TahunKelahiranBaru(4)

[Khotbah] The Year OF New Birth(4), Minggu 17 Februari 2019

                                      THE  YEAR  OF  NEW BIRTH (4)                                        

Yehezkiel 36:25-27

Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat

Tahun 2019 adalah “The Year of New Birth” yaitu tahun kelahiran baru. Kelahiran baru seperti benih yang jatuh ketanah, kemudian mati dan akhirnya memunculkan tunas dengan kehidupan yang baru.

Tahun 2019 ini Tuhan akan melakukan sesuatu yang baru, memulihkan keadaan kita, memberikan belas kasihanNya kepada kita.

Didalam Alkitab dikisahkan tentang bangsa Israel yang terjebak kedalam tata cara kehidupan bangsa-bangsa disekeliling mereka sehingga menjadi penyembah berhala dan akhirnya mereka diserahkan kedalam tangan musuh mereka. Saat itu mereka dirampok, dijarah, dipermalukan, dibunuh oleh musuh-musuh mereka. Namun demikian, Tuhan tidak tahan melihat mereka hidup dalam kesusahan, dan akhirnya Tuhan memulihkan kehidupan mereka.

Tuhan mau memulihkan keadaan mereka dengan syarat yaitu mereka harus menjauhkan hati yang keras

Hati adalah bagian dari tubuh kita yang sangat vital dalam kehidupan manusia. Dalam bahasa Alkitab, hati adalah:

  1.          Batin manusia  (Mazmur 103:1) “Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!”

yaitu manusia batiniah (Innerman) yaitu bagian terdalam (nearest part) dari manusia (Maz 103:2)

  1.          Tempat tinggal firman Tuhan (Lukas 8:12)“Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan”

Jika firman Tuhan itu tinggal dalam hati kita, maka yang keluar dari hidup kita adalah kebenaran.

  1.          Pedoman hidup manusia (Amsal 4:23)“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan”

Dalam terjemahan BIS “jagalah hatimu baik-baik, sebab hatimu menentukan jalan hidupmu”

Kalau hati orang itu keliru atau jahat, jalan hidupnya pasti rusak (Mat 15:19)

“Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat”

  1.          Tempat tersembunyi (Roma 2:16)“Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus”

Sebagai peringatan bagi kita bahwa walaupun itu tersembunyi, namun suatu saat semua itu akan disingkapkan (Luk 8:17) dan akan diadili (Pengkh 12:14).

Apa definisi hati yang keras? Yaitu hati yang sulit sekali menerima pendapat dari pihak lain termasuk sulit menerima firman Tuhan. Hal ini dapat digambarkan seperti tanah yang berbatu-batu dan telah mendapat benih yang terbaik namun tidak bisa bertumbuh dan berbuah (Luk 8:6)

Apa yang menyebabkan hati orang jadi keras?

  1.          Prinsip hidup yang salah

Yaitu pembenaran diri seperti yang terjadi pada Yudas yaitu:

– Dia selalu mencuri uang kas yang dipegangnya (Yoh 12:6),

– Dia menjual Yesus dengan 30 keping perak (Mat 26:14-16),

– Dia mengabaikan teguran (Yoh 13:21-29). Karena hatinya yang keras maka dia menganggap bahwa tindakannya sudah benar.

Dalam Lukas 18:21 ditulis tentang pemimpin muda yang kaya, dan dia datang pada Tuhan Yesus dan berkata bahwa dia telah turuti sejak masa mudanya. Pemuda kaya ini memiliki prinsip hidup yang salah.

  1.          Hati yang pahit

Hal ini disebabkan karena marah dan menderita. Contohnya Firaun yang begitu marah dan sakit hati sehingga dia dan orang Mesir mengejar orang Israel saat Israel keluar dari Mesir. Tuhan mengeraskan hati Firaun, mengapa?

– Sejak tulah ke 1 sampai tulah ke 5 dituliskan bahwa Firaun mengeraskan hatinya (kel 7:13; 8:15,19,32; 9:7,34,35; 13:15)

– Tuhan tahu bahwa Firaun tidak mungkin mau bertobat dan melupakan sakit hatinya.

  1.          Zona nyaman

Zona nyaman dalam hidup manusia antara lain :

– Kesuksesan hidup seperti yang terjadi pada anak muda yang kaya. Bagaimanakah sikapnya? Dia berpikir bahwa tidak mungkin dia melepaskan hartanya, tidak mungkin hidup tanpa harta, dan akhirnya dia akan cari cara lain untuk mendapat keselamatan.

– Kenikmatan daging dan dosa  (Roma 2:5)

Karena begitu buruknya akibat kekerasan hati, maka marilah kita berdoa agar Tuhan melembutkan  hati kita…..amin.

 

Oleh Pdt.Honny Supit Sirapanji M.Th

NewHear2

[Khotbah] New Heart, Minggu 10 Februari 2019

    THE  NEW  HEART

 Yehezkiel 36:26-27

Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat

 

Tahun 2019 adalah tahun kelahiran yang baru dan janji Tuhan bagi kita bahwa Dia akan melakukan dan memberikan sesuatu yang baru, terobosan baru, mujisat baru,hal-hal baru dalam hidup kita.

Hal itu adalah bagian Tuhan yang akan Dia lakukan bagi kita, dan bagian yang harus kita lakukan dihadapan Tuhan yaitu kita harus mengganti hati yang lama dengan hati yang baru.

Tuhan ingin melakukan dan memberikan banyak hal yang baru dalam hidup kita asalkan wadahnya yaitu hati kita diganti dengan hati yang baru, seperti kirbat baru yang siap menerima dan menampung anggur yang baru. (Mark 2:22) “Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”

Ada beberapa hal yang menjadi ukuran bahwa kita telah memiliki hati yang baru antara lain:

  1.          HATI YANG MURNI/SUCI  (I Timotius 1:5)

“Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas”

Hati yang baru adalah hati yang suci murni, tidak ada kejahatan dan hal yang buruk dalam hati kita.Saat Paulus ada didepan sidang mahkamah agama dan orang banyak, dia berkata bahwa “aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia”.

Orang yang memiliki hati yang murni dapat dilihat oleh orang lain dan dapat menjadi saksi Kristus, bahkan disaat yang tidak baik sekalipun.

Akibat jika kita memiliki hati yang murni dan suci dihadapan Tuhan yaitu kita boleh naik kegunung kudusNya Allah (Maz 24:3-4) artinya bahwa kita diijinkan Tuhan untuk masuk kehadiratNya dan berjumpa secara pribadi dengan Tuhan. Bahkan kita akan melihat Allah dan bertemu Tuhan muka dengan muka (Mat 5:8).

  1.          RENDAH HATI  (Kisah Rasul 20:19)

“dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan”

Paulus memberikan teladan tentang kerendahan hati saat melayani Tuhan, oleh karena itu kita juga harus hidup penuh dengan kerendahan hati. Firman Tuhan banyak memberikan nasihat tentang hidup dalam kerendahan hati, dan jangan sombong. Rendah hati artinya tidak sombong, arogan, egois, suka menang sendiri, suka meremdahkan orang lain dll.

Orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan hidup sejahtera dan berkelimpahan (Maz 37:11). Orang rendah hati juga akan menerima keselamatan dari Tuhan (Maz 149:4)

  1.         HATI YANG TULUS  (Ibrani 10:22)

“Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh”

Tulus artinya jujur, ikhlas, lurus. Dalam Alkitab dikisahkan Yusuf suami Maria yang memiliki hati yang tulus, sehingga dia tidak mau mencemarkan nama isterinya (Mat 1:19). Juga Daud yang menggembalakan umat Israel dengan ketulusan hati dan kecakapan tangan (Maz 78:72).

Tuhan mau agar kita memiliki hati yang tulus dan janji Tuhan bahwa Dia akan menjadi perisai dan perlindungan bagi kita (Maz 7:11). Tuhan juga akan memberikan masa depan yang cerah bagi orang yang tulus hati ( Maz 37:37).

  1.          HATI YANG TAAT/LEMBUT  (Roma 6:17)

“Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu”

Hati yang taat adalah hati yang mau dibentuk, hati yang tidak memberontak pada Tuhan dan pada otoritas kita. Bahkan saat kita mengalami sesuatu yang buruk, kita tetap bersyukur dan tidak menyalahkan Tuhan (Maz 44:18-20).

Orang Israel saat dipadang gurun seringkali memberontak pada Tuhan dan pada Musa, sehingga mereka akhirnya tidak masuk ketanah perjanjian.

Orang yang hatinya taat pasti akan menerima balasan dari Tuhan (Ams 13:13) dan Tuhan akan meninggikan/mempromosikan kita (Fil 2:8-9).

  1.          HATI YANG MELEKAT PADA TUHAN  (Mazmur 91:14)

“Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku”

Kata “melekat” dalam bhs Inggris dipakai kata “has loved” yaitu hati yang mencintai Tuhan. Hati yang melekat pada Tuhan adalah hati yang mencintai Tuhan, tinggal dalam Tuhan, tidak pernah lepas dari Tuhan seperti ranting yang melekat pada pokok anggur (Yoh 15:4-6).

Orang yang hatinya melekat pada Tuhan akan diluputkan dari mara bahaya (Maz 91:14) dan pasti akan berbuah banyak bagi Tuhan (Yoh 15:6).

Oleh karena itu jika hari ini kita masih memiliki hati yang lama yang penuh dengan dendam, kemarahan, kepahitan, iri hati, pemberontakan, kekerasan hati, kejahatan, mari datanglah dan mintalah pada Tuhan Yesus untuk mengubah dan mengganti hati yang lama dengan hati yang baru. Karena jika kita memiliki hati yang baru, maka kita akan menerima hal-hal yang baru dari Tuhan di tahun ini…..amin.

 

Oleh : Pdt. Aris Andrijanto SE,MA

TahunKelahiranBaru(3)

[Khotbah] The Year OF New Birth(3), Minggu 03 Februari 2019

THE YEAR OF NEW BIRTH (3)
Yehezkiel 36:25-27

Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat

Tahun 2019 adalah “The Year of New Birth” yaitu tahun kelahiran baru. Kelahiran baru seperti benih yang jatuh ketanah, kemudian mati dan akhirnya memunculkan tunas dengan kehidupan yang baru.
Tahun 2019 ini Tuhan akan melakukan sesuatu yang baru, memulihkan keadaan kita, memberikan belas kasihanNya kepada kita.
Didalam Alkitab dikisahkan tentang bangsa Israel yang terjebak kedalam tata cara kehidupan bangsa-bangsa disekeliling mereka sehingga menjadi penyembah berhala dan akhirnya mereka diserahkan kedalam tangan musuh mereka. Saat itu mereka dirampok, dijarah, dipermalukan, dibunuh oleh musuh-musuh mereka. Namun demikian, Tuhan tidak tahan melihat mereka hidup dalam kesusahan, dan akhirnya Tuhan memulihkan kehidupan mereka.

Tuhan mau memulihkan keadaan mereka dengan syarat yaitu:

  1. Harus ada air jernih (Yeh 36:25a)
  2. Harus terjadi pentahiran (Yeh 36:25b)
  3. Harus ada hati yang baru (Yeh 36:26a)
  4. Harus ada roh yang baru (Yeh 36:26b)

Apa yang dimaksud dengan roh yang baru? Roh yang baru merupakan pengenalan akan Tuhan.
Oleh roh yang baru akan memunculkan hal-hal yang baru seperti:

  1. Keinginan yang kuat untuk mengenal Tuhan.
  2. Keinginan yang kuat untuk diam di Bait Allah.
  3. Keinginan yang kuat untuk melayani sang Raja

Kel 12:40 selama 430 tahun orang Israel ada di Mesir sebagai budak
Kel 1:11 mereka mendirikan kota Pitom dan Raamses
Kel 33 mereka mendirikan kemah pertemuan yang kemudian dibangun menjadi Bait Allah supaya mereka belajar untuk melayani Tuhan.
Saat mereka ada di Mesir mereka melayani Firaun sebagai budak, tapi saat ditanah perjanjian, mereka melayani Tuhan sebagai umat Tuhan.
Jika kita hidup untuk dunia, kita akan melayaninya sebagai budak. Jika kita hidup untuk Tuhan, kita akan melayaniNya sebagai umat.
Mat 25:14 Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan memper
cayakan hartanya kepada mereka.

Pelajarannya :
– Semua orang mendapatkan talenta
– Kuantitas bukan ukuran
– Kualitas yang dicari Tuhan
– Akan ada perhitungan
– Yang mengusahakan akan mendapat upah
– Mendapatkan upah sampai berkelimpahan
– Yang tidak mengusahakan talenta, akan dihukum
Target setiap orang percaya:
– Memenangkan jiwa (Dan 12:3) “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya”
– Terjadi kemajuan Injil (II Tes 3:1) “Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu”
(Kis 6:7)
Apa akibatnya jika injil diberitakan diseluruh dunia? Jika hal itu terjadi maka akan mempercepat kedatangan Tuhan untuk kedua kalinya (Mat 24:14)
– Terjadinya kemajuan kerajaan Allah (Gereja Tuhan)
Untuk melayani Tuhan, kita memerlukan beberapa hal yaitu:
– Talenta yaitu keahlian kecakapan (Kel 31:2-6)
Musa yang mendapatkan perintah dari Tuhan, dan pelaksananya adalah Bezaleel, Aholiab.
– Komitmen yaitu mempertahankan keputusan apapun yang terjadi (Maz 15:4b) contoh Yefta (Hak 11:31-36)
– Loyalitas yaitu kesetiaan tetap berada ditempat dalam semua keadaan. Tidak beranjak, tidak bergeser, tidak berpindah (Kis 15:36-40; Markus yang meninggalkan pelayanan dan kembali ke Yerusalem. Yak 1:8
Pengkotbah 19:4 ; Ams 25:15)
D. Keinginan yang kuat mempersembahkan seluruh hidup kepada Tuhan.
Rom 12:1 “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Pelajarannya:
– Korban persembahan adalah kehendak Tuhan
– Persembahan utama adalah diri sendiri
– Harta benda akan juga dipersembahkan
Seperti perempuan berdosa yang mempesembahkan dirinya sendiri, rasa bersalah, rasa malu, rambut dan air mata, kehormatan, minyak narwastu, seluruh simpanannya…..amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

TheYearOfNewBirth3

[Khotbah] The Year OF New Birth, Minggu 27 Januari 2019

THE  YEAR  OF  NEW  BIRTH

         Yehezkiel 36:26-27

“Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat”

Tahun 2019 adalah “The Year Of New Birth” yaitu tahun kelahiran yang baru. Permulaan yang baru artinya adalah sesuatu yang sudah ada kemudian diperbaharui, tapi kelahiran yang baru adalah sesuatu yang belum pernah terjadi, yang akan Tuhan jadikan buat kita.

Kelahiran baru dan kelahiran yang baru memimiliki perbedaan.

Kelahiran baru adalah pertobatan, kelahiran yang baru adalah berbagai hal yang akan lahir dan muncul dalam kehidupan kita.

I Yoh 5:13 “Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal”. Kita harus percaya bahwa kita sudah memiliki hidup kekal.

Tahun ini akan banyak orang yang mengalami kelahiran baru dan menerima keselamatan dan hidup yang kekal. Pastikan diri kita telah menerima hidup kekal.

Ada beberapa hal untuk memastikan bahwa kita telah memiliki hidup kekal/keselamatan yaitu:

  1. Percaya kepada nama Anak Allah yaitu Tuhan Yesus Kristus
  2. Menghormati Kristus sebagi Tuhan dan Tuan dalam kehidupan kita dan sungguh berusaha mentaati perintahNya
  3. Mengasihi Tuhan Yesus dan bukan mengasihi dunia ini, dan kita menang terhadap daya tarik dunia ini
  4. Sudah bisa dan tekun melakukan kebenaran dan bukan melakukan dosa
  5. Mengasihi saudara seiman
  6. Sadar bahwa Roh Kudus berdiam didalam kita, sehingga kita tidak mendukakan Roh Kudus
  7. Sungguh-sungguh mengikuti teladan Tuhan Yesus dan hidup seperti Tuhan Yesus
  8. Percaya, menerima dan tinggal dalam Tuhan Yesus Kristus, percaya pada firman Tuhan dan para Rasul dalam Perjanjian Baru
  9. Sungguh sungguh merindukan dan mengharapkan kedatangan Tuhan Yesus pada kali yang kedua

Pada saat ini kita hanya akan membahas dipoint ke lima yaitu kita akan memiliki kehidupan kekal jika kita mengasihi saudara seiman.

Untuk itu kita harus menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan (Ams 4:23). Jika kita mengampuni maka hati kita bersih, tapi jika kita tidak mengampuni, maka hati kita kotor.

Tuhan Yesus mau agar kita hidup dalam kasih dan mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Jika kita tidak mengampuni orang yang bersalah pada kita, maka Bapa juga tidak akan mengampuni kesalahan kita (Mat 6:15).

Dalam Alkitab, banyak ayat-ayat firman Tuhan yang memberikan peringatan bagi kita untuk mengasihi dan mengampuni orang yang bersalah pada kita :

– I Yoh 2:9-11 “Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang”

– I Yoh 3:14-15 “Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut. Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia”

– I Yoh 4:20 “Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya”

Dari ayat-ayat ini, dapat disimpulkan bahwa orang yang membenci saudaranya adalah orang yang yang hidup dalam kegelapan, kesesatan, mata rohaninya buta, hidup dalam maut, pembunuh, pendusta, tidak ada terang, akan mengalami kematian dll

Pesan Tuhan bagi kita ditahun 2019 ini adalah:

  1. Hidup menurut Firman Tuhan, sebab kita akan menerima damai sejahtera dan hidup berbahagia selama-lamanya (Yes 48:18)
  2. Banyak berdoa memuji dan menyembah Tuhan siang dan malam

(Kej 5:24) Ini berbicara tentang keintiman dengan Tuhan seperti Henokh yang hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah (Kej 5:24)

Jika kita intim dengan Tuhan, maka kita akan diangkat oleh Tuhan.

  1. Hanya berharap atau mengandalkan Tuhan bukan kepada manusia

(Maz 37:24) jika kita mengandalkan Tuhan, maka kita akan mendapatkan kekuatan yang baru, dan saat kita jatuh, tidak akan tergeletak sebab Tuhanlah yang menopang tangan kita.

Tuhan mau agar kita taat akan firman Tuhan sehingga kita memperoleh berkat Tuhan yang berlimpah-limpah dengan cara memuliakan TUHAN dengan harta dan dengan hasil pertama dari segala penghasilan kita (Ams 3:9-10).

Jadi kita harus melakukan kehendak Tuhan dijaman sekarang ini.

Diakhir zaman ini yaitu di zaman Pentakosta ketiga, akan muncul generasi Yeremia yaitu sebuah generasi anak anak muda yang sungguh sungguh mencintai Tuhan, yang akan hidup sesuai firman Tuhan dan akan menyatakan firman Tuhan dengan berani, walaupun harus membayar dengan harga yang mahal. Mereka akan dipakai oleh Tuhan dan akan menyatakan kemuliaan Tuhan bagi semua orang…..amin.

 

Oleh Pdt.Ir. Niko Nyotorahardjo

TheYearOfNewBirth2

[Khotbah] The Year OF New Birth(2), Minggu 20 Januari 2019

THE  YEAR  OF  NEW BIRTH (2)

Yehezkiel 36:25-27

Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat”

Tahun 2019 adalah “The Year of New Birth” yaitu tahun kelahiran baru. Kelahiran baru seperti benih yang jatuh ketanah, kemudian mati dan akhirnya memunculkan tunas dengan kehidupan yang baru.

Tahun 2019 ini Tuhan akan melakukan sesuatu yang baru, memulihkan keadaan kita, memberikan belas kasihanNya kepada kita.

Didalam Alkitab dikisahkan tentang bangsa Israel yang terjebak kedalam tata cara kehidupan bangsa-bangsa disekeliling mereka sehingga menjadi penyembah berhala dan akhirnya mereka diserahkan kedalam tangan musuh mereka. Saat itu mereka dirampok, dijarah, dipermalukan, dibunuh oleh musuh-musuh mereka. Namun demikian, Tuhan tidak tahan melihat mereka hidup dalam kesusahan, dan akhirnya Tuhan memulihkan kehidupan mereka.

Tuhan mau memulihkan keadaan mereka dengan syarat yaitu:

  1.          Harus ada air jernih (Yeh 36:25a)
  2. Harus terjadi pentahiran (Yeh 36:25b)
  3. Harus ada hati yang baru (Yeh 36:26a)
  4. Harus ada roh yang baru (Yeh 36:26b)

Apa yang dimaksud dengan roh yang baru? Roh yang baru merupakan pengenalan akan Tuhan.

Oleh roh yang baru akan memunculkan hal-hal yang baru seperti:

  1.     Keinginan yang kuat untuk mengenal Tuhan.

Manusia memiliki lima level dalam pengenalan akan Allah yaitu:

– Tidak mengenal Allah (Hos 4:6) “Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah”. Bagaimana tindakan kita bagi orang yang tidak mengenal Allah? Yaitu dengan memberitakan Injil Kerajaan Sorga kepada mereka.

Oleh karena itu harus ada utusan yang membawa berita Injil sehingga mereka dapat percaya pada Tuhan Yesus (Rom 10:14-15)

– Tidak mau mengenal Allah (II Tes 1:8) “dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita”

Kita harus mendoakan orang yang tidak mau mengenal Allah, karena Tuhan mau agar mereka diselamatkan (Fil 2:10-11)

– Mengaku mengenal Allah (Titus 1:16) “Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia”

Kita harus menasihati mereka, menegur apa yang salah. Target kita agar mereka bertobat dari dosa (Kis 3:19)

– Mengenal Allah (Gal 4:9a) “sekarang sesudah kamu mengenal Allah”

Kita harus hidup dalam pengajaran firman Tuhan dan memberikan pengajaran bagi orang lain, supaya dapat bertumbuh dalam iman.

– Dikenal Allah (Gal 4:9b) “sesudah kamu dikenal Allah”

Kita harus menjaga agar kawanan domba itu jangan hilang dan tersesat, dan bertumbuh dalam iman sampai menjadi seperti Yesus (Kel 33:17).

  1.     Keinginan yang kuat untuk diam di Bait Allah.

Bait Allah adalah pusat peribadatan orang Israel yang terletak dikota Yerusalem. Dalam sejarah Israel dicatat tentang Bait Allah yaitu:

– Salomo (971-931 SM) membangun Bait Allah selama 7 tahun (I Raja 6:38)

– Rehabem (926-910 SM) Bait Allah dirampok oleh Sisak raja Mesir (I Raja 14:25-26)

– Asa (908-868) memperbaiki Bait Allah (1 Raja 15:15)

– Ahas menutup Bait Allah dan beberapa perabot dikirim ke Asyur sebagai upeti (II Raja 16:8)

– Hizkia mengambil perak dan mengerat emas di Bait Allah dan memberikan kepada raja Asyur (II Raja 18:15-16)

– Yosia (639-609 SM) menjadi raja pada usia 8 tahun dan memperbaiki Bait Allah (II Raja 22:3-17)

– Nebukadnezar (586 SM) menghancurkan Bait Allah dan menawan bangsa Yehuda di Babel.

– Koresy (536 SM) mengijinkan Zerubabel dan Nehemia kembali ke Yerusalem dan membangun Bait Allah didampingi Ezra ahli kitab.

– Raja Herodes Agung memperbaiki Bait Allah

– Jenderal Romawi yaitu Titus (70 M) menghancurkan Bait Allah dan sampai sekarang sudah 1949 tahun berlalu Bait Allah itu dimusnahkan.

Apakah yang harus dilakukan di Bait Allah?

– Membawa korban persembahan (Maz 66:13)

– Membayar nazar (janji pada Tuhan)

– Mendengar,merenungkanan melakukan firman Tuhan

– Tertanam dan mengalami kehidupan (Maz 92:14) “(92-14) mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita”

(Rom 11:17) “turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah”. Orang yang tertanam di Bait Allah, akan bertumbuh dan menerima berkat Tuhan.

Bertunas artinya akan muncul sesuatu yang baru dalam kehidupan kita, yaitu hal-hal rohani berupa karunia-karunia rohani dan karunia lima jawatan dalam gereja Tuhan…..amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

CompeteOrComplete

[Khotbah] Compete or Complete, Minggu 13 Januari 2019

COMPETE  OR  COMPLETE

          Compete artinya bersaing dan complete artinya melengkapi. Kedua kata tersebut memiliki pengertian yang sangat jauh berbeda. Persaingan sering kita jumpai dalam dunia hewan, karena bersaing itu sifat alami hewan. Sedangkan melengkapi adalah sifat yang harus ada dalam kehidupan manusia.
Sebagai orang percaya, kita harus sadar dan percaya, bahwa untuk diberkati oleh Tuhan, kita tidak perlu bersaing, apalagi bersaing secara tidak sehat. Sebab Tuhan pasti memberikan yang terbaik buat anak-anakNya yang mengasihi Dia.
Yang harus kita lakukan adalah saling memperlengkapi sesama anggota dalam tubuh Kristus.
Ada beberapa hal yang menyangkut tentang tubuh Kristus yaitu:
          1. Dalam tubuh Kristus ada banyak anggota yang berbeda tetapi saling membutuhkan.
Roma 12:4 “Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama,
I Kor 12:18 “Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya”
Kita ada ditempat ini bukan hanya membuat kita sekedar menjadi orang yang rohani, diberkati dll. Namun tujuannya adalah agar membuat kita terikat dan menjadikan kita satu tubuh Kristus. Anggota tubuh itu terikat satu dengan yang lain menjadi satu tubuh.
Demikian juga dengan kita sebagai tubuh Kristus, kita memiliki tugas, tanggung jawab dan fungsi masing-masing dalam tubuh Kristus.
Namun kenyataannya adalah banyak orang yang tidak mau terikat dan menerima tugas tanggung jawab sebagai tubuh Kristus.
Sebagai tubuh Kristus, kita telah ditempatkan oleh Tuhan pada tugas dan tanggung jawab kita masing-masing, seperti anggota tubuh yang telah ditempatkan secara khusus dan terikat pada tubuh.
          2. Dalam tubuh Kristus ada anggota yang elok dan ada yang 
tidak elok.
I Kor 12:23-24 “Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus.
Tuhan telah membentuk dan menyusun begitu rupa terhadap anggota tubuh manusia. Ada yang kelihatannya luar biasa, namun ada juga yang kelihatannya biasa saja. Ada anggota tubuh yang kelihatannya sepele dan tersembunyi, namun memiliki fungsi yang sangat penting.
Demikian juga dengan kita, sebagai anggota tubuh Kristus ada orang yang ditaruh ditempat yang luar biasa, namun ada juga anggota tubuh Kristus yang ditaruh ditempat yang biasa saja bahkan ditempat yang tidak baik.
Kita harus belajar untuk menerimanya dan tetap melakukan tugas dan tanggung jawab kita.
Yang terpenting adalah apakah kita sebagai tubuh Kristus, kita sudah berfungsi dengan baik?
Jangan kecewa dan putus asa jika Tuhan telah menempatkan diri kita disebuah tempat, atau memberikan suatu tugas dan tanggung jawab yang kelihatannya kurang elok, kurang strategis, kurang berarti. Semua itu ada maksud Tuhan atas kita, dan Dia mau agar kita berbuah dan menjadi berkat ditempat yang telah ditentukan Tuhan bagi kita.
          3. Dalam tubuh Kristus ada tugas dan tanggung jawab untuk melengkapi dan membangun orang lain.
I Kor 12:25 “supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan”
Roma 15:1-2 “Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya”
          Mengapa kita sebagai tubuh Kristus harus menjadi satu, terikat serta dapat berfungsi dengan baik? Supaya Mazmur 133 tergenapi dalam hidup kita yaitu “Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya”
Saat tubuh Kristus menjadi satu, terikat dan berfungsi maka Tuhan akan memerintahkan berkat bagi kita, dan kita dapat menjadi berkat bagi orang lain…..amin
Oleh  Pdt. Ir. Lui Sirapanji M.Th
TheYearOfNewBirth

[Khotbah] The Year OF New Birth, Minggu 6 Januari 2019

THE YEAR OF NEW BIRTH
Yehezkiel 36:25-27
“Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat”
Tahun 2019 adalah “The Year of New Birth” yaitu tahun kelahiran baru. Kelahiran baru seperti benih yang jatuh ketanah, kemudian mati dan akhirnya memunculkan tunas dengan kehidupan yang baru.
Tahun 2019 ini Tuhan akan melakukan sesuatu yang baru, memulihkan keadaan kita, memberikan belas kasihanNya kepada kita.
          Didalam Alkitab dikisahkan tentang bangsa Israel yang terjebak kedalam tata cara kehidupan bangsa-bangsa disekeliling mereka sehingga menjadi penyembah berhala dan akhirnya mereka diserahkan kedalam tangan musuh mereka. Saat itu mereka dirampok, dijarah, dipermalukan, dibunuh oleh musuh-musuh mereka. Namun demikian, Tuhan tidak tahan melihat mereka hidup dalam kesusahan, dan akhirnya Tuhan memulihkan kehidupan mereka.
Tuhan mau memulihkan keadaan mereka dengan syarat yaitu:
          1. Harus ada air jernih (Yeh 36:25a)
          Apa itu air? Air adalah lambang Roh Kudus, dan saat ini adalah Pentakosta ketiga dimana Roh Kudus dicurahkan bagi kita dengan luar biasa pada akhir zaman sebelum kedatangan Tuhan Yesus pada kedua kalinya.
Yoh 16:7 “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu”
Dalam Perjanjian Lama, Pentakosta adalah hari panen raya atau hari raya buah Bungaran (Kel 23:16)
Kel 34:22 “Hari raya Tujuh Minggu, yakni hari raya buah bungaran dari penuaian gandum, haruslah kaurayakan, juga hari raya pengumpulan hasil pada pergantian tahun.
Hal-hal besar yang akan terjadi ditahun ini adalah penuaian jiwa karena terjadi pertobatan, mujisat atau hal ajaib terjadi, mimpi yang akan menjadi kenyataan.
          Apa peranan Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya?
A. Menjadi utusan (Yoh 16:7) Dia adalah utusan, yang melakukan kehendak yang mengutus. Menyertai, menolong, menyembuhkan dll.
B. Menginsyafkan dunia akan dosa, kebenaran, penghakiman (Yoh 16:8)
C. Memimpin kedalam seluruh kebenaran (Yoh 16:13)
– I Kor 2:10 ” Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah”
– I Yoh 2:20 “Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya”
D. Mempermuliakan Tuhan Yesus (Yoh 16:14)
          2. Harus terjadi pentahiran (Yeh 36:25b)
Membuang semua yang buruk. Memasuki tahun baru adalah waktu yang baik untuk membuang semua hal-hal yang tidak baik dari hidup kita.
Seperti Yakub yang diperintahkan Tuhan untuk pergi ke Bethel (Kej 35:1).
Untuk sampai ke Bethel (The house of the Lord) harus terjadi proses pentahiran yaitu :
A. Secara pribadi
II Kor 7:1 “marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani….”
Ibr 10:22 “hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni”
I Pet 2:1 “Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah”
B. Dalam keluarga
Banyak hal yang keliru yang terjadi dalam rumah tangga, dan jalan keluarnya adalah:
– Selesaikan setiap masalah yang ada. Kidung agung 2:15 “Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!”
– Buatlah komitmen bersama berdasarkan kasih Kristus.
– Saling menerima apa adanya.
– Jangan banyak menuntut.
– Kembali keposisi masing-masing
– Masing-masing berani saling menegur kesalahan
          Tuhan berjanji akan memberikan hati yang baru….ciptaan baru (II Kor 5:17). Ciri-ciri ciptaan baru :
A. Mengasihi Tuhan lebih dari apapun
Ulangan 30:6. Contohnya Musa (Ibr 11:26), Zakheus (Luk 19:8), Paulus (Fil 3:8)
B. Memiliki tujuan hidup yaitu menghormati Tuhan (Yer 32:39)
BIS….”Aku akan memberi mereka hanya satu tujuan hidup yaitu menghormati Aku selama-lamanya. Hal itu akan membawa kebaikan bagi mereka sendiri, dan bagi keturunan mereka”
Caranya yaitu dengan menghormati hadiratNya, firmanNya, korbanNya, namaNya.
C. Membuang semua yang lama seperti:
– Mulut serong dan bibir yang dolak-dalik (Ams 4:24)
– Kesedihan hati (Pengk 11:10)
– Semua dusta (Ef 4:25)
– Marah, geram,fitnah,kata kata kotor (Kol 3:8)
– Kejahatan, tipu muslihat, dengki, cemburu (1 Pet 2:1)
D. Menghasilkan buah Roh
“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu” (Gal 5:22-23)…..amin
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th
Kelahiran Yesus Kristus

[Khotbah] Kelahiran Yesus Kristus, Minggu 30 Desember 2018

KELAHIRAN YESUS KRISTUS

Lukas 2:21
“Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya”

Mengapa Maria dan Yusuf yang dipakai oleh Allah untuk menjadi orang tua dari Yesus Kristus? Karena mereka adalah orang yang begitu taat melakukan hukum Taurat Allah.
Jika kita adalah orang yang taat melakukan firman Tuhan, maka kita akan dipilih oleh Allah untuk melakukan perkara-perkara besar.
Pada waktu Tuhan Yesus berumur delapan hari, maka Dia disunat kemudian dibawa ke Bait Allah untuk diserahkan kepada Allah.
Apa yang mereka lakukan merupakan keharusan yang tertulis dalam hukum Taurat.
Kej 17:12 “Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu”
Gal 4:4-5 “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat”
Banyak orang yang melakukan hukum agama didasarkan pada kebiasaan dan adat istiadat. Oleh karena itu Tuhan mau membebaskan kita dari hukum agama yang berdasarkan tradisi dan kebiasaan. Tuhan mau agar kita melakukan hukum Tuhan karena iman dan percaya pada Tuhan Yesus.
Rom 9:30-32 “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Ini: bahwa bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran karena iman”
Pada saat itu Yusuf dan Maria membawa Yesus ke Yerusalem. Mengapa ke Yerusalem? Karena disanalah ada Bait Allah. Dalam Ulangan 16:16 “Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa”
Saat di Bait Allah, mereka mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
Mereka memberikan korban persembahan yang paling rendah nilainya sebab mereka bukan orang kaya.
Imamat 12:6 “Bila sudah genap hari-hari pentahirannya, maka untuk anak laki-laki atau anak perempuan haruslah dibawanya seekor domba berumur setahun sebagai korban bakaran dan seekor anak burung merpati atau burung tekukur sebagai korban penghapus dosa ke pintu Kemah Pertemuan, dengan menyerahkannya kepada imam”
Di Yerusalem tinggal seorang bernama Simeon. Ia adalah seorang yang :
– Selalu berada di Bait Allah, yang membuktikan tentang kesetiaannya dalam mencari Tuhan.
– Benar dan saleh, yaitu orang yang mengasihi Tuhan dan cinta Tuhan.
– Yang menantikan penghiburan bagi Israel (penghiburan artinya dilepaskan dari penjajahan Romawi, dilepaskan dari penjajahan dunia yaitu keselamatan dalam Tuhan Yesus)
Yes 25:9 “Pada waktu itu orang akan berkata: “Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!”
Seperti Simeon yang menantikan penghiburan, kita juga harus senantiasa merindukan dan menantikan penghiburan dari Tuhan atas semua pergumulan kita.
Menantikan penghiburan dari Tuhan juga berarti bahwa menantikan kedatangan Tuhan Yesus pada kali yang kedua.
II Kor 5:2 “Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini”
Roh Kudus ada di atas hidup Simeon artinya bahwa Allah menyertai dia. Demikian juga dengan kita, bahwa Tuhan menyertai kita sampai selamanya, seperti janji Tuhan dalam Matius 28:20 “dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Roh Kudus bukan hanya ada diatas hidupnya, namun Roh Kudus juga berbicara kepada Simeon bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Tuhan mau agar kita juga seoerti Simeon yang dapat mendengar suara Tuhan. Saat itu Roh Kudus juga menuntun Simeon untuk datang ke Bait Allah agar dapat berjumpa dengan Yesus Kristus sang Mesias. Biarkan diri kita peka mendengar suara Tuhan, dan dituntun oleh Roh Kudus. Maz 25:14 “TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka”
Orang yang dekat dengan Tuhan akan dituntun oleh Roh Kudus ketempat yang benar.
Akhirnya Simeon dapat berjumpa dengan Tuhan Yesus sang Mesias, dan menatang bayi Yesus. Menatang merupakan tindakan yang membuktikan penghormatan pada Tuhan Yesus. Simeon juga memuji Tuhan sebagai ekspresi sukacita akan keselamatan dari Allah. Setelah Simeon menatang bayi Yesus dan memuji Allah, Simeon kemudian melepaskan berkat kepada mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan”…..amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Damai Sejahtera Allah

[Khotbah] Damai Sejahtera Allah, Minggu 23 Desember 2018

DAMAI  SEJAHTERA  ALLAH

Lukas 2:8-20

“Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.

Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan”

 

Saat peristiwa Natal 2000 tahun yang lalu, malaikat Tuhan telah datang kepada para gembala yang sedang menjaga ternaknya dipadang. Mereka sangat ketakutan melihat malaikat Tuhan, namun malaikat itu berkata “jangan takut” dan kemudian malaikat berkata “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya”

Malaikat Tuhan mau agar para gembala itu jangan takut karena damai sejahtera telah diberikan Allah kedalam dunia ini. Demikian juga dengan kita, Tuhan mau agar saat menghadapi badai hidup ini, kita  jangan takut dan selalu memiliki damai sejahtera.

Damai sejahtera dari Tuhan Yesus memberikan :

  1.  Ketenangan

Saat itu para gembala ketakutan melihat malaikat itu, namun ketika damai sejahtera Tuhan turun dalam hidup mereka,  mereka memiliki ketenangan saat mendengar berita sukacita itu.

Pada saat situasi dan kondisi tidak baik, damai sejahtera Allah itulah yang memberikan kita ketenangan hati.

  1. Kebebasan

Damai sejahtera dari Tuhan memberikan kebebasan dari rasa takut, sehingga kita dapat mengatasi masalah hidup ini.

Kebebasan dalam melayani Tuhan, kebebasan dari ketakutan, intimidasi, keraguan dll.

  1. Keseimbangan

Keseimbangan atau harmoni dapat digambarkan seperti instrument musik yang terdiri dari beberapa alat musik yang dimainkan bersama-sama dalam keserasian. Damai sejahtera Allah membuat hidup kita seimbang.

  1. Kemerdekaan

Yaitu kemerdekaan untuk dapat mengekspresikan kemerdekaan dalam Tuhan dengan cara bebas untuk memuji dan menyembah Tuhan.

Tuhan Yesus mau agar kita menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

  1. Istirahat

Damai sejahtera membuat kita mengalami “renew” artinya dibaharui, “rest” yaitu istirahat dan merasa tenang.

Yes 40:31 “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah”

Istirahat dari segala kelelahan, dari masalah, pergumulan hidup dll. Saat kita beristirahat, maka kita akan mendapatkan kekuatan yang baru.

  1. Jaminan

Jaminan dari Tuhan, bahwa semua janji Tuhan pasti digenapi dalam hidup kita. Seperti yang dialami oleh Maria yang percaya bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Walaupun Maria belum bersuami pada saat itu, namun dia percaya akan firman Tuhan.

Semua janji Tuhan pasti ya dan amin bagi orang yang percaya, tinggal menunggu waktu Tuhan.

  1. Menyimpan dan merenungkan

Lukas 2:19 “Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya”

Seperti Maria yang menyimpan segala sesuatu  yang terjadi dan merenung

kannya, demikian juga saat ada damai sejahtera dalam hidup kita, maka kita bisa menyimpan segala sesuatu, yang baik ataupun yang buruk.

 

Marilah kita memiliki damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal….amin

 

Oleh Pdt Paulus Kamagi

Keselamatan dalam Tuhan Yesus

[Khotbah] Keselamatan Dalam Tuhan Yesus, Minggu 16 Desember 2018

KESELAMATAN DALAM TUHAN YESUS

Yohanes 1:1-10
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”

Siapakah firman itu? Firman itu adalah Tuhan Yesus, dan Dia sudah ada sejak dahulu kala, sebelum dunia dijadikan. Dibulan ini kita sedang merayakan bulan natal, dengan merayakan kelahiran Tuhan Yesus di Betlehem.
Peristiwa natal yang kita rayakan hari ini adalah sebuah peristiwa yang memperingati tentang kelahiran seorang Raja diatas segala raja.
Allah tahu cara yang terbaik untuk menebus dosa manusia, yaitu dengan memberikan AnakNya yang tunggal untuk menjadi penebus bagi dosa manusia.
Tuhan Yesus yang tinggal didalam sorga dan hidup dalam kemuliaan Allah, telah rela menanggalkan kemuliaan sorgawi, dan menjadi manusia bahkan mati untuk manusia.
Dalam Yoh 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”
Merupakan bukti bahwa Allah sangat mengasihi manusia.
Saat Dia dilahirkan dan diletakkan dipalungan, maka Tuhan Yesus hanya dibungkus dengan memakai kain lampin. Hal ini merupakan contoh tentang kerendahan hatiNya, yang mau lahir didunia dalam segala kesederhanaan.
Dari pihak Bapa, Dia rela memberikan AnakNya yang tunggal, dan dari pihak Anak, Dia rela taat dan mau menyerahkan nyawaNya bagi manusia.
Siapakah Tuhan Yesus? Amsal 8:30 “aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya”
Tuhan Yesus sudah ada sebelum semua diciptakan, dan Dia adalah Anak yang sangat dikasihi oleh Bapa disorga.
Penebusan Tuhan Yesus itu harus direspon dari kita dengan iman kepada Tuhan Yesus.
Penebusan Tuhan Yesus diatas kayu salib dilakukan dengan sempurna, oleh karena itu jangan sia siakan pengorbanan Yesus diatas kayu salib, dengan cara merespon dan percaya padaNya, dan hidup sesuai firmanNya.
(Yoh 1:12) “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya”
Dan sebagai orang yang telah percaya padaNya ,kita diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
Dan barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah (Yoh 3:17)
Apa yang harus kita lakukan terhadap pengorbanan Yesus diatas kayu salib?
~Percaya kepada Tuhan Yesus sebagai penebus dan penyelamat hidup kita
~Hidup dalam pertobatan yang sungguh-sungguh kepada Tuhan
~Menyenangkan hatiNya dengan cara melakukan kehendakNya….amin

Oleh Ev Telly Tjanggulung