intim

[KHOTBAH] The fullness of life in Christ Jesus, 15 September 2019

The fullness of life in Christ Jesus
Kolose 2:1-23

“supaya hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus” (ayat2)

The fullness of life in Christ Jesus artinya adalah kepenuhan hidup dalam Kristus yang menerima janji-janji Tuhan dan memiliki kehidupan seperti Tuhan Yesus.
Orang yang mengalami kepenuhan hidup dalam Kristus adalah orang yang:
1. Tetap didalam Tuhan (ayat 6)
“Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia”
Dalam bahasa Inggrisnya adalah “continue live in Him” artinya terus menerus hidup dalam Tuhan, setiap hari dimana pun kita berada, kita tetap ada didalam Dia.
Dalam terjemahan Amplified Bible adalah “kita bersatu dalam Kristus dan memiliki karakter Kristus”
Sebagai karyawan, pelayan Tuhan, pebisnis, kita harus merefleksikan karakter Kristus dalam semua hal itu, agar terjadi perubahan dalam market place kita, bahkan terjadi transformasi.
Tetap dalam Tuhan artinya Tuhan dalam hidup kita, dan hidup kita ada dalam Tuhan Yesus. Janji Tuhan jika kita tinggal dalam Dia adalah :
– (Yoh 15:7) “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya”
Apa yang kita butuhkan maka mintalah dan percayalah akan menerimanya.
– (Yoh 17:22) “Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu”
Kita akan menerima kemuliaan dari Tuhan asalkan kita tinggal dan menjadi satu dalam Tuhan Yesus.
2. Teguh didalam iman (ayat 7a)
“Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu”
Teguh dalam iman artinya adalah iman yang sangat kuat, tidak tergoyahkan dan iman yang disertai dengan perbuatan-perbuatan.
Teguh dalam iman akan membuat Tuhan “heran”dan kagum melihat iman yang ada pada kita.
Hal ini yang tejadi pada seorang perwira Romawi yang memiliki iman yang luarbiasa (Mat 8:10) “Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel”
Orang yang teguh dalam iman tidak akan kuatir dan tidak akan ketakutan dalam hidupnya.
3. Melimpah dengan syukur (ayat 7b)
“dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur”
Hanya dalam Yesus kita bisa hidup melimpah dengan sukacita. Hanya dalam Yesus kita bisa bersyukur.
Seperti yang terjadi pada Paulus dan Silas yang ditangkap dan berkali-kali didera kemudian dilemparkan ke dalam penjara di Filipi.
Secara logika mereka hidup dalam tekanan dan mengalami depresi. Namun Alkitab berkata bahwa mereka tidak takut dan tertekan, justru pada saat dipenjara, mereka memuji Tuhan. Dan saat mereka memuji Tuhan dan berdoa, maka Tuhan membuat mujisat. (Kisah rasul 16:19-40) “Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua”
Gempa bumi yang terjadi bukanlah gempa bumi biasa, namun gempa bumi sebagai mujisat Tuhan, karena belenggu2 itu terlepas dari mereka.
Saat kita mengalami pergumulan dan persoalan hidup, marilah kita berdoa,memuji,menyembah dan bersyukur pada Tuhan dan percalah kita akan melihat mujisat terjadi.
Seseorang itu akan merasa bahagia atau tidak, ditentukan oleh sikap orang itu sendiri, apakah dia mau bersyukur dengan apa yang ada padanya sehingga dia bisa menikmati kebahagian. Kebahagian itu ada dalam setiap hati manusia yang memiliki Tuhan Yesus dalam hidupnya, dan dari hati itulah akan melimpah dengan ucapan syukur pada Tuhan….amin.

Oleh : Pdt. Frans Ticoalu (Singapura)

IMG_20190918_114917

[KHOTBAH] THE POWER OF CROSS, 1 September 2019

THE POWER OF THE CROSS
(I Korintus 1:18)

“Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah”

Pemberitaan tentang salib itu adalah kebodohan bagi dunia ini, tapi bagi kita orang percaya, salib itu adalah kekuatan Allah. Apakah kita paham tentang kuasa salib? Kita tahu dan percaya bahwa Tuhan Yesus tergantung dan mati diatas kayu salib untuk menebus dosa umat manusia. Oleh karena itu salib Kristus adalah kekuatan Allah bagi orang percaya.
Apapun perkataan negatif orang lain tentang kita, akan diubahkan oleh Tuhan dan akhirnya mereka akan malu dan mengakui bahwa kita adalah orang yang diberkati.
Gal 3:13″Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”
Jika kita membawa salib Kristus dan hadirat Tuhan, maka kita akan menerima sesuatu yang luar biasa dari Tuhan. Walaupun saat ini kita tertolak karena kita adalah orang yang percaya pada salib Krsitus, tapi jika kita tetap percaya dan setia maka Tuhan akan menyatakan kemuliaanNya dan mereka akan melihat transformasi yang dahsyat terjadi bagi kita.
Untuk mengalami mujisat dan perkara ajaib dalam hidup kita, maka kita harus membayar harga lewat doa, puasa, merendahkan diri dihadapan Tuhan.
Yes 43: 18-19 “firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara”
Jika kita ingin sesuatu yang baru terjadi dari Tuhan, maka Tuhan mau agar kita jangan mengingat masa lalu. Lupakan masa lalu yang buruk yang telah kita lakukan, lupakan sesuatu yang tidak baik yang pernah kita alami.
Mungkin hari yang lalu kita pernah mengalami kekurangan, keterikatan, sakit, terintimidasi, tertolak, kejatuhan, pergumulan dll, jangan lagi mengingatnya, tapi lupakanlah karena Tuhan mau membuata sesuatu yang baru, mujisat yang baru, pemulihan bagi kita.
Dalam Yoh 3:14-15 dikatakan “Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal”
Tuhan Yesus harus ditinggikan artinya Dia harus disalib untuk menebus dosa manusia sehingga kita dilepaskan dari kematian kekal dan memperoleh kehidupan yang kekal.
Dalam Bil 21:4-8 diceritakan tentang orang Israel saat dipadang gurun tidak sabar terhadap Tuhan, padahal mereka diberkati luarbiasa.
Tuhan tidak mau kita menjadi orang yang tidak sabaran, tapi menjadi orang yang selalu bersyukur. Mengapa mereka tidak bersyukur? Karena saat itu tidak ada makanan dan air.
Ingatlah bahwa Dia adalah Allah yang memanggil kita dan menjadi penyedia bagi kita. Belajar sabar menanti waktu Tuhan sebab orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah (Yes 40:31)
Masa penantian kita bukan masa yang sia-sia, sebab saat kita menantikan Tuhan, maka kita akan menerima sesuatu yg luarbiasa dari Tuhan. Sementara kita menantikan Tuhan, jangan suka bersungut-sungut, sebab orang seperti itu sedang melawan Tuhan.
Hal ini yang terjadi pada orang Israel yang memberontak pada Musa sebagai pemimpin mereka. Mereka berkata jahat kepada Musa, bahkan ingin melempari Musa dengan batu.
Jadilah orang yang suka bersyukur. Hormatilah, hargailah, taatilah pemimpin dan gembala kita karena dialah yang telah dipilih oleh Tuhan untuk menjadi pemimpin bagi kita.
Jika ada masalah yang terjadi atas kita, maka masalah yang sama itu juga akan dipakai oleh Tuhan untuk memberkati kita.
Asal kita memandang salib Kristus, maka semua masalah itu akan diubah oleh Tuhan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.
Yes 53:4-5 “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh…..amin.

Oleh Ps. Linu Thomas

donkey

[KHOTBAH] LIFE LIKE A DONKEY (4), 01 September 2019

LIFE LIKE A DONKEY (4)

Mazmur 73:22

“aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu”

Sebagai orang percaya, seringkali kita diperhadapkan dengan masalah hidup yang membuat kita seperti keledai yang dungu didekat Tuhan.

Keledai dalam bahasa Inggris adalah Donkey, Neddy, Cuddy, Ass.

Hal ini baik buat kita karena kita akan menjadikan Tuhan sebagai pemberi hikmat, pengertian dan akal budi.

Tuhanlah yang memberikan kita hikmat untuk menjadi seorang profesional dibidang kita masing masing sebagai pebisnis, karyawan, hamba Tuhan, guru, siswa dll.

          Bagaimanakah ciri seekor Keledai?

– Jika tersesat tidak mengetahui jalan pulang (Amsal 26:3) sehingga harus memakai tali kekang. Demikian juga kita perlu Tuhan Yesus sebagai jalan kebenaran dan hidup.

– Binatang haram/unclean (Imamat 11:26.) Kita adalah orang yang asing, bangsa tidak bersunat, bukan bangsa pilihan Allah sehingga perlu pentahiran dan penebusan oleh darah Yesus.

Ada dua macam keledai yaitu: KELEDAI LIAR dan KELEDAI JINAK.

Keledai jinak disebut dengan keledai peliharaan atau keledai domestik. Bagaimanakah fungsi seekor keledai jinak?

  1. Dipakai diladang 
  2. Mengangkut beban
  3. Dipakai dalam peperangan
  4. Simbol damai
  5. Simbol kekayaan

Dalam Perjanjian Lama keledai jinak yang dipelihara, diperhitungkan sebagai ukuran banyaknya harta (Kej 24:35) “TUHAN sangat memberkati tuanku itu, sehingga ia telah menjadi kaya; TUHAN telah memberikan kepadanya kambing domba dan lembu sapi, emas dan perak, budak laki-laki dan perempuan, unta dan keledai”

Jadi keledai merupakan harta yang berharga bagi seseorang. 

Pelajarannya dari hal ini bahwa manusia adalah harta kesayangan Tuhan yang sangat berharga. Bukti bahwa manusia adalah harta kesayangan Tuhan dapat dilihat dalam peristiwa:

  1.          Penciptaan:

– Dijadikan serupa dengan gambar Allah (Kej 1:26a) “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita”

Karena kita serupa dan segambar dengan Allah, maka kita harus memiliki sikap yang benar terhadap diri sendiri dan sesama yaitu dengan menunjukkan kasih (love), perduli (care), hormat (respect), menghargai (appreciate).

Jangan suka bersungut-sungut dan bilang “aduh” (Yeh 30:2) “Hai anak manusia, bernubuatlah dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Merataplah: Aduh, hari itu!”

– Diberikan otoritas (Kej 1:26b) “supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Oleh karena kita diberikan otoritas , maka jangan mudah kalah, patah semangat, kecewa, mundur, putus asa, kuatir, ketakutan dll.

  1.          Penebusan:

– Dia mati untuk kita dan Dia menghapus dosa sejak peristiwa taman Eden.

– Mengubah arah perjalanan hidup kita dari neraka ke sorga.

  1.          Pemuliaan:

– Dijadikan mempelai artinya kita menjadi milik kepunyaan, dikembalikan ke taman Eden.

Wahyu 22:17 “Roh dan pengantin perempuan itu berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!”

Inilah sasaran akhir perjalan hidup kita, sehingga kita harus berusaha untuk mencapai garis akhir itu. Kalahkanlah semua rintangan yang menghalangi kita untuk masuk sorga.

  1.          Setia dan mengenal tuannya

(Yes 1:3) “Keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya.”

Apa artinya mengenal palungan?

– Menyadari semua yang ada pada dirinya (berkat) itu karena Tuhan dan oleh anugerah Tuhan. 

– Mengenal tuannya sebagai sang penyedia / provider (Maz 147:7) “Dia, yang memberi makanan kepada hewan, kepada anak-anak burung gagak, yang memanggil-manggil”

Kita harus menyadari bahwa Tuhanlah yang menjadi penyedia bagi kita, apapun yang kita butuhkan, Dia sediakan bagi kita.

Syarat untuk menerima berkat Tuhan:

– Mintalah sesuai dengan kehendakNya (I Yoh5:14) “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya”

– Turutilah perintahNya dan melakukan hal yang berkenan (I Yoh 3:22) “dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya”

– Jangan untuk memuaskan hawa nafsu (Yak 4:3) “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu”…..amin.

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

theblessedhope

[KHOTBAH] KEDATANGAN TUHAN YESUS KEDUA KALI, 25 agustus 2019

KEDATANGAN TUHAN YESUS KEDUA KALI

          Ada sepuluh kesulitan besar yang akan terjadi pada waktu akhir zaman, sebelum kedatangan Tuhan Yesus pada kedua kalinya sesuai kitab Matius 24:1-44 yaitu: Penyesatan, Peperangan, Kelaparan, Gempa, Aniaya, Kemurtadan, Pengkhianatan, Kebencian, Kedurhakan, Antikris.

          Salah satu kesulitan besar yang akan terjadi adalah Kedurhakaan (Mat 24:12) “Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin”

Kedurhakaan adalah sama dengan pemberontakan artinya tidak mengikuti aturan. Dalam segala segi kehidupan kita, tidak boleh ada kedurhakaan dalam hidup kita. 

Pendurhakaan ada 3 siklus yaitu:

– Pada zaman Nuh penghukuman atas kedurhakaan datang dalam bentuk air bah.

– Pada zaman Lot penghukuman datang dalam bentuk hujan api dan belerang.

– Pada akhir zaman, penghukuman datang dan Tuhan akan menghukum dunia untuk terakhir kalinya.

          Pada zaman Nuh orang-orang hidup tanpa hukum, itulah yang disebut kedurhakaan. (Luk 17:27) “mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.

          Bagaimanakah kedurhakaan yang terjadi pada zaman Lot?( Kej 18:20) “Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: “Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya”

Apa yang dilakukan oleh Tuhan saat itu? (Kej 18:21) “Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya.”

Apakah kedurhakaan yang dilakukan oleh orang di Sodom dan Gomora?

  1. Sangat jahat dan berdosa

“Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: “Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya” (Kejadian 18:20)

  1. Congkak dan sombong

“Lihat, inilah kesalahan Sodom, kakakmu yang termuda itu: kecongkakan” (Yehezkiel 16:49a)

“Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?” (I Korintus 4:7)

  1. Hidup dalam kesenangan dunia

“makanan yang berlimpah-limpah dan kesenangan hidup ada padanya dan pada anak-anaknya perempuan” (Yehezkiel 16:19b)

  1. Tidak mau menolong orang yang sengsara, hidup egois

“tetapi ia tidak menolong orang-orang sengsara dan miskin” (Yehezkiel 16:19c)

  1. Nabinya berzinah

“Tetapi di kalangan para nabi Yerusalem Aku melihat ada yang mengerikan: mereka berzinah dan berkelakuan tidak jujur; mereka menguatkan hati orang-orang yang berbuat jahat, sehingga tidak ada seorangpun yang bertobat dari kejahatannya; semuanya mereka telah menjadi seperti Sodom bagi-Ku dan penduduknya seperti Gomora.”

(Yeremia 23:13-14) 

  1. Pemimpinnya berbuat kejahatan 

“Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora!…Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat”

(Yesaya 1:10-16)

  1. Memberhalakan kekayaan

“Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: “Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu.” (Kejadian 14:21)

Segala sesuatu diatur dengan uang.

Mereka memberhalakan kekayaan, segala sesuatu dinilai dan diatur dengan uang dan harta, termasuk nilai dari jiwa manusia.

Ingatlah bahwa harga keselamatan jiwa itu sangat mahal karena ditebus oleh darah Yesus Kristus dan tidak dapat dinilai dengan uang dan harta.

  1. Kedurjanaan dilakukan dan diingini oleh mereka.

“Kamu tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka kubawa ke luar kepadamu; perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik; hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku.” (Kejadian 19:8)

  1. Melakukan percabulan 

“Sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang” (Yudas 1:7)

Mereka melakukan dosa percabulan dan mengejar kepuasan yang tidak wajar yaitu melakukan dosa homoseksual.

          Jika hal-hal diatas masih sering kita lakukan, maka berarti kita masih hidup dan berada di Sodom dan Gomora.  Tuhan Yesus mau agar kita keluar dari Sodom dan Gomora serta hidup sesuai dengan kehendak Tuhan “Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya” (Yohanes 4:34)

Amin…..

 

Oleh Pdt Piet Lampah

donkey

[KHOTBAH] LIFE LIKE A DONKEY (3), 18 agustus 2019

LIFE LIKE A DONKEY (3)

Mazmur 73:22

“aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu”

Sebagai orang percaya, seringkali kita diperhadapkan dengan masalah hidup yang membuat kita seperti keledai yang dungu didekat Tuhan.

Keledai dalam bahasa Inggris adalah Donkey, Neddy, Cuddy, Ass.

Hal ini baik buat kita karena kita akan menjadikan Tuhan sebagai pemberi hikmat, pengertian dan akal budi.

Tuhanlah yang memberikan kita hikmat untuk menjadi seorang profesional dibidang kita masing masing sebagai pebisnis, karyawan, hamba Tuhan, guru, siswa dll.

          Bagaimanakah ciri seekor Keledai?

– Jika tersesat tidak mengetahui jalan pulang (Amsal 26:3) sehingga harus memakai tali kekang. Demikian juga kita perlu Tuhan Yesus sebagai jalan kebenaran dan hidup.

– Binatang haram/unclean (Imamat 11:26.) Kita adalah orang yang asing, bangsa tidak bersunat, bukan bangsa pilihan Allah sehingga perlu pentahiran dan penebusan oleh darah Yesus.

          Ada dua macam keledai yaitu: 

  1.          KELEDAI LIAR
  2. KELEDAI JINAK

Keledai jinak disebut dengan keledai peliharaan atau keledai domestik. Bagaimanakah fungsi seekor keledai jinak?

  1.          Dipakai diladang 
  2. Mengangkut beban
  3.          Dipakai dalam peperangan

          II Raja 7:7 “Karena itu bangkitlah mereka melarikan diri pada waktu senja dengan meninggalkan kemah dan kuda dan keledai mereka serta tempat perkemahan itu dengan begitu saja; mereka melarikan diri menyelamatkan nyawanya”

Keledai biasanya dibawa kemedan perang , walau sebenarnya keledai tidak punya kelebihan apaapa untuk dipakai dalam peperangan sebab larinya tidak secepat kuda, tenaganya tidak sekuat onta, kecerdikannya tidak sehebat monyet dan tidak memiliki penciuman setajam anjing.

Apa fungsi keledai saat dimedan peperangan? yaitu membawa barang-barang seperti ransum, senjata, dan alat-alat perang lainnya. Jadi keledai ini merupakan supporter bagi orang yang sedang berperang.

          Banyak orang sedang menghadapi peperangan saat ini yaitu:

– peperangan pribadi berupa perang terhadap diri sendiri, perang antar anggota keluarga, perang dalam ekonomi, perang dalam kesehatan, perang terhadap ancaman dll

– peperangan dalam dunia pelayanan. Dalam panggilan kita sebagai seorang rasul, nabi, penginjil,gembala, guru (5 jawatan)

Oleh karena itu Tuhan menempatkan kita menjadi supporter melalui:

– doa, dana dan daya

– nasihat, tuntunan, bimbingan

Tuhan mau agar kita masuk dalam peperangan setiap hari, untuk itu Dia memberikan kita otoritas dan kuasa (Mark 6:7) “Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat”

Peperangan kita bukan melawan darah dan daging tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Saat peperangan, kita membutuhkan senjata dan kuasa oleh karena itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kita dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah menyelesaikan segala sesuatu.

          Apa saja perlengkapan senjata Allah? (Efesus 6:14-18)

– berikat pinggangkan kebenaran 

– berbajuzirahkan keadilan,

– kaki berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;

– perisai iman

– ketopong keselamatan 

– pedang Roh yaitu firman Allah

– doa dan permohonan pada Tuhan

  1.          simbol damai

Waktu negara sedang berperang maka mereka menaiki kuda dan onta, namun saat negara lagi dalam keadaan damai maka raja menaiki keledai.

Matius 21:5 “Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda”

Saat Tuhan Yesus masuk ke Yerusalem, Tuhan Yesus (raja damai) menaiki keledai betina yang belum pernah dinaiki (simbol damai) kemudian Dia masuk ke Yerusalem (kota damai) dan Dia datang untuk membawa pendamaian bagi kita dengan Allah.

Tuhan Yesus berperang bukan melawan bangsa Romawi yang menjajah Israel, tetapi Dia melawan iblis yang menjajah umat manusia. Jadi kitapun sebagai orang percaya harus berperang melawan iblis dan bukan melawan sesama manusia. Tuhan mau agar kita jangan membawa perang dan permusuhan kepada sesama, namun Tuhan mau agar kita membawa damai…..amin

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

umt

[KHOTBAH] AMANAT AGUNG, 11 agustus 2019

 AMANAT AGUNG

          Sebelum Tuhan Yesus naik kesorga, maka Dia memberikan sebuah perintah yang sangat penting bagi orang percaya, yang disebut dengan Amanat Agung. Dalam Alkitab dituliskan tentang Amanat Agung yaitu:

  1.          Matius 28:19-20

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Tuhan Yesus memberikan Amanat Agung untuk memberitakan Injil Kerajaan Sorga.

Untuk mengemban Amanat Agung Tuhan Yesus maka kita harus menjadi murid Tuhan. Seorang murid harus meneladani gurunya. Tuhan Yesus telah mmeberikan teladan dengan cara pergi memberitakan Injil dan hal  ini merupakan tindakan proaktif. Dalam  Lukas 6:40 “Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya”

Setelah kita menjadi murid Tuhan, maka kita harus proaktiv untuk meneladankan diri kita pada orang lain.

Janji Tuhan bahwa Dia akan menyertai kita sampai kepada akhir zaman, dan itu adalah jaminan Tuhan atas segala sesuatu bagi kita yang percaya.

  1.          Markus 16:15

“Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”

Tuhan Yesus mau agar kita menceritakan, memberitakan tentang Injil Keselamatan kepada semua orang.

          Jadi mempraktekkan Amanat Agung adalah:

  1. Proaktiv meneladankan karakter Kristus 
  2. Ceritakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat

Jika kita merasa belum mampu menjadi teladan, maka pelajarilah nasihat Paulus  bagi Timotius dalam I Tim 4:12 “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu”

          Dalam Aliktab ada beberapa orang yang dipakai Tuhan untuk memberitakan Injil yaitu:

  1.          Zakheus (Luk 19:1-4)

“Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya”

Zakheus adalah orang yang jahat, seorang kepala pemungut cukai, seorang pemeras yang sangat dibenci oleh rakyat.

 Apa yang dilakukan oleh Zakhesus?

– Berusaha melihat

– Berlari mendahului

– Memanjat pohon Ara

Zakheus bertekun dan pantang menyerah untuk melihat dan berjumpa dengan Tuhan Yesus.

  1.          Perempuan Samaria (Yoh 4:5-7)

“Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: “Berilah Aku minum.”

Perempuan Samaria ini adalah orang yang hina dan dikucilkan oleh semua orang. 

Perempuan itu bertanya tentang “siapa penyembah Tuhan yang benar” (ayat 20-21)

Tuhan Yesus menjawab bahwa bukan sekedar masalah arah atau tempat….tapi seorang harus penuh dengan  Roh Kudus dan mengalami pembenaran  (ayat 23-24)

Kerinduan perempuan Samaria ini untuk menjadi penyembah yang benar.

Akibatnya perjumpaannya dengan Tuhan Yesus maka seluruh kota Sikhar menjadi percaya pada Yesus karena perkataan perempuan Samaria itu.

  1.          Petrus dan Yohanes (Kisah 4:1-4)

“Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki”

Petrus dan Yohanes adalah orang biasa yang bodoh dan tidak berpendidikan.

Siapakah mereka?

– Nelayan (Mat 4:18-22)

– Orang biasa yang tidak terpelajar (ayat 13-14)

– Pelaku mujisat yang tidak dapat disangkal (ayat 16)

Mereka menyelesaikan Amanat Agung dalam kepenuhan dan pengurapan Roh kudus.

Kita harus menyelesaikan Amanat Agung dengan pengurapan Roh Kudus (Kisah 1:8) “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Untuk menyelesaikan Amanat Agung diperlukan pengurapan dan kuasa Roh Kudus atas hidup kita.

          Marilah kita melakukan Amanat Agung Tuhan Yesus, sehingga semua orang dibumi ini mendengar,  percaya dan menyembah Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat….amin

 

 

Oleh Pdt Philipus Yuwono M.Th

donkey

[KHOTBAH] LIFE LIKE A DONKEY (2), 4 agustus 2019

LIFE LIKE A DONKEY (2)

 Mazmur 73:22

“aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu”

Sebagai orang percaya, seringkali kita diperhadapkan dengan masalah hidup yang membuat kita seperti keledai yang dungu didekat Tuhan.

Keledai dalam bahasa Inggris adalah Donkey, Neddy, Cuddy, Ass.

Hal ini baik buat kita karena kita akan menjadikan Tuhan sebagai pemberi hikmat, pengertian dan akal budi.

Tuhanlah yang memberikan kita hikmat untuk menjdi seorang profesional dibidang kita masing masing sebagai pebisnis, karyawan, hamba Tuhan, guru, siswa dll.

          Bagaimanakah ciri seekor Keledai?

– Jika tersesat tidak mengetahui jalan pulang (Amsal 26:3) sehingga harus memakai tali kekang. Demikian juga kita perlu Tuhan Yesus sebagai jalan kebenaran dan hidup.

– Binatang haram/unclean (Imamat 11:26.) Kita adalah orang yang asing, bangsa tidak bersunat, bukan bangsa pilihan Allah sehingga perlu pentahiran dan penebusan oleh darah Yesus.

          Ada dua macam keledai yaitu: 

  1.          KELEDAI LIAR
  2. KELEDAI JINAK

Keledai jinak disebut dengan keledai peliharaan atau keledai domestik. Bagaimanakah fungsi seekor keledai jinak?

  1.          Dipakai diladang 

(Yes 30:24) “sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak”

          Saat Keledai liar ditangkap, maka diperlukan keahlian khusus untuk menjinakkan seekor keledai yang baru ditangkap itu. Setelah Keledai itu menjadi jinak maka akan dipakai oleh tuannya untuk bekerja diladang.

Demikian juga dengan kita seperti seekor Keledai liar yang hidup dalam dosa, namun Tuhan Yesus telah menangkap kita dan mengubahkan hidup kita untuk bekerja diladangNya. Tuhan Yesus sangat ahli dalam menangkap dan menjinakkan seseorang yang berdosa dan mengubahkannya.

          Seperti yang terjadi pada Palulus yang dahulunya dia adalah seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang yang ganas, tetapi sekarang dikasihani Tuhan (I Tim 1:13). Saulus telah ditangkap oleh Kristus saat perjalanannya ke Damsyik (Fil 3:12).

Untuk berubah dari orang yang liar (berdosa) menjadi seorang yang telah jinak (dipulihkan) maka ada tahapan yang harus dilewati yaitu:

– Justification yaitu pembenaran dengan cara percaya pada Tuhan Yesus, kemudian dibaptis selam, dan menerima pengampunan dosa.

– Sanctification yaitu pengudusan dengan cara memisahkan antara perbuatan roh dan keinginan daging, dan hal ini harus dilakukan secara terus menerus.

– Glorification yaitu pemuliaan yaitu sampai kita memperoleh mahkota kehidupan.

          Setelah Saulus menjadi jinak (bertobat) dan diubah menjadi Paulus, maka Paulus dipakai oleh Tuhan diladangNya (Kisah 9:15) “Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel”

Saat Tuhan memakai kita diladangNya, maka Dia akan memperlengkapi kita dengan talenta, otoritas dan perlindungan.

Apakah yang disebut melayani?

– menjadi fulltimer?…boleh tapi tidak harus

– berkhotbah?….boleh tapi bersaksi juga baik

– berkorban?….boleh tapi dengan kerelaan hati

Jadi melayani adalah 

– ketaatan kepada perintah Tuhan

– melekatkan orang lain kepada Tuhan dan kepada gereja

– melepaskan bagian hidup yang menjadi berkat bagi sesama contohnya perkataan, sikap hidup, harta benda dll.

          Oleh karena itu mari kita melakukan sesuatu dalam pelayanan yaitu mengambil bagian dalam  5 jawatan (Rasul, nabi, pemberita Injil, gembala, pengajar) dan memiliki karunia-karunia rohani (Roma 12:6-8)

Apakah akibat jika melayani Tuhan diladangNya? Tuhan akan menyediakan makanan yang terbaik (Yes 30:24) artinya ada berkat sampai kepada anak cucu kita dan  mendapat kehormatan serta nama baik.

  1.          Mengangkut beban

          Seekor keledai yang telah jinak akan dipakai oleh tuannya untuk mengangkut beban. Demikian juga dengan kita, saat kita telah menjadi orang yang percaya dan lahir baru, maka seringkali Tuhan mengijinkan kita untuk menanggung beban, bahkan menanggung beban orang lain.           

          Contohnya seperti orang Samaria yang murah hati yang menanggung beban dan berkorban bagi sesamanya. Apa yang dia lakukan?

– menanggung resiko karena bisa jadi dia juga dirampok dijalan itu.

– membalut luka orang itu

– menyirami luka orang itu dengan minyak dan memberikan anggur

– membawa ke penginapan

– mengeluarkan uangnya untuk biaya perawatan orang itu

Inilah yang terjadi pada Tuhan Yesus yang menanggung beban akibat dosa manusia dan kutuk atas manusia.

Pernahkah kita menanggung beban orang lain? Maukah kita ikut memikul beban bagi sesama kita? 

Tuhan mau agar kita juga dapat menanggung beban orang lain, walaupun seringkali maksud baik kita disalah mengerti oleh orang lain contohnya Bileam yang marah dan memukul keledainya (Bil 22:23-28) 

Jika saat ini kita sedang mengalami kelebihan beban dan masalah, marilah kita datang pada Tuhan Yesus agar kita menerima kelegaan….amin.
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th.

donkey

[KHOTBAH] LIFE LIKE A DONKEY, 28 Juli 2019

LIFE LIKE A DONKEY

Mazmur 73:22

“aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu”

Sebagai orang percaya, seringkali kita diperhadapkan dengan masalah hidup yang membuat kita seperti keledai yang dungu didekat Tuhan.

Keledai dalam bahasa Inggris adalah Donkey, Neddy, Cuddy, Ass.

Hal ini baik buat kita karena kita akan menjadikan Tuhan sebagai pemberi hikmat, pengertian dan akal budi.

Tuhanlah yang memberikan kita hikmat untuk menjdi seorang profesional dibidang kita masing masing sebagai pebisnis, karyawan, hamba Tuhan, guru, siswa dll.

          Bagaimanakah ciri seekor Keledai?

– Jika tersesat tidak mengetahui jalan pulang (Amsal 26:3) sehingga harus memakai tali kekang. Demikian juga kita perlu Tuhan Yesus sebagai jalan kebenaran dan hidup.

– Binatang haram/unclean (Imamat 11:26.) Kita adalah orang yang asing, bangsa tidak bersunat, bukan bangsa pilihan Allah sehingga perlu pentahiran dan penebusan oleh darah Yesus.

          Ada dua macam keledai yaitu: 

  1.           KELEDAI LIAR

      1.1         Melahirkan keturunan liar

Ayub 11:12 “Jikalau orang dungu dapat mengerti, maka anak keledai liarpun dapat lahir sebagai manusia.

pelajarannya adalah apa yang lahir dari yang liar maka akan menjadi liar. Seperti pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik, tapi pohon yang buruk akan menghasilkan buah yang buruk.

Jika hari ini kita masih dungu, liar, tidak memiliki pengenalan akan Tuhan, maka perbaikilah hidup kita supaya keturunan kita menjadi baik (Hakim 2:10).  Kita harus berdoa agar keturunan kita menjadi generasi Yeremia, yang sungguh sungguh pada Tuhan.

Anak-anak yang mengasihi Tuhan adalah produk keluarga kristen, sehingga dibutuhkan pendidikan akan Firman Tuhan, etika sosial (menonjolkan peran manusia dan budaya), etika krsiten (ditekankan pada kehendak Allah, dimana Firman Tuhan akan menghasilkan takut akan Tuhan, melakukan perintah Tuhan, menghormati orang tua sehingga anak anak akan menjadi santun dalam berbicara, setia, penundukan diri, bertanggung jawab dll). Sedangkan jemaat yang dewasa dalam Tuhan merupakan produk gereja.

1.2         Penuh perseteruan

Dalam Alkitab dikisahkan tentang Ismael yaitu seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar. tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya (Kej 16:11-12).

Hal ini seperti keadaan manusia diakhir zaman yaitu manusia akan mencintai dirinya sendiri, menjadi hamba uang, membual, sombong, pemfitnah, pemberontak, tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu (kesenangan dunia) dari pada menuruti Allah  (II Tim 3:1-4).

          Bagaimanakah sikap kekristenan yang benar?

– Memiliki buah Roh (Gal 5:22-23)

– Berusaha memelihara kesatuan Roh (Ef 4:3)

– Damai sejahtera Kristus memerintah dalam hati  (Kol 3:15)

– Berdamai dengan semua orang (Rom 12:8)

Semboyan rayon 2 yaitu Smile,Spread love,Shalo

      1.3         Menginginkan kemerdekaan palsu

“Engkau seperti keledai betina liar, yang mencium-cium udara mencari jantan. Siapakah yang dapat menahan nafsu berahimu?” (Terjemahan lain di Yeremia 2:24) Keledai liar ini melarikan diri ke padang gurun dan ingin bebas artinya tidak suka aturan dan memisahkan diri dari persekutuan. Keledai liar ini suka mencari pejantan yang artinya suka akan kenikmatan hidup.

Seperti anak bungsu yang salah mengambil keputusan yaitu dia pergi meninggalkan rumah bapanya dan hidup berfoya-foya. Mengapa? Karena dirumah bapanya penuh dengan aturan (Luk 15:17), ada pekerjaan yang harus dikerjakan (ayat 29), ada perintah (ayat29) namun dia lupa bahwa ada kasih dirumah bapanya.

Juga seperti Yoanatan yang tidak mau mengikuti Daud, namun dia tinggal dalam rumah bapanya yaitu Saul. Yonatan tinggal dalam kenyamanan.

Tuhan mau agar kita tinggal dan diam ditempat dimana Tuhan telah menempatkan kita yaitu dalam:

– Keluarga (membangun home sweet home yang tidak ditentukan oleh assesorisnya tapi oleh penghuninya) dalam keluarga harus membangun benteng dari serangan si jahat, unity, kedewasaan rohani.

– Gereja (persekutuan orang percaya) ikutlah melakukan sesuatu, ikutlah menutup ketidak sempurnaan didalam gereja, nikmatilah hidup didalamnya, alamilah pertumbuhan rohani)

– Kota (berdoa untuk kota, jaga kerukunan, jaga kebersihan, jaga keindahan)…..amin

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

ruth

[KHOTBAH] GREAT PEOPLE ON THE BORDER LINE, 21 Juli 2019

GREAT PEOPLE ON THE BORDER LINE

Lukas 17:11-19

“Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh”

 

          Pada waktu itu Yesus melintasi perbatasan Samaria dan Galilea, dan ada sepuluh orang kusta yang masuk kedesa itu dan datang menemui Dia.

Kejadian ini sangat aneh karena orang yang sakit kusta dilarang untuk omasuk keperkemahan atau ke pemukiman orang banyak, hal ini tertulis dalam Taurat yaitu di kitab Imamat 13:45-46 “Selama ia kena penyakit itu (kusta) ia tetap najis; memang ia najis; ia harus tinggal terasing, di luar perkemahan itulah tempat kediamannya”

Tapi mengapa orang kusta bisa masuk kedalam desa? Karena mereka tinggal diperbatasan antara Samaria dan Galilea.

          Samaria adalah tempat diluar Israel artinya  yaitu kehidupan yang tidak rohani. Galilea adalah tempat yang didalam daerah Israel artinya  yaitu kehidupan yang rohani. 

Orang-orang kusta ini tinggal dan hidup di daerah perbatasan.

Bagaimana keadaan orang yang ada diperbatasan? Yaitu hidup abu-abu artinya hidup yang tidak jelas, hukum yang tidak jelas, jarang dibicarakan, terjadi tarik menarik antara mentaati aturan atau melanggar aturan.

Demikian juga kehidupan kita jika tinggal didaerah perbatasan atau area abu-abu, maka kita akan hidup rohani bercampur dengan hidup duniawi. Hal ini tidak mungkin bisa terjadi karena tidak mungkin terang dapat bercampur dengan  kegelapan.

          Salah satu orang yang hidup diperbatasan antara menyembah pada Allah Israel atau menyembah pada allah lain adalah Rut.

Rut hidup pada masa para hakim memerintah, dan pada masa itu Israel dipimpin oleh para hakim namun keadaan rohani mereka berada pada titik tersendah (Hakim 17:6) “Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri”

          Pada zaman itu terjadi kelaparan di Betlehem (rumah roti) dan akhirnya Elimelekh dan keluarganya berimigrasi ke Moab. Elimelekh saat berangkat ke Moab membawa harta yang banyak, hal ini dapat dilihat karena dia dan keluarganya bisa keluar negeri, Dan saat di Moab mereka mampu menikahkan dua orang anaknya (Rut 1:21).

Namun saat mereka di Moab maka Elimelekh, Mahlon dan Kilyon mati, sehingga Naomi hidup sendirian bersama dua orang  menantunya yaitu Rut dan Orpa.

Rut 1:7 “Maka berangkatlah ia dari tempat tinggalnya itu, bersama-sama dengan kedua menantunya. Ketika mereka sedang di jalan untuk pulang ke tanah Yehuda”

Saat itu Rut berada diperbatasan antara Moab dan Betlehem dan Naomi menyuruh Rut danOrpa untuk meninggalkan Naomi.

Apa pilihan bagi Rut?

– Kembali kerumah orang tuanya yaitu ayah dan ibunya ayat 8

– Masih bisa mendapatkan suami (ayat 9)

– Menjalani hidup normal (ayat 13)

– Tidak menanggung kepahitan mertuanya (ayat 13)

– Mengikuti jejak Orpa (ayat 15)

          Tetapi Rut mengambil sikap yang berbeda. Orang hebat adalah orang yang bersikap benar dalam situasi yang sulit.

Naomi, Orpa, Rut menangis, namun sepintas lalu  mereka memiliki tampilan yang sama, tetapi hal itu tidak menampilkan ukuran kerohanian mereka yang sesungguhnya. Rut berbeda dengan Orpa.

Hal ini juga tejadi seperti perumpamaan tentang 5 gadis bijaksana dan 5 gadis bodoh. Mereka sama-sama menanti mempelai, mempunyai pelita, pelitanya menyala,Namun yang bijaksana membawa minyak, sedangkan yang bodoh, kosong tidak membawa minyak.

Ada sesuatu yang dimiliki oleh Rut yang tidak dimiliki Orpa yaitu Rut “terpaut” dengan Naomi. Kata “terpaut” dalam bhs Ibrani adalah “daw bak” artinya melekat, mengejar yang dimiliki Naomi. Rut lebih nyaman dengan Naomi daripada dia tinggal di Moab. Kelihatannya Rut sudah mendapatkan pendidikan dan pengajaran hal rohani yang baik dari suami dan mertuanya.

          Mengapa Rut mengikut Naomi?

  1.          Dia telah mengenal persekutuan yang benar 

Manfaat persekutuan yang benar adalah:

– Pengurapan Tuhan tidak akan bocor

– Tidak dipengaruhi hal-hal yang jahat

– Yang dilakukan adalah keputusan yang benar

– Jalan yang keliru akan dihindari

– Masa depan akan lebih terjamin

  1.          Dia telah mengenal kewarga negaraan yang benar

Ayat 16 “bangsamulah bangsaku”…. padahal sebelumnya Rut tidak mengenal bangsa Israel (Rut 2:11)

Hal ini seperti yang dialami oleh Abraham (Ibrani 11:8) dan Abraham tetap berangkat sebab ia menanti kota yang akan datang (ayat 10), dan merindukan mencari suatu tanah air (ayat 14)

Kesamaan Abraham dan Rut yaitu mereka  tidak lagi memikirkan kampung halaman (Ibr 11:15). Kita juga jangan lagi mengingat masa lalu dan mau kembali padanya contohnya cara hidup, gaya hidup, cara bekerja, bergaul, memimpin, persoalan hidup, masalah hidup dll.

Mari arahkanlah mata hati kita kepada TUhan Yesus sang juruselamat, dan mengarahkan mata kita kepada hal yang akan datang.

  1.          Dia telah mengenal Tuhan yang benar

Rut telah memiliki iman yang benar sehingga dia mengetahui mana Tuhan  yang benar dan yang palsu, itu sebabnya dia tidak mau kembali ke Moab.

Orang yang telah mengenal Tuhan secara pribadi, pasti tidak akan menyangkal Dia atau kembali kepada kehidupan lama.

  1.          Dia telah mengetahui akhir perjalanan hidupnya 

Semua orang harus tahu bahwa tujuan akhir kita adalah kerajaan sorga,oleh karena itu yang harus kita lakukan adalah:

– Jangan lalai membangun jalan (belajar firman )

– Jangan lupa mempersiapkan bekal (minyak urapan)

– Jangan lupa ajak orang lain (penginjilan)

– Jangan lupa investasi (melayani dan berkorban)

– Jangan lupa latihan (doa, pujian, penyembahan)

Akibatnya adalah 

– Rut mendapat gelar “perempuan baik-baik” (Rut 3:11) dalam bhs inggris adalah virtual women (berbudi luhur), women of noble character (perempuan berkarakter bangsawan)

– Ditebus oleh Boaz (Rut 4:9) seperti kita yang ditebus oleh Tuhan Yesus

– Dipersunting oleh Boaz  seperti kita dipertunangkan dengan Tuhan Yesus (I Kor 4:10)

– Dijadikan isteri oleh Boaz

– Namanya dicatat dalam Injil (Mat 1:5) 

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

urapan

[KHOTBAH] PENGURAPAN ROH KUDUS, 14 Juli 2019

PENGURAPAN  ROH  KUDUS

Bilangan 27:12-18

“Lalu TUHAN berfirman kepada Musa: “Ambillah Yosua bin Nun, seorang yang penuh roh, letakkanlah tanganmu atasnya,suruhlah ia berdiri di depan imam Eleazar dan di depan segenap umat, lalu berikanlah kepadanya perintahmu di depan mata mereka itu”

          Karena Musa tidak taat dan melanggar perintah Allah, maka Allah memilih Yosua menggantikan Musa untuk memimpin bangsa Israel masuk ketanah perjanjian. Yosua adalah seorang yang penuh dengan Roh Allah, sehingga dia dapat memimpin bangsa Israel masuk ketanah perjanjian walaupun disertai dengan tantangan, peperangan dan menghadapi musuh yang kuat dan hebat.

Bagaimanakah caranya sehingga Yosua mendapat kepenuhan Roh Allah?

  1.          Tinggal dalam hadirat Allah

Beberapa bukti bahwa Yosua suka untuk tinggal dalam hadirat Allah yaitu:

A. Gunung Sinai (Kel 24:12-15) “Lalu bangunlah Musa dengan Yosua, abdinya, maka naiklah Musa ke atas gunung Allah itu.”

Musa dan Yosua pergi mendekat kegunung Sinai sedangkan bangsa Israel hanya tinggal diperkemahan mereka saja karena sangat takut dengan kedahsyatan hadirat Allah yang turun di gunung Sinai. Keadaan gunung Sinai pada saat itu ditutupi seluruhnya dengan asap, karena TUHAN turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat (Kel 19:18).

Karena Yosua sangat dekat dengan gunung Sinai yaitu hadirat Allah, maka dia menerima urapan Roh Allah. 

B. Kemah Pertemuan (Kel 33:7-11) “Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu”

Kemah pertemuan atau Tabernakel adalah tempat dimana hadirat Tuhan turun berupa awan kemuliaan. Bangsa Israel hanya berdiri masing-masing dipintu kemahnya dan hanya melihat Musa dan Yosua mendekat ke kemah pertemuan itu. Namun Yosua adalah orang yang bukan hanya mendekat ke kemah itu, namun dia menanti dan tidak meninggalkan kemah pertemuan itu. Yosua begitu dekat dengan awan kemuliaan Tuhan sehingga dia terkondisikan dengan hadirat Allah. Tuhan mau agar kita jangan jauh dari hadiratNya, namun dekat dan selalu tinggal dalam hadirat Allah sehingga pengurapan itu turun atas hidup kita.

  1. Dekat dengan orang yang diurapi

Yosua menerima pengurapan Roh Allah karena dia sangat dekat dengan orang yang diurapi Allah yaitu Musa. 

Kedekatan Yosua dengan Musa yaitu:

A. Yosua menjadi abdi Musa sejak masa mudanya (Bil 11:28) “Maka menjawablah Yosua bin Nun, yang sejak mudanya menjadi abdi Musa”

Yosua sejak lama dekat dengan Musa, dan tetap setia mengabdi pada Musa. Kemanapun Musa pergi, dia tetap setia menemani Musa. Saat Musa naik kegunung Sinai, dia setia menanti dibawah kaki gunung, dan dia terluput dari penyembahan kepada berhala patung anak lembu. Saat Musa ke kemah pertemuan, dia tetap setia menantikan Musa di kemah itu.

B. Yosua sangat giat mendukung Musa (Bil 11:29) “Tetapi Musa berkata kepadanya: “Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka!”

Kedekatan Yosua dengan Musa dapat dilihat bagaimana Yosua sangat membela Musa dan tidak mau memberontak kepada Musa.

Dalam Alkitab juga dikisahkan tentang orang yang menerima pengurapan Roh Allah karena dekat dengan orang yang diurapi. Contohnya Elisa yang menjadi bujang Elia, dia menerima urapan ganda, sedangkan rombongan nabi tidak mendapat apa-apa karena mereka tidak dekat dengan Elia dan hanya memandang Elia dari jauh (II Raja 2:1-15).

Kemudian Elisabet yang penuh dengan Roh Allah saat dia berjumpa dengan Maria ibu Yesus.

Salah satu cara untuk menerima pengurapan Roh Allah adalah kita harus dekat dengan orang yang diurapi dan menerima pengajaran firman Tuhan serta teladan dari kehidupan mereka.

  1.          Lewat Impartasi

Yosua menerima pengurapan disebabkan impartasi lewat penumpangan tangan Musa kepadanya (Bil 27:18) “Lalu TUHAN berfirman kepada Musa: “Ambillah Yosua bin Nun, seorang yang penuh roh, letakkanlah tanganmu atasnya” (Ul 34:9) “Dan Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya”

Impartasi urapan Roh Kudus juga terjadi pada jemaat di Efesus (Kisah 19:6) “Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat”

Pengurapan Allah dapat kita terima lewat impartasi dan penumpangan tangan. Dan di GBI Menorah Manado, kita menerima impartasi urapan Allah lewat penumpangan tangan dengan minyak urapan oleh bapak gembala.

          Sebagai orang percaya, kita juga harus memiliki pengurapan Roh Allah yang akan menuntun kita dan memberikan kemenangan. Hanya orang yang dipenuhi urapan Roh Allah yang akan melihat kemulian Allah dalam hidupnya…..amin

Oleh. Pdt Aris Andrijanto SE,MA