleh Pdt. Aristoteles Andrijanto SE.
