[KHOTBAH] PENGURAPAN ROH KUDUS, 14 Juli 2019
PENGURAPAN ROH KUDUS
Bilangan 27:12-18
“Lalu TUHAN berfirman kepada Musa: “Ambillah Yosua bin Nun, seorang yang penuh roh, letakkanlah tanganmu atasnya,suruhlah ia berdiri di depan imam Eleazar dan di depan segenap umat, lalu berikanlah kepadanya perintahmu di depan mata mereka itu”
Karena Musa tidak taat dan melanggar perintah Allah, maka Allah memilih Yosua menggantikan Musa untuk memimpin bangsa Israel masuk ketanah perjanjian. Yosua adalah seorang yang penuh dengan Roh Allah, sehingga dia dapat memimpin bangsa Israel masuk ketanah perjanjian walaupun disertai dengan tantangan, peperangan dan menghadapi musuh yang kuat dan hebat.
Bagaimanakah caranya sehingga Yosua mendapat kepenuhan Roh Allah?
- Tinggal dalam hadirat Allah
Beberapa bukti bahwa Yosua suka untuk tinggal dalam hadirat Allah yaitu:
A. Gunung Sinai (Kel 24:12-15) “Lalu bangunlah Musa dengan Yosua, abdinya, maka naiklah Musa ke atas gunung Allah itu.”
Musa dan Yosua pergi mendekat kegunung Sinai sedangkan bangsa Israel hanya tinggal diperkemahan mereka saja karena sangat takut dengan kedahsyatan hadirat Allah yang turun di gunung Sinai. Keadaan gunung Sinai pada saat itu ditutupi seluruhnya dengan asap, karena TUHAN turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat (Kel 19:18).
Karena Yosua sangat dekat dengan gunung Sinai yaitu hadirat Allah, maka dia menerima urapan Roh Allah.
B. Kemah Pertemuan (Kel 33:7-11) “Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu”
Kemah pertemuan atau Tabernakel adalah tempat dimana hadirat Tuhan turun berupa awan kemuliaan. Bangsa Israel hanya berdiri masing-masing dipintu kemahnya dan hanya melihat Musa dan Yosua mendekat ke kemah pertemuan itu. Namun Yosua adalah orang yang bukan hanya mendekat ke kemah itu, namun dia menanti dan tidak meninggalkan kemah pertemuan itu. Yosua begitu dekat dengan awan kemuliaan Tuhan sehingga dia terkondisikan dengan hadirat Allah. Tuhan mau agar kita jangan jauh dari hadiratNya, namun dekat dan selalu tinggal dalam hadirat Allah sehingga pengurapan itu turun atas hidup kita.
- Dekat dengan orang yang diurapi
Yosua menerima pengurapan Roh Allah karena dia sangat dekat dengan orang yang diurapi Allah yaitu Musa.
Kedekatan Yosua dengan Musa yaitu:
A. Yosua menjadi abdi Musa sejak masa mudanya (Bil 11:28) “Maka menjawablah Yosua bin Nun, yang sejak mudanya menjadi abdi Musa”
Yosua sejak lama dekat dengan Musa, dan tetap setia mengabdi pada Musa. Kemanapun Musa pergi, dia tetap setia menemani Musa. Saat Musa naik kegunung Sinai, dia setia menanti dibawah kaki gunung, dan dia terluput dari penyembahan kepada berhala patung anak lembu. Saat Musa ke kemah pertemuan, dia tetap setia menantikan Musa di kemah itu.
B. Yosua sangat giat mendukung Musa (Bil 11:29) “Tetapi Musa berkata kepadanya: “Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka!”
Kedekatan Yosua dengan Musa dapat dilihat bagaimana Yosua sangat membela Musa dan tidak mau memberontak kepada Musa.
Dalam Alkitab juga dikisahkan tentang orang yang menerima pengurapan Roh Allah karena dekat dengan orang yang diurapi. Contohnya Elisa yang menjadi bujang Elia, dia menerima urapan ganda, sedangkan rombongan nabi tidak mendapat apa-apa karena mereka tidak dekat dengan Elia dan hanya memandang Elia dari jauh (II Raja 2:1-15).
Kemudian Elisabet yang penuh dengan Roh Allah saat dia berjumpa dengan Maria ibu Yesus.
Salah satu cara untuk menerima pengurapan Roh Allah adalah kita harus dekat dengan orang yang diurapi dan menerima pengajaran firman Tuhan serta teladan dari kehidupan mereka.
- Lewat Impartasi
Yosua menerima pengurapan disebabkan impartasi lewat penumpangan tangan Musa kepadanya (Bil 27:18) “Lalu TUHAN berfirman kepada Musa: “Ambillah Yosua bin Nun, seorang yang penuh roh, letakkanlah tanganmu atasnya” (Ul 34:9) “Dan Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya”
Impartasi urapan Roh Kudus juga terjadi pada jemaat di Efesus (Kisah 19:6) “Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat”
Pengurapan Allah dapat kita terima lewat impartasi dan penumpangan tangan. Dan di GBI Menorah Manado, kita menerima impartasi urapan Allah lewat penumpangan tangan dengan minyak urapan oleh bapak gembala.
Sebagai orang percaya, kita juga harus memiliki pengurapan Roh Allah yang akan menuntun kita dan memberikan kemenangan. Hanya orang yang dipenuhi urapan Roh Allah yang akan melihat kemulian Allah dalam hidupnya…..amin
Oleh. Pdt Aris Andrijanto SE,MA
