[Khotbah] STUPID DISCIPLES (2) , Minggu 24 Juni 2018

STUPID  DISCIPLES (2)

 (Lukas 24:25)

“Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!”

 

Ada dua orang murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung yang bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem dan sementara berbicang-bincang, datanglah Yesus dan berbicara dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Yesus.

Hal ini membuat Yesus menegur mereka sebagai orang bodoh dan lamban.

Mengapa mereka menjadi bodoh dan lamban? Disebabkan karena mereka terlalu lama dalam tekanan dari orang Romawi, yaitu pada tahun 63 SM seorang jenderal Romawi bernama Pompey datang dan menjajah Israel, kemudian Jenderal Titus pada tahun 70 Masehi yang akhirnya menghancur

kan  dan membakar Bait Allah. Hal ini yang memunculkan karakter yang tidak baik seperti:

  1.          Segan bertanya (Mark 9:32) “Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya”
  2. Memakai pikiran manusia (Mat 16:23) “Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”
  3. Tidak paham (Mark 7:18) “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya”

Murid-murid Yesus tidak memahami dan tidak mengerti akan kehendak Tuhan.

Ada beberapa alasan orang tidak mengerti kehendak Tuhan yaitu:

  1. Kanak-kanak rohani

Banyak orang kristen yang bertingkah seperti kanak-kanak dalam rohani, padahal Tuhan mau agar kita bertumbuh dan menjadi orang yang dewasa rohani. Kanak-kanak rohani tidak akan pernah mengerti kehendak Tuhan dalam hidupnya. Orang yang dewasa rohani tidak mudah diombang-ambingkan oleh pengajaran sesat.

Bagi orang kristen kanak-kanak, itu dapat disamakan dengan anak kecil yang baru disapih dan cerai susu dari ibunya (Yes 28:9)

  1. Doktrin keliru

Orang tidak mengerti akan firman Tuhan disebabkan karena doktrin/ajaran yang salah yang diterimanya. Oleh karena itu kita perlu memberikan pendidikan sejak dini bagi anak-anak kita misalnya tentang etika kristen, pengetahuan akan firman Tuhan dan menjadi pelaku firman.

(Kis 22:3) “Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini”

Saulus diisi dengan doktrin yang sesat sehingga dia melakukan apa yang jahat dan menentang kebenaran firman Tuhan.

Diakhir zaman ini, banyak sekali pengajaran/doktrin yang salah dan menyesatkan, jika kita tidak berhati-hati, maka kita akan disesatkan dan terhilang.

  1. Tidak percaya (Mat 16:8) “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Hai orang-orang yang kurang percaya!

jika kita tidak percaya, maka kita tidak akan pernah mengerti jalan pikiran Tuhan.

Orang yang tidak percaya,  pasti tidak akan bisa mengerti jalan Tuhan.

  1. Batin yang cemar oleh dunia (Mat 16:6) “Yesus berkata kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.”

Apa itu ragi orang farisi? Perkataan yang jahat, fitnah, provokasi dll.

Jangan biarkan batin/hidup kita tercemar oleh dunia ini, oleh karena itu kita harus menjaga hati dengan segala kewaspadaan.

Apakah jalan keluarnya jika kita tidak mengerti kehendak Tuhan?

  1. Membuang kedurhakaan (Yeh 18:31) “Buangkanlah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku dan perbaharuilah hatimu dan rohmu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?”

Dalam bhs Ibrani “Peh-shah” dalam bhs Inggris  “transgression” artinya pelanggaran, “rebellion” artinya pemberontakan.

Kedurhakaan adalah pelanggaran akan firman Tuhan dan pemberontakan kepada Allah.

  1. Mintalah air jernih (Yeh 36:25) “Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu”

Arti air jernih yaitu tanda kelahiran kembali (Yoh 3:4), air kehidupan yaitu Roh Kudus (Yoh 7:37-39) “Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!”

Baptisan air merupakan tanda kelahiran baru, dan urapan Roh Kudus adalah air yang menguduskan hidup kita.

  1. Mintalah hati yang baru (Yeh 36:26) “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat”

Hati yang baru adalah hati yang taat dan mengasihi Tuhan….amin.

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th