[Khotbah] Kelahiran Yesus Kristus, Minggu 30 Desember 2018

KELAHIRAN YESUS KRISTUS

Lukas 2:21
“Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya”

Mengapa Maria dan Yusuf yang dipakai oleh Allah untuk menjadi orang tua dari Yesus Kristus? Karena mereka adalah orang yang begitu taat melakukan hukum Taurat Allah.
Jika kita adalah orang yang taat melakukan firman Tuhan, maka kita akan dipilih oleh Allah untuk melakukan perkara-perkara besar.
Pada waktu Tuhan Yesus berumur delapan hari, maka Dia disunat kemudian dibawa ke Bait Allah untuk diserahkan kepada Allah.
Apa yang mereka lakukan merupakan keharusan yang tertulis dalam hukum Taurat.
Kej 17:12 “Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu”
Gal 4:4-5 “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat”
Banyak orang yang melakukan hukum agama didasarkan pada kebiasaan dan adat istiadat. Oleh karena itu Tuhan mau membebaskan kita dari hukum agama yang berdasarkan tradisi dan kebiasaan. Tuhan mau agar kita melakukan hukum Tuhan karena iman dan percaya pada Tuhan Yesus.
Rom 9:30-32 “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Ini: bahwa bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran karena iman”
Pada saat itu Yusuf dan Maria membawa Yesus ke Yerusalem. Mengapa ke Yerusalem? Karena disanalah ada Bait Allah. Dalam Ulangan 16:16 “Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa”
Saat di Bait Allah, mereka mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
Mereka memberikan korban persembahan yang paling rendah nilainya sebab mereka bukan orang kaya.
Imamat 12:6 “Bila sudah genap hari-hari pentahirannya, maka untuk anak laki-laki atau anak perempuan haruslah dibawanya seekor domba berumur setahun sebagai korban bakaran dan seekor anak burung merpati atau burung tekukur sebagai korban penghapus dosa ke pintu Kemah Pertemuan, dengan menyerahkannya kepada imam”
Di Yerusalem tinggal seorang bernama Simeon. Ia adalah seorang yang :
– Selalu berada di Bait Allah, yang membuktikan tentang kesetiaannya dalam mencari Tuhan.
– Benar dan saleh, yaitu orang yang mengasihi Tuhan dan cinta Tuhan.
– Yang menantikan penghiburan bagi Israel (penghiburan artinya dilepaskan dari penjajahan Romawi, dilepaskan dari penjajahan dunia yaitu keselamatan dalam Tuhan Yesus)
Yes 25:9 “Pada waktu itu orang akan berkata: “Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!”
Seperti Simeon yang menantikan penghiburan, kita juga harus senantiasa merindukan dan menantikan penghiburan dari Tuhan atas semua pergumulan kita.
Menantikan penghiburan dari Tuhan juga berarti bahwa menantikan kedatangan Tuhan Yesus pada kali yang kedua.
II Kor 5:2 “Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini”
Roh Kudus ada di atas hidup Simeon artinya bahwa Allah menyertai dia. Demikian juga dengan kita, bahwa Tuhan menyertai kita sampai selamanya, seperti janji Tuhan dalam Matius 28:20 “dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Roh Kudus bukan hanya ada diatas hidupnya, namun Roh Kudus juga berbicara kepada Simeon bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Tuhan mau agar kita juga seoerti Simeon yang dapat mendengar suara Tuhan. Saat itu Roh Kudus juga menuntun Simeon untuk datang ke Bait Allah agar dapat berjumpa dengan Yesus Kristus sang Mesias. Biarkan diri kita peka mendengar suara Tuhan, dan dituntun oleh Roh Kudus. Maz 25:14 “TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka”
Orang yang dekat dengan Tuhan akan dituntun oleh Roh Kudus ketempat yang benar.
Akhirnya Simeon dapat berjumpa dengan Tuhan Yesus sang Mesias, dan menatang bayi Yesus. Menatang merupakan tindakan yang membuktikan penghormatan pada Tuhan Yesus. Simeon juga memuji Tuhan sebagai ekspresi sukacita akan keselamatan dari Allah. Setelah Simeon menatang bayi Yesus dan memuji Allah, Simeon kemudian melepaskan berkat kepada mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan”…..amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th