[KHOTBAH] The fullness of life in Christ Jesus, 15 September 2019

The fullness of life in Christ Jesus
Kolose 2:1-23

“supaya hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus” (ayat2)

The fullness of life in Christ Jesus artinya adalah kepenuhan hidup dalam Kristus yang menerima janji-janji Tuhan dan memiliki kehidupan seperti Tuhan Yesus.
Orang yang mengalami kepenuhan hidup dalam Kristus adalah orang yang:
1. Tetap didalam Tuhan (ayat 6)
“Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia”
Dalam bahasa Inggrisnya adalah “continue live in Him” artinya terus menerus hidup dalam Tuhan, setiap hari dimana pun kita berada, kita tetap ada didalam Dia.
Dalam terjemahan Amplified Bible adalah “kita bersatu dalam Kristus dan memiliki karakter Kristus”
Sebagai karyawan, pelayan Tuhan, pebisnis, kita harus merefleksikan karakter Kristus dalam semua hal itu, agar terjadi perubahan dalam market place kita, bahkan terjadi transformasi.
Tetap dalam Tuhan artinya Tuhan dalam hidup kita, dan hidup kita ada dalam Tuhan Yesus. Janji Tuhan jika kita tinggal dalam Dia adalah :
– (Yoh 15:7) “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya”
Apa yang kita butuhkan maka mintalah dan percayalah akan menerimanya.
– (Yoh 17:22) “Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu”
Kita akan menerima kemuliaan dari Tuhan asalkan kita tinggal dan menjadi satu dalam Tuhan Yesus.
2. Teguh didalam iman (ayat 7a)
“Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu”
Teguh dalam iman artinya adalah iman yang sangat kuat, tidak tergoyahkan dan iman yang disertai dengan perbuatan-perbuatan.
Teguh dalam iman akan membuat Tuhan “heran”dan kagum melihat iman yang ada pada kita.
Hal ini yang tejadi pada seorang perwira Romawi yang memiliki iman yang luarbiasa (Mat 8:10) “Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel”
Orang yang teguh dalam iman tidak akan kuatir dan tidak akan ketakutan dalam hidupnya.
3. Melimpah dengan syukur (ayat 7b)
“dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur”
Hanya dalam Yesus kita bisa hidup melimpah dengan sukacita. Hanya dalam Yesus kita bisa bersyukur.
Seperti yang terjadi pada Paulus dan Silas yang ditangkap dan berkali-kali didera kemudian dilemparkan ke dalam penjara di Filipi.
Secara logika mereka hidup dalam tekanan dan mengalami depresi. Namun Alkitab berkata bahwa mereka tidak takut dan tertekan, justru pada saat dipenjara, mereka memuji Tuhan. Dan saat mereka memuji Tuhan dan berdoa, maka Tuhan membuat mujisat. (Kisah rasul 16:19-40) “Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua”
Gempa bumi yang terjadi bukanlah gempa bumi biasa, namun gempa bumi sebagai mujisat Tuhan, karena belenggu2 itu terlepas dari mereka.
Saat kita mengalami pergumulan dan persoalan hidup, marilah kita berdoa,memuji,menyembah dan bersyukur pada Tuhan dan percalah kita akan melihat mujisat terjadi.
Seseorang itu akan merasa bahagia atau tidak, ditentukan oleh sikap orang itu sendiri, apakah dia mau bersyukur dengan apa yang ada padanya sehingga dia bisa menikmati kebahagian. Kebahagian itu ada dalam setiap hati manusia yang memiliki Tuhan Yesus dalam hidupnya, dan dari hati itulah akan melimpah dengan ucapan syukur pada Tuhan….amin.

Oleh : Pdt. Frans Ticoalu (Singapura)