[Khotbah] STUPID DISCIPLES (3) , Minggu 01 Juli 2018

STUPID  DISCIPLES (3)

(Lukas 24:25)

“Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!”

 

Ada dua orang murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung yang bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem dan sementara berbicang-bincang, datanglah Yesus dan berbicara dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Yesus.

Hal ini membuat Yesus menegur mereka sebagai orang bodoh dan lamban.

Mengapa mereka menjadi bodoh dan lamban? Disebabkan karena mereka terlalu lama dalam tekanan dari orang Romawi, yaitu pada tahun 63 SM seorang jenderal Romawi bernama Pompey datang dan menjajah Israel, kemudian Jenderal Titus pada tahun 70 Masehi yang akhirnya menghancur

kan  dan membakar Bait Allah. Hal ini yang memunculkan karakter yang tidak baik seperti:

  1.          Segan bertanya (Mark 9:32) “Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya”
  2. Memakai pikiran manusia (Mat 16:23) “Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”
  3. Tidak paham (Mark 7:18) “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya”
  4. Hati yang lamban (Luk 24:25)  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!”

Lamban dalam bhs Inggris: Dull artinya bodoh,tumpul.

Mengapa hati mereka lamban? Karena ada sesuatu yaitu selubung yang menghalangi mata mereka (Luk 24:16) “Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia”

Apa akibatnya jika selubung dimata kita masih ada?

  1.     Tidak akan melihat mujisat

Orang yang seperti ini akan menjalani hidup kerohaniannya dengan sebuah rutinitas, monoton dan stagnan. Hal ini yang terjadi pada orang Israel yang hidup diantara Perjanjian lama dan Perjanjian baru. Mereka hidup dalam masa kegelapan (The darkness era/silent ages) selama 400 tahun. Hal ini mengakibatkan mereka berbicara kurang ajar kepada Tuhan dengan berkata “sia-sialah beribadah kepada Tuhan, dan tidak ada untungnya melakukan firman Tuhan” (Mal 3:13-14). Orang seperti ini tidak akan mengalami mujisat dalam hidupnya.

Ingat bahwa tahun 2018 ini adalah tahun The New Beginning, permulaan yang baru dimana mujisat yang tidak lazim harus menjadi bagian hidup kita.

  1.     Tidak dapat melihat buah orang lain

Orang yang memiliki selubung dimatanya, akan selalu melihat kesalahan orang lain, kelemahan orang lain, kekurangan orang lain dll. (Mat 7:3-5) “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui”

(Yoh 9:1-2) “Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?”. Roh farisi adalah roh yang suka melihat kelemahan orang lain, suka menghakimi, suka mencari kesalahan orang lain. Jangan selalu melihat kekurangan dan kelemahan orang lain, tapi lihatlah kebaikan, kelebihan dan kekuatan orang lain. Ingatlah bahwa kita juga memiliki kekurangan.

  1.     Tidak melihat karya Tuhan dalam hidupnya sendiri

Orang seperti ini seringkali tidak suka bersyukur, suka mengeluh, bersungut-sungut dalam hidupnya. Lupa akan semua pertolongan dan kebaikan Tuhan. Renungkanlah apa yang Tuhan telah kerjakan dalam hidup kita dimasa yang lalu, bukankah semua yang ada dalam hidup kita disebabkan karena kebaikan dan kemurahan Tuhan dalam hidup kita?

  1.     Hidup dalam ketakutan dan trauma

Orang yang ada selubung dimatanya, adalah orang yang hidup dalam ketakutan, keraguan, kuatir, trauma dll sehingga dampaknya adalah sulit bertindak secara rohani, sulit untuk melayani Tuhan dan sesama.

Apa yang Tuhan Yesus lakukan setelah Dia menegor atas kelambanan hati mereka? Tuhan Yesus masuk kerumah mereka lalu duduk makan bersama dengan mereka.

(Luk 24:30) “Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka”

Saat Tuhan Yesus duduk makan bersama dengan mereka, maka mata mereka terbuka karena melihat Yesus melakukan hal yang biasa Dia lakukan yaitu mengucap berkat, memecahkan roti dan memberikannya kepada mereka. Hal ini membuat mereka teringat akan gaya Yesus yang pernah memberi makan 5000 orang dan 4000 orang. Dia mengucap syukur dan memecahkan roti.

Cara Tuhan Yesus dalam menghadapi berkat yaitu:

– duduk berkelompok yaitu gambaran tentang langkah iman.

– mengambil roti dan ikan, artinya menghargai korban yang telah diberikan

oleh seorang anak kecil.

– mengucap syukur sekalipun hanya sedikit.

– memecah artinya mengajar mereka jangan serakah, saling berbagi.

– memberikan yaitu melepaskan sesuatu, menunjukkan kemurahan hati.

Akhirnya mata rohani mereka terbuka, dan selubung dimata mereka diangkat. Akhirnya mereka kemudian kembali ke Yerusalem dan bersaksi kepada banyak orang bahwa Tuhan Yesus telah bangkit dari kematian.

Jika selubung dimata kita diangkat, maka kita akan menjadi orang yang dapat melihat kemuliaan Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak

orang….amin.

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th