[Khotbah] ABRAHAM THE GREAT FATHER(2), 10 November 2019
ABRAHAM THE GREAT FATHER(2)
Nama Abram dalam bahasa Inggris adalah “High Father” artinya bapa yang mulia yang memiliki banyak harta kekayaan. Namun setelah Allah memanggil Abram keluar dari sanak saudara dan dari Ur Kasdim, maka Allah mengganti namanya menjadi Abraham, dalam bahasa Inggris “Father of Multitude” artinya bapa bagi banyak orang (bangsa-bangsa). Hal ini terbukti karena saat ini keturunan Abraham sangat banyak dan tidak terhitung jumlahnya, termasuk kita semua orang percaya yang adalah keturunan Abraham secara rohani.
Dalam Kejadian 22:1 dikatakan firman Tuhan bahwa Allah mencoba Abraham “Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham . Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan. Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran”.
Kata “mencoba” dalam bahasa Ibrani “Naw-saw” artinya menguji seperti logam yang diuji kadarnya.
Saat itu Abraham mendapatkan ujian dari Tuhan berupa ujian tentang ketaatan.
Dalam kehidupan orang percaya, ujian Tuhan dapat juga berupa ujian tentang kemurnian hati (Maz 17:3) “Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan”
Hal ini seperti yang dialami oleh Daud yang berkata “Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku”
Ujian Tuhan lainnya bagi kita adalah ujian tentang kepemilikan. Suatu saat ada seorang pemimpin yang kaya datang pada Tuhan Yesus, dan Tuhan Yesus berkata bahwa jika dia mau menerima kehidupan kekal, maka “juallah segala yang kau miliki dan bagi-bagikanlah kepada orang miskin” (Lukas 18:18)
Maka dia akan menerima upah disorga dan menjadi murid Tuhan, namun sayangnya dia gagal.
Namun berbeda dengan yang dialami Zakheus yang rela melepaskan harta miliknya tanpa disuruh oleh Tuhan Yesus.
Mengapa ujian ketaatan yang dialami oleh Abraham sangat berat baginya?
1. Ishak adalah pemberian Tuhan
Saat firman Tuhan itu datang pada Abraham untuk mengorbankan Ishak, maka pemahamannya tentang Tuhan teraduk-aduk. Abraham mulai mempertanyakan, mengapa Tuhan yang telah memberikan Ishak baginya, kini mau mengambil kembali apa yang Dia beri? Bukankah Tuhan sendiri yang berjanji bahwa “Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya” (Kejadian 17:16)
2. Ishak adalah anak tunggal
Tuhan menguji Abraham untuk melepaskan anak yang dia kasihi, mengapa? Karena Dia adalah Allah yang cemburuan (Kel 20:5) Dia mau agar kita mengasihi Dia lebih dari segalanya.
(Matius 10:37) “barangsiapa mengasihi bapa, ibunya, anaknya laki-laki, perempuan, tidak layak bagi-Ku”
(Lukas 14:26) “bahkan nyawanya sendiri, tidak layak”
Seperti yang terjadi pada Musa yang rela meninggalkan keluarganya untuk pelayanan (Kel 14:18) namun akhirnya dia bisa berkumpul kembali dengan keluarganya (Kel 18:1-4) bahkan dia rela kehilangan keselamatan demi bangsa Israel (Kel 32:32).
3. Butuh pergumulan panjang untuk mendapatkan Ishak
Abraham dan Sara membutuhkan waktu selama 25 tahun untuk menerima janji Tuhan yaitu Ishak. Pada saaat Abraham berumur 75 tahun dia menerima janji Tuhan bahwa Tuhan akan memberkati dan memberikan keturunan baginya (Kej 12:4). Janji Tuhan itu digenapi setelah Abraham berumur 100 tahun (Kej 21:5).
4. Karena kesenangannya yaitu Ishak harus mati
Abraham tahu bahwa Ishak adalah anak kesenangannya dimasa tuanya, sehingga dia sangat mengasihi Ishak. Dengan mengorbankan Ishak sebagai korban persembahan, maka berakhirlah kesenangan Abraham.
Dalam hidup ini seringkali banyak bagian yang menyenangkan bagi diri kita, dan itu harus disembelih dan dikorbankan bagi Tuhan.
Apa saja yang merupakan kesenangan manusia? Yaitu kedagingan dan kenikmatan dunia ini. Firman Tuhan dalam Roma 8:13 “sebab jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup”
Apa saja yang ada dalam kita yang harus dimatikan? Yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, keserakahan, penyembahan berhala, marah, geram, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor,dusta dll
(Kol 3:5-8) sebab semua itu mendatangkan murka Allah bagi mereka yang melakukannya.
Hidup ini adalah peperangan rohani dan perlu tindakan untuk mengalami kemenangan yaitu:
A. Kenalilah musuh kita
Ada dua musuh utama kita yaitu:
-Diri sendiri yaitu berupa kelemahan-kelemahan kita, sehingga harus menghindarinya. Jika kita lemah dalam hal keuangan, maka janganlah kita menjadi pemegang kas atau bendahara karena pasti kita akan jatuh karena memakai uang yang bukan milik kita. Jika kita lemah dalam hal tatapan mata atau pandangan mata kita, maka kendalikanlah semua yang ada didepan mata kita. Hal-hal ini harus kita lakukan agar kita mengenali diri kita sendiri dan mampu menguasai kelemahan kita sendiri.
-Iblis dan propagandanya sehingga harus selalu dilawan. Iblis adalah bapa segala dusta, dan dustanya akan terus menerus dilontarkan kepada orang percaya. Bukan hanya itu saja, semua kenikmatan dosa dan kenikmatan duniawi terus menerus ditawarkan kepada orang percaya. Bagaimana sikap kita? Lawanlah iblis dan dia akan lari dari pada kita (Yak 4:7).
Seperti yang dilakukan oleh para pengintai saat mengintai kota Yerikho, mereka mengenali musuh mereka. Sebenarnya mereka tidak mencari tahu kekuatan musuh mereka (Orang Yerikho) namun mereka percaya bahwa kekuatan musuh pasti dikalahkan. Pengintai itu mencari tahu kelemahan Yerikho lewat cerita Rahab yang mengatakan bahwa orang Yerikho telah tawar hati dan jatuh semangatnya ketika mendengar tentang kedahsyatan Tuhan Allah Israel (Yos 2:11).
Sebagai orang percaya, kita juga harus percaya bahwa iblis sudah dikalahkan dan kuasaNya sudah dihancurkan oleh kuasa Yesus Kristus.
B. Kenalilah senjata dari Tuhan yaitu:
-Urapan Roh Kudus yang akan memberikan kita kuasa sebab Roh yang didalam kita lebih besar dari roh yang ada dalam dunia ini, dan juga kita akan menerima kuasa jika Roh Kudus turun atas kita.
-Firman Tuhan seperti pedang bermata dua yang mampu menghancurkan kekuatan musuh. Saat dicobai oleh iblis, Tuhan Yesus menggunakan firman Allah untuk mengusir iblis.
-Kuasa darah Anak Domba sebab oleh darahNya, maka kita memperoleh penyucian dan tidak ada satupun kuasa yang dapat mengganggu kita sebab ada meterai darah Anak Domba dalam hidup kita.
-Kesaksian kita yaitu perkataan iman terhadap Tuhan Yesus dan firmanNya yang penuh kuasa.….amin.
Oleh Pdt. Honny Supit Sirapanji M.Th
