Super Family(2)

[Khotbah] Super Family (2) , Minggu 22 Juli 2018

S U P E R   F A M I L Y (2)

Kejadian 25:19-26

“Dan Ishak berumur empat puluh tahun, ketika Ribka, anak Betuel, orang Aram dari Padan-Aram, saudara perempuan Laban orang Aram itu, diambilnya menjadi isterinya”

 

Ishak mengambil Ribka menjadi isterinya pada saat dia berumur 40 tahun. Namun setelah mereka menikah, ternyata Ribka mandul selama 20 tahun, dan Ishak berdoa kepada Tuhan sehingga Tuhan menjawab doa Ishak dan akhirnya Ribka mengandung dan melahirkan dua orang anak kembar yaitu Esau dan Yakub. Hal ini seperti yang terjadi pada Yabes yang hidup dalam kesakitan, namun dia berdoa kepada Tuhan dan Tuhan mendengar dan menjawab doanya.

Setelah keluarga Ishak mendapatkan Esau dan Yakub maka ada beberapa hal yang tidak rohani yang terjadi dalam keluarga Ishak yaitu :

– Adanya pilih kasih karena Ribka lebih mengasihi Yakub sedangkan Ishak lebih mengasihi Esau.

– Keduanya tumbuh dengan karakter yang buruk

– Komunikasi mereka sangat buruk

– Hubungan mereka sangat jauh karena saat Esau lapar dan minta makan, Yakub memberikannya namun dengan meminta imbalan yaitu hak kesulungan Esau (Kej 25:30-31). Hal ini membuat Esau merasa ditipu oleh Yakub sehingga Esau mau membunuhnya (Kej 25:41)

Keluarga adalah anugerah Tuhan, karena keluarga adalah tempat untuk membangun Kerajaan imamat sesuai firman Tuhan.

Hal-hal besar yang dapat dilakukan dalam keluarga seperti :

– Tempat lahirnya iman kristen, membangun iman kita bersama dengan keluarga kita.

– Firman Tuhan dibagikan dan dilakukan antar sesama anggota keluarga.

– Etika kristen dipraktekkan.

– Nilai-nilai kerajaan Allah menjadi pedoman keluarga kita.

– Perjuangan hidup karena masalah dan pergumulan hidup.

Dalam kisah ini kita akan belajar tentang anak-anak Ishak yaitu Esau.

Karakter Esau yang dapat kita pelajari yaitu:

  1.         Single Figther (Kej 25:27)

Esau adalah seorang anak yang mandiri, yang suka berada dipadang dan sulit bekerja sama dengan orang lain.

Dalam sebuah keluarga, kita harus memiliki hubungan antar anggota keluarga, jangan menjadi orang yang merasa diri mampu dan tidak membutuhkan orang lain. Seorang anak kecil dapat berbicara karena mereka mendengar dari orang yang ada dalam rumah. Seseorang dapat mengerjakan sesuatu karena mereka belajar di rumah maupun dilingkungannya. Seseorang bisa bertahan hidup karena ada orang lain yang menjadi penolong bagi kita.

Oleh karena itu janganlah menjadi seorang “single fighter”. Di GBI Menorah, kita mempunyai “Cool” (Community of Love) yaitu sebuah komunitas rohani yang akan menjadi berkat bagi orang lain. Cool ini akan berganti nama menjadi “Home” (House of Menorah) yaitu sebuah komunitas dalam sebuah rumah, dimana para anggotanya dapat saling memperhatikan.

Ada 7 hal yang harus dilakukan dalam sebuah keluarga yaitu:

– Utamakan hal rohani yaitu hubungan kita dengan Tuhan sehingga kita

akan menjadi keluarga yang takut akan Tuhan, yang mampu menghadapi

semua badai dan masalah hidup ini.

– Bekerjalah dan  jangan menjadi pemalas,  sebab Alkitab berkata bahwa

orang yang tidak bekerja jangan makan.

– Berbicaralah, bangunlah komunikasi dengan cara bercakap-cakap antara

sesama anggota keluarga.

– Bermainlah, saling bergurau sehingga hidup ini tidak membuat kita stres.

– Tutupilah kekurangan/kelemahan sesama anggota keluarga kita.

– Kembangkanlah potensi yang ada.

– Tatalah keindahan dan kenyamanan rumah kita.

  1.         Memandang rendah hak kesulungan (Kej 25:34)

Apakah arti hak kesulungan?

– Hak keimaman dalam keluarga

– Hak otoritas dalam kepemimpinan

– Hak warisan ganda dari orang tua

Esau lebih memilih kenikmatan sesaat daripada berkat kesulungan yang bernilai abadi.

Kita harus berhati-hati dengan kenikmatan sesaat yang akan membawa kita kedalam dosa dan kematian.

  1.         Mengandalkan diri sendiri (Kej 25:32)

Esau berpikir bahwa tanpa hak kesulungan itu, dia mampu untuk menjalani hidup ini dan memperoleh keberhasilan dan berkat Tuhan. Esau berpikir bahwa dia adalah seorang pemburu yang dapat menghidupi dirinya dengan berburu. Hal ini juga yang terjadi pada :

– Anak bungsu yang meminta warisan kepada bapaknya dan meninggalkan

rumah bapanya (Luk 15:13)

– Seorang anak muda yang kaya yang melakukan Taurat tapi dia tidak

yakin akan keselamatannya. Dia kemudian kecewa dan meninggalkan

Tuhan saat diminta untuk menjual hartanya dan membagikannya kepada

orang miskin (Luk 18:23).

– Para pedagang dan penukar uang yang ada di Bait Allah, yang lebih cinta

kepada uang  dari pada kepada Tuhan sehingga mereka disebut

penyamun.Talenta, kekuatan, kepandaian bahkan harta tidak ada guna

nya tanpa Tuhan, dan bergantunglah dan percayalah kepada Tuhan.

  1.         Egois (Kej 27:42)

Esau dendam kepada Yakub karena merasa tertipu, padahal dia sudah berjanji untuk melepaskan hak kesulungannya. Semua itu disebabkan karena akarnya yaitu egois sebab kepentingannya terampas oleh Yakub.

  1.         Esau dalam bhs Inggris “Rough” 

artinya rumput yang tinggi yang tidak berbuah, menusuk dan menyayat. Esau adalah seorang yang tidak memiliki buah dalam hidupnya.

 

Oleh karena itu sebagai orang tua, kita harus mendidik anak-anak kita untuk menjadi orang yang takut akan Tuhan dan mengasihi Tuhan….amin.

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Iman yang radikal

[Khotbah] Iman Yang Radikal , Minggu 15 Juli 2018

IMAN YANG RADIKAL
Matius 15:21-28
“Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.”

Alkitab menceritakan tentang perjalanan Yesus dan murid-muridNya kedaerah Tirus dan Sidon, dan tiba-tiba datanglah seorang perempuan Kanaan (Sirofenisia) yang berseru memohon pada Tuhan agar menyembuhkan anaknya yang sakit.
Siapakah bangsa Kanaan? (Kej 9:25) berkatalah ia: “Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya.”
Bangsa Kanaan adalah bangsa yang dikutuk oleh bapanya.
Jadi perempuan ini adalah keturunan orang yang dikutuk. Walaupun demikian dia berani datang pada Tuhan Yesus untuk meminta belas kasihan Tuhan.
Hari ini mungkin kita tidak kerasukan setan seperti yang dialami anak perempuan Kanaan ini, tapi bisa kerasukan dengan setan judi, minuman keras, perzinahan, kesombongan dll.
Saat perempuan Kanaan itu berseru pada Tuhan Yesus, namun Tuhan Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Bahkan murid-muridNya menyuruh untuk mengusir perempuan itu, karena mereka tahu bahwa perempuan ini bukan orang Israel.
Sebenarnya kita semua adalah orang yang terkutuk karena bukan bangsa pilihan Tuhan, namun kita menerima keselamatan dari Tuhan Yesus, dan semua itu karena anugerahNya.
Oleh karena anugerahNya yang besar dalam hidup kita, maka kita harus menguacap syukur dan  beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan padaNya dengan hormat dan takut akan Tuhan (Ibr 12:28).
Cara berkenan pada Tuhan yaitu (Yak 1:27) “Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia”.
Hal ini berbicara tentang memberi dan menjadi berkat bagi orang lain yang kesusahan. Pada akhir zaman semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing. Dan berkata sesungguhnya segala sesuatu yang kita lakukan untuk orang lain yang paling hina ini, kita telah melakukannya untuk Tuhan.
Apa yang dikatakan Yesus kepada perempuan itu? “Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”
Namun perempuan Kanaan itu berkata “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”
Ini adalah bukti kerendahan hati dan pengakuan dihadapan Tuhan.
Bukan hanya itu, perempuan Kanaan ini menyatakan imannya kepada Tuhan Yesus; inilah yang disebut Iman Yang Radikal sekalipun berseru dan tidak dijawab bahkan dikatakan anjing oleh Tuhan serta murid-muridNya mengusirnya ia tetap mendekat menaruh iman dan pengharapannya kepada Tuhan.

Oleh Pdt Sonny Liando S.Th

Super Family

[Khotbah] Super Family , Minggu 08 Juli 2018

S U P E R   F A M I L Y

Kejadian 25:19-26

“Dan Ishak berumur empat puluh tahun, ketika Ribka, anak Betuel, orang Aram dari Padan-Aram, saudara perempuan Laban orang Aram itu, diambilnya menjadi isterinya”

 

Ishak mengambil Ribka menjadi isterinya pada saat dia berumur 40 tahun. Namun setelah mereka menikah, ternyata Ribka mandul selama 20 tahun, dan Ishak berdoa kepada Tuhan sehingga Tuhan menjawab doa Ishak dan akhirnya Ribka mengandung dan melahirkan dua orang anak kembar yaitu Esau dan Yakub. Hal ini seperti yang terjadi pada Yabes yang hidup dalam kesakitan, namun dia berdoa kepada Tuhan dan Tuhan mendengar dan menjawab doanya.

Setelah keluarga Ishak mendapatkan Esau dan Yakub maka ada beberapa hal yang tidak rohani yang terjadi dalam keluarga Ishak yaitu :

– Adanya pilih kasih karena Ribka lebih mengasihi Yakub sedangkan Ishak lebih mengasihi Esau.

– Keduanya tumbuh dengan karakter yang buruk

– Komunikasi mereka sangat buruk

– Hubungan mereka sangat jauh karena saat Esau lapar dan minta makan, Yakub memberikannya namun dengan meminta imbalan yaitu hak kesulungan Esau (Kej 25:30-31). Hal ini membuat Esau merasa ditipu oleh Yakub sehingga Esau mau membunuhnya (Kej 25:41)

Keluarga adalah anugerah Tuhan, karena keluarga adalah tempat untuk membangun Kerajaan imamat sesuai firman Tuhan.

Hal-hal besar yang dapat dilakukan dalam keluarga seperti :

– Tempat lahirnya iman kristen, membangun iman kita bersama dengan keluarga kita.

– Firman Tuhan dibagikan dan dilakukan antar sesama anggota keluarga.

– Etika kristen dipraktekkan.

– Nilai-nilai kerajaan Allah menjadi pedoman keluarga kita.

– Perjuangan hidup karena masalah dan pergumulan hidup.

Struktur dalam keluarga:

  1.         Suami

– Kepala isteri yang menaungi seluruh keluarga (Ef 5:23) “karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.

– Mengasihi isteri (Ef 5:25) “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya”

– Mendidik anak-anak (Ef 6:4) “Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

– Bijaksana (1 Pet 3:7) “Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

– Menghormati isteri

– Memenuhi kewajibannya secara jasmani dan rohani (1 Kor 7:3) “Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya”

  1.         Isteri

– Tunduk kepada suami (Ef 5:22) “Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan”

– Mengasihi suami dan anak anak (Tit 2:4) “dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya”

– Hidup bijaksana, suci, rajin mengatur rumah dan baik hati (Tit 2:5) “hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang”

– Memenuhi kewajibannya secara jasmani dan rohani (1 Kor 7:3)

  1.         Anak-anak

– Taatilah orang tuamu (Ef 6:1) “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian”

– Hormati ayah dan ibumu (Ef 6:2) “Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting” (Amsal 20:20) “Siapa mengutuki ayah atau ibunya, pelitanya akan padam pada waktu gelap”

– Saling mengasihi dan berbagi antar saudara

Hal hal yang dapat terjadi dalam keluarga adalah:

  1. Kekerasan

– kekerasan dalam rumah tangga.

– isteri yang mengekang suami

– anak anak memberontak

  1. Tempat “fakta” akan adanya masalah, konflik, masalah ekonomi, sakit penyakit, kegagalan, kekalahan dll.
  2. Tempat penyelesaian masalah (kidung agung 2:15) “Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!”
  3. Tempat pemulihan segala sesuatu
  4. Tempat merasakan suasana sorga, keteduhan hati

Jika manajeman kehidupan keluarga tidak diurus dengan baik, maka akan menimbulkan masalah dan dukacita. Oleh karena itu marilah kita bersama sama dengan keluarga kita hidup takut akan Tuhan dan melakukan firmanNya, sehingga keluarga kita mendapatkan berkat, kebahagian jasmani dan rohani…..amin

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Stupid disciples 3

[Khotbah] STUPID DISCIPLES (3) , Minggu 01 Juli 2018

STUPID  DISCIPLES (3)

(Lukas 24:25)

“Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!”

 

Ada dua orang murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung yang bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem dan sementara berbicang-bincang, datanglah Yesus dan berbicara dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Yesus.

Hal ini membuat Yesus menegur mereka sebagai orang bodoh dan lamban.

Mengapa mereka menjadi bodoh dan lamban? Disebabkan karena mereka terlalu lama dalam tekanan dari orang Romawi, yaitu pada tahun 63 SM seorang jenderal Romawi bernama Pompey datang dan menjajah Israel, kemudian Jenderal Titus pada tahun 70 Masehi yang akhirnya menghancur

kan  dan membakar Bait Allah. Hal ini yang memunculkan karakter yang tidak baik seperti:

  1.          Segan bertanya (Mark 9:32) “Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya”
  2. Memakai pikiran manusia (Mat 16:23) “Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”
  3. Tidak paham (Mark 7:18) “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya”
  4. Hati yang lamban (Luk 24:25)  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!”

Lamban dalam bhs Inggris: Dull artinya bodoh,tumpul.

Mengapa hati mereka lamban? Karena ada sesuatu yaitu selubung yang menghalangi mata mereka (Luk 24:16) “Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia”

Apa akibatnya jika selubung dimata kita masih ada?

  1.     Tidak akan melihat mujisat

Orang yang seperti ini akan menjalani hidup kerohaniannya dengan sebuah rutinitas, monoton dan stagnan. Hal ini yang terjadi pada orang Israel yang hidup diantara Perjanjian lama dan Perjanjian baru. Mereka hidup dalam masa kegelapan (The darkness era/silent ages) selama 400 tahun. Hal ini mengakibatkan mereka berbicara kurang ajar kepada Tuhan dengan berkata “sia-sialah beribadah kepada Tuhan, dan tidak ada untungnya melakukan firman Tuhan” (Mal 3:13-14). Orang seperti ini tidak akan mengalami mujisat dalam hidupnya.

Ingat bahwa tahun 2018 ini adalah tahun The New Beginning, permulaan yang baru dimana mujisat yang tidak lazim harus menjadi bagian hidup kita.

  1.     Tidak dapat melihat buah orang lain

Orang yang memiliki selubung dimatanya, akan selalu melihat kesalahan orang lain, kelemahan orang lain, kekurangan orang lain dll. (Mat 7:3-5) “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui”

(Yoh 9:1-2) “Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?”. Roh farisi adalah roh yang suka melihat kelemahan orang lain, suka menghakimi, suka mencari kesalahan orang lain. Jangan selalu melihat kekurangan dan kelemahan orang lain, tapi lihatlah kebaikan, kelebihan dan kekuatan orang lain. Ingatlah bahwa kita juga memiliki kekurangan.

  1.     Tidak melihat karya Tuhan dalam hidupnya sendiri

Orang seperti ini seringkali tidak suka bersyukur, suka mengeluh, bersungut-sungut dalam hidupnya. Lupa akan semua pertolongan dan kebaikan Tuhan. Renungkanlah apa yang Tuhan telah kerjakan dalam hidup kita dimasa yang lalu, bukankah semua yang ada dalam hidup kita disebabkan karena kebaikan dan kemurahan Tuhan dalam hidup kita?

  1.     Hidup dalam ketakutan dan trauma

Orang yang ada selubung dimatanya, adalah orang yang hidup dalam ketakutan, keraguan, kuatir, trauma dll sehingga dampaknya adalah sulit bertindak secara rohani, sulit untuk melayani Tuhan dan sesama.

Apa yang Tuhan Yesus lakukan setelah Dia menegor atas kelambanan hati mereka? Tuhan Yesus masuk kerumah mereka lalu duduk makan bersama dengan mereka.

(Luk 24:30) “Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka”

Saat Tuhan Yesus duduk makan bersama dengan mereka, maka mata mereka terbuka karena melihat Yesus melakukan hal yang biasa Dia lakukan yaitu mengucap berkat, memecahkan roti dan memberikannya kepada mereka. Hal ini membuat mereka teringat akan gaya Yesus yang pernah memberi makan 5000 orang dan 4000 orang. Dia mengucap syukur dan memecahkan roti.

Cara Tuhan Yesus dalam menghadapi berkat yaitu:

– duduk berkelompok yaitu gambaran tentang langkah iman.

– mengambil roti dan ikan, artinya menghargai korban yang telah diberikan

oleh seorang anak kecil.

– mengucap syukur sekalipun hanya sedikit.

– memecah artinya mengajar mereka jangan serakah, saling berbagi.

– memberikan yaitu melepaskan sesuatu, menunjukkan kemurahan hati.

Akhirnya mata rohani mereka terbuka, dan selubung dimata mereka diangkat. Akhirnya mereka kemudian kembali ke Yerusalem dan bersaksi kepada banyak orang bahwa Tuhan Yesus telah bangkit dari kematian.

Jika selubung dimata kita diangkat, maka kita akan menjadi orang yang dapat melihat kemuliaan Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak

orang….amin.

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Stupid disciples 2

[Khotbah] STUPID DISCIPLES (2) , Minggu 24 Juni 2018

STUPID  DISCIPLES (2)

 (Lukas 24:25)

“Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!”

 

Ada dua orang murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung yang bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem dan sementara berbicang-bincang, datanglah Yesus dan berbicara dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Yesus.

Hal ini membuat Yesus menegur mereka sebagai orang bodoh dan lamban.

Mengapa mereka menjadi bodoh dan lamban? Disebabkan karena mereka terlalu lama dalam tekanan dari orang Romawi, yaitu pada tahun 63 SM seorang jenderal Romawi bernama Pompey datang dan menjajah Israel, kemudian Jenderal Titus pada tahun 70 Masehi yang akhirnya menghancur

kan  dan membakar Bait Allah. Hal ini yang memunculkan karakter yang tidak baik seperti:

  1.          Segan bertanya (Mark 9:32) “Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya”
  2. Memakai pikiran manusia (Mat 16:23) “Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”
  3. Tidak paham (Mark 7:18) “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya”

Murid-murid Yesus tidak memahami dan tidak mengerti akan kehendak Tuhan.

Ada beberapa alasan orang tidak mengerti kehendak Tuhan yaitu:

  1. Kanak-kanak rohani

Banyak orang kristen yang bertingkah seperti kanak-kanak dalam rohani, padahal Tuhan mau agar kita bertumbuh dan menjadi orang yang dewasa rohani. Kanak-kanak rohani tidak akan pernah mengerti kehendak Tuhan dalam hidupnya. Orang yang dewasa rohani tidak mudah diombang-ambingkan oleh pengajaran sesat.

Bagi orang kristen kanak-kanak, itu dapat disamakan dengan anak kecil yang baru disapih dan cerai susu dari ibunya (Yes 28:9)

  1. Doktrin keliru

Orang tidak mengerti akan firman Tuhan disebabkan karena doktrin/ajaran yang salah yang diterimanya. Oleh karena itu kita perlu memberikan pendidikan sejak dini bagi anak-anak kita misalnya tentang etika kristen, pengetahuan akan firman Tuhan dan menjadi pelaku firman.

(Kis 22:3) “Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini”

Saulus diisi dengan doktrin yang sesat sehingga dia melakukan apa yang jahat dan menentang kebenaran firman Tuhan.

Diakhir zaman ini, banyak sekali pengajaran/doktrin yang salah dan menyesatkan, jika kita tidak berhati-hati, maka kita akan disesatkan dan terhilang.

  1. Tidak percaya (Mat 16:8) “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Hai orang-orang yang kurang percaya!

jika kita tidak percaya, maka kita tidak akan pernah mengerti jalan pikiran Tuhan.

Orang yang tidak percaya,  pasti tidak akan bisa mengerti jalan Tuhan.

  1. Batin yang cemar oleh dunia (Mat 16:6) “Yesus berkata kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.”

Apa itu ragi orang farisi? Perkataan yang jahat, fitnah, provokasi dll.

Jangan biarkan batin/hidup kita tercemar oleh dunia ini, oleh karena itu kita harus menjaga hati dengan segala kewaspadaan.

Apakah jalan keluarnya jika kita tidak mengerti kehendak Tuhan?

  1. Membuang kedurhakaan (Yeh 18:31) “Buangkanlah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku dan perbaharuilah hatimu dan rohmu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?”

Dalam bhs Ibrani “Peh-shah” dalam bhs Inggris  “transgression” artinya pelanggaran, “rebellion” artinya pemberontakan.

Kedurhakaan adalah pelanggaran akan firman Tuhan dan pemberontakan kepada Allah.

  1. Mintalah air jernih (Yeh 36:25) “Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu”

Arti air jernih yaitu tanda kelahiran kembali (Yoh 3:4), air kehidupan yaitu Roh Kudus (Yoh 7:37-39) “Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!”

Baptisan air merupakan tanda kelahiran baru, dan urapan Roh Kudus adalah air yang menguduskan hidup kita.

  1. Mintalah hati yang baru (Yeh 36:26) “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat”

Hati yang baru adalah hati yang taat dan mengasihi Tuhan….amin.

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Stupid disciples1

[Khotbah] STUPID DISCIPLES (1) , Minggu 17 Juni 2018

STUPID  DISCIPLES (1)

 (Lukas 24:25)

“Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!”

 

Ada dua orang murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung yang bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem dan sementara berbicang-bincang, datanglah Yesus dan berbicara dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Yesus.

Hal ini membuat Yesus menegur mereka sebagai orang bodoh dan lamban.

Mengapa mereka menjadi bodoh dan lamban? Disebabkan karena mereka terlalu lama dalam tekanan dari orang Romawi, yaitu pada tahun 63 SM seorang jenderal Romawi bernama Pompey datang dan menjajah Israel, kemudian Jenderal Titus pada tahun 70 Masehi yang akhirnya menghancur

kan  dan membakar Bait Allah. Hal ini yang memunculkan karakter yang tidak baik seperti:

  1.         Segan bertanya

Mereka takut bertanya pada Tuhan Yesus padahal mereka tidak mengerti tentang perkataan Yesus yang mengatakan bahwa Anak Manusia akan diserahkan, dibunuh dan akan bangkit pada hari yang ketiga (Mark 9:32) “Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya”

Ini adalah indikasi dari orang bodoh yaitu:

– Tidak tahu tapi segan bertanya

– Senang tinggal dalam kebodohan

– Tidak melakukan firman Tuhan

Murid-murid ini adalah orang yang telah dimuridkan dan menerima pengajaran dari Tuhan Yesus, namun kerohanian mereka dicela oleh Tuhan Yesus, padahal faktanya adalah orang lain menjadi takjub kepada pengajaran Yesus selama Yesus mengajar mereka. Mereka sebenarnya membutuhkan firman Tuhan untuk bekal hidup. Waktu belajar mereka sangat singkat yaitu hanya 3,5 tahun dan sebenarnya harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk belajar banyak dari Tuhan Yesus dan firmanNya. Sebagai orang percaya,kita harus belajar banyak tentang firman Tuhan sebab firman Tuhan memiliki otoritas.

(Yer 23:2)9 “Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?”

(Ibr 4:12) “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”

(Kis 6:10) “tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara.

(II Tim 3:16) “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”

Kejarlah, belajarlah, pahamilah dan lakukanlah firman Tuhan.

  1.         Memakai pikiran manusia

Mat 16:23 “Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Petrus kelihatannya sangat rohani, karena dia berpikir bahwa Allah akan meluputkan Yesus sehingga Dia tidak akan mati disalibkan. Sebenarnya Petrus memakai pikiran manusia bukan pikiran Allah.

Pikiran manusia hanyalah sebatas kepada hal duniawi dan kedagingan (Fil 3:19b) dimana pikiran mereka hanya semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

Seperti yang terjadi pada orang Israel saat berada dipadang gurun, Allah menyertai mereka dengan tiang awan dan tiang api (Kel 14:19), mereka melihat Manna setiap hari (Bil 11:9). Namun semua itu dianggap hal yang biasa saja oleh orang Israel, padahal tiang awan, tiang api dan Manna merupakan mujisat Tuhan, bukti pemeliharaan dan kasih setia Tuhan kepada mereka.

Jangan anggap biasa semua yang Tuhan berikan pada kita, karena itu semua adalah karena anugerahNya, mujisatNya.

Apakah yang dihasilkan oleh pikiran manusia?

-Ketakutan seperti yang dialami oleh Israel saat didepannya ada laut Teberau dan dibelakang mereka ada Firaun dan tentaranya yang mengejar.

– Putus asa seperti Elia yang diancam mau dibunuh oleh Izebel.

– Kebimbangan seperti Petrus saat dia sedang berjalan diatas air.

– Ketidak percayaan seperti Sara yang tertawa akan janji Tuhan tentang keturunan.

Sebagai orang percaya, marilah kita memikirkan perkara-perkara  diatas dan bukan perkara dibumi (Kol 3:2)…..amin.

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Yokhebed 4

[Khotbah] Y O K H E B E D ( 4 ) , Minggu 10 Juni 2018

Y O K H E B E D (4)

~Perempuan hebat ditanah budak~

Keluaran 2:1 “Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi; (6-19) Dan Amram mengambil Yokhebed, saudara ayahnya, menjadi isterinya, dan perempuan ini melahirkan Harun dan Musa baginya”

Pelajaran dari kehidupan Yokhebed

  1.          Beriman

(Bil 26:59) “Dan nama isteri Amram ialah Yokhebed, anak perempuan Lewi, yang dilahirkan bagi Lewi di Mesir”

Yokhebed lahir di Mesir, tapi Mesir tidak ada dalam dirinya. Hal inilah yang memperlihatkan bahwa Yokhebed adalah seorang wanita yang rohani.

  1. Melihat

(Kel 2:1-2) “lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya”

Yokhebed memiliki pandangan yang jauh kedepan atas diri Musa.

  1.          Keberanian

(Ibr 11:23) “Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja”

  1.          Berserah

(Kel 2:3) “Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan ter, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil”

  1.          Tindakannya

Tindakan Yokhebed bersifat nubuatan dengan cara membuat peti pandan, yaitu papyrus.

  1.         Melepaskan Musa

Musa adalah “milik” yang paling berharga yang dipunyai oleh Yokhebed yang harus dilepaskan. Seperti Yokhebed yang melepaskan apa yang berharga, maka kita pun juga harus melepaskan milik yang berharga dalam hidup kita.

Didalam I Raja 19:19-21 dikisahkan tentang Elisa yang sedang membajak dengan dua belas pasang lembu, dan Elia melemparkan jubahnya kepadanya. Elia melepaskan jubahnya dan melemparkannya kepada Elisa.

Apakah arti jubah yang dilemparkan oleh Elia? Pengurapan, Otoritas dan  Panggilan

Akibatnya adalah Elisa melepaskan:

– Usahanya yaitu penghasilannya

– Kedudukannya yaitu sebagai majikan atas pegawainya

– Masa depannya yaitu sumber penghasilannya

– Keluarganya yaitu ayah dan ibunya

Dan apakah yang didapat oleh Elisa? Elisa menjadi pelayan Elia.

Hal ini juga yang terjadi kepada Zakheus yang berjumpa dengan Tuhan Yesus secara pribadi (Luk 19:1-10). Apakah akibat kehadiran Yesus didalam rumahnya?

– Tujuan hidupnya berubah

– Harta bukan lagi yang utama

– Muncul belaskasihan kepada sesama

Dan apakah yang diperoleh oleh Zakheus?

Keselamatan bagi dia dan seisi rumahnya (Luk 19:9) (I Tim 6:17) “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati”

Musa ditaruh ditempat yang tepat yaitu dimana puteri Firaun sering mandi. Karena ditaruh ditempat yang tepat, maka Musa menerima keselamatan, sebab dia akhirnya diangkat sebagai anak oleh puteri Firaun. Dimanakah kita melepaskan sesuatu yang berharga dalam hidup kita? Elisa melepaskan otoritas dunia dan dia menemukan otoritas sorga.

Zakheus melepaskan harta kepada  orang miskin dan dia menjadi kaya dalam iman kepada Tuhan Yesus.

  1.         Dapat dipercaya

Kel 2:10 “Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: “Karena aku telah menariknya dari air.”

Saat itu Yokhebed yang mengasuh Musa, namun setelah anak itu menjadi besar, maka dia membawanya kembali kepada Puteri Firaun. Yokhebed dapat dipercaya oleh puteri Firaun.

Siapakah yang dapat kita percaya dalam hidup ini?

– Pemimpin (Kel 18:21) “Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang”

– Pegawai (I Sam 22:14) “Lalu Ahimelekh menjawab raja: “Tetapi siapakah di antara segala pegawaimu yang dapat dipercaya seperti Daud, apalagi ia menantu raja dan kepala para pengawalmu, dan dihormati dalam rumahmu?”

– Hamba Tuhan (I Kor 4:1-2) “Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai”

– Pasangan (isteri/suami) (I Tim 3:11) “Demikian pula isteri-isteri hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah, hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam segala hal”

Dampak bagi orang yang dapat dipercaya yaitu mendapat banyak berkat (Ams 28:20) “Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman”

Apa yang diperoleh oleh Yokhebed?

– Mendapat Musa kembali

– Mendapat upah dari istana

– Mempunyai kesempatan untuk mendidik Musa…..amin.

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Yokhebed 3

[Khotbah] Y O K H E B E D ( 3 ) , Minggu 03 Juni 2018

Y O K H E B E D (3)

~Perempuan hebat ditanah budak~

 

Keluaran 2:1 “Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi; (6-19) Dan Amram mengambil Yokhebed, saudara ayahnya, menjadi isterinya, dan perempuan ini melahirkan Harun dan Musa baginya”

Pelajaran dari kehidupan Yokhebed

  1.          Beriman

(Bil 26:59) “Dan nama isteri Amram ialah Yokhebed, anak perempuan Lewi, yang dilahirkan bagi Lewi di Mesir”

Yokhebed lahir di Mesir, tapi Mesir tidak ada dalam dirinya. Hal inilah yang memperlihatkan bahwa Yokhebed adalah seorang wanita yang rohani.

  1. Melihat

(Kel 2:1-2) “lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya”

Yokhebed memiliki pandangan yang jauh kedepan atas diri Musa.

  1.          Keberanian

(Ibr 11:23) “Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja”

  1.         Berserah

(Kel 2:3) “Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan ter, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil”

Saat Musa semakin besar, maka Yokhebed mengalami jalan buntu karena tidak bisa lagi untuk menyembunyikan Musa, sehingga dia harus membuang anaknya Musa. Yokhebed membuat sebuah peti pandan untuk menghanyutkan anak itu disungai Nil. Namun saat dia melakukan hal itu, Yokhebed berserah penuh kepada Tuhan. Seringkali kita juga mengalami jalan buntu dan kita tidak mampu untuk berbuat sesuatu dalam hidup kita, marilah berserah pada Tuhan.

Seperti juga yang dialami oleh Paulus yang sudah putus asa karena terlalu berat beban dalam pelayanannya namun dia tetap berserah pada Tuhan (II Kor 1:8-9).

Bagaimana sikap yang benar dalam menghadapi masalah?

  1. Jangan putus asa

Dengan memperkuat iman kita kepada Tuhan dengan cara membaca, mendengarkan dan mempercayai firman Tuhan.

  1. Jangan mundur

Jangan pernah mundur dari persekutuan, pelayanan, iman kita kepada Tuhan. Berjalanlah maju terus dan tetap setia memikul salib. Beranilah menghadapi tantangan hidup ini.

  1. Jangan kecewa

Jangan kecewa, takut dan ragu saat kita mengalami pergumulan hidup. Ketika ketakutan datang,maka masalah itu akan bertambah besar.

  1. Bertindak dengan benar

Jangan sampai kita salah mengambil keputusan sehingga kita salah bertindak. Jangan pernah berhenti untuk berusaha dan berjuang.

  1. Lihatlah pertolongan Tuhan dimasa lalu

Percayalah pada Tuhan, jika Dia sudah menolong kita dimasa lalu, maka kita pasti akan menerima pertolongan Tuhan dimasa sekarang ini.

  1. Mintalah nasihat

Datanglah kepada hamba Tuhan untuk meminta nasihat sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Ingatlah bahwa firman Tuhan adalah penasihat sejati yang mampu memberikan jalan keluar untuk masalah yang kita hadapi.

  1. Mintalah urapan baru

Saat urapan Allah itu turun atas kita, maka kita akan kuat untuk menghadapi masalah itu, dan urapan itu yang membuat kita memiliki iman.

Dalam Kisah rasul 1:8 dikatakan bahwa kita akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun atas kita.

  1.         Tindakannya

Tindakan Yokhebed bersifat nubuatan dengan cara membuat peti pandan, yaitu papyrus. Yokhebed membuat peti seperti kapal untuk penyelamatan Musa. Hal ini seperti bahtera Nuh yang dibangun untuk maksud penyelamatan. Juga seperti orang Majus yang membawa persembahannya yaitu emas, kemenyan dan mur. Bahwa persembahan mereka adalah berupa tindakan nubuatan bagi Tuhan Yesus saat didunia ini.

Sebagai orang percaya, marilah kita bertindak benar sesuai dengan firman Tuhan, bahkan tindakan yang bersifat nubuatan….amin

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Pentakosta

[Khotbah] Pentakosta, Minggu 27 Mei 2018

P E N T A K O S T A

Kisah rasul 2:1-13

“Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk”

 

Kata Pentakosta dalam bahasa Ibrani yaitu Shavuot dan dalam bahasa Yunani yaitu Pen-tay-kos-tay yang artinya hari ke 50.

Pada jaman PL, hari raya Pentakosta adalah hari perayaan panen raya dan awal dari musim ketika buah pertama dipersembahkan.

Pada hari Pentakosta semua orang Yahudi yang tersebar disegala penjuru dunia, datang ke Yerusalem untuk merayakan Shavuot atau festival panen raya dan hari itu merupakan hari pertemuan kudus (Imamat 23:15-21).

Pentakosta pada jaman PB adalah hari pencurahan Roh Kudus yaitu saat 120 orang murid Tuhan menantikan janji Bapa yaitu pencurahan Roh Kudus, sebab Tuhan Yesus telah berjanji pada mereka untuk membaptis mereka dengan Roh Kudus (Kisah rasul 1:5)

Dalam Matius 28:19-20, Tuhan Yesus menyuruh mereka pergi, namun di Kisah rasul 1:4 Tuhan Yesus melarang mereka untuk meninggalkan Yerusalem, mengapa?

Jawabannya yaitu karena mereka belum dibaptis Roh Kudus dan dipenuhi dengan kuasa Roh Kudus.

Ada beberapa dampak Pentakosta bagi murid Tuhan Yesus, yaitu:

  1.         Keberanian (Kisah rasul 2:14-15)

Sebelumnya mereka adalah orang-orang yang sedang mengalami ketakutan yang luar biasa karena setelah kematian Yesus, mereka adalah orang-orang yang dicari-cari oleh para ahli Taurat dan orang Farisi. Namun setelah mereka menerima kuasa Roh Kudus, maka mereka menjadi orang yang penuh keberanian dan lepas dari ketakutan dan intimidasi.

Kisah 4:13 “Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus”

Banyak orang yang ketakutan akan masa depan, jodoh, pekerjaan, bisnis, rumah tangga , sakit penyakit dll. Tetapi orang yang menerima pengurapan Roh Kudus adalah orang yang lepas dari ketakutan dan intimidasi. Ketakutan itu manusiawi, sebab Yesus saja pernah mengalami ketakutan saat berada ditaman Getsemani, tapi jangan biarkan ketakutan menguasai kita.

  1.         Memberitakan Injil / firman Tuhan (Kisah rasul 2:22-24)

Setelah mereka menerima pengurapan Roh Kudus, maka mereka memberitakan Injil tentang Yesus kepada semua orang. Bahkan mereka memberitakan firman Tuhan dengan penuh keberanian (Kisah rasul 4:31).

Orang yang telah menerima pengurapan Roh Kudus pasti memiliki kerinduan untuk memberitakan Injil kerajaan sorga kepada orang lain.

Ada perbedaan yang sangat besar, antara orang yang memberitakan Injil tanpa urapan Roh Kudus, dan orang yang memberitakan Injil dengan urapan kuasa Roh Kudus. Iblis juga tahu akan firman Tuhan, dan dia juga bisa mengucapkan firman Tuhan, namun tidak disertai dengan kuasa. Hal ini dapat kita lihat dalam peristiwa Yesus dicobai oleh iblis.

Mat 4:6 lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”

Pastikan para pengkotbah baik itu di cool, YC, WBI, Ibadah Raya dll adalah pengkotbah yang senantiasa menerima pengurapan Roh Kudus.

  1.         Membawa jiwa (Kisah rasul 2:41)

Ada 3000 jiwa yang bertobat dan percaya pada Tuhan Yesus.

Pengurapan Roh Kudus tujuannya agar kita membawa jiwa-jiwa pada Tuhan, agar mereka diselamatkan dan dipulihkan Tuhan.

Orientasinya Allah adalah jiwa-jiwa agar dapat diselamatkan.

Jika kita telah menerima baptisan Roh Kudus maka kita harus memiliki kerinduan untuk membawa jiwa-jiwa yang tersesat datang pada Tuhan Yesus. Masih banyak keluarga dan teman kita yang belum percaya pada Tuhan Yesus, mari bawa mereka pada Tuhan Yesus.

Kita harus memiliki hati seperti hati Yesus yang sangat mengasihi manusia.

  1.         Mengadakan tanda-tanda mujisat (Kisah rasul 2:43)

Akibat pencurahan Roh Kudus adalah mereka diberi kuasa untuk mengadakan tanda-tanda mujisat yang heran. Mereka mendoakan orang sakit, mengusir setan, memiliki karunia marifat, mengimpartasikan kuasa Roh Kudus, menumpangkan tangan pada orang lain sehingga menerima baptisan Roh Kudus dll. Semua hal itu tidak mungkin dilakukan tanpa kuasa Roh Kudus.

Dalam Kisah 5:12 “Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak. Semua orang percaya selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat”

Tahun ini kita harus mengalami mujisat yang tidak lasim, dan juga dapat mengimpartasikan kuasa Roh Kudus kepada orang lain.

  1.         Multiplikasi (Kisah rasul 2:47)

Dari 3000 orang yang percaya, terjadi pelipat gandaan jiwa-jiwa yang percaya, bahkan semakin hari semakin banyak.

Kisah rasul 5:14 “Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan”

Hal ini memperlihatkan multiplikasi jiwa-jiwa. Tuhan mau kita juga mengalami multiplikasi atau pelipat gandaan bukan hanya dalam hal rohani tapi juga jasmani seperti pekerjaan, bisnis, studi, usaha dll.

Semua itu hanya bisa terjadi jika kita dipenuhi dengan kuasa Roh Kudus.

 

Dalam Kisah rasul 2:17 “Akan terjadi pada hari-hari terakhir–demikianlah firman Allah–bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi”

Hari terakhir….itu adalah hari ini….saat ini adalah waktu dimana Roh Kudus dicurahkan sepenuhnya bagi kita…..amin.

 

Oleh Pdt Aris Andrijanto SE,MA

Yokhebed2

[Khotbah] Yokhebed (2), Minggu 20 Mei 2018

Y O K H E B E D (2)

~Perempuan hebat ditanah budak~

 

Keluaran 2:1 “Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi; (6-19) Dan Amram mengambil Yokhebed, saudara ayahnya, menjadi isterinya, dan perempuan ini melahirkan Harun dan Musa baginya”

 

Pelajaran dari kehidupan Yokhebed

  1.          Beriman

(Bil26:59) “Dan nama isteri Amram ialah Yokhebed, anak perempuan Lewi, yang dilahirkan bagi Lewi di Mesir”

Hal inilah yang memperlihatkan bahwa Yokhebed adalah seorang wanita yang rohani.

  1.          Melihat

(Kel 2:1-2) “lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya”

Yokhebed memiliki pandangan yang jauh kedepan atas diri Musa.

  1.         Keberanian

(Ibr 11:23) “Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja

Yokhebed sangat berani untuk melawan perintah Firaun bahwa semua anak laki-laki yang lahir bagi orang Ibrani dilemparkan ke dalam sungai Nil.

Yokhebed menyembunyikan Musa selama 3 bulan. Sebagai orang percaya, kita juga harus memiliki keberanian seperti Yokhebed, yaitu pada saat :

  1. Menghadapi musuh

Dalam Alkitab dikisahkan tentang seorang yang bernama Gideon (Hak 7:11) siapakah Gideon? orang yang memiliki mental yang lemah, seorang penakut karena mengirik gandum di tempat pemerasan anggur, sukunya yaitu Manasye adalah yang terkecil diantara suku-suku Israel, seorang anak bungsu yang masih muda.

Tapi akhirnya dia menjadi seorang pemberani dan pahlawan yang gagah perkasa, saat malaikat Allah datang kepadanya dan mengangkat dia menjadi hakim Israel. Sebelum Gideon mengalahkan musuh-musuh Israel, maka Tuhan mengijinkan dia untuk mendengar mimpi dari musuhnya yaitu orang Midian dan Amalek. Hal itulah yang membuat Gideon berani untuk menghadapi musuh-musuhnya.

Musuh itu ada disekitar kita, yaitu yang datang dari dalam diri kita seperti kesombongan, kepahitan, ketakutan dll. Sedangkan musuh dari luar kita seperti roh jahat, intimidasi, masalah dll. Tuhan mau agar kita berani untuk menghadapi semua musuh-musuh kita.

  1. Menghadapi tantangan hidup

Daud adalah orang yang berani menghadapi tantangan hidup yang digambarkan sebagai tembok-tembok didepannya. (II Sam 22:30) “Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dengan Allahku aku berani melompati tembok”

Tembok-tembok itu yaitu kegagalan, ketakutan, masalah dll.

Prinsip Daud dalam menghadapi tantangan hidup yaitu:

– Tidak pernah menyerah, II Sam 22:1 “Daud mengatakan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari cengkeraman Saul”

– Mengandalkan Tuhan, II Sam 22:7 “Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berseru. Dan Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong masuk ke telinga-Nya”

– Tidak melakukan dosa, II Sam 22:21 “TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku; Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku”

– Tetap setia pada Tuhan, II Sam 22:22 “sebab aku tetap mengikuti jalan TUHAN dan tidak menjauhkan diri dari Allahku sebagai orang fasik”

  1. Berani memberitakan firman

(Kis 4:31) “Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani”

Kita harus memiliki keberanian untuk memberitakan Injil Kerajaan sorga kepada dunia ini.

  1. Berani berkorban

(Kis 4:34-35) “Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa”

Orang percaya harus berani berkorban, yaitu berkorban waktu, tenaga, uang, harga diri dll. Seperti orang Samaria yang murah hati yang berani dan rela berkorban bagi orang lain.

  1. Berani percaya

(I Yoh 5:14) “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya”

Kita harus berani untuk percaya, bahwa doa kita pasti didengar dan dijawab oleh Tuhan Yesus….amin

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th