[Khotbah] Iman Yang Radikal , Minggu 15 Juli 2018
IMAN YANG RADIKAL
Matius 15:21-28
“Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.”
Alkitab menceritakan tentang perjalanan Yesus dan murid-muridNya kedaerah Tirus dan Sidon, dan tiba-tiba datanglah seorang perempuan Kanaan (Sirofenisia) yang berseru memohon pada Tuhan agar menyembuhkan anaknya yang sakit.
Siapakah bangsa Kanaan? (Kej 9:25) berkatalah ia: “Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya.”
Bangsa Kanaan adalah bangsa yang dikutuk oleh bapanya.
Jadi perempuan ini adalah keturunan orang yang dikutuk. Walaupun demikian dia berani datang pada Tuhan Yesus untuk meminta belas kasihan Tuhan.
Hari ini mungkin kita tidak kerasukan setan seperti yang dialami anak perempuan Kanaan ini, tapi bisa kerasukan dengan setan judi, minuman keras, perzinahan, kesombongan dll.
Saat perempuan Kanaan itu berseru pada Tuhan Yesus, namun Tuhan Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Bahkan murid-muridNya menyuruh untuk mengusir perempuan itu, karena mereka tahu bahwa perempuan ini bukan orang Israel.
Sebenarnya kita semua adalah orang yang terkutuk karena bukan bangsa pilihan Tuhan, namun kita menerima keselamatan dari Tuhan Yesus, dan semua itu karena anugerahNya.
Oleh karena anugerahNya yang besar dalam hidup kita, maka kita harus menguacap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan padaNya dengan hormat dan takut akan Tuhan (Ibr 12:28).
Cara berkenan pada Tuhan yaitu (Yak 1:27) “Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia”.
Hal ini berbicara tentang memberi dan menjadi berkat bagi orang lain yang kesusahan. Pada akhir zaman semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing. Dan berkata sesungguhnya segala sesuatu yang kita lakukan untuk orang lain yang paling hina ini, kita telah melakukannya untuk Tuhan.
Apa yang dikatakan Yesus kepada perempuan itu? “Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”
Namun perempuan Kanaan itu berkata “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”
Ini adalah bukti kerendahan hati dan pengakuan dihadapan Tuhan.
Bukan hanya itu, perempuan Kanaan ini menyatakan imannya kepada Tuhan Yesus; inilah yang disebut Iman Yang Radikal sekalipun berseru dan tidak dijawab bahkan dikatakan anjing oleh Tuhan serta murid-muridNya mengusirnya ia tetap mendekat menaruh iman dan pengharapannya kepada Tuhan.
Oleh Pdt Sonny Liando S.Th
