[Khotbah] ABRAHAM THE GREAT FATHER (3), 17 November 2019

ABRAHAM THE GREAT FATHER (3)

Nama Abram dalam bahasa Inggris adalah “High Father” artinya bapa
yang mulia yang memiliki banyak harta kekayaan. Namun setelah Allah
memanggil Abram keluar dari sanak saudara dan dari Ur Kasdim, maka
Allah mengganti namanya menjadi Abraham, dalam bahasa Inggris “Father
of Multitude” artinya bapa bagi banyak orang (bangsa-bangsa). Hal ini
terbukti karena saat ini keturunan Abraham sangat banyak dan tidak
terhitung jumlahnya, termasuk kita semua orang percaya yang adalah
keturunan Abraham secara rohani.
Dalam Kejadian 22:1 dikatakan firman Tuhan bahwa Allah mencoba Abraham
“Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham . Ia berfirman kepadanya:
“Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan. Firman-Nya: “Ambillah anakmu
yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah
Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran”.
Kata “mencoba” dalam bahasa Ibrani “Naw-saw” artinya menguji seperti
logam yang diuji kadarnya.
Saat itu Abraham mendapatkan ujian dari Tuhan berupa ujian tentang ketaatan.
Mengapa ujian ketaatan yang dialami oleh Abraham sangat berat baginya?
1. Ishak adalah pemberian Tuhan
2. Ishak adalah anak tunggal
3. Butuh pergumulan panjang untuk mendapatkan Ishak
4. Karena kesenangannya yaitu Ishak harus mati
5. Abraham sendirilah yang harus menyembelih Ishak
Pelajarannya adalah:
A. Mematikan kedagingan, tidak dapat diwakilkan.
Ishak adalah anak perjanjian yang dinantikan oleh Abraham selama 25 tahun, dan pada suatu saat Tuhan meminta agar Abraham mengorbankan Ishak anaknya. Bahkan Abraham sendirilah yang harus menyembelih Ishak anaknya.
Demikian juga dengan kita, Tuhan mau agar kita sendirilah yang mematikan keinginan daging kita dan hawa nafsu kita.
B. Keputusan ada ditangan kita
Tuhan mau kita mengambil keputusan sendiri untuk hidup sesuai kehendak Tuhan, bukan karena dipaksa dan dorongan orang lain, tapi karena kesadaran diri untuk hidup berkenan pada Tuhan.
C. Hanya orang hebat yang dapat berubah.
Dibutuhkan ketangguhan dan memaksakan diri untuk melakukan sesuatu yang baik dan benar dalam hidup kita.
kita dapat berubah, karena kita memaksakan diri dan tetap bertahan saat ada tawaran dosa.
6. Karena Abraham harus mempertanggung jawabkannya
Apa artinya hal ini?
A. Hidup ini selalu berhadapan dengan pilihan.
Banyak pilihan yang ada disekitar kita, dan janganlah kita salah pilih karena jika salah pilih, maka kita akan menyesal seumur hidup.
B. Setiap pilihan mengandung resiko
Contoh pilihan yang salah yaitu salah memilih pasangan hidup, karena akan menyesal seumur hidup. Salah memilih keselamatan, maka akan menyesal selama-lamanya.
C. Setiap pilihan ada pertanggung jawabannya.
Bagi Abraham, dia harus mempertanggung jawabkan pilihannya, kepada siapa? Tentunya kepada:
– Sara sebagai isterinya yang juga memiliki hak atas Ishak sebagai anaknya
– Pegawainya yang tahu tentang keadaan keluarga Abraham
– Masyarakat (kej 21:8) karena pada waktu Ishak disapih, Abraham mengadakan perjamuan besar, sehingga semua orang tahu tentang Ishak.
Seringkali kita tidak berani melakukan firman karena kita sibuk untuk mempedulikan apa kata orang dalam hidup kita.
Ingat bahwa kita hidup bukan apa kata orang tapi apa kata firman Tuhan. Jika Tuhan meminta agar kita melakukan sesuatu, maka lakukanlah itu dengan penuh ketaatan dan kesetian tanpa mempedulikan apa kata orang lain.
7. Karena jarak ke tanah Moria sangat jauh
Jarak dari Bersyeba ke tanah Moria kira-kira 122 km (kurang lebih 3 hari)
Untuk melepaskan Ishak, Abraham membutuhkan waktu yang lama namun selama perjalanan itu, sikap hati Abraham tidak berubah.
Seringkali Tuhan ijinkan kita untuk bergumul dalam waktu yang lama sehingga hal itu membutuhkan :
A. PUSH (Pray Until Something Happen) berdoalah dengan sungguh sungguh sampai sesuatu terjadi bagi kita.
B. Focus (jangan berubah-ubah) dengan fokus maka kita akan sampai pada tujuan yang Tuhan inginkan dalam hidup kita.
Karya Tuhan dalam ujian Abraham yaitu Jehovah Jireh (Allah yang menyediakan). Tuhan tidak menyediakan domba dikaki gunung Moria tapi saat Abraham diatas gunung, karena hal itu bisa menggagalkan ujian iman Abraham.
Bagaimana Tuhan menyediakan kebutuhan Abraham? Yaitu pada waktu yang tidak disangka-sangka dan pada waktu tidak ada jalan keluar lagi.
Akibat Abraham melakukan firman Tuhan dengan ketaatan, maka Abraham mendapatkan upah dari Tuhan yaitu:
-Menjadi sahabat Allah (Yak 2:23)
-Bapa semua orang percaya (Rom 4:11-12)
-Semua orang beriman disebut sebagai anak-anak Abraham (Gal 3:7)
-Keturunannya menjadi umat pilihan Allah
-Ketika Abraham meninggal, dia mendapat tempat terhormat di Firdaus
Marilah kita memiliki iman dan ketaatan seperti Abraham…..amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th.