[Khotbah] PERJALANAN BANGSA ISRAEL (2), 13 Oktober 2019
PERJALANAN BANGSA ISRAEL (2)
Bilangan 14:27
“Berapa lama lagi umat yang jahat ini akan bersungut-sungut kepada-Ku? Segala sesuatu yang disungut-sungutkan orang Israel kepada-Ku telah Kudengar”
Perjalanan orang Israel sejak mereka keluar dari tanah Mesir adalah Rameses (Bil 33:3), Sukot (Bil 33:5), Etam (Bil 33:6), Pi-Hahirot (Bil 33:7), Mara (Bil 33:8), Elim (Bil 33:9), Alus (Bil 33:12), Rafidim (Bil 33:13), Kibrot Taawa (Bil 33:16), Hazerot (Bil 33:17), Ritma (Bil 33:18-37), Zalmona (Bil 33:41)
Perjalanan orang Israel dimulai pada saat Yakub dan anak cucunya masuk ke Mesir dan tinggal di Gosyen. Setelah Yusuf mati maka akhirnya orang Israel diperbudak selama 430 tahun di Mesir. Saat mereka ditindas, maka mereka berseru-seru pada Tuhan, dan Tuhan membebaskan mereka melalui 10 tulah. Akhirnya mereka keluar dari Mesir dan berjalan dipadang gurun dituntun oleh Tuhan dengan tanda-tanda heran dan mujisat. Akhirnya mereka sampai diperbatasan tanah perjanjian dan kemudian mengutus 12 pengintai untuk mengintai tanah perjanjian.
Setelah pulang dari pengintaian, orang Israel lebih percaya pada perkataan 10 pengintai daripada Yosua dan Kaleb, sehingga mereka memberontak pada Tuhan dan Musa. Orang Israel tidak percaya pada Tuhan dan bersungut-sungut dihadapan Tuhan.
Akibatnya adalah “Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku” (Bil 14:29)
Pelajaran dari perjalanan bangsa Israel ini adalah:
1. Yang dipanggil belum tentu dipilih
2. Yang mengalami mujisat belum tentu masuk sorga
Hal ini yang terjadi pada orang-orang Israel yang menolak Yesus, dan mereka meninggalkan Yesus, sebab mereka kecewa mendengar perkataan Yesus (Yoh 6:66) “Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia”
Banyak orang yang melihat dan mengalami mujisat, namun akhirnya meninggalkan Tuhan Yesus.
Orang yang mengalami mujisat belum tentu bertahan sampai pada akhirnya.
Ada beberapa alasan sehingga iman bisa kandas ditengah jalan yaitu:
(I Yoh 2:16) “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia”
A. Keinginan daging
(Bil 11:4) “Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israelpun menangislah pula serta berkata: “Siapakah yang akan memberi kita makan daging?”
Tuhan Yesus pun telah dicobai Iblis dengan keinginan daging pada saat iblis menyuruh Yesus untuk mengubah batu menjadi roti.
Apa yang terjadi dengan orang Israel pada waktu itu?
– Mereka protes dan bersungut sungut pada Tuhan, hal ini memperlihatkan bahwa mereka terjebak kepada keinginan sesaat atau kenikmatan sesaat.
– Mereka tidak peduli dengan hari esok, padahal Tuhan telah memberikan perjanjian kepada Abraham yaitu mereka akan diberkati (Blessing), akan tinggal ditanah perjanjian dengan damai (Peace), dan menjadi sebuah bangsa yang terhormat (Honour).
– Mereka marah dan kecewa kepada urusan sepele yaitu makan dan minum kemudian melupakan urusan besar (Tanah Perjanjian)
B. Keinginan mata
Bagi orang Israel, Mesir lebih menarik daripada tanah perjanjian,
– Di Mesir mereka diperbudak tetapi tidak usah berperang
– Di Kanaan sebuah tanah yang subur, merdeka, tetapi harus berjuang.
Hal ini menunjukkan sebuah karakter hamba, mentalitas budak, yang tidak berani dan tidak mau untuk berperang.
Sebagai orang percaya, kita harus memiliki karakter petarung seperti Daud (I Sam 17). Apa yang dilakukan oleh Daud?
– Tidak tahan melihat tantangan, dan mencari tahu masalah (ayat 26)
– Berani menghadapi tantangan dengan cara melawan Goliat (ayat 32)
– Pengalaman dengan Tuhan adalah modal bagi Daud sehinggap dia dapat mengalahkan singa dan beruang (ayat 36) dan Daud diluputkan oleh Tuhan (ayat 37)
– Memperkatakan kata-kata iman (ayat 46)
Kita harus berhati-hati dengan apa yang kita lihat (Mat 6:22) “Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu”
C. Keangkuhan hidup
Keangkuhan hidup orang Israel dapat dilihat yaitu:
– Ingin kembali ke Mesir dan tinggalkan Tuhan
– Mengangkat pemimpin lain untuk menggantikan Musa
– Mereka merasa bisa tanpa Tuhan dan Musa
Semua yang mereka lakukan adalah bentuk kesombongan.
Apakah arti kesombongan? Dalam bhs Inggris “Pride”, bhs Latin “Superbia”, bhs Arab “Fakhar”, bhs Ibrani “Gaw-bo-ah”, bhs Yunani “Yahyr”.
Kesombongan dapat dilihat dan diwujudkan lewat sikap, perkataan, ekspresi tubuh.
Kesombongan adalah :
– Menghargai diri sendiri secara berlebihan
– Meninggikan diri lebih dari kenyataannya
– Memamerkan milik sendiri untuk mendapat pujian
– Memperkatakan sesuatu dengan cara merendahkan orang lain
(Yes 2:11) “Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu”
(Ams 16:18) “Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan”
(I Tim 3:6) “Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis”
Jangan sombong rohani seperti Petrus (Mat 26:31-33)
(I Kor 10:12) “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!”
(Obaja 1:3) “Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau, ya engkau yang tinggal di liang-liang batu, di tempat kediamanmu yang tinggi; engkau yang berkata dalam hatimu: “Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?”…..amin
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th
