[Khotbah] Y O K H E B E D ( 3 ) , Minggu 03 Juni 2018

Y O K H E B E D (3)

~Perempuan hebat ditanah budak~

 

Keluaran 2:1 “Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi; (6-19) Dan Amram mengambil Yokhebed, saudara ayahnya, menjadi isterinya, dan perempuan ini melahirkan Harun dan Musa baginya”

Pelajaran dari kehidupan Yokhebed

  1.          Beriman

(Bil 26:59) “Dan nama isteri Amram ialah Yokhebed, anak perempuan Lewi, yang dilahirkan bagi Lewi di Mesir”

Yokhebed lahir di Mesir, tapi Mesir tidak ada dalam dirinya. Hal inilah yang memperlihatkan bahwa Yokhebed adalah seorang wanita yang rohani.

  1. Melihat

(Kel 2:1-2) “lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya”

Yokhebed memiliki pandangan yang jauh kedepan atas diri Musa.

  1.          Keberanian

(Ibr 11:23) “Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja”

  1.         Berserah

(Kel 2:3) “Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan ter, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil”

Saat Musa semakin besar, maka Yokhebed mengalami jalan buntu karena tidak bisa lagi untuk menyembunyikan Musa, sehingga dia harus membuang anaknya Musa. Yokhebed membuat sebuah peti pandan untuk menghanyutkan anak itu disungai Nil. Namun saat dia melakukan hal itu, Yokhebed berserah penuh kepada Tuhan. Seringkali kita juga mengalami jalan buntu dan kita tidak mampu untuk berbuat sesuatu dalam hidup kita, marilah berserah pada Tuhan.

Seperti juga yang dialami oleh Paulus yang sudah putus asa karena terlalu berat beban dalam pelayanannya namun dia tetap berserah pada Tuhan (II Kor 1:8-9).

Bagaimana sikap yang benar dalam menghadapi masalah?

  1. Jangan putus asa

Dengan memperkuat iman kita kepada Tuhan dengan cara membaca, mendengarkan dan mempercayai firman Tuhan.

  1. Jangan mundur

Jangan pernah mundur dari persekutuan, pelayanan, iman kita kepada Tuhan. Berjalanlah maju terus dan tetap setia memikul salib. Beranilah menghadapi tantangan hidup ini.

  1. Jangan kecewa

Jangan kecewa, takut dan ragu saat kita mengalami pergumulan hidup. Ketika ketakutan datang,maka masalah itu akan bertambah besar.

  1. Bertindak dengan benar

Jangan sampai kita salah mengambil keputusan sehingga kita salah bertindak. Jangan pernah berhenti untuk berusaha dan berjuang.

  1. Lihatlah pertolongan Tuhan dimasa lalu

Percayalah pada Tuhan, jika Dia sudah menolong kita dimasa lalu, maka kita pasti akan menerima pertolongan Tuhan dimasa sekarang ini.

  1. Mintalah nasihat

Datanglah kepada hamba Tuhan untuk meminta nasihat sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Ingatlah bahwa firman Tuhan adalah penasihat sejati yang mampu memberikan jalan keluar untuk masalah yang kita hadapi.

  1. Mintalah urapan baru

Saat urapan Allah itu turun atas kita, maka kita akan kuat untuk menghadapi masalah itu, dan urapan itu yang membuat kita memiliki iman.

Dalam Kisah rasul 1:8 dikatakan bahwa kita akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun atas kita.

  1.         Tindakannya

Tindakan Yokhebed bersifat nubuatan dengan cara membuat peti pandan, yaitu papyrus. Yokhebed membuat peti seperti kapal untuk penyelamatan Musa. Hal ini seperti bahtera Nuh yang dibangun untuk maksud penyelamatan. Juga seperti orang Majus yang membawa persembahannya yaitu emas, kemenyan dan mur. Bahwa persembahan mereka adalah berupa tindakan nubuatan bagi Tuhan Yesus saat didunia ini.

Sebagai orang percaya, marilah kita bertindak benar sesuai dengan firman Tuhan, bahkan tindakan yang bersifat nubuatan….amin

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th