[Khotbah] Yokhebed (2), Minggu 20 Mei 2018
Y O K H E B E D (2)
~Perempuan hebat ditanah budak~
Keluaran 2:1 “Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi; (6-19) Dan Amram mengambil Yokhebed, saudara ayahnya, menjadi isterinya, dan perempuan ini melahirkan Harun dan Musa baginya”
Pelajaran dari kehidupan Yokhebed
- Beriman
(Bil26:59) “Dan nama isteri Amram ialah Yokhebed, anak perempuan Lewi, yang dilahirkan bagi Lewi di Mesir”
Hal inilah yang memperlihatkan bahwa Yokhebed adalah seorang wanita yang rohani.
- Melihat
(Kel 2:1-2) “lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya”
Yokhebed memiliki pandangan yang jauh kedepan atas diri Musa.
- Keberanian
(Ibr 11:23) “Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja“
Yokhebed sangat berani untuk melawan perintah Firaun bahwa semua anak laki-laki yang lahir bagi orang Ibrani dilemparkan ke dalam sungai Nil.
Yokhebed menyembunyikan Musa selama 3 bulan. Sebagai orang percaya, kita juga harus memiliki keberanian seperti Yokhebed, yaitu pada saat :
- Menghadapi musuh
Dalam Alkitab dikisahkan tentang seorang yang bernama Gideon (Hak 7:11) siapakah Gideon? orang yang memiliki mental yang lemah, seorang penakut karena mengirik gandum di tempat pemerasan anggur, sukunya yaitu Manasye adalah yang terkecil diantara suku-suku Israel, seorang anak bungsu yang masih muda.
Tapi akhirnya dia menjadi seorang pemberani dan pahlawan yang gagah perkasa, saat malaikat Allah datang kepadanya dan mengangkat dia menjadi hakim Israel. Sebelum Gideon mengalahkan musuh-musuh Israel, maka Tuhan mengijinkan dia untuk mendengar mimpi dari musuhnya yaitu orang Midian dan Amalek. Hal itulah yang membuat Gideon berani untuk menghadapi musuh-musuhnya.
Musuh itu ada disekitar kita, yaitu yang datang dari dalam diri kita seperti kesombongan, kepahitan, ketakutan dll. Sedangkan musuh dari luar kita seperti roh jahat, intimidasi, masalah dll. Tuhan mau agar kita berani untuk menghadapi semua musuh-musuh kita.
- Menghadapi tantangan hidup
Daud adalah orang yang berani menghadapi tantangan hidup yang digambarkan sebagai tembok-tembok didepannya. (II Sam 22:30) “Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dengan Allahku aku berani melompati tembok”
Tembok-tembok itu yaitu kegagalan, ketakutan, masalah dll.
Prinsip Daud dalam menghadapi tantangan hidup yaitu:
– Tidak pernah menyerah, II Sam 22:1 “Daud mengatakan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari cengkeraman Saul”
– Mengandalkan Tuhan, II Sam 22:7 “Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berseru. Dan Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong masuk ke telinga-Nya”
– Tidak melakukan dosa, II Sam 22:21 “TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku; Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku”
– Tetap setia pada Tuhan, II Sam 22:22 “sebab aku tetap mengikuti jalan TUHAN dan tidak menjauhkan diri dari Allahku sebagai orang fasik”
- Berani memberitakan firman
(Kis 4:31) “Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani”
Kita harus memiliki keberanian untuk memberitakan Injil Kerajaan sorga kepada dunia ini.
- Berani berkorban
(Kis 4:34-35) “Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa”
Orang percaya harus berani berkorban, yaitu berkorban waktu, tenaga, uang, harga diri dll. Seperti orang Samaria yang murah hati yang berani dan rela berkorban bagi orang lain.
- Berani percaya
(I Yoh 5:14) “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya”
Kita harus berani untuk percaya, bahwa doa kita pasti didengar dan dijawab oleh Tuhan Yesus….amin
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th
