[Khotbah] Super Family , Minggu 08 Juli 2018
S U P E R F A M I L Y
Kejadian 25:19-26
“Dan Ishak berumur empat puluh tahun, ketika Ribka, anak Betuel, orang Aram dari Padan-Aram, saudara perempuan Laban orang Aram itu, diambilnya menjadi isterinya”
Ishak mengambil Ribka menjadi isterinya pada saat dia berumur 40 tahun. Namun setelah mereka menikah, ternyata Ribka mandul selama 20 tahun, dan Ishak berdoa kepada Tuhan sehingga Tuhan menjawab doa Ishak dan akhirnya Ribka mengandung dan melahirkan dua orang anak kembar yaitu Esau dan Yakub. Hal ini seperti yang terjadi pada Yabes yang hidup dalam kesakitan, namun dia berdoa kepada Tuhan dan Tuhan mendengar dan menjawab doanya.
Setelah keluarga Ishak mendapatkan Esau dan Yakub maka ada beberapa hal yang tidak rohani yang terjadi dalam keluarga Ishak yaitu :
– Adanya pilih kasih karena Ribka lebih mengasihi Yakub sedangkan Ishak lebih mengasihi Esau.
– Keduanya tumbuh dengan karakter yang buruk
– Komunikasi mereka sangat buruk
– Hubungan mereka sangat jauh karena saat Esau lapar dan minta makan, Yakub memberikannya namun dengan meminta imbalan yaitu hak kesulungan Esau (Kej 25:30-31). Hal ini membuat Esau merasa ditipu oleh Yakub sehingga Esau mau membunuhnya (Kej 25:41)
Keluarga adalah anugerah Tuhan, karena keluarga adalah tempat untuk membangun Kerajaan imamat sesuai firman Tuhan.
Hal-hal besar yang dapat dilakukan dalam keluarga seperti :
– Tempat lahirnya iman kristen, membangun iman kita bersama dengan keluarga kita.
– Firman Tuhan dibagikan dan dilakukan antar sesama anggota keluarga.
– Etika kristen dipraktekkan.
– Nilai-nilai kerajaan Allah menjadi pedoman keluarga kita.
– Perjuangan hidup karena masalah dan pergumulan hidup.
Struktur dalam keluarga:
- Suami
– Kepala isteri yang menaungi seluruh keluarga (Ef 5:23) “karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
– Mengasihi isteri (Ef 5:25) “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya”
– Mendidik anak-anak (Ef 6:4) “Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.
– Bijaksana (1 Pet 3:7) “Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.
– Menghormati isteri
– Memenuhi kewajibannya secara jasmani dan rohani (1 Kor 7:3) “Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya”
- Isteri
– Tunduk kepada suami (Ef 5:22) “Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan”
– Mengasihi suami dan anak anak (Tit 2:4) “dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya”
– Hidup bijaksana, suci, rajin mengatur rumah dan baik hati (Tit 2:5) “hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang”
– Memenuhi kewajibannya secara jasmani dan rohani (1 Kor 7:3)
- Anak-anak
– Taatilah orang tuamu (Ef 6:1) “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian”
– Hormati ayah dan ibumu (Ef 6:2) “Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting” (Amsal 20:20) “Siapa mengutuki ayah atau ibunya, pelitanya akan padam pada waktu gelap”
– Saling mengasihi dan berbagi antar saudara
Hal hal yang dapat terjadi dalam keluarga adalah:
- Kekerasan
– kekerasan dalam rumah tangga.
– isteri yang mengekang suami
– anak anak memberontak
- Tempat “fakta” akan adanya masalah, konflik, masalah ekonomi, sakit penyakit, kegagalan, kekalahan dll.
- Tempat penyelesaian masalah (kidung agung 2:15) “Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!”
- Tempat pemulihan segala sesuatu
- Tempat merasakan suasana sorga, keteduhan hati
Jika manajeman kehidupan keluarga tidak diurus dengan baik, maka akan menimbulkan masalah dan dukacita. Oleh karena itu marilah kita bersama sama dengan keluarga kita hidup takut akan Tuhan dan melakukan firmanNya, sehingga keluarga kita mendapatkan berkat, kebahagian jasmani dan rohani…..amin
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th
